FMIPA / Dosen Biologi FMIPA IPB Lakukan Pembimbingan dan Pendampingan Petani Hortikultura di Kecamatan Kertasari Bandung

Dosen Biologi FMIPA IPB Lakukan Pembimbingan dan Pendampingan Petani Hortikultura di Kecamatan Kertasari Bandung

Sejumlah dosen IPB University dari Divisi Fisiologi dan Genetika Tumbuhan, Departemen Biologi berkesempatan mengunjungi petani hortikultura di Kecamatan Kertasari Bandung, Provinsi Jawa Barat, 25/6. Kunjungan itu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dengan melakukan pembimbingan dan pendampingan kepada petani kubis, bawang daun, wortel dan kentang.

Dosen yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini antara lain Prof Suharsono, Prof Miftahudin, Prof Hamim, Dr Ence Darmo Jaya Supena, dan Dr Aris Tjahjoleksono. Kelima Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University itu melakukan kunjungan ke kebun kentang dan kebun bawang daun milik Agriharsa Farming.

Dalam kunjungannya, mereka mendapati bahwa sebagian besar kentang yang ditanam, terutama yang berumur 50 hari setelah tanam (hst), merupakan varietas atlantik, yaitu jenis kentang bagi industri keripik.

“Beberapa varietas baru dari IPB University yaitu varietas Jala Ipam (JI), IPB CP1 (Sipiwan), dan IPB CP3 (Sipitri) juga ditanam berbarengan dengan kentang atlantik sebagai demplot percobaan. Saat ini, 5.000 benih G0 kentang varietas Sipitri, telah berada di Agriharsa Farming. Penanaman ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan menguji coba produksi di Kecamatan Kertasari,” ujar Prof Suharsono.

Kunjungan lapang ini, kata dia, dimaksudkan untuk menggali permasalahan usaha produksi tanaman hortikultura khususnya kentang, mulai dari masalah benih, teknik budidaya, pemeliharaan di kebun, sistem pengadaan sarana produksi, sampai dengan masalah penjualan hasil produksi.

“Penyakit yang menjadi masalah di pertanaman kentang adalah penyakit lodoh (hawar daun/blight) yang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans, dan penyakit layu bakteri (bacterial wilt/BW) yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Penyakit lodoh tidak hanya terjadi di kentang tetapi juga terjadi pada tomat,” terang Prof Suharsono, Guru Besar Tetap FMIPA IPB University.

Selain kedua penyakit yang dominan tersebut, penyakit akar gada (club root) yang disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae juga sering terjadi pada tanaman kubis. “Beberapa contoh tanaman yang menderita penyakit tersebut telah diambil untuk dianalisis lebih lanjut, sebagai landasan untuk pengelolaan pemeliharaan tanaman di lapangan,” tambahnya.

Tim Dosen IPB University juga bercengkrama dengan para petani dengan makan siang bersama, sebelum diskusi bersama Nazib Abdullah Zawawi Alrasyid, SSi, MP sebagai Direktur Agriharsa Farming. Petani yang ikut serta ini tergolong pemilik lahan yang luas, sehingga hasil pertemuan bisa langsung diterapkan.

“Petani sangat berminat untuk menanam kentang varietas baru yang dihasilkan oleh IPB University setelah mereka mendapat penjelasan terkait keunggulan varietas tersebut. Selain itu, petani menginginkan bisa menjadi penangkar benih G2 dan G3 supaya mereka bisa mandiri dalam pengadaan benih,” ungkapnya.

Prof Suharsono juga berharap IPB University bisa menyediakan benih G0 untuk diperbanyak oleh petani atau kelompok tani di Kecamatan Kertasari sehingga petani memperoleh benih yang sehat dan berkualitas dengan biaya yang lebih ekonomis. (*/Rz)

Narasumber : Prof Suharsono, Prof Miftahudin, Prof Hamim, Dr Ence Darmo Jaya Supena, dan Dr Aris Tjahjoleksono, ipb.ac.id