FMIPA / Fakultas / Profil / Rencana Strategis

Rencana Strategis

Tim Penyusun

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Sejarah FMIPA IPB

Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi berdiri pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No 91 tahun 1963. Pada saat itu IPB terdiri atas 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Kehutanan.  Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian adalah fakultas ke 6 di IPB dan berdiri pada tahun 1964. Fakultas ke 7 adalah Fakultas Sains dan Matematika (FSM) yang berdiri pada tahun 1980 berdasarkan SK Rektor No 078/1980. Lalu pada tanggal 7 September 1982 FSM resmi menjadi FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) berdasarkan Keputusan Presiden No 46 tahun 1982. Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Presiden tersebut, Rektor kemudian pada tanggal 29 Desember 1982 menetapkan jurusan-jurusan yang ada di FMIPA melalui SK Rektor No 121, yaitu Jurusan Botani yang berasal dari Departemen Botani Fakultas Pertanian, Jurusan Zoologi yang berasal dari Departemen Zoologi Fakultas Kedokteran Hewan, Jurusan Kimia yang berasal dari Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan, Jurusan Agrometeorologi yang berasal dari Bagian Klimatologi Departemen IPA Fakultas Pertanian, dan Jurusan Statistika yang berasal dari Departemen Statistika dan Komputasi Fakultas Pertanian.

Pada masa awal ini dapat dikatakan bahwa FMIPA merupakan gabungan dari beberapa unit yang berada di Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan. Walaupun demikian, pentingnya ilmu-ilmu dasar untuk mendukung ilmu-ilmu pertanian dan kedokteran hewan di IPB sudah disadari sejak awal berdirinya IPB. Hal ini dibuktikan dengan adanya Departemen Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Fakultas Petanian dan adanya kerjasama Indonesia-USA dalam pengembangan ilmu-ilmu dasar kealaman seperti botani, fisika, kimia, fisiologi hewan, mikrobiologi veteriner, dan zoology.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui SK No 0546/O/1983 tanggal 8 Desember 1983 ditetapkanlah nama enam jurusan di FMIPA secara resmi, yaitu: Jurusan Statistika, Jurusan Biologi, Jurusan Geofisika dan Meteorologi, Jurusan Kimia, Jurusan Matematika, dan Jurusan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU).

Pada tahun 1989 lahir UU No 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian diikuti dengan PP No 30/1990 tentang kelembagaan jurusan dan program studi. Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik pada fakultas yang melaksanakan program akademik atau professional, sedangkan program studi merupakan program penyelenggaraan pendidikan akademik atau professional. Berdasarkan peraturan dan perundang-undangan tersebut, maka ditetapkanlah bahwa:

  • Program Studi Statistika diasuh oleh Jurusan Statistika
  • Program Studi Agrometeorologi diasuh oleh Jurusan Geofisika dan Meteorologi
  • Program Studi Biologi diasuh oleh Jurusan Biologi
  • Program Studi Kimia diasuh oleh Jurusan Kimia
  • Program Studi Matematika diasuh oleh Jurusan Matematika
  • Program Studi Ilmu Komputer diasuh oleh Jurusan Statistika dan Jurusan Matematika.

Program Studi Matematika resmi berdiri pada tahun 1992 berdasarkan SK Dirjen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No 177/DIKTI/Kep/1992 tanggal 25 Mei 1992. Selanjutnya pada tanggal 15 Juli 1993 FMIPA IPB resmi membuka Program Studi Ilmu Komputer. Jurusan Ilmu Komputer resmi berdiri pada tanggal 17 September 1998 melalui SK Rektor No 095/K13/HK/KP/1998 yang mewadahi Program Studi Ilmu Komputer. Jurusan Fisika berdiri pada tanggal 2 Oktober 1996 sehingga Program Studi Fisika dialihkan dari Jurusan Geofisika dan Meteorologi ke Jurusan Fisika. Jurusan Fisika resmi berdiri berdasarkan SK Dirjen Dikti No 380/DIKTI/Kep/1997 pada tanggal 25 Septembet 1997. Karena tuntutan perlunya pengembangan ilmu biokimia, maka pada tanggal 28 November 2001 berdasarkan SK Rektor No 180/K13.12.1/PP/2001 disahkan pembukaan Program Studi Biokimia yang diasuh oleh Jurusan Kimia.

Sehubungan dengan perubahan status IPB menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) serta berdasarkan pada struktur oraganisasi IPB yang baru maka organisasi IPB didasarkan pada program berbasis departemen. Keputusan Rektor No 120/K13/OT/2003 yang ditetapkan pada tanggal 27 Agustus 2003 mengubah penggunaan istilah Jurusan menjadi Departemen pada fakultas di lingkungan IPB. Berdasarkan SK Rektor No 098/K13/KP/2005 telah dilakukan penataan departemen di lingkungan IPB, dan dari hasil penataan ini lahirlah Departemen Biokimia yang mengasuh Program Studi Biokimia.

Pada saat ini, selain Program Studi S1, semua Departemen di FMIPA juga mengasuh Program Studi S2, bahkan Departemen Geofisika dan Meteorologi dan Departemen Biologi juga telah mengasuh Program Stdi S3. Selain mengasuh Program Studi S1, S2 dan S3, beberapa departemen di FMIPA, yaitu Departemen Biologi, Departemen Kimia, Departemen Matematika, dan Departemen Fisika juga mengasuh mata kuliah-mata kuliah dasar di tahun pertama bersama (TPB) yang diikuti oleh seluruh mahasiswa IPB.

1.2. Kebijakan Pengembangan

1.2.1. Pengembangan Bidang Tridharma

Pengembangan bidang pendidikan diarahkan untuk mendorong terciptanya kompetensi yang tinggi bagi para lulusan baik lulusan S1, S2, maupun S3. Pendidikan pasca sarjana juga merupakan ujung tombak dalam kegiatan riset, sehingga pengembangan program doktor di setiap departemen merupakan suatu keharusan. Kebijakan mutu pendidikan perlu terus dikembangkan di setiap program studi.  Peningkatan  mutu  akan  diiringi  dengan pengembangan program studi unggulan yang tidak hanya bertaraf nasional tetapi juga internasional. Program studi perlu diberdayakan untuk mencapai keunggulan akademik baik  melalui pengembangan staf  pengajar maupun kerjasama dengan lembaga pemerintah atau industri baik di dalam maupun luar negeri. Pencapaian keunggulan akademik ini harus menjadi landasan utama dalam melakukan kerjasama pendidikan atau pelatihan dengan pihak lain. Selain itu, pengembangan  inovasi  dalam pendidikan terutama dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi juga perlu dilakukan.

Pengembangan dalam bidang penelitian selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi, juga untuk mengembangkan teknologi yang dapat diaplikasikan guna membangun kekuatan perekonomian nasional. Penelitian  diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang yang prospektif dan bersifat universal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat sekarang ini dan pentingnya penelitian menghasilkan inovasi yang bisa dirasakan masyarakat, maka kegiatan-kegiatan   riset sudah harus  multidisiplin dan proposal-proposal riset harus disusun oleh dosen lintas departemen.

Kebijakan pengembangan kelompok penelitian (working group) perlu terus dilakukan dapat berkarya dengan sebaik-baiknya dalam menghasilkan penemuan dan inovasi. Kebijakan ini juga termasuk mendorong timbulnya interaksi secara lebih intensif dan ekstensif antar dosen dan kelompok peneliti pada berbagai bidang keahlian untuk menciptakan sinergi yang tinggi. Pengembangan SDM dalam peningkatan penelitian diarahkan untuk meningkatkan jumlah dan peran guru besar dan lektor kepala sebagai motor penggerak dalam memimpin kelompok keilmuan atau keahlian dan pembimbingan mahasiswa dan dosen muda.

Pengembangan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat meliputi peningkatan kualitas dan cakupan dalam pembinaan guru dan siswa dan peningkatan pembinaan kepada masysrakat dalam rangka memecahkan masalah daerah setempat maupun masalah nasional, termasuk di dalamnya penggunaan hasil-hasil penelitian. Pemisahan  antara penelitian murni dan aplikasi perlu dihilangkan karena keduanya saling mendukung. Akuntabilitas penelitian dpat ditunjukkan  dari  nilai  tambah  yang  diberikan  baik  bagi  kalangan  industri maupun kalangan ilmiah. Dengan demikian, keterpaduan kegiatan penelitian, publikasi, paten, produksi, sampai komersialisasi perlu ditingkatkan.

Jejaring kerjasama dengan lembaga riset nasional dan internasional perlu digalakkan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kecepatan dalam menghasilkan   inovasi. Jaringan kerjasama penelitian tidak hanya dengan mitra pemerintah tetapi juga dengan masyarakat industri atau kelompok masyarakat lain yang memerlukan lembaga riset dan pengembangan. Kemitraan dengan lembaga penelitian luar negeri perlu ditingkatkan untuk menghasilkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

1.2.2. Pengembangan Organisasi dan Sumberdaya

Kebijakan dalam pengembangan organisasi FMIPA mengikuti kebijakan pimpinan IPB. Walaupun demikian, pengembangan dapat pula datang dari bawah sebagai respon terhadap tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Organisasi FMIPA diselenggarakan melalui pembagian peran yang dilakukan oleh unsur normatif, yaitu Senat Akademik, dan unsur eksekutif yang terdiri atas Dekan, Wakil Dekan, dan Ketua Departemen. Unsur eksekutif merupakan organ yang membuat kebijakan dan bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan tridharma dan pendukungnya untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan FMIPA-IPB. Sistem  desentralisasi (dengan slogan SADAR: sentralisasi administrasi dan desentralisasi akademik dan riset) yang sekarang diterapkan di IPB agar berjalan efektif menuntut kesiapan dan inisiatif pada  unit  “bawah”  termasuk fakultas dan departemen. Kebijakan  pemberdayaan  ini mengharuskan adanya transparansi dan akuntabilitas dari unit yang lebih tinggi (Rektorat). Penjaminan akuntabilitas dapat dilaksanakan dengan pengembangan sistem  pemantauan dan  evaluasi  yang  adil. Sedapat  mungkin pengelolaan organisasi dikembangkan berdasarkan sistem penghargaan berbasis kompetensi dan prestasi.

Pada saat ini FMIPA merupakan fakultas terbesar di IPB dari segi jumlah mahasiswa dan jumlah departemen di bawahnya. Ada 8 departemen di FMIPA, yaitu: Departemen Statistika, Departemen Geofisika dan Meteorologi, Departemen Biologi, Departemen Kimia, Departemen Matematika, Departemen Ilmu Komputer, Departemen Fisika, dan Departemen Biokimia. Berdasarkan Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI) yang dianut dalam sistem kurikulum sekarang ini, maka 8 departemen tersebut dapat dikelompokkan dalam dua rumpun ilmu yang berbeda, yaitu rumpun ilmu formal (Statistika, Matematika, dan Ilmu Komputer) dan rumpun ilmu dasar kealaman (Geofisika dan Meteorologi, Biologi, Kimia, Fisika, dan Biokimia).

Kebijakan sumber dana yang mandiri menjadi salah satu sumber peningkatan anggaran. Sumber dana mestinya tidak hanya mengandalkan pada sumber yang ada sekarang dari rektorat (DIPA, BOPTN, DM) tetapi juga secara sistematik mencari sumber-sumber pendanaan lain, diantaranya melalui kerjasama dengan institusi lain baik dalam bidang pendidikan dan pelatihan, maupun dalam bidang penelitian dan terapan hasil-hasil penelitian. Para pakar FMIPA juga didorong untuk menghasilkan karya-karya yang hak ciptanya akan dihargai  oleh  masyarakat  praktisi  dan  kepakaran.  Hasil karya pakar FMIPA ini akan menjadi penghela bagi perkembangan keilmuan dan aplikasinya di dunia industri pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Kebijakan dalam pengembangan SDM mengikuti perkembangan departemen dan program studi. Pengembangan karakter kepemimpinan dan tenaga pendidik menekankan pada integritas dan etika kecendekiawanan. Giat berkarya untuk memberikan sumbangan pada kemajuan ilmu pengetahuan serta kesejahteraan manusia pada umumnya. Penghargaan terhadap kompetensi diwujudkan dalam bentuk uraian jabatan berbasis kompetensi dan program pengembangan melalui pelatihan untuk peningkatan kompetensi.

BAB 2 KONDISI SAAT INI

2.1. Organisasi

Fakultas adalah unsur pelaksana perguruan tinggi yang berkewajiban menyelenggarakan pendidikan akademik dan pendidikan profesional serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi Fakultas terdiri atas unsur pimpinan Fakultas, unsur normatif Fakultas, unsur pelaksana akademik, unsur pelaksana administrasi dan penunjang akademik. Pimpinan fakultas adalah Dekan yang dibantu oleh Wakil Dekan. Pada saat ini pimpinan fakultas dibantu juga oleh 3 orang Sekretaris Fakultas, yaitu Sekretaris Fakultas bidang administrasi, pengelolaan SDM, kemahasiswaan dan alumni, Sekretaris Fakultas bidang PPM, kerjasama dan pengelolaan sarana prasarana, dan Sekretaris Fakultas bidang akademik dan keuangan.

Unsur normatif fakultas adalah Senat Fakultas. Senat Fakultas beranggotakan semua Guru Besar yang ada di fakultas, semua Ketua Departemen, dan 2 (dua) orang dosen non-guru besar yang menjadi wakil dari masing-masing departemen. Senat Fakultas dipimpin oleh seorang ketua yang dipilih oleh anggota Senat Fakultas dan berperan dalam fungsi konsultatif dan normatif pada pelaksanaan tugas pimpinan fakultas. Hal-hal yang berkaitan dengan norma kehidupan kampus diatur oleh Senat Akademik IPB dan tertuang dalam keputusan Senat IPB No. 25/1/KEP/SA/2003 tentang Pedoman, Norma, Etika dan Disiplin Dosen Institut Pertanian Bogor, No. 28/SA-IPB/2003 tentang Falsafah dan Sistem Nilai dalam Penyelenggaraan Kegiatan Akademik di Lingkungan IPB dan No. 47/SA-IPB/2007 tentang Norma dan Etika Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa IPB.

Unsur pelaksana akademik di bawah koordinasi Fakultas adalah Departemen beserta Bagian-Bagian yang ada di dalamnya. Departemen dipimpin oleh seorang Ketua Departemen dibantu oleh seorang Sekretaris Departemen. Ketua Departemen bertanggungjawab kepada Dekan Fakultas.

Adapun tugas dan fungsi setiap komponen dalam struktur organisasi Fakultas tercantum dalam tupoksi berikut ini:

  1. Berdasarkan Tap MWA-IPB No.: 17/MWA-IPB/2003, Dekan memiliki tugas dan wewenang yaitu: 1) Mengkoordinasikan kegiatan akademik di tingkat fakultas, 2) Menyelenggarakan jaminan mutu pendidikan di tingkat fakultas, 3) Menyelenggarakan pelaksanan tugas di bidang akademik dan kemahasiswaan, 4) Membina tenaga penunjang yang ada di lingkungan fakultas, 5) Memelihara ketertiban dan keamanan di lingkungan fakultas, dan 6) Membina hubungan dan kerjasama yang baik dengan alumni.
  2. Tugas dan wewenang Wakil Dekan (menurut Tap MWA-IPB No. 17/MWA-IPB/2003) adalah membantu dalam pelaksanaan tugas dan wewenang Dekan. Wakil Dekan ada 2 (dua), yaitu Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan Wakil Dekan bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan.
  3. Tugas pokok Sekretaris Fakultas bidang akademik dan keuangan (SK Dekan FMIPA IPB No. 651/IT3.7/KP/2013):membantu tugas-tugas harian Dekan dalam hal mengkoordinasikan kegiatan akademik dan keuangan di tingkat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB.
  4. Tugas pokok Sekretaris Fakultas bidang administrasi, pengelolaan SDM, kemahasiswaan dan alumni (SK Dekan FMIPA IPB No. 650/IT3.7/KP/2013): membantu tugas-tugas harian Dekan dalam hal mengkoordinasikan kegiatan kemahasiswaan dan alumni di tingkat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB dan administrasi serta SDM di Dekanat FMIPA.
  5. Tugas pokok Sekretaris Fakultas bidang PPM, kerjasama dan pengelolaan sarana prasarana (SK Dekan FMIPA IPB No. 649/IT3.7/KP/2013): bertugas membantu tugas-tugas harian Dekan dalam mengkoordinasikan dan meningkatkan kegiatan penelitian, pengabdian pada masyarakat dan kerjasama serta sarana dan prasarana di tingkat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB.
  6. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 tahun 2013 tentang Statuta Institut Pertanian Bogor, Bab IV Bagian Ketujuh Pasal 65 butir 1b bahwa Fakultas dipimpin oleh seorang Dekan dan dibantu oleh paling banyak 3 (tiga) orang Wakil Dekan, maka Rektor telah menetapkan Keputusan Rektor IPB No 43/IT3/KP/2015 pada tanggal 25 Februari 2015 bahwa Dekan di lingkungan IPB dibantu oleh 2 (dua) orang Wakil Dekan, yaitu Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan Wakil Dekan bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan.
  7. Tugas dan Wewenang Ketua Departemen (menurut Tap MWA-IPB No. 17/MWAIPB/ 2003) ialah:1) Menyusun rencana program kerja Departemen, 2) Memberikan tugas dan mengevaluasi dosen di Departemen yang bersangkutan dan melaksanakan kegiatan perkuliahan, penelitian dan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku , 3) Mengevaluasi dan meningkatkan mutu pelaksanaan kegiatan perkuliahan, penelitian dan pelayanan kepada masyarakat, dan 4) Menyusun rencana biaya operasional tahunan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Unsur pelaksana administrasi dan penunjang akademik di tingkat Fakultas dipimpin oleh seorang Kepala Tata Usaha (KTU) Fakultas yang bertanggung jawab kepada Dekan. KTU Fakultas bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan urusan administrasi jaminan mutu akademik dan sumberdaya manusia di tingkat fakultas. Sedangkan unsur pelaksana administrasi dan penunjang akademik di tingkat Departemen dipimpin oleh seorang KTU Departemen yang bertanggung jawab kepada Ketua Departemen. KTU Departemen bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan urusan administrasi akademik, keuangan,sumber daya manusia dan kegiatan umum lainnya di tingkat departemen.

Semua departemen di lingkungan FMIPA IPB telah mengelola Program Studi S-1 dan S-2, bahkan tiga departemen (Biologi, GFM dan Statistika) telah memiliki program studi jenjang Doktor (S-3). Selain itu, dalam bentuk kerjasama pendidikan dengan BIOTROP-SEAMEO, FMIPA mengelola program studi internasional Master of Science Program in IT for Natural Resources Management(MIT).

Mutu penyelenggaraan proses akademik di tiap departemen diawasi dan dikendalikan oleh Fakultas sebagai unit pelaksana penjaminan mutu agar operasional departemen dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi senantiasa sesuai dengan visi dan misi IPB. Seluruh kegiatan penjaminan mutu dikoordinasikan di tingkat IPB oleh Kantor Manajemen Mutu (KMM).

2.2.  Pelaksanaan Tridharma

Kegiatan tridharma dilaksanakan secara mandiri oleh setiap departemen yang ada di FMIPA. Semua departemen mengasuh Program S1 dan S2, sementara Program S3 untuk saat ini hanya ada di Departemen Statistika, Departemen Geofisika dan Meteorologi dan Departemen Biologi.

  1. Departemen Statistika adalah Penyelenggara Program Studi S1Statistika pertama di Indonesia. Selain Program S1 Statistika, Departemen Statistika juga menyelenggarakan Program S2 Statistika, Program S2 Statistika Terapan, dan Program S3 Statitistika. Lapangan pekerjaan lulusan Statistika adalah Media Research and Planning (advertising agency, stasiun televisi), Marketing Research and Intelligence (consumer goods, retail), Data Management and Analysis (Perusahaan Swasta, Instansi Pemerintah, Lembaga Internasional), Business Intelligence (consumer goods, retail), Financial Analyst (Bank, Asuransi, Perusahaan Pembiayaan), Akademisi (Universitas Negeri dan Swasta), Quality Management (manufacturing, service company), Political Research (LSM, Instansi Pemerintah, Lembaga Internasional), Agroforestry Research (Balai Penelitian, Lembaga internasional).
  2. Departemen Geofisika dan Meteorologi menyelenggarakan Program Studi S1 Meteorologi Terapan, Program S2 Klimatologi Terapan dan Program S3 Klimatologi Terapan. Sebaran pekerjaan lulusan Program Studi S1 Meteorologi Terapan adalah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Departemen (Pertanian, Kehutanan, LH, PU, dll), Pemerintah Daerah (Bappedal, Dinas Teknis), Dosen Perguruan Tinggi, LSM & NGO (CIFOR, ICRAF, WWF, WetLand,dll), Perbankan, Swasta (Perusahaan Perkebunan, Agroindustri, dll).
  3. Departemen Biologi mengasuh 7 Program Studi, yaitu Program Studi S1 Biologi, Program Studi S2 dan S3 Mikrobiologi, Program Studi S2 dan S3 Biosains Hewan, dan Program Studi S2 dan S3 Biologi Tumbuhan. Lulusan Program Studi S1 Biologi umumnya bekerja sebagai Dosen PTN/ PTS dalam dan luar negeri serta guru, Peneliti di berbagai pusat penelitian DN/LN, Bekerja di beberapa BUMN besar, Di berbagai bank pemerintah dan swasta, Wartawan/ penulis buku/ penyiar TV, Presenter, Wirausaha.
  4. Departemen Kimia mengasuh Program Studi S1 Kimia dan Program Studi S2 Kimia. Lapangan kerja lulusan Program Studi S1 Kimia adalah Industri farmasi: Kalbe Farma, Industri Makanan: Indofood, Industri Kimia: BASF, Pertambangan: Pertamina, Freeport, INCO, Pendidikan: dosen PTN dan PTS, Wirausaha dibidang agroindustri.
  5. Departemen Matematika mengasuh Program S1 Matematika dan Program Studi S2 Matematika Terapan. Lulusan bekerja sebagai software engineer, aktuaris, sistem analis, programmer, matematikawan, Bidang pekerjaan lulusan: bank, asuransi, lembaga pendidikan dan penelitian, industri, konsultan, berbagai lapangan pekerjaan yang membutuhkan pemecahan permasalahan secara kuantitatif.
  6. Departemen Ilmu Komputer mengasuh Program Studi S1 Ilmu Komputer, Program Studi S2 Ilmu Komputer dan Program Studi S2 Teknologi Informasi untuk Perpustakaan. Lulusan bekerja sebagai System analyst, IT specialist, Database administrator, Software developer, Web designer Multimedia designer, Security engineer, Entrepreneur, Researcher.
  7. Departemen Fisika mengasuh Program S1 Fisika dan Program S2 Biofisika.Lulusan Program Sarjana Fisika bekerja di beberapa lembaga, sepertiLembaga Penelitian : LIPI, BPPT, BATAN, LAPAN, BMG, Lembaga Pendidikan seperti menjadi guru dan dosen, Industri seperti Industri Elektronik, PLN, Elnusa, Instrumentasi Medik, Industri komunikasi, Software House, Industri otomotif, perbankan dan wira usaha.
  8. Departemen Biokimia mengasuh Program S1 Biokimia yang merupakan satu-satunya Program S1 di Indonesia, dan Program S2 Biokimia. Lulusan Program Sarjana Biokimia umumnya bekerja di Lembaga Pendidikan serti menjadi Dosen di berbagai Perguruan Tinggi dan Gurudi berbagai sekolah terutama SMU, lembaga penelitian seperti Puslit Bioteknologi LIPI, BPPT, Mochtar Riyadi Institute for Nanotechnology, dan di lembaga/industri swasta seperti PT Bioworld Bioscience, PT Central Pertiwi Bahari, PT Yakult, Orang Tua Grup, PT Sampoerna.

Semua program Studi S1 dan S3 sudah terakreditasi A. Beberapa Program Studi S2 masih terakreditasi B. Tabel 2.1 memperlihatkan status akreditasi semua Program Studi di lingkungan FMIPA.

Tabel 2.1 Nama-nama Program Studi di lingkungan FMIPA IPB dan status akreditasinya

Error requesting data: cURL error 35: Unknown SSL protocol error in connection to docs.google.com:443

Wadah kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas adalah BEM FMIPA. Untuk tingkat departemen, wadah kegiatan kemahasiswaan adalah himpunan profesi yang ada di masing-masing departemen, yaitu Gamma Sigma Beta (GSB) untuk Departemen Statistika, Himagreto untuk Departemen Geofisika dan Meteorologi, Himabio untuk Departemen Biologi, Imasika untuk Departemen Kimia, Gumatika untuk Departemen Matematika, Himalkom untuk Departemen Ilmu Komputer, Himafi untuk Departemen Fisika, dan Crebs untuk Departemen Biokimia.

Jumlah dosen FMIPA saat ini lebih dari 210 orang dengan sebaran 65% berlatar belakang pendidikan S3, 33% berlatar belakang pendidikan S2, dan beberapa dosen senior masih berlatar belakang pendidikan S1. Jumlah guru besar di FMIPA sekitar 8%. Gambar 2.1 memperlihatkan sebaran dosen berdasarkan tingkat pendidikan. Beberapa dosen yang bergelar S1 adalah dosen senior dan sekarang sedang menempuh S2. Gambar 2.2 memperlihatkan sebaran dosen berdasarkan jabatan akademik. Gambar 2.3 memperlihatkan sebaran jumlah mahasiswa S1 (student body) berdasarkan departemen di lingkungan FMIPA. Terlihat bahwa jumlah mahasiswa tersebar di departemen-departemen di lingkungan FMIPA antara 10-16%.

Gambar 2.1 Sebaran dosen berdasarkan tingkat pendidikan

Gambar 2.2 Sebaran jumlah mahasiswa S1 di FMIPA

2.3. Kegiatan Kerjasama

Dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, FMIPA IPB bekerjasama dengan berbagai instansi baik di dalam maupun luar negeri. Kerjasama ini tentu saja tidak hanya dilakukan di tingkat fakultas tetapi juga di tingkat departemen. Kerjasama meliputi bidang pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Beberapa kerjasama FMIPA IPB yang saat ini telah selesai atau sedang berjalan dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2 Kerjasama FMIPA IPB menurut Periode Kerjasama

Error requesting data: cURL error 35: Unknown SSL protocol error in connection to docs.google.com:443

Disamping berbagai kegiatan kerjasama yang telah dan masih berlangsung seperti yang dinyatakan pada Tabel 2.2 di atas, FMIPA IPB juga dalam proses penjajagan kerjasama dengan berbagai pihak sebagai berikut:

  1. Intel Indonesia dan Asia Pacific untuk penguatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Information and Communication Technology (ICT) Innovation in Education
  2. Kabupaten Fakfak Barat Sumatera Utara untuk peningkatan kapasitas guru SMP dan SMA bidang MIPA
  3. Kabupaten Bekasi Jawa Barat untuk peningkatan kapasitas guru SMP dan SMA bidang MIPA
  4. USAID Sustainable Higher Education for Research Aliances (SHERA) bekerja sama dengan Columbia University, New York, USA
  5. USAID Partnership for Enhanced Engagement in Research (PEER) bekerja sama dengandengan Columbia University, New York, USA

BAB 3 ARAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN

3.1. Visi, Misi Dan Tujuan

Dengan pengalaman berkiprah dalam dunia pendidikan ilmu-ilmu dasar selama lebih dari 30 tahun, FMIPA IPB memiliki aset tenaga pendidik dan tenaga penunjang yang berpengalaman dan berkualitas baik dalam jumlah yang sangat memadai, mengampu delapan departemen yang khas dengan keunikan dan keunggulan masing-masing, serta melayani mahasiswa berkualitas terbaik yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara.

Dalam melaksanakan kegiatannya, baik rutin mau pun yang sifatnya pengembangan, FMIPA mengacu pada visi, misi, tujuan, dan mandat FMIPA yang telah ditetapkan.

Visi

Visi FMIPA IPB 2014 – 2018
Menjadi Fakultas MIPA yang berbasis riset dan berstandar internasional.

Berbasis riset mempunyai makna bahwa melalui koordinasi fakultas tercipta iklim riset yang konsisten baik secara mandiri maupun melalui kerjasama dengan pihak lain di dalam dan luar negeri, dan menghasilkan karya yang dapat diterapkan di masyarakat atau dipublikasikan baik secara nasional maupun internasional serta didukung oleh program pasca sarjana yang banyak melakukan dan mengembangkan riset.

Bertaraf internasional mempunyai makna bahwa FMIPA dan departemen-departemen yang berada di bawah koordinasinya memiliki sistem dan budaya kerja yang memenuhi standar internasional hingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional serta mampu melaksanakan riset dan menghasilkan publikasi dan/atau produk yang berkualitas internasional.

Visi FMIPA IPB  tersebut sudah sejalan dengan visi IPB yaitu “Menjadi perguruan tinggi berbasis riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian tropika dan biosains serta berkarakter kewirausahaan”. FMIPA adalah fakultas ilmu-ilmu dasar yang dibutuhkan untuk pengembangan riset dalam ilmu-ilmu pertanian. Setiap Departemen di FMIPA telah memiliki mandat dalam pengembangan ilmu sesuai dengan Keputusan Rektor IPB No 001/K.13/PP/2005 tentang Penataan Departemen di Lingkungan Institut Pertanian Bogor

Misi

Selaras dengan Misi IPB yaitu: menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat kini dan mendatang, mengembangkan IPTEKS ramah lingkungan melalui penelitian mutakhir, meningkatkan kesejahteraan umat manusia melalui penerapan dan pendayagunaan IPTEKS, terbentuknya masyarakat madani berdasarkan kebenaran dan hak azasi manusia;  maka disusunlah Misi FMIPA IPB yaitu:

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang unggul dan pembinaan kemahasiswaan yang komprehensif untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdayasaing tinggi
  2. Melaksanakan riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat
  3. Berperan aktif dalam pengembangan masyarakat dengan melaksanakan layanan masyarakat yang mengedepankan inovasi dan nilai-nilai kebenaran
  4. Memperkuat sistem manajemen yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel

Tujuan

Sesuai dengan visi dan misi FMIPA IPB 2014-2018, maka disusunlah berbagai program yang bertujuan sebagai berikut:

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, unggul di bidangnya dan mampu menerapkan dan mengembangkan ilmunya serta berdaya saing tinggi
  2. Menghasilkan inovasi untuk mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan umat manusia
  3. Menjadikan FMIPA IPB siap memberikan layanan kepada masyarakat dengan mengedepankan inovasi dan nilai-nilai kebenaran
  4. Mengembangkan jejaring kerjasama dengan berbagai lembaga di dalam dan di luar negeri guna meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  5. Menjadikan sistem manajemen FMIPA IPB sebagai sistem manajemen yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan siap berkompetisi dan bersinergi secara nasional dan internasional

3.2. Strategi Pengembangan

Strategi pengembangan disusun berdasarkan kondisi internal yang terdiri atas kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), dan kondisi eksternal yang terdiri atas peluang (opportunity) dan ancaman (threat). Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) Rentra FMIPA-IPB 2014-2018 berdasarkan Tujuh Standar BAN-PT dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Analisis SWOT Renstra FMIPA IPB 2014-2018

Error requesting data: cURL error 35: Unknown SSL protocol error in connection to docs.google.com:443

Berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut, maka disusunlah kebijakan strategis pengembangan FMIPA-IPB 2014-2018 yang terdiri atas 5 pilar, yaitu:

  1. Peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan kemahasiswaan
  2. Peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  3. Peningkatan kapasitas dan jejaring kerjasama
  4. Peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan
  5. Penguatan sistem manajemen

Peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan kemahasiswaan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Program yang dikembangkan haruslah berawal dari peningkatan kualitas input, yaitu calon mahasiswa yang akan melanjutkan studinya di FMIPA IPB. Kegiatan lainnya antara lain meliputi peningkatan kualitas pelaksanaan pendidikan dan penjaminan mutu pendidikan serta pembinaan dan pemantauan kegiatan organisasi kemahasiswaan. Pengembangan pilar peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat meliputi kegiatan peningkatan kualitas penelitian, publikasi dan pemasyarakatan hasil-hasil penelitian, dan peningkatan kualitas dan kuantitas pelatihan/pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kapasitas dan jejaring kerjasama meliputi peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan sumberdaya fisik dan keuangan. Peningkatan jejaring kerjasama bertujuan untuk memperluas kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan meliputi kegiatan pendidikan/pelatihan lanjutan unjtuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Penguatan sistem manajemen bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas layanan baik terhadap mahasiswa maupun terhadap dosen dan tenaga kependidikan dalam rangka peningkatan jenjang karir mereka.

BAB 4 PROGRAM PENGEMBANGAN

4.1. Program Strategik

4.1.1. Peningkatan Kualitas Input Mahasiswa FMIPA

Faktor pertama yang ikut menentukan keberhasilan pendidikan adalah kualitas input, yaitu calon mahasiswa yang akan melanjutkan studinya di FMIPA IPB. Sebagai bahan baku yang akan masuk dalam proses pendidikan, kualitas calon mahasiswa menjadi sangat penting, karena akan menentukan sejauh mana bahan baku ini dapat dengan mudah ditempa menjadi produk berkualitas sesuai dengan yang diinginkan. Dalam hal ini peningkatan minat calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang tinggi dari sekolah-sekolah unggulan di Indonesia untuk masuk ke berbagai program studi di FMIPA harus mendapat perhatian. Guna menunjang tercapainya tujuan stratejik tersebut, maka promosi dan program kerjasama dengan sekolah-sekolah unggulan merupakan program yang sangat penting. Karena melalui program ini penjaringan terhadap calon-calon mahasiswa yang berkualitas dapat dilakukan, yang pada gilirannya akan meningkatkan rasio pelamar ke berbagai program studi di FMIPA.

Selain pada level fakultas, program promosi yang dilakukan pada level departemen juga sangat dibutuhkan mengingat umumnya calon mahasiswa akan memilih program studi/departemen sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Berbagai sarana promosi yang dapat digunakan antara lain adalah:

  • Booklet/leaflet FMIPA dan Departemen
  • Website FMIPA (English/Indonesia)
  • Layanan dan Kunjungan ke SLTA
  • Promosi dalam berbagai bentuk kegiatan lain seperti melalui media sosial dan sebagainya.

4.1.2. Peningkatan dan Penjaminan Kualitas Pendidikan

Bisnis proses dan kualitas pelayanan pendidikan merupakan faktor kunci bagi keberhasilan pendidikan yang berkualitas. Melalui program koordinasi, monitoring dan evaluasi, serta komitmen bersama dalam menerapkan standard ISO diharapkan kualitas pendidikan dapat dijamin dan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Berikut ini adalah beberapa jenis aktivitas sebagai turunan dari program stratejik Peningkatan dan Penjaminan Kualitas Pendidikan:

  1. Koordinasi peningkatan efisiensi dan mutu layanan pendidikan dengan kegiatan:
    1. Peningkatan efektifitas pelaksanaan GKM dan GPM
    2. Standarisasi manajemen pendidikan (Penyusunan, pengajuan dan surveillance ISO)
    3. Pemberian penghargaan kepada dosen dengan EPBM tertinggi di setiap Departemen
  2. Lokakarya akademik yang meliputi:
    1. Lokakarya kurikulum tingkat fakultas
    2. Lokakarya evaluasi mata kuliah
    3. Lokakarya dan pelatihan pengajaran
    4. Benchmarking tingkat ASEAN/Internasional
  3. Koordinasi, monitoring dan evaluasi kegiatan kemahasiswaan dan alumni:
    1. Bimbingan, monitoring dan evaluasi kegiatan kemahasiswaan
    2. Peningkatan soft skill mahasiswa
    3. Pesta sains: (a) lomba sains tingkat SMA, (b) seminar dan lomba guru SMA
    4. Peningkatan jejaring dengan pengguna lulusan dan alumni
  4. Pemberdayaan FabLab untuk pembuatan alat peraga dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang antara lain meliputi untuk:
    1. Praktikum mata kuliah
    2. Penelitian mahasiswa dan dosen
    3. Pelatihan guru
  5. e. Pemanfaatan hasil penelitian dalam pengajaran

4.1.3. Pengembangan Kurikulum di FMIPA

Pengembangan kurikulum MIPA dilakukan melalui Lokakarya Fakultas dengan melibatkan unsur departemen, Direktorat Pengembangan Akademik, serta pihak-pihak terkait yang menjadi stakeholder FMIPA. Hingga 2020, pengembangan kurikulum FMIPA mengagendakan pengembangan program studi S1 Aktuaria dan program studi S3 Kimia dan Ilmu Komputer. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:

  • Pembahasan Program Studi Aktuaria
  • Menjalin kerjasama dengan Waterloo University, Kanada sebagai benchmark universitas dalam bidang Actuarial Science
  • Pembentukan Program Studi S3 Kimia
  • Pembentukan Program Studi S3 Ilmu Komputer

4.1.4. Penguatan Kapasitas SDM Dosen dan Tenaga Kependidikan

Sumberdaya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin mutu pendidikan, sehingga upaya peningkatan kapasitas SDM baik di kalangandosen maupun tenaga kependidikan menjadi sangat penting. Peningkatan jumlah dosen yang bergelar doktor dan guru besar merupakan prioritas yang harus dilakukan. Pelatihan bagi tenaga kependidikan juga sangat diperlukan guna meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan dalam memberikan layanan kepada mahasiswa dan menjadi partner bagi penelitian dosen. Berikut ini adalah beberapa program yang dapat dilakukan:

  • Pendidikan lanjutan (S3) bagi dosen yang masih bergelar Master
  • Pemantauan kepengkatan dan paningkatan publikasi ilmiah nasional dan internasional untuk memenuhi persyaratan guru besar
  • Peningakatan reputasi dosen

4.1.5. Penguatan Penelitian

Sebagai salah satu pilar dalam Tridharma Perguruan Tinggi, penelitian menjadi salah satu sokoguru penting yang harus terus dikembangkan guna menghasilkan produk baik berupa pemikiran dan publikasi ilmiah maupun produk teknologi. FMIPA memiliki mandate pengembangan keilmuan yang menjadi dasar bagi pengembangan pertanian di Indonesia. Guna menyatukan potensi dan keragaman keilmuan di FMIPA, peran keempat working group yang ada di FMIPA menjadi sangat penting. Melalui working group, maka dapat dibangun kebersamaan dan sinergi antar unit/departemen sehingga peneltian yang dilakukan dapat menghasilkan produk unggulan baik untuk tujuan publikasi ilmiah nasional maupun internasional yang bereputasi. Pengembangan jejaring dengan lembaga-lembaga penelitian maupun universitas baik di level nasional maupun internasional perlu dilakukan guna memperkuat basic keilmuan maupun menjadi saranan dalam resource sharing.

4.1.6. Penguatan Program Kerjasama

Program kerjasama dengan lembaga pemerintah, lembaga swasta dan lembaga luar negeri sangat penting artinya bagi FMIPA terutama dalam beberapa hal:

  • Pengabdian masyarakat
  • Kerjasama Kepakaran dengan lembaga pemerintah maupun swasta
  • Kerjasama pendidikan dan peneltian dengan universitas di dalam dan luar negeri.
  • Kerjasama dengan Alumni FMIPA

4.2. Target Capaian Program

Dengan mengacu pada Program Stratejik yang telah ditetapkan pada bagian 4.1. penetapan target program akan diselaraskan dengan Rencana Stratejik IPB yang dijabarkan secara detail dalam bentuk indikator kinerja. Ada 4 perspektif yang menaungi beberapa kelompok indikator kinerja, yaitu: perspektif Stakeholder, Research and Academic Excellence, Proses Bisnis Internal, dan Capacity Building.

Dari perspektif Stakeholder, peran dan citra FMIPA mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang ditunjukkan dengan capaian program-program FMIPA tahun 2020 yang cukup tinggi sebagaimana pada Tabel 4.2.1. berikut.

Tabel 4.2.1 Target peningkatan Indikator Kinerja FMIPA pada perspektif Stakeholder dalam 5 tahun ke depan.

Error requesting data: cURL error 35: Unknown SSL protocol error in connection to docs.google.com:443

Dari perspektif Research and Academic Excellence, kualitas input mahasiswa, kualitas lulusan FMIPA, kualitas riset dan pengajaran di FMIPA, serta peran FMIPA dalam merespon permasalahan pertanian dan perkembangan sains dan teknologi mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebagaimana pada Tabel 4.2.2. berikut. Penentuan target tersebut didasarkan pada daya dukung dan daya saing yang telah dimiliki FMIPA saat ini dan respons masyarakat terhadap program-program FMIPA.

Tabel 4.2.2 Target peningkatan Indikator Kinerja FMIPA pada perspektif Research and Academic Excellence dalam 5 tahun ke depan.

Error requesting data: cURL error 35: Unknown SSL protocol error in connection to docs.google.com:443

Dari perspektif Proses Bisnis Internal, standardisasi prosedur dan penjaminan mutu pengelolaan institusi serta penerapan kurikulum berbasis kompetensi telah berjalan dengan sangat baik sebagaimana tertera pada Tabel 4.2.3. berikut. Penentuan target tersebut didasarkan pada standard dasar yang telah dicapai FMIPA saat ini dan upaya peningkatan ke depan.

Tabel 4.2.3 Target peningkatan Indikator Kinerja FMIPA pada perspektif Proses Bisnis Internal dalam 5 tahun ke depan.

Error requesting data: cURL error 35: Unknown SSL protocol error in connection to docs.google.com:443

Dari perspektif Capacity Building, penguatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan dan upaya menjalin kerjasama dengan lembaga lain mengalami peningkatan yang signifikan sebagaimana tertera pada Tabel 4.2.4 berikut. Penentuan target tersebut didasarkan pada potensi dasar dosen dan tendik serta peran dosen dalam mengaktualisasikan kapasitasnya saat ini dan upaya peningkatan ke depan.

Tabel 4.2.4 Target peningkatan Indikator Kinerja FMIPA pada perspektif Capacity Building dalam 5 tahun ke depan.

Error requesting data: cURL error 35: Unknown SSL protocol error in connection to docs.google.com:443

4.3. Rencana Implementasi

Error requesting data: cURL error 35: Unknown SSL protocol error in connection to docs.google.com:443
Sasaran Renstra

BAB 5 SISTEM PENJAMINAN MUTU

5.1. Sistem Pemantauan

Pemantauan di lingkungan FMIPA selalu dilakukan agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) departemen dan fakultas berjalan sebagaimana seharusnya. Pemantauan dilakukan secara berkala baik di tingkat departemen maupun di tingkat fakultas. Gugus Kendali Mutu (GKM) adalah gugus pemantau mutu di tingkat departemen; sementara Gugus Penjaminan Mutu (GPM) adalah gugus pemantau di tingkat fakultas. GKM di tingkat departemen dipimpin oleh Sekretaris Departemen. Anggota GKM adalah dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang ditunjuk oleh Ketua Departemen. GKM di tingkat fakultas dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wadek AK). Anggota GPM ialah para Sekretaris Departemen di lingkungan FMIPA IPB.

Setiap akhir semester diadakan lokakarya pendidikan, penelitian, dan kemahasiswaan. Lokakarya pendidikan bertujuan untuk memantau hasil pelaksanaan pendidikan selama satu semester yang antara lain meliputi indeks prestasi khusus (IPK) mahasiswa, nilai setiap mata kuliah, evaluasi proses belajar mengajar (EPBM) dosen, serta kehadiran dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan. Selain itu, pemantauan terhadap mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu juga dilakukan melalui pemanggilan mahasiswa yang mulai memasuki semester 9.

Lokakarya penelitian bertujuan untuk memantau kegiatan dosen dalam penelitian dan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen, publikasi dosen, dan peran working group dalam peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian dosen. Working group (WG) penelitian di FMIPA terdiri atas: science-based agriculture, science complex system, bioinformatics, dan data mining.

Lokakarya kemahasiswaan bertujuan untuk memantau kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa, keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan soft skill, dan fasilitasi kegiatan kemahasiswaan. Selain dalam bentuk lokakarya, kegiatan kemahasiswaan juga dipantau melalui pertemuan-pertemuan dengan komisi kemahasiswaan baik di tingkat fakultas maupun departemen serta pertemuan dengan pimpinan fakultas dan departemen.

5.2. Sistem Penjaminan Mutu

Pada tingkat IPB, sistem penjaminan mutu dilaksanakan oleh Kantor Manajemen Mutu (KMM) yang meliputi kebijakan mutu, perangkat penjaminan mutu (organisasi, pernyataan mutu, manual mutu, standar mutu), pelaksanaan penjaminan mutu, serta monitoring dan evaluasi kinerja. Sistem penjaminan mutu ini bertujuan supaya semua unit IPB dapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sistem penjaminan mutu bersifat penting untuk dapat memberikan kepuasan bagi seluruh pengguna atau stakeholder perguruan tinggi.

Sistem penjaminan mutu internal tertuang pada Dokumen Manual Mutu IPB yang membandingkan praktek aktual dan penyempurnaan yang diusulkan. Selain itu, Dokumen Manual Mutu IPB menyediakan dokumen yang menjelaskan kepada stakeholder tentang proses yang dijalankan dalam mencapai dan memelihara standar mutu. Selain itu, dokumen ini juga berfungsi untuk menetapkan dan menunjuk individu yang bertanggung jawab dalam memastikan standar dan pemeliharaannya.

Penjaminan mutu IPB dilakukan baik pada bidang akademik (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) maupun pada bidang non-akademik (administrasi dan manajemen perguruan tinggi). Pada tingkat Fakultas, penjaminan mutu (quality assurance/QA) dilakukan dalam bentuk koordinasi dan monitoring pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat departemen dan fakultas. Kegiatan penjaminan mutu yang dilakukan pada tingkat departemen berada di bawah koordinasi Gugus Kendali Mutu (GKM).

Perangkat implementasi sistem penjaminan mutu yang dilakukan sebagai kendali fakultas atas capaian Quality Assurance (QA) terdiri atas:

  1. Manual Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) IPB.
    Manual SPMI menjelaskan secara keseluruhan sistem penjaminan mutu internal yang diterapkan di IPB. Manual SPMI merupakan panduan untuk menetapkan, memenuhi, mengendalikan, dan mengembangkan/meningkatkan standar; serta pedoman atau petunjuk bagi stakeholder internal yang harus menjalankan mekanisme penjaminan mutu.
  2. Standar Mutu dan Sasaran Mutu.
    Standar Mutu ditetapkan sebagai tolok ukur penilaian untuk menentukan dan mencerminkan mutu penyelenggaraan akademik di IPB. Oleh karena itu, Sistem Penjaminan Mutu internal mengacu pada Standar Mutu yang ditetapkan dengan mengikuti prosedur operasional baku (POB). Standar Mutu ditetapkan untuk masing-masing strata pendidikan dengan mengadopsi atau memodifikasi Standar Nasional Pendidikan (SNP), Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan standar tambahan yang berlaku di tingkat regional dan internasional. Standar Mutu selanjutnya diturunkan menjadi Sasaran Mutu. Sasaran Mutu ditetapkan sendiri oleh fakultas atau departemen untuk periode waktu tertentu dengan mempertimbangkan capaian yang ada dibandingkan dengan standar mutu.Kegiatan penjaminan mutu antara lain meliputi:

    • Akreditasi Nasional BAN-PT
    • Akrediasi internasional untuk Departemen/PS
    • Akreditasi Laboratorium ISO 17025
    • Standarisasi Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001-2008 yang kemudian di-upgrade ke SMM ISO 9001:2015
    • Penyusunan Turunan dari POB Akademik IPB
    • Standar Mutu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Penguatan Kelembagaan Penjaminan Mutu (GPM/GKM)
    • Pengisian Borang dan Pelaksanaan Asesmen SPMI IPB
    • Pelaksanaan dan tindak lanjut EPBM.
  3. Prosedur Operasional Baku.
    Pencapaian Standar Mutu harus didukung oleh prosedur operasional baku (POB). POB yang dikembangkan mencakup keseluruhan proses yang berlangsung di lingkungan IPB baik akademik maupun non akademik. SOP di IPB ada dalam dokumen manual mutu IPB yang sudah ditetapkan dengan SK Rektor No. 210/K13/OT/ 2004. Dalam kaitan untuk pencapaian Standar Mutu, setiap departemen di FMIPA perlu melakukan standardisasi manajemen pendidikan antara lain dengan mengajukan ISO manajemen.
  4. Borang Asesmen Mutu dan Checklist Self Assesment.
    • IPB mengeluarkan Borang sasaran mutu yang terbagi menjadi dua yaitu Borang Asesmen Mutu untuk target satu tahun dan Borang Asesmen Mutu untuk target 5 tahun.
    • Checklist Self Assessment. Checklist ini menggunakan standar BAN PT. Sistem ini juga dapat memperlihatkan pemetaan dari keseluruhan data dalam satu halaman menggunakan sebaran warna merah, kuning dan hijau yang menggambarkan hasil asesmen manajemen mutu suatu departemen.

Fakultas MIPA sebagai Penjamin Mutu (Quality Asurance), melakukan koordinasi pengumpulan seluruh data SPMI, Borang Asesmen, dan Checklist dari setiap departemen untuk memudahkan penyusunan basisdata serta pembuatan Borang Fakultas yang dibutuhkan pada saat akreditasi maupun penyusunan rencana strategis FMIPA. Basisdata tersebut juga akan memudahkan proses pengambilan keputusan yang dikaitkan dengan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing departemen yang ada di FMIPA IPB.

5.3 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Untuk mendukung penerapan Sistem Manajemen Mutu secara efektif, pimpinan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, menetapkan fungsi Unit Pengelola Sistem Manajemen Mutu, sebagai berikut:

Pada Tingkat Fakultas

  • Membentuk Unit Penjamin Mutu, yang terdiri atas Wakil Manajemen tingkat Fakultas (Wakil Dekan Akademik Fakultas) dan Pengendali Dokumen, serta perangkatnya.
  • Menetapkan Pengelola Audit Internal yang terdiri atas Koordinator Auditor Internal dan Auditor Internal.

Pada Tingkat Departemen

  • Membentuk Unit Kendali Mutu yang terdiri atas Wakil Manajemen Tingkat Departemen (Sekretaris Departemen) dan Pengendali Dokumen, serta perangkatnya.
  • Menetapkan Pengelola Audit yang terdiri atas Koordinator Auditor Internal dan Auditor Internal.

Mulai tahun 2014 FMIPA IPB mulai menerapkan metode Plan-Do-Check-Act untuk mendefinisikan, menerapkan, dan mengendalikan tindakan korektif dan perbaikan pelayanan akademik fakultas dan proses pembelajaran di Departemen Statistika, Departemen Biologi, Departemen Ilmu Komputer, dan Departemen Biokimia. Untuk itu FMIPA IPB mengajukan Aplikasi Penyusunan dan Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 ke Sucofindo International Certification Services (Sucofindo ICS) melalui Kantor Manajemen Mutu (KMM) IPB. Pada awal tahun 2015 FMIPA IPB telah memperoleh sertifikat SMM ISO 9001:2008 yang dikeluarkan oleh badan sertifikasi Sucofindo ICS. Dengan diperolehnya sertifikat ISO ini maka Sucofindo ICS melakukan kegiatan pemantauan (surveillance) penerapan SMM ISO yang dilakukan setahun sekali.

Pada tahun 2015, SMM ISO 9001:2008 dinyatakan tidak berlaku lagi dan telah ditetapkan beralih ke SMM ISO 9001:2015. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan yang terjadi dan agar semua departemen memenuhi sertifikasi SMM ISO, maka FMIPA IPB melakukan pengajuan baru untuk sertifikasi SMM ISO 9001:2015 dengan mengikutsertakan seluruh departemen di FMIPA IPB. Pada dasarnya ISO 9001:2015 hampir sama dengan ISO 9001:2008. Perbedaan yang paling mencolok ialah bahwa pada SMM ISO 9001:2015 terdapat penekanan yang besar pada aspek manajemen resiko.

Ruang Lingkup SMM ISO

Ruang lingkup yang dicakup dalam SMM ISO 9001:2015 adalah Layanan Akademik dan Proses Pembelajaran di delapan departemen di FMIPA, yaitu di Departemen Statistika, Departemen Biologi, Departemen Ilmu Komputer, dan Departemen Biokimia, serta di Departemen Geofisika dan Meteorologi, Departemen Matematika, Departemen Kimia, dan Departemen Fisika.

FMIPA IPB berpendapat bahwa semua departemen di lingkungan FMIPA harus mempunyai sertifikasi SMM ISO. Pertimbangannya ialah bahwa populasi stakeholder yang harus dilayani fakultas dan departemen semakin meningkat sehingga memerlukan penanganan yang tepat waktu dan tepat sasaran. Selain itu, penerapan SMM ISO 9001:2015 secara bertahap diarahkan untuk melatih setiap personel di fakultas dan di departemen agar terbiasa bekerja secara sistemik dan sistematik dengan tetap memperhatikan layanan mutu dan proses pembelajaran yang berkualitas. Perubahan mind set untuk bekerja secara prima tidak dapat dilakukan secara instan karena memerlukan proses yang panjang.

Tujuan yang ingin dicapai melalui penerapan SMM ISO 9001:2015 di FMIPA IPB adalah:

  1. Memberikan perubahan yang positif terhadap budaya mutu yang berorientasi pada pelayanan prima untuk pelanggan (stakeholder) FMIPA IPB.
  2. Meningkatkan kepuasan pelanggan.
  3. Meningkatkan citra organisasi.
  4. Meningkatkan kualitas dan produktivitas organisasi melalui kerjasama dan komunikasi yang lebih baik.
  5. Sistem pengendalian yang konsisten.
  6. Operasi internal organisasi yang lebih baik.
  7. Kejelasan peran dan tanggung-jawab serta meningkatkan disiplin kerja.
  8. Melakukan perbaikan Pelayanan Akademik dan Proses Pembelajaran Program Sarjana secara berkelanjutan.

Secara khusus, FMIPA IPB telah membuat Pedoman Mutu sebagai panduan untuk mencapai Sasaran Mutu yang ditetapkan dalam prosedur operasional baku (POB). Setiap POB yang disusun mencakup antara lain:

  1. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan POB yang dibuat/ditetapkan tersebut.
  2. Ruang Lingkup penerapan POB yang ditetapkan.
  3. Pengertian/definisi menjelaskan istilah-istilah atau singkatan yang terdapat dalam POB tersebut.
  4. Referensi, yaitu merupakan dokumen lain yang terkait atau rujukan yang terkait dengan penerapan POB yang ditetapkan tersebut.
  5. Ketentuan Umum atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat menjalankan POB tersebut secara efektif.
  6. Rincian Prosedur dalam bentuk bagan alir (flow chart) dan penjelasan prosedur.
  7. Daftar Dokumen Pendukung (formulir/format yang digunakan) yang digunakan dalam menjalankan POB tersebut.
  8. Lampiran formulir untuk mencatat rekaman mutu.

Dalam penyusunan berbagai dokumentasi SMM, fakultas dan semua departemen di FMIPA IPB melakukan pendekatan proses, yang mencakup tahapan berikut: (A) identifikasi proses, (B) perencanaan proses, (C) implementasi dan pengukuran proses, (D) analisis proses, serta (E) tindakan korektif dan perbaikan. Secara lebih detailnya, FMIPA IPB melakukan tahapan kegiatan seperti dijelaskan pada paragraf-paragaf berikut:

  1. Identifikasi proses
    • Mendefinisikan tujuan (purpose) dari organisasi.
    • Mendefinisikan kebijakan dan tujuan (objective) organisasi.
    • Menentukan berbagai proses dalam organisasi.
    • Menentukan urutan proses.
    • Mendefinisikan pemilik proses.
    • Mendefinisikan dokumentasi proses.
  2. Perencanaan Proses
    • Mendefinisikan rangkaian aktivitas yang terdapat dalam suatu proses.
    • Mendefinisikan keperluan monitoring dan pengukurannya.
    • Mendefinisikan sumberdaya yang diperlukan.
    • Verifikasi proses terhadap tujuan yang telah direncanakan.
  3. Implementasi dan Pengukuran Proses
    • Menerapkan setiap proses dan aktivitas yang terkandung dalam suatu proses sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
    • Apabila perlu, kembangkan implementasi yang juga mencakup: komunikasi, penyadaran (awareness), training, perubahan manajemen, pelibatan manajemen, serta review aktivitas yang bisa diterapkan.
    • Menerapkan kendali/kontrol dan melaksanakan monitoring dan pengukurannya sesuai rencana yang telah ditetapkan.
  4. Analisis Proses
    • Analisis dan evaluasi hasil monitoring dan data pengukuran yang diperoleh agar kinerja proses dapat dikuantifikasi.
    • Apabila diperlukan maka digunakan metode statistika.
    • Membandingkan hasil kinerja proses dengan kebutuhan proses yang telah didefinisikan. Hal ini dilakukan agar efektivitas dan efiesiensi proses serta kebutuhan tindakan korektif yang perlu dilakukan dapat diketahui.
    • Berdasarkan hasil analisis proses, lakukan idenfitikasi proses yang berpeluang untuk ditingkatkan.
    • Laporan kinerja proses untuk top manajemen dan pihak lain dalam organisasi yang relevan sesuai keperluan.
  5. Tindakan Korektif dan Perbaikan
    • Saat tindakan korektif diperlukan, maka metode tindakan korektif dimaksud harus didefinisikan, mencakup identifikasi dan eliminasi penyebab masalah (misal, error, defek, atau kendali proses tidak memadai). Efektivitas dari tindakan yang dilakukan juga perlu direview. Artinya, diterapkan tindakan korektif dan verifikasi efektivitasnya dibandingkan dengan rencananya.
    • Saat keluaran dari rencana proses dicapai dan persyaratannya juga terpenuhi, organisasi selanjutnya fokus pada tindakan untuk meningkatkan kinerja proses ke level yang lebih tinggi. Ini dilakukan secara kontinyu.
    • Metode perbaikan/peningkatan kinerja harus didefinisikan dan diterapkan (contoh peningkatan diantaranya yaitu: penyederhanaan proses, peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, reduksi waktu siklus proses). Setelah itu dilakukan verifikasi efektivitas dari perbaikan/ peningkatan.
    • Analisis resiko bisa diterapkan untuk mengidentifikasi potensi masalah. Akar permasalahan dari potensi masalah harus diidentifikasi dan dieliminasi, juga mencegah kejadian serupa terjadi pada proses-proses yang lain.

Organisasi SMM ISO

Organisasi pengelolaan ISO SMM di FMIPA disahkan melalui dua Surat Keputusan (SK) Dekan FMIPA IPB. Pertama, SK Nomor 10.2/IT3.7/KP/2014 tanggal 1 April 2014 tentang Penunjukan Pengelola SMM ISO 9001:2008. Sedangkan SK yang kedua No. 2478/IT3.7/PP/2016 tanggal 11 Mei 2016 diterbitkan untuk Penunjukkan Pengelola SMM ISO 9001:2015. Pada dasarnya kedua SK tersebut menetapkan:

  1. Struktur Organisasi SMM FMIPA IPB.
  2. Nama-nama Pejabat yang Ditetapkan sebagai Pengelola SMM FMIPA IPB termasuk para Auditor Internal di lingkup fakultas dan departemen.
  3. Tugas dan Tanggung Jawab Wakil Manajemen dalam Penerapan SMM ISO di lingkup fakultas dan departemen.
  4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengendali Dokumen dalam Penerapan SMM ISO di lingkup fakultas dan departemen.
  5. Tugas dan Tanggung Jawab Pengelola Audit Internal di lingkup fakultas dan departemen.
Struktur Organisasi SMM

Implementasi SMM ISO 9001:2015

Implementasi SMM ISO diawali dengan memodifikasi Pedoman Mutu yang dikembangkan saat SMM ISO 9001:2008 yang disesuaikan agar selaras dengan SMM ISO 9001:2015. Pada dasarnya Pedoman Mutu diarahkan agar memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Ruang lingkup Sistem Manajemen Mutu, termasuk penjelasannya.
  2. Proses-proses yang dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dan interaksinya.
  3. Analisis Resiko yang menjadi ciri khas dari SMM ISO 9001:2015.
  4. Referensi ke prosedur yang terdokumentasi.

Tahapan implementasi dimaksud adalah sebagai berikut ini:

  1. Identifikasi Prosedur
    Di level fakultas, prosedur yang berhasil diidentifikasi berbagai POB yang dikelompokkan menurut Sistem Manajemen Mutu, Akademik, Tata Usaha dan Kepegawaian, serta Sarana dan Prasarana. Di level departemen, prosedur yang berhasil diidentifikasi dinyatakan sebagai POB teknis yang dikelompokkan menurut Sistem Manajemen Mutu, Bagian/Divisi, Akademik dan Kemahasiswaan, serta Tata Usaha dan Kepegawaian. POB yang berada di level fakultas berlaku menjadi POB standar, artinya juga berlaku di level departemen. Sedangkan POB teknis di setiapdepartemen di FMIPA dapat berbeda satu sama lain berdasarkan keunikan karakteristik di departemen tersebut. Secara garis besar POB level fakultas adalah seperti dijelaskan berikut ini.

    1. Sistem Manajemen Mutu
      • POB/FMIPA/01 Pengendalian Dokumen dan Data
      • POB/FMIPA/02 Pengendalian Rekaman
      • POB/FMIPA/03 Audit Internal
      • POB/FMIPA/04 Pengendalian Produk Tidak Sesuai
      • POB/FMIPA/05 Tindakan Perbaikan
      • POB/FMIPA/06 Tindakan Pencegahan (tidak berlaku untuk SMM ISO 9001:2015)
      • POB/FMIPA/07 Tinjauan Manajemen
      • POB/FMIPA/08 Pengukuran Kepuasan Pelanggan
    2. Akademik
      • POB/FMIPA/09 Surat Keterangan
      • POB/FMIPA/10 Surat Cuti Akademik
      • POB/FMIPA/11 Surat Aktif Kembali
      • POB/FMIPA/12 Pengajuan Sidang Komisi Pascasarjana
      • POB/FMIPA/13 Surat Undur Diri
      • POB/FMIPA/14 Perpanjangan Studi
      • POB/FMIPA/15 Surat Keterangan Lulus
      • POB/FMIPA/16 Surat Percepatan Ijazah
      • POB/FMIPA/17 Legalisir
    3. Tata Usaha dan Kepegawaian
      • POB/FMIPA/18 Pelayanan Surat Masuk
      • POB/FMIPA/19 Pelayanan Surat Masuk Di Luar Pimpinan
      • POB/FMIPA/20 Pelayanan Surat Keluar
      • POB/FMIPA/21 pelayanan Pengelolaan Konten Website FMIPA
      • POB/FMIPA/22 Pembuatan Karpeg, Karis/Karsu, Taspen, dan Askes
      • POB/FMIPA/23 Penyusunan DP3 Tenaga Kependidikan FMIPA
      • POB/FMIPA/24 Penyusunan DP3 Kepala Tata Usaha di Lingkungan FMIPA
      • POB/FMIPA/25 Penyusunan DP3 Ketua Departemen, Sekdep, dan Wakil Dekan
      • POB/FMIPA/26 Kenaikan Pangkat Tenaga Kependidikan
      • POB/FMIPA/27 Pelayanan Cuti
      • POB/FMIPA/28 Pensiun
      • POB/FMIPA/29 Pengembangan SDM
      • POB/FMIPA/30 Kenaikan Pangkat dan/atau Jabatan Tenaga Pendidik
    4. Sarana Prasarana
      • POB/FMIPA/31 Pelayanan Kerbersihan Umum Fakultas
      • POB/FMIPA/32 Pengadaan Sarana dan Prasarana
      • POB/FMIPA/33 Pemutakhiran Daftar Inventaris Ruangan
      • POB/FMIPA/34 Pemeliharaan Rutin Sarana Prasarana
      • POB/FMIPA/35 Perbaikan Sarana Prasarana
      • POB/FMIPA/36 Penghapusan Sarana Prasarana
      • POB/FMIPA/37 Tanggap Darurat
      • POB/FMIPA/38 Penggunaan Ruangan
  2. Penyusunan Dokumentasi SMM
    Penyusunan berbagai dokumentasi SMM didesain sedemikian rupa agar memenuhi persyaratan:

    1. Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu yang terdokumentasi
    2. Pedoman Mutu
    3. Prosedur terdokumentasi yang disyaratkan oleh Standard ISO 9001:2015
    4. Prosedur/dokumen/form yang dibutuhkan oleh fakultas dan departemen untuk memastikan keefektifan perencanaan operasi serta pengontrolan setiap proses
    5. Rekaman mutu yang disyaratkan oleh standar ISO 9001:2015
  3. Review Dokumen
    Review dokumen difokuskan pada bagan alir proses (BAP) yang terdapat dalam setiap POB. Dasar pemikirannya ialah memastikan bahwa logika bisnis proses yang telah disusun adalah sesuai dengan realita yang dilakukan dalam praktik sehari-hari namun tetap memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2015.
  4. Pengukuran Kepuasan Pelanggan
    Pengukuran Kepuasan Pelanggan dilakukan setiap akhir bulan. Tingkat kepuasan pelanggan yang belum memenuhi harapan pelanggan dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan layanan. Pada dasarnya aspek yang diperhatikan oleh pelanggan diantaranya mencakup: (i) keramahan dalam pelayanan dan komunikatif, (ii) kecepatan dalam proses pelayanan, dan (iii) kenyamanan ruangan dan fasilitas.
  5. Internal Audit
    Untuk memastikan bahwa penerapan SMM ISO tetap dilakukan sepanjang tahun akademik maka dilakukan kegiatan audit internal oleh para Auditor FMIPA dengan mengacu pada Prosedur Operasional Baku Audit Internal POB/FMIPA/03, yaitu: (1) Program Audit Internal (FRM/FMIPA 03.01); (2) Jadwal Audit (FRM/FMIPA 03.02); (3) Form Surat Pemberitahuan Audit (FRM/FMIPA 03.03); (4) Checklist Audit Internal (FRM/FMIPA 03.04); (5) Laporan Audit Internal (FRM/FMIPA 03.05); (6) Laporan Observasi (FRM/FMIPA 03.06); (7) Laporan Tindakan Perbaikan (FRM/FMIPA 03.07); (8) Laporan Pemantauan Tindakan Perbaikan (FRM/FMIPA 03.08); (9) Laporan Komprehensif Pelaksanaan Audit Internal (FRM/FMIPA.03.09). Para auditor internal sebelumnya telah dilatih dan sudah memiliki sertifikat sebagai Auditor SMM ISO. Pelatihan telah diberikan oleh Ir. Hasan Asyari dari PT Optima Development Services – Management Development Consultant and Training. Para Auditor Internal berasal dari seluruh departemen di lingkungan FMIPA, yaitu:

    1. Departemen Statistika: Agus Mohamad Soleh, SSi, MT; Dr. Ir. Erfiani, M.Si. Ir. Aam Alamudi, MS.
    2. Departemen Biologi: Dr. Ir. Hamim, M.Si.; Dr. Dra. Nunik S. Ariyanti, M.Si.; Dr. Ir. Ence Darmo Jaya Supena, M.Si.; Dr. Ir. Aris Tjahjoleksono, DEA
    3. Departemen Geofisika dan Meteorologi: Dr. Suryani; Ana Turyanti, S.Si., MT
    4. Departemen Kimia: Dr. Tetty Kemala; Dr. Eti Rohaeti, MS
    5. Departemen Matematika: Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc.; Dr. Ir. Hadi Sumarno, MS; Dr. Ir. Fahren Bukhari, M.Sc.; Dr. Paian Sianturi; Dr. Ir. I Gusti Putu Purnaba, DEA
    6. Departemen Ilmu Komputer: Ir. Meuthia Rachmaniah, M.Sc; Dr. Sri Wahjuni, MT; M. Asyhar Agmalaro, S.Si., MSi; Dr. Yani Nurhadryani, SSi, MT
    7. Departemen Fisika: Dr. Kiagus Dahlan; Dr. Charlena, MS; Dr. Mersi Kurniati, S.Si., M.Si.; Dr. Ir. Irzaman, M.Si.
    8. Departemen Biokimia: Dr. Ir. Akhmad Edang Zaenal Hasan, M.Si.; Dr. Mega Safitri, S.Si., M.Si.; drh. Sulistiyani, M.Sc., Ph.D; Dr. Ir. Sri Listiyowati, M.Si.
  6. Tinjauan Manajemen
    Kegiatan Tinjauan Manajemen dilakukan dengan mengikuti acuan yang terdapat pada Prosedur Operasional Baku Management Review (Kaji Ulang Manajemen) POB/FMIPA/07. Agenda yang dibahan dalam kaji ulang meliputi:

    1. Hasil audit internal.
    2. Hasil pengukuran kepuasan pelanggan, umpan balik dan keluhan pelanggan.
    3. Kinerja kegiatan fakultas dan Departemen di FMIPA IPB dan kesesuaian hasil kegiatan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
    4. Status tindakan perbaikan.
    5. Hasil kaji ulang sebelumnya.
    6. Perubahan yang dapat mempengaruhi SMM.
    7. Usulan penyempurnaan penerapan SMM.
  7. Eksternal Audit
    Tahapan terakhir dari implementasi SMM ISO kegiatan ialah Eksternal Audit yang dilakukan oleh lembaga pemberi sertifikasi SMM ISO. FMIPA IPB bersama dengan Kantor Manajemen Mutu IPB biasanya mengajukan aplikasi ke Sucofindo ICS. Eksternal audit dilakukan pada saat awal pengajuan aplikasi SMM ISO serta setiap tahun saat dilakukan surveillance terhadap sertifikasi yang telah diperoleh.

BAB 6 PENUTUP

Rencana Srategis FMIPA-IPB 2015-2020 memuat arah pengembangan dan program-program strategis yang perlu dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi awal yang ada saat ini dan tantangan kemajuan/perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencapai sasaran menjadi fakultas berbasis riset dan bertaraf internasional. Kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi harus diakui telah mengubah pola pikir dan prilaku masyarakat dan industri dari dimensi yang sederhana menjadi dimensi yang kompleks, interaktif, dan multidisiplin.

Program-program yang dimuat dalam Renstra FMIPA 2015-2020 ini diharapkan mampu menjawab sasaran-sasaran yang sudah ditetapkan sesuai visi dan misi FMIPA 2015-2020. Program-program yang sudah ditetapkan ini, yang tentu saja dapat diubah sesuai perkembangan, perlu dijadikan acuan bagi setiap departemen yang ada di lingkungan FMIPA-IPB, sehingga setiap upaya pengembangan unit kerja dapat memberikan kontribusi nyata bagi tercapainya visi dan misi FMIPA 2015-2020.

Pencapaian visi dan misi FMIPA 2015-2020 tentu saja bukan hanya tugas pimpinan fakultas dan departemen, tetapi tugas semua dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FMIPA-IPB. Oleh karena itu diperlukan mobilisasi dan koordinasi yang baik dan terarah antara senat fakultas, pimpinan fakultas dan departemen, pimpinan program studi, kepala divisi dan dosen serta tenaga kependidikan yang ada di lingkungan FMIPA-IPB. Tanpa koordinasi dan mobilisasi yang terarah serta komitmen semua komponen yang ada di FMIPA, maka Renstra FMIPA 2015-2020 ini hanya akan menjadi sebuah dokumen saja. Sosialisasi visi dan misi serta Renstra FMIPA 2015-2020 ini agar dimengerti dengan baik oleh semua komponen di lingkungan FMIPA-IPB harus menjadi langkah pertama yang harus dilakukan oleh pimpinan fakultas dan departemen sebelum melaksanakan program kerja sesuai dengan apa yang ada di buku Renstra FMIPA 2015-2020 ini.