{"id":3867,"date":"2021-02-20T11:11:00","date_gmt":"2021-02-20T04:11:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867"},"modified":"2024-08-20T09:27:44","modified_gmt":"2024-08-20T02:27:44","slug":"dr-ir-rika-raffiudin-m-si-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867","title":{"rendered":"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dosen IPB University dari Departemen Biologi, Dr Rika Raffiudin bicara tentang Ethology di Jaya Suprana Show yang diselenggarakan oleh Jaya Suprana Institute melalui Zoom Meeting, (16\/2). Dr Rika memaparkan suatu cabang keilmuan dalam Biologi yang mempelajari perilaku hewan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau dilihat dari akar katanya, Ethos itu karakter dan Logos adalah ilmu. Sehingga Ethology adalah ilmu yang mempelajari perilaku hewan. Baik dalam konteks alami maupun eksperimental,\u201d kata Dr Rika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perilaku atau behaviour dapat diartikan sebagai respon dari sistem syaraf terhadap rangsangan yang dilakukan oleh otot atau sistem hormon. Stimulus yang ada di sekitar hewan dapat berupa cahaya, udara, makanan, dan racun.<br>Peran sistem syaraf dalam perilaku sangatlah penting. Karena jika antara satu sel syaraf dengan sel syaraf yang lainnya tidak saling tersambung maka sinyal dari rangsangan tidak akan dapat diteruskan atau terputus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terputusnya jalur rangsangan akan menyebabkan tidak diproduksinya respon, sehingga perilaku yang merupakan respon tersebut tidak akan pernah terjadi.<br>\u201cTerdapat dua jenis perilaku hewan yakni perilaku yang diwariskan atau dibawa secara genetik dan perilaku yang dipelajari. Sedangkan untuk perilaku yang dipelajari hanya dimiliki oleh hewan dengan sistem syaraf yang lebih kompleks,\u201d lanjut Dr Rika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perilaku yang dibawa secara genetik dapat dilihat pada penyu muda yang baru menetas. Tanpa diajari oleh induknya mereka akan secara otomatis berenang mendekati perairan. Contoh lain perilaku hewan yang dibawa secara genetik adalah pergerakan serangga laron untuk mendekati dan mejauhi cahaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laron mendekati cahaya untuk terbang mencari pasangan, setelah menemukan pasangan untuk kawin, sepasang laron akan melepaskan sayapnya dan pergi menjauhi cahaya untuk masuk ke dalam lubang-lubang kecil di dalam tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSedangkan pada hewan dengan sistem syaraf yang lebih kompleks, perilaku dapat dipelajari dan ditingkatkan intensitasnya. Oleh karenanya memori dibutuhkan dalam perilaku tersebut,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hewan-hewan yang mampu mempelajari perilaku dapat dilatih untuk menampilkan pertunjukan seperti dalam sirkus. Hewan-hewan yang biasanya dilibatkan dalam pertunjukan sirkus ialah lumba-lumba dan burung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses belajar hewan-hewan tersebut dilakukan dengan mekanisme pemberian reward atau hadiah dan punishment atau hukuman. Hadiah yang diberikan dapat berupa sentuhan mengusap dan mengelus tubuh hewan atau pemberian makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mempelajari perilaku hewan sangat bermanfaat, baik bagi hewan itu sendiri maupun bagi manusia. Bagi hewan, mempelajari ethology bermanfaat dalam peningkatan kesejahteraan hewan itu sendiri baik hewan di alam liar maupun hewan domestik ternak dan peliharaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDengan ethology kita dapat memahami kapan hewan-hewan sirkus sebaiknya tidak tampil dalam show, dan ini sangat berkaitan dengan upaya peningkatan welfare (kesejahteraan) mereka,\u201d kata Dr Rika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan untuk manusia, ilmu ethology membantu manusia memahami mekanisme keberlanjutan alam yang sangat dibutuhkan dalam peningkatan kualitas pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Misalnya keberadaan hewan tertentu yang menjadi bio indikator dari kualitas lingkungan. Kunang-kunang merupakan bio indikator terhadap udara yang sehat dan ikan sapu-sapu menjadi bio indikator bagi kualitas air yang buruk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemua hal baik itu, makhluk hidup maupun tak hidup dalam lingkungan itu saling terkait. Sehingga kita tidak boleh lagi mengatakan, \u2018saya orang tanaman, saya peneliti fungi\u2019. Tapi mari kita bekerja sama untuk meneliti berbagai fenomena alam,\u201d ujarnya mengakhiri pemaparan. (SWP\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Resource Person : Dr Rika Raffiudin<br>Source : IPB Today Edisi 529<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen IPB University dari Departemen Biologi, Dr Rika Raffiudin bicara tentang Ethology di Jaya Suprana Show yang diselenggarakan oleh Jaya Suprana Institute melalui Zoom Meeting, (16\/2). Dr Rika memaparkan suatu cabang keilmuan dalam Biologi yang mempelajari perilaku hewan. \u201cKalau dilihat dari akar katanya, Ethos itu karakter dan Logos adalah ilmu. Sehingga Ethology adalah ilmu yang mempelajari perilaku hewan. Baik dalam konteks alami maupun eksperimental,\u201d kata Dr Rika. Perilaku atau behaviour dapat diartikan sebagai respon dari sistem syaraf terhadap rangsangan yang dilakukan oleh otot atau sistem hormon. Stimulus yang ada di sekitar hewan dapat berupa cahaya, udara, makanan, dan racun.Peran sistem syaraf dalam perilaku sangatlah penting. Karena jika antara satu sel syaraf dengan sel syaraf yang lainnya tidak saling tersambung maka sinyal dari rangsangan tidak akan dapat diteruskan atau terputus. Terputusnya jalur rangsangan akan menyebabkan tidak diproduksinya respon, sehingga perilaku yang merupakan respon tersebut tidak akan pernah terjadi.\u201cTerdapat dua jenis perilaku hewan yakni perilaku yang diwariskan atau dibawa secara genetik dan perilaku yang dipelajari. Sedangkan untuk perilaku yang dipelajari hanya dimiliki oleh hewan dengan sistem syaraf yang lebih kompleks,\u201d lanjut Dr Rika. Perilaku yang dibawa secara genetik dapat dilihat pada penyu muda yang baru menetas. Tanpa diajari oleh induknya mereka akan secara otomatis berenang mendekati perairan. Contoh lain perilaku hewan yang dibawa secara genetik adalah pergerakan serangga laron untuk mendekati dan mejauhi cahaya. Laron mendekati cahaya untuk terbang mencari pasangan, setelah menemukan pasangan untuk kawin, sepasang laron akan melepaskan sayapnya dan pergi menjauhi cahaya untuk masuk ke dalam lubang-lubang kecil di dalam tanah. \u201cSedangkan pada hewan dengan sistem syaraf yang lebih kompleks, perilaku dapat dipelajari dan ditingkatkan intensitasnya. Oleh karenanya memori dibutuhkan dalam perilaku tersebut,\u201d tambahnya. Hewan-hewan yang mampu mempelajari perilaku dapat dilatih untuk menampilkan pertunjukan seperti dalam sirkus. Hewan-hewan yang biasanya dilibatkan dalam pertunjukan sirkus ialah lumba-lumba dan burung. Proses belajar hewan-hewan tersebut dilakukan dengan mekanisme pemberian reward atau hadiah dan punishment atau hukuman. Hadiah yang diberikan dapat berupa sentuhan mengusap dan mengelus tubuh hewan atau pemberian makanan. Mempelajari perilaku hewan sangat bermanfaat, baik bagi hewan itu sendiri maupun bagi manusia. Bagi hewan, mempelajari ethology bermanfaat dalam peningkatan kesejahteraan hewan itu sendiri baik hewan di alam liar maupun hewan domestik ternak dan peliharaan. \u201cDengan ethology kita dapat memahami kapan hewan-hewan sirkus sebaiknya tidak tampil dalam show, dan ini sangat berkaitan dengan upaya peningkatan welfare (kesejahteraan) mereka,\u201d kata Dr Rika. Sedangkan untuk manusia, ilmu ethology membantu manusia memahami mekanisme keberlanjutan alam yang sangat dibutuhkan dalam peningkatan kualitas pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Misalnya keberadaan hewan tertentu yang menjadi bio indikator dari kualitas lingkungan. Kunang-kunang merupakan bio indikator terhadap udara yang sehat dan ikan sapu-sapu menjadi bio indikator bagi kualitas air yang buruk. \u201cSemua hal baik itu, makhluk hidup maupun tak hidup dalam lingkungan itu saling terkait. Sehingga kita tidak boleh lagi mengatakan, \u2018saya orang tanaman, saya peneliti fungi\u2019. Tapi mari kita bekerja sama untuk meneliti berbagai fenomena alam,\u201d ujarnya mengakhiri pemaparan. (SWP\/Zul) Resource Person : Dr Rika RaffiudinSource : IPB Today Edisi 529<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3868,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3867","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dosen IPB University dari Departemen Biologi, Dr Rika Raffiudin bicara tentang Ethology di Jaya Suprana Show yang diselenggarakan oleh Jaya Suprana Institute melalui Zoom Meeting, (16\/2). Dr Rika memaparkan suatu cabang keilmuan dalam Biologi yang mempelajari perilaku hewan. \u201cKalau dilihat dari akar katanya, Ethos itu karakter dan Logos adalah ilmu. Sehingga Ethology adalah ilmu yang mempelajari perilaku hewan. Baik dalam konteks alami maupun eksperimental,\u201d kata Dr Rika. Perilaku atau behaviour dapat diartikan sebagai respon dari sistem syaraf terhadap rangsangan yang dilakukan oleh otot atau sistem hormon. Stimulus yang ada di sekitar hewan dapat berupa cahaya, udara, makanan, dan racun.Peran sistem syaraf dalam perilaku sangatlah penting. Karena jika antara satu sel syaraf dengan sel syaraf yang lainnya tidak saling tersambung maka sinyal dari rangsangan tidak akan dapat diteruskan atau terputus. Terputusnya jalur rangsangan akan menyebabkan tidak diproduksinya respon, sehingga perilaku yang merupakan respon tersebut tidak akan pernah terjadi.\u201cTerdapat dua jenis perilaku hewan yakni perilaku yang diwariskan atau dibawa secara genetik dan perilaku yang dipelajari. Sedangkan untuk perilaku yang dipelajari hanya dimiliki oleh hewan dengan sistem syaraf yang lebih kompleks,\u201d lanjut Dr Rika. Perilaku yang dibawa secara genetik dapat dilihat pada penyu muda yang baru menetas. Tanpa diajari oleh induknya mereka akan secara otomatis berenang mendekati perairan. Contoh lain perilaku hewan yang dibawa secara genetik adalah pergerakan serangga laron untuk mendekati dan mejauhi cahaya. Laron mendekati cahaya untuk terbang mencari pasangan, setelah menemukan pasangan untuk kawin, sepasang laron akan melepaskan sayapnya dan pergi menjauhi cahaya untuk masuk ke dalam lubang-lubang kecil di dalam tanah. \u201cSedangkan pada hewan dengan sistem syaraf yang lebih kompleks, perilaku dapat dipelajari dan ditingkatkan intensitasnya. Oleh karenanya memori dibutuhkan dalam perilaku tersebut,\u201d tambahnya. Hewan-hewan yang mampu mempelajari perilaku dapat dilatih untuk menampilkan pertunjukan seperti dalam sirkus. Hewan-hewan yang biasanya dilibatkan dalam pertunjukan sirkus ialah lumba-lumba dan burung. Proses belajar hewan-hewan tersebut dilakukan dengan mekanisme pemberian reward atau hadiah dan punishment atau hukuman. Hadiah yang diberikan dapat berupa sentuhan mengusap dan mengelus tubuh hewan atau pemberian makanan. Mempelajari perilaku hewan sangat bermanfaat, baik bagi hewan itu sendiri maupun bagi manusia. Bagi hewan, mempelajari ethology bermanfaat dalam peningkatan kesejahteraan hewan itu sendiri baik hewan di alam liar maupun hewan domestik ternak dan peliharaan. \u201cDengan ethology kita dapat memahami kapan hewan-hewan sirkus sebaiknya tidak tampil dalam show, dan ini sangat berkaitan dengan upaya peningkatan welfare (kesejahteraan) mereka,\u201d kata Dr Rika. Sedangkan untuk manusia, ilmu ethology membantu manusia memahami mekanisme keberlanjutan alam yang sangat dibutuhkan dalam peningkatan kualitas pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Misalnya keberadaan hewan tertentu yang menjadi bio indikator dari kualitas lingkungan. Kunang-kunang merupakan bio indikator terhadap udara yang sehat dan ikan sapu-sapu menjadi bio indikator bagi kualitas air yang buruk. \u201cSemua hal baik itu, makhluk hidup maupun tak hidup dalam lingkungan itu saling terkait. Sehingga kita tidak boleh lagi mengatakan, \u2018saya orang tanaman, saya peneliti fungi\u2019. Tapi mari kita bekerja sama untuk meneliti berbagai fenomena alam,\u201d ujarnya mengakhiri pemaparan. (SWP\/Zul) Resource Person : Dr Rika RaffiudinSource : IPB Today Edisi 529\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-20T04:11:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-20T02:27:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show\",\"datePublished\":\"2021-02-20T04:11:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T02:27:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867\"},\"wordCount\":502,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867\",\"name\":\"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-20T04:11:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T02:27:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3867#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Dosen IPB University dari Departemen Biologi, Dr Rika Raffiudin bicara tentang Ethology di Jaya Suprana Show yang diselenggarakan oleh Jaya Suprana Institute melalui Zoom Meeting, (16\/2). Dr Rika memaparkan suatu cabang keilmuan dalam Biologi yang mempelajari perilaku hewan. \u201cKalau dilihat dari akar katanya, Ethos itu karakter dan Logos adalah ilmu. Sehingga Ethology adalah ilmu yang mempelajari perilaku hewan. Baik dalam konteks alami maupun eksperimental,\u201d kata Dr Rika. Perilaku atau behaviour dapat diartikan sebagai respon dari sistem syaraf terhadap rangsangan yang dilakukan oleh otot atau sistem hormon. Stimulus yang ada di sekitar hewan dapat berupa cahaya, udara, makanan, dan racun.Peran sistem syaraf dalam perilaku sangatlah penting. Karena jika antara satu sel syaraf dengan sel syaraf yang lainnya tidak saling tersambung maka sinyal dari rangsangan tidak akan dapat diteruskan atau terputus. Terputusnya jalur rangsangan akan menyebabkan tidak diproduksinya respon, sehingga perilaku yang merupakan respon tersebut tidak akan pernah terjadi.\u201cTerdapat dua jenis perilaku hewan yakni perilaku yang diwariskan atau dibawa secara genetik dan perilaku yang dipelajari. Sedangkan untuk perilaku yang dipelajari hanya dimiliki oleh hewan dengan sistem syaraf yang lebih kompleks,\u201d lanjut Dr Rika. Perilaku yang dibawa secara genetik dapat dilihat pada penyu muda yang baru menetas. Tanpa diajari oleh induknya mereka akan secara otomatis berenang mendekati perairan. Contoh lain perilaku hewan yang dibawa secara genetik adalah pergerakan serangga laron untuk mendekati dan mejauhi cahaya. Laron mendekati cahaya untuk terbang mencari pasangan, setelah menemukan pasangan untuk kawin, sepasang laron akan melepaskan sayapnya dan pergi menjauhi cahaya untuk masuk ke dalam lubang-lubang kecil di dalam tanah. \u201cSedangkan pada hewan dengan sistem syaraf yang lebih kompleks, perilaku dapat dipelajari dan ditingkatkan intensitasnya. Oleh karenanya memori dibutuhkan dalam perilaku tersebut,\u201d tambahnya. Hewan-hewan yang mampu mempelajari perilaku dapat dilatih untuk menampilkan pertunjukan seperti dalam sirkus. Hewan-hewan yang biasanya dilibatkan dalam pertunjukan sirkus ialah lumba-lumba dan burung. Proses belajar hewan-hewan tersebut dilakukan dengan mekanisme pemberian reward atau hadiah dan punishment atau hukuman. Hadiah yang diberikan dapat berupa sentuhan mengusap dan mengelus tubuh hewan atau pemberian makanan. Mempelajari perilaku hewan sangat bermanfaat, baik bagi hewan itu sendiri maupun bagi manusia. Bagi hewan, mempelajari ethology bermanfaat dalam peningkatan kesejahteraan hewan itu sendiri baik hewan di alam liar maupun hewan domestik ternak dan peliharaan. \u201cDengan ethology kita dapat memahami kapan hewan-hewan sirkus sebaiknya tidak tampil dalam show, dan ini sangat berkaitan dengan upaya peningkatan welfare (kesejahteraan) mereka,\u201d kata Dr Rika. Sedangkan untuk manusia, ilmu ethology membantu manusia memahami mekanisme keberlanjutan alam yang sangat dibutuhkan dalam peningkatan kualitas pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Misalnya keberadaan hewan tertentu yang menjadi bio indikator dari kualitas lingkungan. Kunang-kunang merupakan bio indikator terhadap udara yang sehat dan ikan sapu-sapu menjadi bio indikator bagi kualitas air yang buruk. \u201cSemua hal baik itu, makhluk hidup maupun tak hidup dalam lingkungan itu saling terkait. Sehingga kita tidak boleh lagi mengatakan, \u2018saya orang tanaman, saya peneliti fungi\u2019. Tapi mari kita bekerja sama untuk meneliti berbagai fenomena alam,\u201d ujarnya mengakhiri pemaparan. (SWP\/Zul) Resource Person : Dr Rika RaffiudinSource : IPB Today Edisi 529","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-02-20T04:11:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-20T02:27:44+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show","datePublished":"2021-02-20T04:11:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T02:27:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867"},"wordCount":502,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867","name":"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-02-20T04:11:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T02:27:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3867#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dr. Ir. Rika Raffiudin, M.Si. Paparkan Ethology di Jaya Suprana Show"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":24,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dr-rika-raffiudin-paparkan-ethology-di-jaya-suprana-show-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":3920,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920","url_meta":{"origin":3867,"position":0},"title":"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"03\/05\/2021","format":false,"excerpt":"Demi memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan terutama bagi guru-guru Biologi se-Indonesia, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 3, belum lama ini. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen dari Departemen Biologi sebagai narasumber. Mereka memberikan kuliah singkat mengenai sistem\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4051,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4051","url_meta":{"origin":3867,"position":1},"title":"Dosen FMIPA IPB Paparkan Berbagai Riset Bioinformatika Untuk Temukan Agen Anti Penuaan Pencegah Penyakit Degeneratif","author":"Support FMIPA","date":"20\/04\/2022","format":false,"excerpt":"Riset dan kajian bioinformatika sudah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama farmakologi. Jauh sebelum meracik obat, ilmuwan harus memahami mekanisme dan proses biologis sel manusia. Dengan itu, dapat ditemukan formula obat yang sesuai dengan kegunaannya. Membahas hal tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4259,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4259","url_meta":{"origin":3867,"position":2},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Memulai Riset UKICIS Pariwisata di Belitung","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Para peneliti di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University telah melakukan riset pemanfaatan sumberdaya hayati untuk pariwisata berkelanjutan dan terintegrasi. Rangkaian riset di bawah United Kingdom-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS)-IPB yang dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini akan berlangsung selama empat tahun.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4327,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4327","url_meta":{"origin":3867,"position":3},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB Gelar Seminar, Salah Satunya Ungkap Alasan Lebah Suka Berkoloni","author":"Support FMIPA","date":"14\/11\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Seminar on Biology, Kamis (2\/11). Topik utama yang diulik terkait lebah dan isu-isu yang menyelimutinya dilihat dari sisi biologi. Adapun peserta yang hadir merupakan mahasiswa Departemen Biologi IPB University. Seminar ini menghadirkan dua mahasiswa, salah satunya dari\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":6342,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6342","url_meta":{"origin":3867,"position":4},"title":"ICoBio 2025 Hadirkan Pakar Dunia, Bahas Peran Biosains dalam SDGs","author":"FMIPA","date":"11\/08\/2025","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi IPB University kembali menyelenggarakan konferensi bergengsi bertaraf internasional, The 6th International Conference on Biosciences (ICoBio) 2025, pada 5\u20136 Agustus 2025 di IPB International Convention Center, Bogor. Mengusung tema besar \u201cBioscience Innovations Toward Nation\u2019s Sovereignty\u201d atau Inovasi Biosains Menuju Kedaulatan Bangsa, konferensi ini menjadi wadah bagi para ilmuwan, peneliti,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IcoBio.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IcoBio.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IcoBio.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IcoBio.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IcoBio.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4020,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4020","url_meta":{"origin":3867,"position":5},"title":"Siswa-Siswi SMA Icip Kuliah Online Sehari di Departemen Biologi FMIPA IPB","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kembali menggelar kegiatan Kuliah Online Sehari di BioIPB melalui Zoom, (25\/02). Kegiatan diadakan untuk mempromosikan Departemen Biologi kepada para siswa SMA kelas 12. Melalui Kuliah Online Sehari ini, para siswa tidak hanya dapat mencicipi bagaimana rasanya menjadi mahasiswa Biologi IPB University.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3867"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3869,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3867\/revisions\/3869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}