{"id":3873,"date":"2021-02-03T10:48:00","date_gmt":"2021-02-03T03:48:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873"},"modified":"2024-08-20T09:35:28","modified_gmt":"2024-08-20T02:35:28","slug":"mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873","title":{"rendered":"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains"},"content":{"rendered":"\n<p>Setelah dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, kini sebagai alumni, Latiful Akbar, SSi, MSi melanjutkan studi doktoralnya di Jepang. Latif yang amat menyukai Ilmu Biologi, terutama bidang neurosains, meraih beasiswa doktoral di NAIST (NARA Institute of Science and Technology), Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring perjalanannya kuliah di Departemen Biologi IPB University (2015), minatnya di bidang neurosains semakin tumbuh.&nbsp; Bahkan Latif memutuskan untuk mengambil topik penelitian mengenai neurogenesis dan memori spasial.<br>Sebagai mahasiswa yang mengambil jalur fast track di IPB University, ia semakin memantapkan niatnya sebagai peneliti di bidang neurosains ketika melanjutkan studinya di luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketertarikannya terhadap neurosains itu pula yang menjadikan NAIST sebagai universitas pilihannya. Kini Latif berkuliah di NAIST sebagai mahasiswa doktoral tingkat satu dan perjalanannya sebagai mahasiswa masih tersisa hingga tiga tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerbagai hal yang dipelajari di IPB University, mulai dari organisasi kemudian pengalaman di kelas, kemudian basic-basic biologi yang telah diajarkan di kelas oleh para dosen biologi itu menjadi modal yang sangat besar, yang saya rasakan sampai sekarang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai alumni yang dulu aktif dalam mempromosikan IPB University dan FMIPA lewat jabatannya sebagai Duta IPB University Batch IV tahun 2019, ia mengatakan bila kemampuan beradaptasi terhadap berbagai dinamika kehidupan menjadi hal yang paling ia rasakan. Dari awal berkuliah di IPB University, ia telah memiliki target yang jelas untuk melanjutkan studi di Jepang. Salah satu alasan terbesarnya memilih Jepang karena ketertarikannya terhadap budaya Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSalah satu alasan (memilih) Biologi IPB University juga karena saya melihat profil-profil dosennya itu banyak yang lulusan Jepang. Jadi mungkin bila lulusannya itu banyak yang ke Jepang, kesempatan ke Jepangnya juga semakin tinggi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Latif juga kerap menceritakan keinginannya untuk melanjutkan studi ke Jepang pada dosen pembimbingnya. Ia menyebutkan bahwa dosen pembimbingnya memiliki andil yang cukup besar atas kesuksesannya sebagai peraih beasiswa Monbugakusho. Dosen pembimbingnya, Dr Berry Juliandi kerap memberikan informasi dan nasihat terkait pendaftaran hingga cara menempuh seleksi dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Latif menyebutkan ia kerap merasa minder karena saingannya saat itu sebagian besar terdiri dari dosen hingga peneliti sementara ia masih mahasiswa dan bahkan belum lulus. Tantangan lainnya, ia memiliki kualifikasi terkait pengalaman riset yang tidak banyak. Sebagai mahasiswa fast track saat itu, dengan waktu yang terbatas ia pun tidak memiliki kesempatan dan waktu yang cukup untuk melakukan riset.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun begitu, beasiswa Jepang dapat tetap dilamar walaupun kandidat belum lulus asalkan memiliki&nbsp; ekspektasi kelulusan.<br>Dalam mengatasi rasa minder tersebut, rahasia kesuksesannya yakni tetap menyajikan proposal dengan baik.&nbsp; Sebagai kandidat yang lolos seleksi berkas, ia harus mempresentasikan tiga poin terkait hal yang diperoleh selama internship di NAIST, latar belakang studi dan penilitian magister dan research plan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama proses tersebut, ia turut didampingi&nbsp; dan didukung oleh dosen pembimbingnya dari seleksi administrasi hingga wawancara. Proses dari pendaftarannya pun cukup panjang, dengan memilih skema U to U dan melakukan pendaftaran sekitar bulan Oktober 2019,&nbsp; melakukan internship di NAIST selama tiga minggu, hingga pengumuman kelulusan di bulan Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n<p>Latif memaparkan bahwa bidang yang ia tekuni saat ini mungkin terlihat amat berbeda jauh dari biologi.&nbsp; Tepatnya, ia melanjutkan studi doktoral di divisi material science yang lebih mengarah pada fisika dan teknik elektro.&nbsp; Walaupun begitu, ia menyebutkan bahwa penelitiannya tetap berkaitan erat dengan biologi dan ilmu neurosains namun dengan pendekatan baru.<br>\u201cTerlebih sekarang itu lagi jaman-jamannya atau nge-trennya interdisciplinary, perpaduan berbagai bidang, jadi kita bisa menjawab suatu persoalan fenomena biologis dengan berbagai pendekatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Baginya bidang neurosains amat menarik dan segala hal tentang otak sangat misterius sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan studinya di bidang tersebut. \u201cBelajar tentang otak adalah belajar mengenai diri sendiri, \u201d sebutnya. Ia juga kerap memiliki pertanyaan terkait hal-hal yang berkenaan dengan otak, mulai dari hal sederhana seperti bagaimana manusia dapat berpikir hingga memori.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika ia mengikuti program pertukaran pelajar ke Finlandia pada Januari 2020 lalu, ia mengambil materi kuliah mengenai kognitif neurosains dari departemen psikologi. Menurutnya, banyak teka-teki yang menanti untuk terbuka di bidang neurosains untuk dibahas. (MW\/Zul)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, kini sebagai alumni, Latiful Akbar, SSi, MSi melanjutkan studi doktoralnya di Jepang. Latif yang amat menyukai Ilmu Biologi, terutama bidang neurosains, meraih beasiswa doktoral di NAIST (NARA Institute of Science and Technology), Jepang. Seiring perjalanannya kuliah di Departemen Biologi IPB University (2015), minatnya di bidang neurosains semakin tumbuh.&nbsp; Bahkan Latif memutuskan untuk mengambil topik penelitian mengenai neurogenesis dan memori spasial.Sebagai mahasiswa yang mengambil jalur fast track di IPB University, ia semakin memantapkan niatnya sebagai peneliti di bidang neurosains ketika melanjutkan studinya di luar negeri. Ketertarikannya terhadap neurosains itu pula yang menjadikan NAIST sebagai universitas pilihannya. Kini Latif berkuliah di NAIST sebagai mahasiswa doktoral tingkat satu dan perjalanannya sebagai mahasiswa masih tersisa hingga tiga tahun ke depan. \u201cBerbagai hal yang dipelajari di IPB University, mulai dari organisasi kemudian pengalaman di kelas, kemudian basic-basic biologi yang telah diajarkan di kelas oleh para dosen biologi itu menjadi modal yang sangat besar, yang saya rasakan sampai sekarang,\u201d ungkapnya. Sebagai alumni yang dulu aktif dalam mempromosikan IPB University dan FMIPA lewat jabatannya sebagai Duta IPB University Batch IV tahun 2019, ia mengatakan bila kemampuan beradaptasi terhadap berbagai dinamika kehidupan menjadi hal yang paling ia rasakan. Dari awal berkuliah di IPB University, ia telah memiliki target yang jelas untuk melanjutkan studi di Jepang. Salah satu alasan terbesarnya memilih Jepang karena ketertarikannya terhadap budaya Jepang. \u201cSalah satu alasan (memilih) Biologi IPB University juga karena saya melihat profil-profil dosennya itu banyak yang lulusan Jepang. Jadi mungkin bila lulusannya itu banyak yang ke Jepang, kesempatan ke Jepangnya juga semakin tinggi,\u201d imbuhnya. Latif juga kerap menceritakan keinginannya untuk melanjutkan studi ke Jepang pada dosen pembimbingnya. Ia menyebutkan bahwa dosen pembimbingnya memiliki andil yang cukup besar atas kesuksesannya sebagai peraih beasiswa Monbugakusho. Dosen pembimbingnya, Dr Berry Juliandi kerap memberikan informasi dan nasihat terkait pendaftaran hingga cara menempuh seleksi dengan baik. Latif menyebutkan ia kerap merasa minder karena saingannya saat itu sebagian besar terdiri dari dosen hingga peneliti sementara ia masih mahasiswa dan bahkan belum lulus. Tantangan lainnya, ia memiliki kualifikasi terkait pengalaman riset yang tidak banyak. Sebagai mahasiswa fast track saat itu, dengan waktu yang terbatas ia pun tidak memiliki kesempatan dan waktu yang cukup untuk melakukan riset. Namun begitu, beasiswa Jepang dapat tetap dilamar walaupun kandidat belum lulus asalkan memiliki&nbsp; ekspektasi kelulusan.Dalam mengatasi rasa minder tersebut, rahasia kesuksesannya yakni tetap menyajikan proposal dengan baik.&nbsp; Sebagai kandidat yang lolos seleksi berkas, ia harus mempresentasikan tiga poin terkait hal yang diperoleh selama internship di NAIST, latar belakang studi dan penilitian magister dan research plan. Selama proses tersebut, ia turut didampingi&nbsp; dan didukung oleh dosen pembimbingnya dari seleksi administrasi hingga wawancara. Proses dari pendaftarannya pun cukup panjang, dengan memilih skema U to U dan melakukan pendaftaran sekitar bulan Oktober 2019,&nbsp; melakukan internship di NAIST selama tiga minggu, hingga pengumuman kelulusan di bulan Juni 2020. Latif memaparkan bahwa bidang yang ia tekuni saat ini mungkin terlihat amat berbeda jauh dari biologi.&nbsp; Tepatnya, ia melanjutkan studi doktoral di divisi material science yang lebih mengarah pada fisika dan teknik elektro.&nbsp; Walaupun begitu, ia menyebutkan bahwa penelitiannya tetap berkaitan erat dengan biologi dan ilmu neurosains namun dengan pendekatan baru.\u201cTerlebih sekarang itu lagi jaman-jamannya atau nge-trennya interdisciplinary, perpaduan berbagai bidang, jadi kita bisa menjawab suatu persoalan fenomena biologis dengan berbagai pendekatan,\u201d ungkapnya. Baginya bidang neurosains amat menarik dan segala hal tentang otak sangat misterius sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan studinya di bidang tersebut. \u201cBelajar tentang otak adalah belajar mengenai diri sendiri, \u201d sebutnya. Ia juga kerap memiliki pertanyaan terkait hal-hal yang berkenaan dengan otak, mulai dari hal sederhana seperti bagaimana manusia dapat berpikir hingga memori. Ketika ia mengikuti program pertukaran pelajar ke Finlandia pada Januari 2020 lalu, ia mengambil materi kuliah mengenai kognitif neurosains dari departemen psikologi. Menurutnya, banyak teka-teki yang menanti untuk terbuka di bidang neurosains untuk dibahas. (MW\/Zul)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3874,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setelah dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, kini sebagai alumni, Latiful Akbar, SSi, MSi melanjutkan studi doktoralnya di Jepang. Latif yang amat menyukai Ilmu Biologi, terutama bidang neurosains, meraih beasiswa doktoral di NAIST (NARA Institute of Science and Technology), Jepang. Seiring perjalanannya kuliah di Departemen Biologi IPB University (2015), minatnya di bidang neurosains semakin tumbuh.&nbsp; Bahkan Latif memutuskan untuk mengambil topik penelitian mengenai neurogenesis dan memori spasial.Sebagai mahasiswa yang mengambil jalur fast track di IPB University, ia semakin memantapkan niatnya sebagai peneliti di bidang neurosains ketika melanjutkan studinya di luar negeri. Ketertarikannya terhadap neurosains itu pula yang menjadikan NAIST sebagai universitas pilihannya. Kini Latif berkuliah di NAIST sebagai mahasiswa doktoral tingkat satu dan perjalanannya sebagai mahasiswa masih tersisa hingga tiga tahun ke depan. \u201cBerbagai hal yang dipelajari di IPB University, mulai dari organisasi kemudian pengalaman di kelas, kemudian basic-basic biologi yang telah diajarkan di kelas oleh para dosen biologi itu menjadi modal yang sangat besar, yang saya rasakan sampai sekarang,\u201d ungkapnya. Sebagai alumni yang dulu aktif dalam mempromosikan IPB University dan FMIPA lewat jabatannya sebagai Duta IPB University Batch IV tahun 2019, ia mengatakan bila kemampuan beradaptasi terhadap berbagai dinamika kehidupan menjadi hal yang paling ia rasakan. Dari awal berkuliah di IPB University, ia telah memiliki target yang jelas untuk melanjutkan studi di Jepang. Salah satu alasan terbesarnya memilih Jepang karena ketertarikannya terhadap budaya Jepang. \u201cSalah satu alasan (memilih) Biologi IPB University juga karena saya melihat profil-profil dosennya itu banyak yang lulusan Jepang. Jadi mungkin bila lulusannya itu banyak yang ke Jepang, kesempatan ke Jepangnya juga semakin tinggi,\u201d imbuhnya. Latif juga kerap menceritakan keinginannya untuk melanjutkan studi ke Jepang pada dosen pembimbingnya. Ia menyebutkan bahwa dosen pembimbingnya memiliki andil yang cukup besar atas kesuksesannya sebagai peraih beasiswa Monbugakusho. Dosen pembimbingnya, Dr Berry Juliandi kerap memberikan informasi dan nasihat terkait pendaftaran hingga cara menempuh seleksi dengan baik. Latif menyebutkan ia kerap merasa minder karena saingannya saat itu sebagian besar terdiri dari dosen hingga peneliti sementara ia masih mahasiswa dan bahkan belum lulus. Tantangan lainnya, ia memiliki kualifikasi terkait pengalaman riset yang tidak banyak. Sebagai mahasiswa fast track saat itu, dengan waktu yang terbatas ia pun tidak memiliki kesempatan dan waktu yang cukup untuk melakukan riset. Namun begitu, beasiswa Jepang dapat tetap dilamar walaupun kandidat belum lulus asalkan memiliki&nbsp; ekspektasi kelulusan.Dalam mengatasi rasa minder tersebut, rahasia kesuksesannya yakni tetap menyajikan proposal dengan baik.&nbsp; Sebagai kandidat yang lolos seleksi berkas, ia harus mempresentasikan tiga poin terkait hal yang diperoleh selama internship di NAIST, latar belakang studi dan penilitian magister dan research plan. Selama proses tersebut, ia turut didampingi&nbsp; dan didukung oleh dosen pembimbingnya dari seleksi administrasi hingga wawancara. Proses dari pendaftarannya pun cukup panjang, dengan memilih skema U to U dan melakukan pendaftaran sekitar bulan Oktober 2019,&nbsp; melakukan internship di NAIST selama tiga minggu, hingga pengumuman kelulusan di bulan Juni 2020. Latif memaparkan bahwa bidang yang ia tekuni saat ini mungkin terlihat amat berbeda jauh dari biologi.&nbsp; Tepatnya, ia melanjutkan studi doktoral di divisi material science yang lebih mengarah pada fisika dan teknik elektro.&nbsp; Walaupun begitu, ia menyebutkan bahwa penelitiannya tetap berkaitan erat dengan biologi dan ilmu neurosains namun dengan pendekatan baru.\u201cTerlebih sekarang itu lagi jaman-jamannya atau nge-trennya interdisciplinary, perpaduan berbagai bidang, jadi kita bisa menjawab suatu persoalan fenomena biologis dengan berbagai pendekatan,\u201d ungkapnya. Baginya bidang neurosains amat menarik dan segala hal tentang otak sangat misterius sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan studinya di bidang tersebut. \u201cBelajar tentang otak adalah belajar mengenai diri sendiri, \u201d sebutnya. Ia juga kerap memiliki pertanyaan terkait hal-hal yang berkenaan dengan otak, mulai dari hal sederhana seperti bagaimana manusia dapat berpikir hingga memori. Ketika ia mengikuti program pertukaran pelajar ke Finlandia pada Januari 2020 lalu, ia mengambil materi kuliah mengenai kognitif neurosains dari departemen psikologi. Menurutnya, banyak teka-teki yang menanti untuk terbuka di bidang neurosains untuk dibahas. (MW\/Zul)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-03T03:48:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-20T02:35:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains\",\"datePublished\":\"2021-02-03T03:48:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T02:35:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873\"},\"wordCount\":657,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873\",\"name\":\"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-03T03:48:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T02:35:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Setelah dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, kini sebagai alumni, Latiful Akbar, SSi, MSi melanjutkan studi doktoralnya di Jepang. Latif yang amat menyukai Ilmu Biologi, terutama bidang neurosains, meraih beasiswa doktoral di NAIST (NARA Institute of Science and Technology), Jepang. Seiring perjalanannya kuliah di Departemen Biologi IPB University (2015), minatnya di bidang neurosains semakin tumbuh.&nbsp; Bahkan Latif memutuskan untuk mengambil topik penelitian mengenai neurogenesis dan memori spasial.Sebagai mahasiswa yang mengambil jalur fast track di IPB University, ia semakin memantapkan niatnya sebagai peneliti di bidang neurosains ketika melanjutkan studinya di luar negeri. Ketertarikannya terhadap neurosains itu pula yang menjadikan NAIST sebagai universitas pilihannya. Kini Latif berkuliah di NAIST sebagai mahasiswa doktoral tingkat satu dan perjalanannya sebagai mahasiswa masih tersisa hingga tiga tahun ke depan. \u201cBerbagai hal yang dipelajari di IPB University, mulai dari organisasi kemudian pengalaman di kelas, kemudian basic-basic biologi yang telah diajarkan di kelas oleh para dosen biologi itu menjadi modal yang sangat besar, yang saya rasakan sampai sekarang,\u201d ungkapnya. Sebagai alumni yang dulu aktif dalam mempromosikan IPB University dan FMIPA lewat jabatannya sebagai Duta IPB University Batch IV tahun 2019, ia mengatakan bila kemampuan beradaptasi terhadap berbagai dinamika kehidupan menjadi hal yang paling ia rasakan. Dari awal berkuliah di IPB University, ia telah memiliki target yang jelas untuk melanjutkan studi di Jepang. Salah satu alasan terbesarnya memilih Jepang karena ketertarikannya terhadap budaya Jepang. \u201cSalah satu alasan (memilih) Biologi IPB University juga karena saya melihat profil-profil dosennya itu banyak yang lulusan Jepang. Jadi mungkin bila lulusannya itu banyak yang ke Jepang, kesempatan ke Jepangnya juga semakin tinggi,\u201d imbuhnya. Latif juga kerap menceritakan keinginannya untuk melanjutkan studi ke Jepang pada dosen pembimbingnya. Ia menyebutkan bahwa dosen pembimbingnya memiliki andil yang cukup besar atas kesuksesannya sebagai peraih beasiswa Monbugakusho. Dosen pembimbingnya, Dr Berry Juliandi kerap memberikan informasi dan nasihat terkait pendaftaran hingga cara menempuh seleksi dengan baik. Latif menyebutkan ia kerap merasa minder karena saingannya saat itu sebagian besar terdiri dari dosen hingga peneliti sementara ia masih mahasiswa dan bahkan belum lulus. Tantangan lainnya, ia memiliki kualifikasi terkait pengalaman riset yang tidak banyak. Sebagai mahasiswa fast track saat itu, dengan waktu yang terbatas ia pun tidak memiliki kesempatan dan waktu yang cukup untuk melakukan riset. Namun begitu, beasiswa Jepang dapat tetap dilamar walaupun kandidat belum lulus asalkan memiliki&nbsp; ekspektasi kelulusan.Dalam mengatasi rasa minder tersebut, rahasia kesuksesannya yakni tetap menyajikan proposal dengan baik.&nbsp; Sebagai kandidat yang lolos seleksi berkas, ia harus mempresentasikan tiga poin terkait hal yang diperoleh selama internship di NAIST, latar belakang studi dan penilitian magister dan research plan. Selama proses tersebut, ia turut didampingi&nbsp; dan didukung oleh dosen pembimbingnya dari seleksi administrasi hingga wawancara. Proses dari pendaftarannya pun cukup panjang, dengan memilih skema U to U dan melakukan pendaftaran sekitar bulan Oktober 2019,&nbsp; melakukan internship di NAIST selama tiga minggu, hingga pengumuman kelulusan di bulan Juni 2020. Latif memaparkan bahwa bidang yang ia tekuni saat ini mungkin terlihat amat berbeda jauh dari biologi.&nbsp; Tepatnya, ia melanjutkan studi doktoral di divisi material science yang lebih mengarah pada fisika dan teknik elektro.&nbsp; Walaupun begitu, ia menyebutkan bahwa penelitiannya tetap berkaitan erat dengan biologi dan ilmu neurosains namun dengan pendekatan baru.\u201cTerlebih sekarang itu lagi jaman-jamannya atau nge-trennya interdisciplinary, perpaduan berbagai bidang, jadi kita bisa menjawab suatu persoalan fenomena biologis dengan berbagai pendekatan,\u201d ungkapnya. Baginya bidang neurosains amat menarik dan segala hal tentang otak sangat misterius sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan studinya di bidang tersebut. \u201cBelajar tentang otak adalah belajar mengenai diri sendiri, \u201d sebutnya. Ia juga kerap memiliki pertanyaan terkait hal-hal yang berkenaan dengan otak, mulai dari hal sederhana seperti bagaimana manusia dapat berpikir hingga memori. Ketika ia mengikuti program pertukaran pelajar ke Finlandia pada Januari 2020 lalu, ia mengambil materi kuliah mengenai kognitif neurosains dari departemen psikologi. Menurutnya, banyak teka-teki yang menanti untuk terbuka di bidang neurosains untuk dibahas. (MW\/Zul)","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-02-03T03:48:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-20T02:35:28+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains","datePublished":"2021-02-03T03:48:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T02:35:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873"},"wordCount":657,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873","name":"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-02-03T03:48:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T02:35:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3873#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mantan Duta IPB University ini Raih Beasiswa Doktoral NAIST Jepang di Bidang Neurosains"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":18,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/mantan-duta-ipb-university-ini-raih-beasiswa-doktoral-naist-jepang-di-bidang-neurosains-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":3882,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3882","url_meta":{"origin":3873,"position":0},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Berikan Kuliah Online Sehari untuk Siswa SMA","author":"Support FMIPA","date":"02\/02\/2021","format":false,"excerpt":"Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) \u2013 Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar webinar daring \u201cKuliah Online Sehari di Bio IPB 2021\u201d, (29\/01). Kegiatan yang diperuntukkan bagi siswa-siswi SMA\/MA\/SMK seluruh Indonesia tersebut digelar dalam rangka memperkenalkan Departemen Biologi IPB University dan prospeknya bagi masa depan. Dr\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3870,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3870","url_meta":{"origin":3873,"position":1},"title":"Ingin Jadi Ahli Biologi, Kuliah di IPB University Aja","author":"Support FMIPA","date":"19\/02\/2021","format":false,"excerpt":"Biologi menjadi salah satu ilmu dasar yang berperan penting dalam pengembangan sains dan teknologi dari masa ke masa. Di IPB University, secara khusus Biologi dipelajari dan dikembangkan di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Di departemen ini, biologi\u00a0 dikaji dari berbagai aspek biologi dasar dan aspek lain\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4367,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4367","url_meta":{"origin":3873,"position":2},"title":"Prof Isnaeni, Pakar Fotonika Alumni Departemen Fisika FMIPA IPB, Dikukuhkan sebagai Profesor Riset BRIN","author":"Support FMIPA","date":"11\/06\/2024","format":false,"excerpt":"Dunia sains Indonesia kembali berbahagia dengan pengukuhan Prof Dr Isnaeni sebagai Profesor Riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pakar fotonika alumnus Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini dikukuhkan pada Kamis (25\/4), dalam sebuah upacara ilmiah yang dihadiri oleh para kolega, akademisi, dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4029,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4029","url_meta":{"origin":3873,"position":3},"title":"FMIPA IPB University Rancang Prodi Bioinformatika, Rencanakan Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series pertama di tahun 2022 dengan tajuk \u201cIntegrasi Ilmu Bioinformatika dalam Penciptaan Inovasi Agromaritim\u201d, (08\/03). Dr Berry Juliandi, Dekan FMIPA IPB University menyebutkan FMIPA selalu berusaha menjadi terdepan dalam mendukung visi IPB University sebagai Techno Socio University. Terutama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4020,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4020","url_meta":{"origin":3873,"position":4},"title":"Siswa-Siswi SMA Icip Kuliah Online Sehari di Departemen Biologi FMIPA IPB","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kembali menggelar kegiatan Kuliah Online Sehari di BioIPB melalui Zoom, (25\/02). Kegiatan diadakan untuk mempromosikan Departemen Biologi kepada para siswa SMA kelas 12. Melalui Kuliah Online Sehari ini, para siswa tidak hanya dapat mencicipi bagaimana rasanya menjadi mahasiswa Biologi IPB University.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4354,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4354","url_meta":{"origin":3873,"position":5},"title":"Anak Biologi Merapaat! Sini Kenalan Sama Prodi Keren Ini di FMIPA IPB","author":"Support FMIPA","date":"13\/02\/2024","format":false,"excerpt":"Salah satu program studi (prodi) sarjana di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University adalah Biologi. Sejak dibuka tahun 1982, prodi ini telah bertransformasi menjadi salah satu prodi yang berkualitas di Indonesia dan membuktikan dedikasi tinggi dalam meningkatkan standar pendidikan biologi. Prestasi Prodi Biologi IPB University terlihat dari\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3873"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3875,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3873\/revisions\/3875"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}