{"id":3888,"date":"2021-03-30T03:46:00","date_gmt":"2021-03-29T20:46:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888"},"modified":"2024-08-20T10:07:28","modified_gmt":"2024-08-20T03:07:28","slug":"departemen-biologi-fmipa-ipb-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888","title":{"rendered":"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali hadir dengan Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 2 bagi Guru Biologi\/IPA SMA\/MA, (25\/03). Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan secara konsisten sebagai kontribusi Departemen Biologi IPB University pada pengembangan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, dua tema yang diusung adalah mengenai materi \u201cSistem Ekskresi\u201d dan \u201cBioteknologi\u201d. Seperti kegiatan Seri Pendalaman Biologi sebelumnya, para peserta diberikan waktu untuk mengikuti pre test dan post test mengenai materi yang dipaparkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Achmad Farajallah, Dosen IPB University dari Divisi Fisiologi dan Perilaku Hewan, Departemen Biologi FMIPA memaparkan mengenai materi sistem ekskresi yang di dalamnya menyangkut mengenai review sistem ekskresi, mekanisme osmoregulasi, review sistem respirasi, dan mekanisme pertukaran gas. Ia menyebutkan, terlepas dari bentuk organ tubuhnya, sistem ekskresi memiliki konsep utama sebagai sistem tubulus yang menyaring material dari cairan ekstrasel. Organ tubuh dalam sistem ekskresi yakni protonefridium, metanefridium, ginjal dan bersifat tidak homolog. Artinya tidak berasal dari lapisan embrional yang sama, sehingga evolusi ketiganya saling terpisah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSehingga tidak bisa menyebutkan kedudukan satu organ lebih tinggi daripada yang lainnya karena garis evolusi yang berbeda,\u201d ungkapnya.<br>Skema sistem ekskresi memang sudah biasa disampaikan di SMA, namun mekanismenya tidak pernah dijelaskan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesungguhnya mekanisme filtrasi banyak tipenya dan tergantung dari sistem tubulus karena adanya proses penyerapan kembali. Hal lain yang tidak dijelaskan lebih lanjut di SMA yakni mengenai konsep permeabilitas. Permeabilitas tersebut terdapat pada membran sel di sepanjang sisi tubulus dan tubuh yang penuh dengan protein integral.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi konsep permeable yang kita kenal berbasis pada permeabilitas, seharusnya ada keterangan atau istilah lebih lanjut misalnya impermeable terhadap air. Bila konsep tersebut disebutkan tanpa keterangan, maka akan timbul anggapan bahwa aliran massa dari tubulus ke tubuh mengalir seperti sungai padahal tidak,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengatakan bahwa bila guru-guru dapat paham akan konsep sederhananya, bahan ajar yang digunakan bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi bahkan kreativitas siswa. Sehingga siswa akan lebih paham dan menikmati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain materi mengenai sistem ekskresi, materi bioteknologi turut dibawakan oleh Prof Suharsono, Dosen IPB University dari Divisi Fisiolofi dan Genetika Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya bioteknologi klasik ditemukan secara tidak sengaja. Pada umumnya, manusia di jaman dahulu menggunakan bioteknologi untuk meningkatkan produksi pangan dan obat. Proses fermentasi tersebut ditemukan secara tidak sengaja namun kian berkembang sebagai bioteknologi modern.<br>Membedakan bioteknologi modern dengan klasik sangat mudah karena sudah melibatkan rekayasa genetik. Pemanfaatannya pun dibuat agak ketat oleh regulasi karena menyangkut keamanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBatasan bioteknologi klasik dengan modern adalah terkait ada atau tidaknya manipulasi bahan genetik, sehingga perbedaannya tidak perlu dipertentangkan,\u201d sebutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bioteknologi modern yang popular saat ini yakni genom editing. Genom editing sendiri memerlukan presisi tinggi untuk memperbaiki suatu sifat misalnya pada tanaman transgenik dan sisgenik. Dengan memahami pengelompokan dasarnya, siswa akan lebih mudah memahami materi bioteknologi. Tentunya guru-guru dapat mencoba untuk mendorong siswanya mempraktikan bioteknologi klasik sesuai kreativitas masing-masing siswa. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Dr Achmad Farajallah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali hadir dengan Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 2 bagi Guru Biologi\/IPA SMA\/MA, (25\/03). Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan secara konsisten sebagai kontribusi Departemen Biologi IPB University pada pengembangan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, dua tema yang diusung adalah mengenai materi \u201cSistem Ekskresi\u201d dan \u201cBioteknologi\u201d. Seperti kegiatan Seri Pendalaman Biologi sebelumnya, para peserta diberikan waktu untuk mengikuti pre test dan post test mengenai materi yang dipaparkan. Dr Achmad Farajallah, Dosen IPB University dari Divisi Fisiologi dan Perilaku Hewan, Departemen Biologi FMIPA memaparkan mengenai materi sistem ekskresi yang di dalamnya menyangkut mengenai review sistem ekskresi, mekanisme osmoregulasi, review sistem respirasi, dan mekanisme pertukaran gas. Ia menyebutkan, terlepas dari bentuk organ tubuhnya, sistem ekskresi memiliki konsep utama sebagai sistem tubulus yang menyaring material dari cairan ekstrasel. Organ tubuh dalam sistem ekskresi yakni protonefridium, metanefridium, ginjal dan bersifat tidak homolog. Artinya tidak berasal dari lapisan embrional yang sama, sehingga evolusi ketiganya saling terpisah. \u201cSehingga tidak bisa menyebutkan kedudukan satu organ lebih tinggi daripada yang lainnya karena garis evolusi yang berbeda,\u201d ungkapnya.Skema sistem ekskresi memang sudah biasa disampaikan di SMA, namun mekanismenya tidak pernah dijelaskan lebih lanjut. Sesungguhnya mekanisme filtrasi banyak tipenya dan tergantung dari sistem tubulus karena adanya proses penyerapan kembali. Hal lain yang tidak dijelaskan lebih lanjut di SMA yakni mengenai konsep permeabilitas. Permeabilitas tersebut terdapat pada membran sel di sepanjang sisi tubulus dan tubuh yang penuh dengan protein integral. \u201cJadi konsep permeable yang kita kenal berbasis pada permeabilitas, seharusnya ada keterangan atau istilah lebih lanjut misalnya impermeable terhadap air. Bila konsep tersebut disebutkan tanpa keterangan, maka akan timbul anggapan bahwa aliran massa dari tubulus ke tubuh mengalir seperti sungai padahal tidak,\u201d jelasnya. Ia mengatakan bahwa bila guru-guru dapat paham akan konsep sederhananya, bahan ajar yang digunakan bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi bahkan kreativitas siswa. Sehingga siswa akan lebih paham dan menikmati. Selain materi mengenai sistem ekskresi, materi bioteknologi turut dibawakan oleh Prof Suharsono, Dosen IPB University dari Divisi Fisiolofi dan Genetika Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya bioteknologi klasik ditemukan secara tidak sengaja. Pada umumnya, manusia di jaman dahulu menggunakan bioteknologi untuk meningkatkan produksi pangan dan obat. Proses fermentasi tersebut ditemukan secara tidak sengaja namun kian berkembang sebagai bioteknologi modern.Membedakan bioteknologi modern dengan klasik sangat mudah karena sudah melibatkan rekayasa genetik. Pemanfaatannya pun dibuat agak ketat oleh regulasi karena menyangkut keamanan pangan. \u201cBatasan bioteknologi klasik dengan modern adalah terkait ada atau tidaknya manipulasi bahan genetik, sehingga perbedaannya tidak perlu dipertentangkan,\u201d sebutnya. Bioteknologi modern yang popular saat ini yakni genom editing. Genom editing sendiri memerlukan presisi tinggi untuk memperbaiki suatu sifat misalnya pada tanaman transgenik dan sisgenik. Dengan memahami pengelompokan dasarnya, siswa akan lebih mudah memahami materi bioteknologi. Tentunya guru-guru dapat mencoba untuk mendorong siswanya mempraktikan bioteknologi klasik sesuai kreativitas masing-masing siswa. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Achmad Farajallah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3889,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3888","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali hadir dengan Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 2 bagi Guru Biologi\/IPA SMA\/MA, (25\/03). Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan secara konsisten sebagai kontribusi Departemen Biologi IPB University pada pengembangan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, dua tema yang diusung adalah mengenai materi \u201cSistem Ekskresi\u201d dan \u201cBioteknologi\u201d. Seperti kegiatan Seri Pendalaman Biologi sebelumnya, para peserta diberikan waktu untuk mengikuti pre test dan post test mengenai materi yang dipaparkan. Dr Achmad Farajallah, Dosen IPB University dari Divisi Fisiologi dan Perilaku Hewan, Departemen Biologi FMIPA memaparkan mengenai materi sistem ekskresi yang di dalamnya menyangkut mengenai review sistem ekskresi, mekanisme osmoregulasi, review sistem respirasi, dan mekanisme pertukaran gas. Ia menyebutkan, terlepas dari bentuk organ tubuhnya, sistem ekskresi memiliki konsep utama sebagai sistem tubulus yang menyaring material dari cairan ekstrasel. Organ tubuh dalam sistem ekskresi yakni protonefridium, metanefridium, ginjal dan bersifat tidak homolog. Artinya tidak berasal dari lapisan embrional yang sama, sehingga evolusi ketiganya saling terpisah. \u201cSehingga tidak bisa menyebutkan kedudukan satu organ lebih tinggi daripada yang lainnya karena garis evolusi yang berbeda,\u201d ungkapnya.Skema sistem ekskresi memang sudah biasa disampaikan di SMA, namun mekanismenya tidak pernah dijelaskan lebih lanjut. Sesungguhnya mekanisme filtrasi banyak tipenya dan tergantung dari sistem tubulus karena adanya proses penyerapan kembali. Hal lain yang tidak dijelaskan lebih lanjut di SMA yakni mengenai konsep permeabilitas. Permeabilitas tersebut terdapat pada membran sel di sepanjang sisi tubulus dan tubuh yang penuh dengan protein integral. \u201cJadi konsep permeable yang kita kenal berbasis pada permeabilitas, seharusnya ada keterangan atau istilah lebih lanjut misalnya impermeable terhadap air. Bila konsep tersebut disebutkan tanpa keterangan, maka akan timbul anggapan bahwa aliran massa dari tubulus ke tubuh mengalir seperti sungai padahal tidak,\u201d jelasnya. Ia mengatakan bahwa bila guru-guru dapat paham akan konsep sederhananya, bahan ajar yang digunakan bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi bahkan kreativitas siswa. Sehingga siswa akan lebih paham dan menikmati. Selain materi mengenai sistem ekskresi, materi bioteknologi turut dibawakan oleh Prof Suharsono, Dosen IPB University dari Divisi Fisiolofi dan Genetika Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya bioteknologi klasik ditemukan secara tidak sengaja. Pada umumnya, manusia di jaman dahulu menggunakan bioteknologi untuk meningkatkan produksi pangan dan obat. Proses fermentasi tersebut ditemukan secara tidak sengaja namun kian berkembang sebagai bioteknologi modern.Membedakan bioteknologi modern dengan klasik sangat mudah karena sudah melibatkan rekayasa genetik. Pemanfaatannya pun dibuat agak ketat oleh regulasi karena menyangkut keamanan pangan. \u201cBatasan bioteknologi klasik dengan modern adalah terkait ada atau tidaknya manipulasi bahan genetik, sehingga perbedaannya tidak perlu dipertentangkan,\u201d sebutnya. Bioteknologi modern yang popular saat ini yakni genom editing. Genom editing sendiri memerlukan presisi tinggi untuk memperbaiki suatu sifat misalnya pada tanaman transgenik dan sisgenik. Dengan memahami pengelompokan dasarnya, siswa akan lebih mudah memahami materi bioteknologi. Tentunya guru-guru dapat mencoba untuk mendorong siswanya mempraktikan bioteknologi klasik sesuai kreativitas masing-masing siswa. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Achmad Farajallah\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-29T20:46:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-20T03:07:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi\",\"datePublished\":\"2021-03-29T20:46:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T03:07:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888\"},\"wordCount\":485,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888\",\"name\":\"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-03-29T20:46:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T03:07:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3888#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali hadir dengan Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 2 bagi Guru Biologi\/IPA SMA\/MA, (25\/03). Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan secara konsisten sebagai kontribusi Departemen Biologi IPB University pada pengembangan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, dua tema yang diusung adalah mengenai materi \u201cSistem Ekskresi\u201d dan \u201cBioteknologi\u201d. Seperti kegiatan Seri Pendalaman Biologi sebelumnya, para peserta diberikan waktu untuk mengikuti pre test dan post test mengenai materi yang dipaparkan. Dr Achmad Farajallah, Dosen IPB University dari Divisi Fisiologi dan Perilaku Hewan, Departemen Biologi FMIPA memaparkan mengenai materi sistem ekskresi yang di dalamnya menyangkut mengenai review sistem ekskresi, mekanisme osmoregulasi, review sistem respirasi, dan mekanisme pertukaran gas. Ia menyebutkan, terlepas dari bentuk organ tubuhnya, sistem ekskresi memiliki konsep utama sebagai sistem tubulus yang menyaring material dari cairan ekstrasel. Organ tubuh dalam sistem ekskresi yakni protonefridium, metanefridium, ginjal dan bersifat tidak homolog. Artinya tidak berasal dari lapisan embrional yang sama, sehingga evolusi ketiganya saling terpisah. \u201cSehingga tidak bisa menyebutkan kedudukan satu organ lebih tinggi daripada yang lainnya karena garis evolusi yang berbeda,\u201d ungkapnya.Skema sistem ekskresi memang sudah biasa disampaikan di SMA, namun mekanismenya tidak pernah dijelaskan lebih lanjut. Sesungguhnya mekanisme filtrasi banyak tipenya dan tergantung dari sistem tubulus karena adanya proses penyerapan kembali. Hal lain yang tidak dijelaskan lebih lanjut di SMA yakni mengenai konsep permeabilitas. Permeabilitas tersebut terdapat pada membran sel di sepanjang sisi tubulus dan tubuh yang penuh dengan protein integral. \u201cJadi konsep permeable yang kita kenal berbasis pada permeabilitas, seharusnya ada keterangan atau istilah lebih lanjut misalnya impermeable terhadap air. Bila konsep tersebut disebutkan tanpa keterangan, maka akan timbul anggapan bahwa aliran massa dari tubulus ke tubuh mengalir seperti sungai padahal tidak,\u201d jelasnya. Ia mengatakan bahwa bila guru-guru dapat paham akan konsep sederhananya, bahan ajar yang digunakan bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi bahkan kreativitas siswa. Sehingga siswa akan lebih paham dan menikmati. Selain materi mengenai sistem ekskresi, materi bioteknologi turut dibawakan oleh Prof Suharsono, Dosen IPB University dari Divisi Fisiolofi dan Genetika Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya bioteknologi klasik ditemukan secara tidak sengaja. Pada umumnya, manusia di jaman dahulu menggunakan bioteknologi untuk meningkatkan produksi pangan dan obat. Proses fermentasi tersebut ditemukan secara tidak sengaja namun kian berkembang sebagai bioteknologi modern.Membedakan bioteknologi modern dengan klasik sangat mudah karena sudah melibatkan rekayasa genetik. Pemanfaatannya pun dibuat agak ketat oleh regulasi karena menyangkut keamanan pangan. \u201cBatasan bioteknologi klasik dengan modern adalah terkait ada atau tidaknya manipulasi bahan genetik, sehingga perbedaannya tidak perlu dipertentangkan,\u201d sebutnya. Bioteknologi modern yang popular saat ini yakni genom editing. Genom editing sendiri memerlukan presisi tinggi untuk memperbaiki suatu sifat misalnya pada tanaman transgenik dan sisgenik. Dengan memahami pengelompokan dasarnya, siswa akan lebih mudah memahami materi bioteknologi. Tentunya guru-guru dapat mencoba untuk mendorong siswanya mempraktikan bioteknologi klasik sesuai kreativitas masing-masing siswa. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Achmad Farajallah","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-03-29T20:46:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-20T03:07:28+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi","datePublished":"2021-03-29T20:46:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T03:07:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888"},"wordCount":485,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888","name":"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-03-29T20:46:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T03:07:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":24,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-biologi-ipb-university-bedah-sistem-ekskresi-dan-bioteknologi-di-hadapan-pada-para-guru-biologi-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":3920,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920","url_meta":{"origin":3888,"position":0},"title":"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"03\/05\/2021","format":false,"excerpt":"Demi memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan terutama bagi guru-guru Biologi se-Indonesia, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 3, belum lama ini. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen dari Departemen Biologi sebagai narasumber. Mereka memberikan kuliah singkat mengenai sistem\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3870,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3870","url_meta":{"origin":3888,"position":1},"title":"Ingin Jadi Ahli Biologi, Kuliah di IPB University Aja","author":"Support FMIPA","date":"19\/02\/2021","format":false,"excerpt":"Biologi menjadi salah satu ilmu dasar yang berperan penting dalam pengembangan sains dan teknologi dari masa ke masa. Di IPB University, secara khusus Biologi dipelajari dan dikembangkan di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Di departemen ini, biologi\u00a0 dikaji dari berbagai aspek biologi dasar dan aspek lain\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4041,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4041","url_meta":{"origin":3888,"position":2},"title":"Dua Dosen Departemen Biologi FMIPA IPB Bahas Pendalaman Materi Biologi Bagi Para Guru SMA","author":"Support FMIPA","date":"31\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB University menggelar Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2022 Seri ke-3 secara daring, (29\/03). Acara ini ditujukan bagi guru biologi dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi dan pengabdian Departemen Biologi IPB University untuk selalu memberikan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3882,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3882","url_meta":{"origin":3888,"position":3},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Berikan Kuliah Online Sehari untuk Siswa SMA","author":"Support FMIPA","date":"02\/02\/2021","format":false,"excerpt":"Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) \u2013 Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar webinar daring \u201cKuliah Online Sehari di Bio IPB 2021\u201d, (29\/01). Kegiatan yang diperuntukkan bagi siswa-siswi SMA\/MA\/SMK seluruh Indonesia tersebut digelar dalam rangka memperkenalkan Departemen Biologi IPB University dan prospeknya bagi masa depan. Dr\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":5543,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=5543","url_meta":{"origin":3888,"position":4},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Gelar Guest Lecture: Mengungkap Peran Enzim dalam Inovasi Bioplastik","author":"FMIPA","date":"04\/03\/2025","format":false,"excerpt":"Bogor, 3 Maret 2025 \u2013 Departemen Biologi FMIPA IPB University sukses menggelar kuliah tamu yang menghadirkan dua pakar terkemuka dari Division of Biological Science, Nara Institute of Science and Technology, yaitu Prof. Shosuke Yoshida dan Asst. Prof. Adrian Chek Min Fey. Dalam kesempatan istimewa ini, mereka membahas topik inovatif yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-03-at-12.46.582-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-03-at-12.46.582-scaled.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-03-at-12.46.582-scaled.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-03-at-12.46.582-scaled.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-03-at-12.46.582-scaled.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-03-at-12.46.582-scaled.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":5047,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=5047","url_meta":{"origin":3888,"position":5},"title":"Kenalkan Biopori, Warga Babakan Kembar, Situ Gunung Siap Gali Lubang","author":"FMIPA","date":"02\/08\/2019","format":false,"excerpt":"\"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Warga sangat antusias menyaksikan demo yang disampaikan,\" ujar Juarma, Ketua RT Babakan Kembar, Desa Gede Pangrango, Kadudampit, yang terletak di kawasan Situ Gunung. Bertempat di Babakan Kembar, sejumlah dosen dan mahasiswa dari jenjang S1, S2, dan S3 di Departemen Biologi bertemu dengan warga untuk mensosialisasikan lubang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sdgs Biologi&quot;","block_context":{"text":"Sdgs Biologi","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=45"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2a.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2a.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2a.jpeg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2a.jpeg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2a.jpeg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3888"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3888\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3890,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3888\/revisions\/3890"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}