{"id":3894,"date":"2021-03-30T03:16:00","date_gmt":"2021-03-29T20:16:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894"},"modified":"2024-08-20T10:12:05","modified_gmt":"2024-08-20T03:12:05","slug":"prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894","title":{"rendered":"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring bertambahnya usia, munculnya keluhan penyakit seperti asam urat semakin terasa. Dampak ke seluruh tubuh pun tentunya tidak menyenangkan dan bahkan dapat berakibat fatal. Indonesia sebagai negara megabioversitas memiliki berbagai tanaman herbal lokal yang berkhasiat sebagai obat asam urat yang mudah ditanam di pekarangan rumah.<br>Prof Dyah Iswantini, Guru Besar IPB University dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan terdapat beberapa tanaman herbal yang dapat berkhasiat sebagai obat penyembuh asam urat. Asam urat yang secara ilmiah dinamakan goat muncul akibat kandungan kadar asam urat dalam darah yang melampaui batas normal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asam urat yang berlebihan akan terakumulasi dalam darah sebagai kristal berbentuk jarum dan menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Umumnya perempuan lebih berisiko terkena asam urat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi pengobatan yang dapat dilakukan umumnya secara kimia dengan bantuan obat golongan urikosurik ataupun urikostatik seperti allopurinol sebagai penghambat pembentukan asam urat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, terdapat beberapa efek samping bila dikonsumsi dalam jangka panjang, seperti demam bahkan pembentukan batu ginjal. Walaupun prevelansi penyakit sendi di Indonesia semakin menurun, namun harus tetap diwaspadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPeningkatan penyakit goat sering bersamaan juga dengan obesitas dan penuaan, sehingga perlu ditekankan pengembangan strategi pencegahan dan penanganan goat tersebut,\u201d ungkapnya dalam webinar Sapa Agrianita Faperta (Fakultas Pertanian) IPB University Seri 2: Hidup Sehat dengan Herbal, Senin (15\/03).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman herbal lokal seperti sidaguri, kaya akan kandungan alkaloid dan tanin dan berkhasiat sebagai obat diuretik dan analgesik. Dengan tambahan seledri dan tempuyung, obat asam urat herbal tersebut bahkan dapat bersifat sama seperti allopurinol yang dapat menghambat enzim xanthin oksidase.<br>Budidaya sidaguri perlu ditingkatkan sebagai obat herbal asam urat. Hal yang paling penting, produk tersebut telah memenuhi aspek jamu yang baik dan terbuat dari bahan baku terstandarisasi. Terlebih lagi pemerintah telah mencanangkan saintifikasi jamu yang hanya difokuskan pada empat penyakit, salah satunya asam urat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian obat anti goat dilakukan melalui proses yang panjang mulai dari tahun 2003. Hasil uji in vitro dan in vivo formulasi obat anti goat dan dibandingkan dengan allopurinol pun tergolong mengesankan. Uji toksisitas akut pun menunjukkan formula yang diuji hampir tidak toksik sehingga aman dikonsumsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPenurunan kadar asam urat dengan formulasi jamu anti goat dinilai setara bahkan melebihi allopurinol,\u201d sebutnya.<br>Produk komersial anti goat tersebut telah mendapatkan dua hak paten dan beberapa penghargaan seperti \u201cWidyasilpawijana\u201d Duta IPTEK dan \u201cBest Research\u201d dari Ristek Kalbe Science Awards. Obat herbal anti goat dengan mekanisme inhibisi kompetitif tersebut masih pada tahap hilirisasi dan perlu penelitian lanjutan dalam waktu dekat. Dalam waktu kurang lebih dua tahun diharapkan dapat dikomersialkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof Arif Satria, Rektor IPB University mengatakan bahwa Indonesia perlu mewujudkan kedaulatan obat-obatan. Indonesia masih memiliki tantangan untuk memproduksi obat sendiri yang bergantung pada sumber daya alam lokal yang sangat berpotensi. Tugas cendikiawan yakni harus menganalisis penggunaan tanaman herbal lokal yang digunakan masyarakat dengan efektivitasnya secara saintifik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Agrianita IPB University, Retno Widayawati mengatakan kegiatan Sapa Agrianita diharapkan dapat menjadi wahana penyebaran ilmu-ilmu yang dibutuhkan khalayak dalam kehidupan sehari-hari. (MW)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Prof Dyah Iswantini, Prof Arif Satria, Retno Widayawati<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring bertambahnya usia, munculnya keluhan penyakit seperti asam urat semakin terasa. Dampak ke seluruh tubuh pun tentunya tidak menyenangkan dan bahkan dapat berakibat fatal. Indonesia sebagai negara megabioversitas memiliki berbagai tanaman herbal lokal yang berkhasiat sebagai obat asam urat yang mudah ditanam di pekarangan rumah.Prof Dyah Iswantini, Guru Besar IPB University dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan terdapat beberapa tanaman herbal yang dapat berkhasiat sebagai obat penyembuh asam urat. Asam urat yang secara ilmiah dinamakan goat muncul akibat kandungan kadar asam urat dalam darah yang melampaui batas normal. Asam urat yang berlebihan akan terakumulasi dalam darah sebagai kristal berbentuk jarum dan menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Umumnya perempuan lebih berisiko terkena asam urat. Strategi pengobatan yang dapat dilakukan umumnya secara kimia dengan bantuan obat golongan urikosurik ataupun urikostatik seperti allopurinol sebagai penghambat pembentukan asam urat. Namun, terdapat beberapa efek samping bila dikonsumsi dalam jangka panjang, seperti demam bahkan pembentukan batu ginjal. Walaupun prevelansi penyakit sendi di Indonesia semakin menurun, namun harus tetap diwaspadai. \u201cPeningkatan penyakit goat sering bersamaan juga dengan obesitas dan penuaan, sehingga perlu ditekankan pengembangan strategi pencegahan dan penanganan goat tersebut,\u201d ungkapnya dalam webinar Sapa Agrianita Faperta (Fakultas Pertanian) IPB University Seri 2: Hidup Sehat dengan Herbal, Senin (15\/03). Tanaman herbal lokal seperti sidaguri, kaya akan kandungan alkaloid dan tanin dan berkhasiat sebagai obat diuretik dan analgesik. Dengan tambahan seledri dan tempuyung, obat asam urat herbal tersebut bahkan dapat bersifat sama seperti allopurinol yang dapat menghambat enzim xanthin oksidase.Budidaya sidaguri perlu ditingkatkan sebagai obat herbal asam urat. Hal yang paling penting, produk tersebut telah memenuhi aspek jamu yang baik dan terbuat dari bahan baku terstandarisasi. Terlebih lagi pemerintah telah mencanangkan saintifikasi jamu yang hanya difokuskan pada empat penyakit, salah satunya asam urat. Hasil penelitian obat anti goat dilakukan melalui proses yang panjang mulai dari tahun 2003. Hasil uji in vitro dan in vivo formulasi obat anti goat dan dibandingkan dengan allopurinol pun tergolong mengesankan. Uji toksisitas akut pun menunjukkan formula yang diuji hampir tidak toksik sehingga aman dikonsumsi. \u201cPenurunan kadar asam urat dengan formulasi jamu anti goat dinilai setara bahkan melebihi allopurinol,\u201d sebutnya.Produk komersial anti goat tersebut telah mendapatkan dua hak paten dan beberapa penghargaan seperti \u201cWidyasilpawijana\u201d Duta IPTEK dan \u201cBest Research\u201d dari Ristek Kalbe Science Awards. Obat herbal anti goat dengan mekanisme inhibisi kompetitif tersebut masih pada tahap hilirisasi dan perlu penelitian lanjutan dalam waktu dekat. Dalam waktu kurang lebih dua tahun diharapkan dapat dikomersialkan. Prof Arif Satria, Rektor IPB University mengatakan bahwa Indonesia perlu mewujudkan kedaulatan obat-obatan. Indonesia masih memiliki tantangan untuk memproduksi obat sendiri yang bergantung pada sumber daya alam lokal yang sangat berpotensi. Tugas cendikiawan yakni harus menganalisis penggunaan tanaman herbal lokal yang digunakan masyarakat dengan efektivitasnya secara saintifik. Ketua Agrianita IPB University, Retno Widayawati mengatakan kegiatan Sapa Agrianita diharapkan dapat menjadi wahana penyebaran ilmu-ilmu yang dibutuhkan khalayak dalam kehidupan sehari-hari. (MW) Narasumber : Prof Dyah Iswantini, Prof Arif Satria, Retno Widayawati<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3895,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seiring bertambahnya usia, munculnya keluhan penyakit seperti asam urat semakin terasa. Dampak ke seluruh tubuh pun tentunya tidak menyenangkan dan bahkan dapat berakibat fatal. Indonesia sebagai negara megabioversitas memiliki berbagai tanaman herbal lokal yang berkhasiat sebagai obat asam urat yang mudah ditanam di pekarangan rumah.Prof Dyah Iswantini, Guru Besar IPB University dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan terdapat beberapa tanaman herbal yang dapat berkhasiat sebagai obat penyembuh asam urat. Asam urat yang secara ilmiah dinamakan goat muncul akibat kandungan kadar asam urat dalam darah yang melampaui batas normal. Asam urat yang berlebihan akan terakumulasi dalam darah sebagai kristal berbentuk jarum dan menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Umumnya perempuan lebih berisiko terkena asam urat. Strategi pengobatan yang dapat dilakukan umumnya secara kimia dengan bantuan obat golongan urikosurik ataupun urikostatik seperti allopurinol sebagai penghambat pembentukan asam urat. Namun, terdapat beberapa efek samping bila dikonsumsi dalam jangka panjang, seperti demam bahkan pembentukan batu ginjal. Walaupun prevelansi penyakit sendi di Indonesia semakin menurun, namun harus tetap diwaspadai. \u201cPeningkatan penyakit goat sering bersamaan juga dengan obesitas dan penuaan, sehingga perlu ditekankan pengembangan strategi pencegahan dan penanganan goat tersebut,\u201d ungkapnya dalam webinar Sapa Agrianita Faperta (Fakultas Pertanian) IPB University Seri 2: Hidup Sehat dengan Herbal, Senin (15\/03). Tanaman herbal lokal seperti sidaguri, kaya akan kandungan alkaloid dan tanin dan berkhasiat sebagai obat diuretik dan analgesik. Dengan tambahan seledri dan tempuyung, obat asam urat herbal tersebut bahkan dapat bersifat sama seperti allopurinol yang dapat menghambat enzim xanthin oksidase.Budidaya sidaguri perlu ditingkatkan sebagai obat herbal asam urat. Hal yang paling penting, produk tersebut telah memenuhi aspek jamu yang baik dan terbuat dari bahan baku terstandarisasi. Terlebih lagi pemerintah telah mencanangkan saintifikasi jamu yang hanya difokuskan pada empat penyakit, salah satunya asam urat. Hasil penelitian obat anti goat dilakukan melalui proses yang panjang mulai dari tahun 2003. Hasil uji in vitro dan in vivo formulasi obat anti goat dan dibandingkan dengan allopurinol pun tergolong mengesankan. Uji toksisitas akut pun menunjukkan formula yang diuji hampir tidak toksik sehingga aman dikonsumsi. \u201cPenurunan kadar asam urat dengan formulasi jamu anti goat dinilai setara bahkan melebihi allopurinol,\u201d sebutnya.Produk komersial anti goat tersebut telah mendapatkan dua hak paten dan beberapa penghargaan seperti \u201cWidyasilpawijana\u201d Duta IPTEK dan \u201cBest Research\u201d dari Ristek Kalbe Science Awards. Obat herbal anti goat dengan mekanisme inhibisi kompetitif tersebut masih pada tahap hilirisasi dan perlu penelitian lanjutan dalam waktu dekat. Dalam waktu kurang lebih dua tahun diharapkan dapat dikomersialkan. Prof Arif Satria, Rektor IPB University mengatakan bahwa Indonesia perlu mewujudkan kedaulatan obat-obatan. Indonesia masih memiliki tantangan untuk memproduksi obat sendiri yang bergantung pada sumber daya alam lokal yang sangat berpotensi. Tugas cendikiawan yakni harus menganalisis penggunaan tanaman herbal lokal yang digunakan masyarakat dengan efektivitasnya secara saintifik. Ketua Agrianita IPB University, Retno Widayawati mengatakan kegiatan Sapa Agrianita diharapkan dapat menjadi wahana penyebaran ilmu-ilmu yang dibutuhkan khalayak dalam kehidupan sehari-hari. (MW) Narasumber : Prof Dyah Iswantini, Prof Arif Satria, Retno Widayawati\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-29T20:16:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-20T03:12:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita\",\"datePublished\":\"2021-03-29T20:16:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T03:12:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894\"},\"wordCount\":495,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894\",\"name\":\"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-03-29T20:16:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T03:12:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3894#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Seiring bertambahnya usia, munculnya keluhan penyakit seperti asam urat semakin terasa. Dampak ke seluruh tubuh pun tentunya tidak menyenangkan dan bahkan dapat berakibat fatal. Indonesia sebagai negara megabioversitas memiliki berbagai tanaman herbal lokal yang berkhasiat sebagai obat asam urat yang mudah ditanam di pekarangan rumah.Prof Dyah Iswantini, Guru Besar IPB University dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan terdapat beberapa tanaman herbal yang dapat berkhasiat sebagai obat penyembuh asam urat. Asam urat yang secara ilmiah dinamakan goat muncul akibat kandungan kadar asam urat dalam darah yang melampaui batas normal. Asam urat yang berlebihan akan terakumulasi dalam darah sebagai kristal berbentuk jarum dan menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Umumnya perempuan lebih berisiko terkena asam urat. Strategi pengobatan yang dapat dilakukan umumnya secara kimia dengan bantuan obat golongan urikosurik ataupun urikostatik seperti allopurinol sebagai penghambat pembentukan asam urat. Namun, terdapat beberapa efek samping bila dikonsumsi dalam jangka panjang, seperti demam bahkan pembentukan batu ginjal. Walaupun prevelansi penyakit sendi di Indonesia semakin menurun, namun harus tetap diwaspadai. \u201cPeningkatan penyakit goat sering bersamaan juga dengan obesitas dan penuaan, sehingga perlu ditekankan pengembangan strategi pencegahan dan penanganan goat tersebut,\u201d ungkapnya dalam webinar Sapa Agrianita Faperta (Fakultas Pertanian) IPB University Seri 2: Hidup Sehat dengan Herbal, Senin (15\/03). Tanaman herbal lokal seperti sidaguri, kaya akan kandungan alkaloid dan tanin dan berkhasiat sebagai obat diuretik dan analgesik. Dengan tambahan seledri dan tempuyung, obat asam urat herbal tersebut bahkan dapat bersifat sama seperti allopurinol yang dapat menghambat enzim xanthin oksidase.Budidaya sidaguri perlu ditingkatkan sebagai obat herbal asam urat. Hal yang paling penting, produk tersebut telah memenuhi aspek jamu yang baik dan terbuat dari bahan baku terstandarisasi. Terlebih lagi pemerintah telah mencanangkan saintifikasi jamu yang hanya difokuskan pada empat penyakit, salah satunya asam urat. Hasil penelitian obat anti goat dilakukan melalui proses yang panjang mulai dari tahun 2003. Hasil uji in vitro dan in vivo formulasi obat anti goat dan dibandingkan dengan allopurinol pun tergolong mengesankan. Uji toksisitas akut pun menunjukkan formula yang diuji hampir tidak toksik sehingga aman dikonsumsi. \u201cPenurunan kadar asam urat dengan formulasi jamu anti goat dinilai setara bahkan melebihi allopurinol,\u201d sebutnya.Produk komersial anti goat tersebut telah mendapatkan dua hak paten dan beberapa penghargaan seperti \u201cWidyasilpawijana\u201d Duta IPTEK dan \u201cBest Research\u201d dari Ristek Kalbe Science Awards. Obat herbal anti goat dengan mekanisme inhibisi kompetitif tersebut masih pada tahap hilirisasi dan perlu penelitian lanjutan dalam waktu dekat. Dalam waktu kurang lebih dua tahun diharapkan dapat dikomersialkan. Prof Arif Satria, Rektor IPB University mengatakan bahwa Indonesia perlu mewujudkan kedaulatan obat-obatan. Indonesia masih memiliki tantangan untuk memproduksi obat sendiri yang bergantung pada sumber daya alam lokal yang sangat berpotensi. Tugas cendikiawan yakni harus menganalisis penggunaan tanaman herbal lokal yang digunakan masyarakat dengan efektivitasnya secara saintifik. Ketua Agrianita IPB University, Retno Widayawati mengatakan kegiatan Sapa Agrianita diharapkan dapat menjadi wahana penyebaran ilmu-ilmu yang dibutuhkan khalayak dalam kehidupan sehari-hari. (MW) Narasumber : Prof Dyah Iswantini, Prof Arif Satria, Retno Widayawati","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-03-29T20:16:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-20T03:12:05+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita","datePublished":"2021-03-29T20:16:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T03:12:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894"},"wordCount":495,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894","name":"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-03-29T20:16:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T03:12:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":27,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-dyah-iswantini-bicara-keampuhan-sidaguri-untuk-redakan-asam-urat-di-sapa-agrianita-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4069,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069","url_meta":{"origin":3894,"position":0},"title":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit","author":"Support FMIPA","date":"14\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Timbunan lemak berlebih atau kegemukan hingga kini masih menjadi masalah serius. Pasalnya, jika status kegemukan beralih menjadi obesitas, hal ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit serius. Komplikasi yang akan dihadapi oleh penderita obesitas dapat berupa hipertensi, hiperlipidemia, kanker, diabetes, kelainan jantung, gangguan pernafasan, dan kelainan sendi pada penderita usia lanjut. Tim\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4312,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4312","url_meta":{"origin":3894,"position":1},"title":"Prof Hasim: Ini Herbal Terbaik untuk Antiobesitas dan Antidiabetes","author":"Support FMIPA","date":"23\/10\/2023","format":false,"excerpt":"Prof Hasim, DEA, Guru Besar IPB University berhasil memperoleh 10 tanaman terbaik di Indonesia yang memiliki potensi antiobesitas. Riset panjang yang dilakukannya itu juga ditemukan 6 jenis herbal antidiabetes. Hal tersebut terungkap dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah secara daring pada Kamis (19\/10). Dalam paparannya, Prof Hasim mengungkapkan 10 jenis\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3864,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3864","url_meta":{"origin":3894,"position":2},"title":"Usai Berburu Ilmu Bioteknologi Pangan, Mahasiswa Biologi Indonesia Ikuti Virtual Tour di Industri Yakult","author":"Support FMIPA","date":"23\/02\/2021","format":false,"excerpt":"Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio), Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar kegiatan Bio on Experience (BOX) 2021 bagi mahasiswa biologi di kampus-kampus perguruan tinggi di Indonesia, (20\/02). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja dari Divisi Bioworld Himabio yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa biologi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3992,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","url_meta":{"origin":3894,"position":3},"title":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat","author":"Support FMIPA","date":"23\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4184,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4184","url_meta":{"origin":3894,"position":4},"title":"Dr Mega Safithri Ungkap Mekanisme Metabolisme Karbohidrat Mempengaruhi Penderita Diabetes","author":"Support FMIPA","date":"20\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh. Namun, konsumsi karbohidrat berlebih sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko terkena penyakit diabetes. Peningkatan konsumsi karbohidrat yang merupakan gula disinyalir dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Ujungnya, berbagai risiko penyakit degeneratif ikut meningkat, terlebih bila jarang berolahraga. Dr Mega Safithri, dosen IPB University dari Departemen\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3971,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3971","url_meta":{"origin":3894,"position":5},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Gelar Kuliah Umum Pengelolaan Cendawan","author":"Support FMIPA","date":"09\/12\/2021","format":false,"excerpt":"Kesuburan tanah merupakan suatu tren untuk riset penelitian dan pengembangan. Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Mikoina Komunitas Bogor dan Indonesian Center for Tropical Sciences menyelenggarakan kuliah umum daring. Kuliah umum tersebut bertema \u201cStrategi Pengelolaan Aset Biodiversitas Cendawan di Indonesia\u201d (06\/12). Ketua Kelompok Peneliti Biologi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3896,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3894\/revisions\/3896"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}