{"id":3912,"date":"2021-04-26T03:55:00","date_gmt":"2021-04-25T20:55:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912"},"modified":"2024-08-20T10:26:17","modified_gmt":"2024-08-20T03:26:17","slug":"dr-berry-juliandi-jumlah-peneliti-di-indonesia-masih-kurang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912","title":{"rendered":"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Besarnya peluang untuk menjadi peneliti di Indonesia perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik bagi calon peneliti, khususnya mahasiswa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pusat pengembangan intelektualitas. Hal tersebut didukung dengan adanya Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu permasalahan terkait riset yang dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Hingga tahun 2019, dari 4.607 perguruan tinggi serta 177.000 dosen dan peneliti yang terdaftar di Science and Technology Index (Sinta), Indonesia hanya menghasilkan 34.007 jurnal yang terindeks Scopus. Rendahnya publikasi ilmiah para peneliti Indonesia salah satunya disebabkan minimnya pemahaman dan minat riset, terutama di kalangan mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghadapi hal tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum for Scientific Studies (Forces) IPB University mengadakan webinar \u2018Research Talk #1\u2019, (18\/4) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan minat riset di kalangan mahasiswa. Webinar nasional tersebut menghadirkan Dr Berry Juliandi, salah satu tim pengelolaan jurnal ilmiah internasional bereputasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam webinar tersebut Dr Berry yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini menyampaikan berbagai hal terkait riset dan penelitian. Dari cara memulai suatu penelitian, perbedaan penelitian dasar dan terapan, karakter institusi berdasarkan jenis penelitian hingga perkembangan pendidikan 4.0 yang selaras dengan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaat ini, jumlah peneliti di Indonesia bertambah setiap tahunnya. Namun masih diperlukan lebih banyak peneliti lagi. Selain itu, Kementerian Keuangan (2019) menyatakan bahwa alokasi dana riset masih di bawah satu persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sedangkan negara seperti Jepang dan Korea sudah di atas 3-4,5 persen dari PDB. Dua hal ini mendasari bahwa penelitian di Indonesia perlu ditingkatkan lagi dan masih banyaknya peluang untuk menjadi peneliti,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu hambatan peneliti Indonesia dalam memperoleh pendanaan yakni kurangnya dukungan dari pemerintah ataupun pihak swasta. Dr Berry juga mengungkapkan bahwa IPB University akan mengadakan crowdfunding atau dana wakaf bagi masyarakat Indonesia yang akan melakukan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPeneliti Indonesia tidak harus selalu mengadakan riset yang sophisticated, karena banyak penelitian yang lebih berdampak bagi masyarakat walaupun kadang dinilai kurang keren. Tetapi hal tersebut memberikan kebermanfaatan yang lebih besar,\u201d imbuhnya. (**\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Source Person : Dr Berry Juliandi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Besarnya peluang untuk menjadi peneliti di Indonesia perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik bagi calon peneliti, khususnya mahasiswa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pusat pengembangan intelektualitas. Hal tersebut didukung dengan adanya Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu permasalahan terkait riset yang dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Hingga tahun 2019, dari 4.607 perguruan tinggi serta 177.000 dosen dan peneliti yang terdaftar di Science and Technology Index (Sinta), Indonesia hanya menghasilkan 34.007 jurnal yang terindeks Scopus. Rendahnya publikasi ilmiah para peneliti Indonesia salah satunya disebabkan minimnya pemahaman dan minat riset, terutama di kalangan mahasiswa. Menghadapi hal tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum for Scientific Studies (Forces) IPB University mengadakan webinar \u2018Research Talk #1\u2019, (18\/4) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan minat riset di kalangan mahasiswa. Webinar nasional tersebut menghadirkan Dr Berry Juliandi, salah satu tim pengelolaan jurnal ilmiah internasional bereputasi. Dalam webinar tersebut Dr Berry yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini menyampaikan berbagai hal terkait riset dan penelitian. Dari cara memulai suatu penelitian, perbedaan penelitian dasar dan terapan, karakter institusi berdasarkan jenis penelitian hingga perkembangan pendidikan 4.0 yang selaras dengan penelitian. \u201cSaat ini, jumlah peneliti di Indonesia bertambah setiap tahunnya. Namun masih diperlukan lebih banyak peneliti lagi. Selain itu, Kementerian Keuangan (2019) menyatakan bahwa alokasi dana riset masih di bawah satu persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sedangkan negara seperti Jepang dan Korea sudah di atas 3-4,5 persen dari PDB. Dua hal ini mendasari bahwa penelitian di Indonesia perlu ditingkatkan lagi dan masih banyaknya peluang untuk menjadi peneliti,\u201d ujarnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu hambatan peneliti Indonesia dalam memperoleh pendanaan yakni kurangnya dukungan dari pemerintah ataupun pihak swasta. Dr Berry juga mengungkapkan bahwa IPB University akan mengadakan crowdfunding atau dana wakaf bagi masyarakat Indonesia yang akan melakukan penelitian. \u201cPeneliti Indonesia tidak harus selalu mengadakan riset yang sophisticated, karena banyak penelitian yang lebih berdampak bagi masyarakat walaupun kadang dinilai kurang keren. Tetapi hal tersebut memberikan kebermanfaatan yang lebih besar,\u201d imbuhnya. (**\/Zul) Source Person : Dr Berry Juliandi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3913,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Besarnya peluang untuk menjadi peneliti di Indonesia perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik bagi calon peneliti, khususnya mahasiswa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pusat pengembangan intelektualitas. Hal tersebut didukung dengan adanya Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu permasalahan terkait riset yang dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Hingga tahun 2019, dari 4.607 perguruan tinggi serta 177.000 dosen dan peneliti yang terdaftar di Science and Technology Index (Sinta), Indonesia hanya menghasilkan 34.007 jurnal yang terindeks Scopus. Rendahnya publikasi ilmiah para peneliti Indonesia salah satunya disebabkan minimnya pemahaman dan minat riset, terutama di kalangan mahasiswa. Menghadapi hal tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum for Scientific Studies (Forces) IPB University mengadakan webinar \u2018Research Talk #1\u2019, (18\/4) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan minat riset di kalangan mahasiswa. Webinar nasional tersebut menghadirkan Dr Berry Juliandi, salah satu tim pengelolaan jurnal ilmiah internasional bereputasi. Dalam webinar tersebut Dr Berry yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini menyampaikan berbagai hal terkait riset dan penelitian. Dari cara memulai suatu penelitian, perbedaan penelitian dasar dan terapan, karakter institusi berdasarkan jenis penelitian hingga perkembangan pendidikan 4.0 yang selaras dengan penelitian. \u201cSaat ini, jumlah peneliti di Indonesia bertambah setiap tahunnya. Namun masih diperlukan lebih banyak peneliti lagi. Selain itu, Kementerian Keuangan (2019) menyatakan bahwa alokasi dana riset masih di bawah satu persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sedangkan negara seperti Jepang dan Korea sudah di atas 3-4,5 persen dari PDB. Dua hal ini mendasari bahwa penelitian di Indonesia perlu ditingkatkan lagi dan masih banyaknya peluang untuk menjadi peneliti,\u201d ujarnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu hambatan peneliti Indonesia dalam memperoleh pendanaan yakni kurangnya dukungan dari pemerintah ataupun pihak swasta. Dr Berry juga mengungkapkan bahwa IPB University akan mengadakan crowdfunding atau dana wakaf bagi masyarakat Indonesia yang akan melakukan penelitian. \u201cPeneliti Indonesia tidak harus selalu mengadakan riset yang sophisticated, karena banyak penelitian yang lebih berdampak bagi masyarakat walaupun kadang dinilai kurang keren. Tetapi hal tersebut memberikan kebermanfaatan yang lebih besar,\u201d imbuhnya. (**\/Zul) Source Person : Dr Berry Juliandi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-25T20:55:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-20T03:26:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang\",\"datePublished\":\"2021-04-25T20:55:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T03:26:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912\"},\"wordCount\":347,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912\",\"name\":\"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-25T20:55:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T03:26:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3912#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Besarnya peluang untuk menjadi peneliti di Indonesia perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik bagi calon peneliti, khususnya mahasiswa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pusat pengembangan intelektualitas. Hal tersebut didukung dengan adanya Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu permasalahan terkait riset yang dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Hingga tahun 2019, dari 4.607 perguruan tinggi serta 177.000 dosen dan peneliti yang terdaftar di Science and Technology Index (Sinta), Indonesia hanya menghasilkan 34.007 jurnal yang terindeks Scopus. Rendahnya publikasi ilmiah para peneliti Indonesia salah satunya disebabkan minimnya pemahaman dan minat riset, terutama di kalangan mahasiswa. Menghadapi hal tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum for Scientific Studies (Forces) IPB University mengadakan webinar \u2018Research Talk #1\u2019, (18\/4) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan minat riset di kalangan mahasiswa. Webinar nasional tersebut menghadirkan Dr Berry Juliandi, salah satu tim pengelolaan jurnal ilmiah internasional bereputasi. Dalam webinar tersebut Dr Berry yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini menyampaikan berbagai hal terkait riset dan penelitian. Dari cara memulai suatu penelitian, perbedaan penelitian dasar dan terapan, karakter institusi berdasarkan jenis penelitian hingga perkembangan pendidikan 4.0 yang selaras dengan penelitian. \u201cSaat ini, jumlah peneliti di Indonesia bertambah setiap tahunnya. Namun masih diperlukan lebih banyak peneliti lagi. Selain itu, Kementerian Keuangan (2019) menyatakan bahwa alokasi dana riset masih di bawah satu persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sedangkan negara seperti Jepang dan Korea sudah di atas 3-4,5 persen dari PDB. Dua hal ini mendasari bahwa penelitian di Indonesia perlu ditingkatkan lagi dan masih banyaknya peluang untuk menjadi peneliti,\u201d ujarnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu hambatan peneliti Indonesia dalam memperoleh pendanaan yakni kurangnya dukungan dari pemerintah ataupun pihak swasta. Dr Berry juga mengungkapkan bahwa IPB University akan mengadakan crowdfunding atau dana wakaf bagi masyarakat Indonesia yang akan melakukan penelitian. \u201cPeneliti Indonesia tidak harus selalu mengadakan riset yang sophisticated, karena banyak penelitian yang lebih berdampak bagi masyarakat walaupun kadang dinilai kurang keren. Tetapi hal tersebut memberikan kebermanfaatan yang lebih besar,\u201d imbuhnya. (**\/Zul) Source Person : Dr Berry Juliandi","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-04-25T20:55:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-20T03:26:17+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang","datePublished":"2021-04-25T20:55:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T03:26:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912"},"wordCount":347,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912","name":"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-04-25T20:55:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T03:26:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3912#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dr Berry Juliandi: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":21,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr.-berry-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":6419,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6419","url_meta":{"origin":3912,"position":0},"title":"Dr Ivan Permana Putra: Indonesia Negara Megabiodiversitas, Tapi Riset tentang Jamur Masih Sangat Minim","author":"FMIPA","date":"01\/12\/2025","format":false,"excerpt":"Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas. Namun, apakah klaim itu juga berlaku untuk dunia jamur? Pertanyaan ini dibahas Dr Ivan Permana Putra, dosen Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University dalam webinar Ngobrolin Spesies edisi ke-7. Dalam pemaparannya, Dr Ivan menyampaikan bahwa hingga kini, data tentang jamur di\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/ivan-permana-putra.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/ivan-permana-putra.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/ivan-permana-putra.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/ivan-permana-putra.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/ivan-permana-putra.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4066,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4066","url_meta":{"origin":3912,"position":1},"title":"Departemen Fisika IPB University Jajaki Kerjasama Riset dengan NTU Singapura","author":"Support FMIPA","date":"27\/05\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melakukan penjajakan kerjasama penelitian di bidang material science dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura. NTU sendiri pada tahun 2021 menduduki peringkat pertama dalam perangkingan QS WUR dalam subjek material science, sedangkan untuk tahun 2022 menempati urutan ke tiga di\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4060,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","url_meta":{"origin":3912,"position":2},"title":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"27\/05\/2022","format":false,"excerpt":"Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian. Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4026,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4026","url_meta":{"origin":3912,"position":3},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Riset dan Inovasi Para Peneliti IPB University Terkait High Performance Computing dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Alam","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Para peneliti IPB University selalu hadir dalam mengembangkan berbagai inovasi terbaru dengan memanfaatkan teknologi terkini. Pemanfaatan High Performance Computing (HPC) atau Komputasi Berperforma Tinggi menjadi salah satu terobosan saintifik untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi data.HPC ini merupakan kebutuhan penting pada era di mana data menjadi paradigma keempat dalam sains. Kemudahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3903,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3903","url_meta":{"origin":3912,"position":4},"title":"Ingin Jadi Data Analist atau Data Scientist? Pilih Program Studi Statistik dan Sains Data FMIPA IPB University","author":"Support FMIPA","date":"12\/03\/2021","format":false,"excerpt":"Ketua Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB University, Dr Anang Kurnia menjelaskan bahwa salah satu keunggulan Program Studi (Prodi) Statistika dan Sains Data yang bernaung di bawah Departemen yang dipimpinnya adalah beberapa program kerjasama yang dimilikinya dengan pihak luar. Terutama kerjasama dalam rangka mengupayakan peningkatan kualitas\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4354,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4354","url_meta":{"origin":3912,"position":5},"title":"Anak Biologi Merapaat! Sini Kenalan Sama Prodi Keren Ini di FMIPA IPB","author":"Support FMIPA","date":"13\/02\/2024","format":false,"excerpt":"Salah satu program studi (prodi) sarjana di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University adalah Biologi. Sejak dibuka tahun 1982, prodi ini telah bertransformasi menjadi salah satu prodi yang berkualitas di Indonesia dan membuktikan dedikasi tinggi dalam meningkatkan standar pendidikan biologi. Prestasi Prodi Biologi IPB University terlihat dari\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3912"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3912\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3914,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3912\/revisions\/3914"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}