{"id":3915,"date":"2021-05-03T02:34:00","date_gmt":"2021-05-02T19:34:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915"},"modified":"2024-08-20T10:35:49","modified_gmt":"2024-08-20T03:35:49","slug":"dosen-ilmu-komputer-fmipa-ipb-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915","title":{"rendered":"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bekerja sama dengan Working Group Bioinformatika dan Pusat Studi Bioinformatika Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series 1 dengan tema utama \u201cPrecision Medicine for Cancer\u201d, (29\/04). Kegiatan tersebut digelar mengingat pentingnya informasi dan keilmuan dengan pendekatan lintas ilmu, khususnya biosains di IPB University.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ilmu biosains juga ditopang oleh analisis kimia sehingga menambah keragaman data menjadi big data bagi peneliti IPB University. Hasil penelitian tersebut berguna untuk membuat sistematika alur menjadi bermakna serta bermanfaat bagi masyarakat. Berbagai penyakit yang belum disembuhkan sempurna seperti kanker juga menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti. Pengobatan kanker sering mengalami masalah karena membutuhkan presisi bahkan personalisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, Dosen Pascasarjana Program Biomedik Universitas Yarsi memberikan perspektif mengenai prospek dan kendala pada pengobatan presisi untuk kanker. Ia menjelaskan bahwa pengobatan presisi merupakan pendekatan yang sangat berkembang dan menjanjikan. Pengobatan secara presisi tersebut diterapkan berdasarkan profil biomarker pada target individu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, target individu akan mendapatkan manfaat berupa kualitas hidup yang lebih baik bahkan memperpanjang kesempatan bertahan hidup. Namun tentu saja pengobatan tersebut tidak bisa disertamertakan akan berhasil sepenuhnya karena hanya sebagian persen saja yang mendapatkan manfaat secara nyata. Masih diperlukan adanya kolaborasi untuk merealisasikan pengobatan secara presisi pada potensi sebenarnya. Kolaborasi tersebut juga harus mencakup pencegahan yang presisi pada pengobatan secara presisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Mushthofa, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, FMIPA turut hadir dan menyampaikan materi mengenai integrasi data omics berbasis jaringan untuk pengobatan presisi pada kanker. Kanker diketahui sebagai penyakit yang kompleks dan melibatkan berbagai fitur dan proses molekular. Sel-sel kanker terjadi akibat adanya abnormalitas pada molekul genetik. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada sel kanker, peneliti mencoba melihat pola umumnya dan mencari \u2018pemain utama\u2019 atau driver pada kanker. Misalnya protein pada gen yang mengatur signaling dan proses-proses molekular terkait dengan kanker.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPeneliti berusaha melihat berbagai keragaman dari kanker tersebut, misalnya berdasarkan per individu pasien, per enzim yang berbeda, dengan mutasinya yang berbeda tentu menjadi tantangan bagi peneliti dan biomedis untuk memberikan treatment atau prognosis yang paling tepat untuk setiap pasien. Di situlah peran precision medicine tadi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kanker merupakan penyakit yang berbasis pada biological network atau jaringan interaksi antar molekul yang penting dalam fungsi-fungsi sel, misalnya TP53 yang berfungsi sebagai regulator berbagai pathway yang berperan pada kanker. Dengan integrasi data molekular dalam pengobatan presisi dapat membantu menangkap dan memodelkan kompleksitas dari kanker. Tenaga biomedis dapat melakukan treatment yang sifatnya kustom sesuai profil masing-masing pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cNamun (pengobatan) ini kompleks dari segi pengolahan data karena fenotip atau perilaku yang sama bisa jadi didorong oleh mutasi-mutasi yang berbeda. Hal tersebut menjadi basis data secara komputasional dan menjadi peluang untuk kita agar dapat mendefinisikan suatu pendekatan. Ketika kita ingin mengolah data-data omics yang berkaitan dengan kanker tadi, kita selalu coba untuk kaitkan dengan biological network, jadi kita landasi dengan jaringan yang berasal dari sumber-sumber data biologis yang menunjukkan bahwa gen yang termutasi itu berbeda namun tetap saling berhubungan. Sehingga dari pemodelan tersebut kita dapat menghasilkan suatu kesimpulan atau model prediksi yang lebih akurat,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Database yang digunakan di antaranya biological pathways, transcriptional network, protein-protein interaction network, dan cancer-specific network. Model komputasional tersebut nantinya diharapkan mampu berperan dalam berbagai pengambilan keputusan dalam pengobatan secara presisi. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Source Person : Dr Mushthofa, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bekerja sama dengan Working Group Bioinformatika dan Pusat Studi Bioinformatika Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series 1 dengan tema utama \u201cPrecision Medicine for Cancer\u201d, (29\/04). Kegiatan tersebut digelar mengingat pentingnya informasi dan keilmuan dengan pendekatan lintas ilmu, khususnya biosains di IPB University. Ilmu biosains juga ditopang oleh analisis kimia sehingga menambah keragaman data menjadi big data bagi peneliti IPB University. Hasil penelitian tersebut berguna untuk membuat sistematika alur menjadi bermakna serta bermanfaat bagi masyarakat. Berbagai penyakit yang belum disembuhkan sempurna seperti kanker juga menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti. Pengobatan kanker sering mengalami masalah karena membutuhkan presisi bahkan personalisasi. Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, Dosen Pascasarjana Program Biomedik Universitas Yarsi memberikan perspektif mengenai prospek dan kendala pada pengobatan presisi untuk kanker. Ia menjelaskan bahwa pengobatan presisi merupakan pendekatan yang sangat berkembang dan menjanjikan. Pengobatan secara presisi tersebut diterapkan berdasarkan profil biomarker pada target individu. Menurutnya, target individu akan mendapatkan manfaat berupa kualitas hidup yang lebih baik bahkan memperpanjang kesempatan bertahan hidup. Namun tentu saja pengobatan tersebut tidak bisa disertamertakan akan berhasil sepenuhnya karena hanya sebagian persen saja yang mendapatkan manfaat secara nyata. Masih diperlukan adanya kolaborasi untuk merealisasikan pengobatan secara presisi pada potensi sebenarnya. Kolaborasi tersebut juga harus mencakup pencegahan yang presisi pada pengobatan secara presisi. Dr Mushthofa, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, FMIPA turut hadir dan menyampaikan materi mengenai integrasi data omics berbasis jaringan untuk pengobatan presisi pada kanker. Kanker diketahui sebagai penyakit yang kompleks dan melibatkan berbagai fitur dan proses molekular. Sel-sel kanker terjadi akibat adanya abnormalitas pada molekul genetik. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada sel kanker, peneliti mencoba melihat pola umumnya dan mencari \u2018pemain utama\u2019 atau driver pada kanker. Misalnya protein pada gen yang mengatur signaling dan proses-proses molekular terkait dengan kanker. \u201cPeneliti berusaha melihat berbagai keragaman dari kanker tersebut, misalnya berdasarkan per individu pasien, per enzim yang berbeda, dengan mutasinya yang berbeda tentu menjadi tantangan bagi peneliti dan biomedis untuk memberikan treatment atau prognosis yang paling tepat untuk setiap pasien. Di situlah peran precision medicine tadi,\u201d pungkasnya. Kanker merupakan penyakit yang berbasis pada biological network atau jaringan interaksi antar molekul yang penting dalam fungsi-fungsi sel, misalnya TP53 yang berfungsi sebagai regulator berbagai pathway yang berperan pada kanker. Dengan integrasi data molekular dalam pengobatan presisi dapat membantu menangkap dan memodelkan kompleksitas dari kanker. Tenaga biomedis dapat melakukan treatment yang sifatnya kustom sesuai profil masing-masing pasien. \u201cNamun (pengobatan) ini kompleks dari segi pengolahan data karena fenotip atau perilaku yang sama bisa jadi didorong oleh mutasi-mutasi yang berbeda. Hal tersebut menjadi basis data secara komputasional dan menjadi peluang untuk kita agar dapat mendefinisikan suatu pendekatan. Ketika kita ingin mengolah data-data omics yang berkaitan dengan kanker tadi, kita selalu coba untuk kaitkan dengan biological network, jadi kita landasi dengan jaringan yang berasal dari sumber-sumber data biologis yang menunjukkan bahwa gen yang termutasi itu berbeda namun tetap saling berhubungan. Sehingga dari pemodelan tersebut kita dapat menghasilkan suatu kesimpulan atau model prediksi yang lebih akurat,\u201d jelasnya. Database yang digunakan di antaranya biological pathways, transcriptional network, protein-protein interaction network, dan cancer-specific network. Model komputasional tersebut nantinya diharapkan mampu berperan dalam berbagai pengambilan keputusan dalam pengobatan secara presisi. (MW\/Zul) Source Person : Dr Mushthofa, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3916,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bekerja sama dengan Working Group Bioinformatika dan Pusat Studi Bioinformatika Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series 1 dengan tema utama \u201cPrecision Medicine for Cancer\u201d, (29\/04). Kegiatan tersebut digelar mengingat pentingnya informasi dan keilmuan dengan pendekatan lintas ilmu, khususnya biosains di IPB University. Ilmu biosains juga ditopang oleh analisis kimia sehingga menambah keragaman data menjadi big data bagi peneliti IPB University. Hasil penelitian tersebut berguna untuk membuat sistematika alur menjadi bermakna serta bermanfaat bagi masyarakat. Berbagai penyakit yang belum disembuhkan sempurna seperti kanker juga menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti. Pengobatan kanker sering mengalami masalah karena membutuhkan presisi bahkan personalisasi. Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, Dosen Pascasarjana Program Biomedik Universitas Yarsi memberikan perspektif mengenai prospek dan kendala pada pengobatan presisi untuk kanker. Ia menjelaskan bahwa pengobatan presisi merupakan pendekatan yang sangat berkembang dan menjanjikan. Pengobatan secara presisi tersebut diterapkan berdasarkan profil biomarker pada target individu. Menurutnya, target individu akan mendapatkan manfaat berupa kualitas hidup yang lebih baik bahkan memperpanjang kesempatan bertahan hidup. Namun tentu saja pengobatan tersebut tidak bisa disertamertakan akan berhasil sepenuhnya karena hanya sebagian persen saja yang mendapatkan manfaat secara nyata. Masih diperlukan adanya kolaborasi untuk merealisasikan pengobatan secara presisi pada potensi sebenarnya. Kolaborasi tersebut juga harus mencakup pencegahan yang presisi pada pengobatan secara presisi. Dr Mushthofa, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, FMIPA turut hadir dan menyampaikan materi mengenai integrasi data omics berbasis jaringan untuk pengobatan presisi pada kanker. Kanker diketahui sebagai penyakit yang kompleks dan melibatkan berbagai fitur dan proses molekular. Sel-sel kanker terjadi akibat adanya abnormalitas pada molekul genetik. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada sel kanker, peneliti mencoba melihat pola umumnya dan mencari \u2018pemain utama\u2019 atau driver pada kanker. Misalnya protein pada gen yang mengatur signaling dan proses-proses molekular terkait dengan kanker. \u201cPeneliti berusaha melihat berbagai keragaman dari kanker tersebut, misalnya berdasarkan per individu pasien, per enzim yang berbeda, dengan mutasinya yang berbeda tentu menjadi tantangan bagi peneliti dan biomedis untuk memberikan treatment atau prognosis yang paling tepat untuk setiap pasien. Di situlah peran precision medicine tadi,\u201d pungkasnya. Kanker merupakan penyakit yang berbasis pada biological network atau jaringan interaksi antar molekul yang penting dalam fungsi-fungsi sel, misalnya TP53 yang berfungsi sebagai regulator berbagai pathway yang berperan pada kanker. Dengan integrasi data molekular dalam pengobatan presisi dapat membantu menangkap dan memodelkan kompleksitas dari kanker. Tenaga biomedis dapat melakukan treatment yang sifatnya kustom sesuai profil masing-masing pasien. \u201cNamun (pengobatan) ini kompleks dari segi pengolahan data karena fenotip atau perilaku yang sama bisa jadi didorong oleh mutasi-mutasi yang berbeda. Hal tersebut menjadi basis data secara komputasional dan menjadi peluang untuk kita agar dapat mendefinisikan suatu pendekatan. Ketika kita ingin mengolah data-data omics yang berkaitan dengan kanker tadi, kita selalu coba untuk kaitkan dengan biological network, jadi kita landasi dengan jaringan yang berasal dari sumber-sumber data biologis yang menunjukkan bahwa gen yang termutasi itu berbeda namun tetap saling berhubungan. Sehingga dari pemodelan tersebut kita dapat menghasilkan suatu kesimpulan atau model prediksi yang lebih akurat,\u201d jelasnya. Database yang digunakan di antaranya biological pathways, transcriptional network, protein-protein interaction network, dan cancer-specific network. Model komputasional tersebut nantinya diharapkan mampu berperan dalam berbagai pengambilan keputusan dalam pengobatan secara presisi. (MW\/Zul) Source Person : Dr Mushthofa, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-02T19:34:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-20T03:35:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker\",\"datePublished\":\"2021-05-02T19:34:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T03:35:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915\"},\"wordCount\":560,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915\",\"name\":\"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-02T19:34:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T03:35:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3915#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bekerja sama dengan Working Group Bioinformatika dan Pusat Studi Bioinformatika Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series 1 dengan tema utama \u201cPrecision Medicine for Cancer\u201d, (29\/04). Kegiatan tersebut digelar mengingat pentingnya informasi dan keilmuan dengan pendekatan lintas ilmu, khususnya biosains di IPB University. Ilmu biosains juga ditopang oleh analisis kimia sehingga menambah keragaman data menjadi big data bagi peneliti IPB University. Hasil penelitian tersebut berguna untuk membuat sistematika alur menjadi bermakna serta bermanfaat bagi masyarakat. Berbagai penyakit yang belum disembuhkan sempurna seperti kanker juga menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti. Pengobatan kanker sering mengalami masalah karena membutuhkan presisi bahkan personalisasi. Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, Dosen Pascasarjana Program Biomedik Universitas Yarsi memberikan perspektif mengenai prospek dan kendala pada pengobatan presisi untuk kanker. Ia menjelaskan bahwa pengobatan presisi merupakan pendekatan yang sangat berkembang dan menjanjikan. Pengobatan secara presisi tersebut diterapkan berdasarkan profil biomarker pada target individu. Menurutnya, target individu akan mendapatkan manfaat berupa kualitas hidup yang lebih baik bahkan memperpanjang kesempatan bertahan hidup. Namun tentu saja pengobatan tersebut tidak bisa disertamertakan akan berhasil sepenuhnya karena hanya sebagian persen saja yang mendapatkan manfaat secara nyata. Masih diperlukan adanya kolaborasi untuk merealisasikan pengobatan secara presisi pada potensi sebenarnya. Kolaborasi tersebut juga harus mencakup pencegahan yang presisi pada pengobatan secara presisi. Dr Mushthofa, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, FMIPA turut hadir dan menyampaikan materi mengenai integrasi data omics berbasis jaringan untuk pengobatan presisi pada kanker. Kanker diketahui sebagai penyakit yang kompleks dan melibatkan berbagai fitur dan proses molekular. Sel-sel kanker terjadi akibat adanya abnormalitas pada molekul genetik. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada sel kanker, peneliti mencoba melihat pola umumnya dan mencari \u2018pemain utama\u2019 atau driver pada kanker. Misalnya protein pada gen yang mengatur signaling dan proses-proses molekular terkait dengan kanker. \u201cPeneliti berusaha melihat berbagai keragaman dari kanker tersebut, misalnya berdasarkan per individu pasien, per enzim yang berbeda, dengan mutasinya yang berbeda tentu menjadi tantangan bagi peneliti dan biomedis untuk memberikan treatment atau prognosis yang paling tepat untuk setiap pasien. Di situlah peran precision medicine tadi,\u201d pungkasnya. Kanker merupakan penyakit yang berbasis pada biological network atau jaringan interaksi antar molekul yang penting dalam fungsi-fungsi sel, misalnya TP53 yang berfungsi sebagai regulator berbagai pathway yang berperan pada kanker. Dengan integrasi data molekular dalam pengobatan presisi dapat membantu menangkap dan memodelkan kompleksitas dari kanker. Tenaga biomedis dapat melakukan treatment yang sifatnya kustom sesuai profil masing-masing pasien. \u201cNamun (pengobatan) ini kompleks dari segi pengolahan data karena fenotip atau perilaku yang sama bisa jadi didorong oleh mutasi-mutasi yang berbeda. Hal tersebut menjadi basis data secara komputasional dan menjadi peluang untuk kita agar dapat mendefinisikan suatu pendekatan. Ketika kita ingin mengolah data-data omics yang berkaitan dengan kanker tadi, kita selalu coba untuk kaitkan dengan biological network, jadi kita landasi dengan jaringan yang berasal dari sumber-sumber data biologis yang menunjukkan bahwa gen yang termutasi itu berbeda namun tetap saling berhubungan. Sehingga dari pemodelan tersebut kita dapat menghasilkan suatu kesimpulan atau model prediksi yang lebih akurat,\u201d jelasnya. Database yang digunakan di antaranya biological pathways, transcriptional network, protein-protein interaction network, dan cancer-specific network. Model komputasional tersebut nantinya diharapkan mampu berperan dalam berbagai pengambilan keputusan dalam pengobatan secara presisi. (MW\/Zul) Source Person : Dr Mushthofa, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-05-02T19:34:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-20T03:35:49+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker","datePublished":"2021-05-02T19:34:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T03:35:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915"},"wordCount":560,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915","name":"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-05-02T19:34:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T03:35:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":39,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/dosen-ilmu-komputer-ipb-university-paparkan-peran-bioinformatika-dalam-precision-medicine-bagi-pengobatan-kanker-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4029,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4029","url_meta":{"origin":3915,"position":0},"title":"FMIPA IPB University Rancang Prodi Bioinformatika, Rencanakan Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series pertama di tahun 2022 dengan tajuk \u201cIntegrasi Ilmu Bioinformatika dalam Penciptaan Inovasi Agromaritim\u201d, (08\/03). Dr Berry Juliandi, Dekan FMIPA IPB University menyebutkan FMIPA selalu berusaha menjadi terdepan dalam mendukung visi IPB University sebagai Techno Socio University. Terutama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3855,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3855","url_meta":{"origin":3915,"position":1},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Bagikan Pengetahuan Mengenai Bioinformatika dan Penelitian Terkininya di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"26\/01\/2021","format":false,"excerpt":"Dalam Pertemuan Nasional Masyarakat Komputasi Indonesia yang belum lama ini digelar, Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), hadir sebagai narasumber utama. Ia memberikan kuliah umum mengenai kiprah bidang bioinformatika di Indonesia serta penelitian terkini dan potensi kerjasama lintas\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":3952,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3952","url_meta":{"origin":3915,"position":2},"title":"Para Pakar Bioinformatika IPB University Berbagi Ilmu Terkait Peran Komputasi Berperforma Tinggi pada Bidang Bioinformatika","author":"Support FMIPA","date":"16\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Tiga unit kerja di IPB University yaitu Departemen Ilmu Komputer, Unit Laboratorium Riset Unggulan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bekerjasama menggelar High Performance Computing (HPC) Webinar Series ke-7 dengan tema \u201cHPC pada Bioinformatika\u201d, Selasa (30\/11). Dalam kegiatan ini hadir para pakar bioinformatika IPB University untuk berbagi ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4026,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4026","url_meta":{"origin":3915,"position":3},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Riset dan Inovasi Para Peneliti IPB University Terkait High Performance Computing dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Alam","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Para peneliti IPB University selalu hadir dalam mengembangkan berbagai inovasi terbaru dengan memanfaatkan teknologi terkini. Pemanfaatan High Performance Computing (HPC) atau Komputasi Berperforma Tinggi menjadi salah satu terobosan saintifik untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi data.HPC ini merupakan kebutuhan penting pada era di mana data menjadi paradigma keempat dalam sains. Kemudahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3955,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955","url_meta":{"origin":3915,"position":4},"title":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman","author":"Support FMIPA","date":"16\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Pendekatan bioinformatika semakin banyak digunakan pada berbagai penelitian, termasuk dalam pemuliaan tanaman. Bioinformatika dimanfaatkan dalam proses penyeleksian varietas unggul. Teknologinya kian berkembang dan semakin memudahkan pemulia tanaman. Dr Willy Bayuardi Suwarno, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian menjelaskan bahwa untuk mendapatkan varietas unggul, perlu dilakukan seleksi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3992,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","url_meta":{"origin":3915,"position":5},"title":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat","author":"Support FMIPA","date":"23\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3915"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3917,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3915\/revisions\/3917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}