{"id":3920,"date":"2021-05-03T02:31:00","date_gmt":"2021-05-02T19:31:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920"},"modified":"2024-08-20T11:03:21","modified_gmt":"2024-08-20T04:03:21","slug":"ahli-biologi-fmipa-ipb-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920","title":{"rendered":"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demi memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan terutama bagi guru-guru Biologi se-Indonesia, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 3, belum lama ini. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen dari Departemen Biologi sebagai narasumber. Mereka memberikan kuliah singkat mengenai sistem koordinasi pada hewan dan pengelompokkan tumbuhan. Sementara itu, para guru yang hadir sebagai peserta diberikan pre-test dan post-test singkat sebelum dan sesudah kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi sistem koordinasi pada hewan disampaikan oleh Dr Rika Raffiudin dari Divisi Fungsi dan Perilaku Hewan, Departemen Biologi, FMIPA IPB University. Berdasarkan pengalamannya selama mengajarkan materi fisiologi, diperlukan metode mengajar secara interaktif. Tidak hanya dua dimensi dengan presentasi. Menurutnya, mengajar dengan slide presentasi saja dirasa kurang dapat menggambarkan runtutan proses fisiologi yang terjadi sehingga penggunaan media seperti video interaktif sangat diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaat mengajar, sesuai dengan kurikulum IPB 2020, saya memilih isu yang sedang trending sehingga perhatian mahasiswa akan tercurahkan dan mudah menyelami materi yang disampaikan. Saya juga sering menghubungkan materi kuliah dengan fenomena yang sedang berlangsung atau diprediksi dan materi disampaikan secara terintegrasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah sistem fight or flight, suatu reaksi primitif yang diperlukan untuk bertahan hidup saat dipertemukan oleh situasi yang kurang menguntungkan seperti dalam mengendalikan stres dan kecemasan di masa pandemi sekarang ini. Terdapat dua sistem yang memproses terjadinya fight or flight, yakni koordinasi antara sistem saraf simpatik dan sistem endokrin atau hormon. Mekanismenya terjadi mulai dari persepsi sensorik misalnya informasi diterima mata, lalu informasi diproses di otak selanjutnya diteruskan menjadi respon fisiologis antara lain pelepasan hormon cortisol dan adrenalin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menjelaskan tentang kaitan sistem koordinasi dengan fenomena yang sering terjadi di dunia nyata. Contohnya pada penggunaan psikotropika dan dampaknya pada kesehatan diri, lingkungan, dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Psikotropika sendiri terbagi menjadi tiga golongan yakni sebagai depresan, stimulan, dan halusinogen. Ia menjelaskan bahwa dalam koordinasi sistem saraf, informasi antar sel saraf dihubungkan oleh celah sinaps tempat dikeluarkannya senyawa neurotransmiter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan studi di tingkat selular dan molekular, mekanisme beberapa senyawa psikotropika adalah dengan meniru senyawa neurotransmiter, mem-blokir receptor untuk neurotrasmiter, atau menghalangi terjadinya reuptake neurotransmiter ke dalam saraf. Seperti yang terjadi pada kokain, menghalangi reuptake neurotransmiter sehingga neurotransmiter tertumpuk pada celah sinaps yang memberikan efek euforia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBegitulah mengapa pentingnya belajar hingga ke tingkat seluler dan molekuler, sehingga kita tahu bagaimana pengguna narkoba dapat merasakan euforia karena penumpukan neurotransmiter pada celah sinaps,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Nina Ratna Djuita, Dosen IPB University dari Divisi Ekologi dan Sumber Daya Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA memberikan kuliah umum mengenai tata cara pengelompokkan tumbuhan. Topik bahasannya meliputi tumbuhan tidak berpembuluh seperti lumut dan tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan berpembuluh tersebut terbagi lagi menjadi tumbuhan berpembuluh tidak berbiji dan berpembuluh berbiji terbuka serta berbiji tertutup. Materi tersebut memang dinilai agak berat bila diajarkan pada siswa SMA karena telah diketahui bersama bila tumbuhan memiliki keanekaragaman yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tumbuhan tidak berpembuluh atau lumut, ia menjelaskan tiga divisi utamanya yakni Marchantiophyta, Anthocerotophyta, dan Bryopyhta. Materi yang dijelaskan meliputi karakteristik hingga keanekaragamannya di alam. Tumbuhan paku juga turut dijelaskan, mulai dari karakteristik, cara perkembangbiakkan, hingga manfaatnya bagi kehidupan manusia seperti sebagai bahan pangan dan dekorasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengenai tumbuhan berpembuluh, materi yang disampaikan pun hampir sama, namun ia turut menjelaskan perbedaan antara tumbuhan berbiji terbuka dan tertutup. Karena sebagian besar siswa masih kesulitan membedakan antara kedua jenis tumbuhan tersebut. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Source Person : Dr Nina Ratna Djuita, Dr Rika Raffiudin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demi memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan terutama bagi guru-guru Biologi se-Indonesia, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 3, belum lama ini. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen dari Departemen Biologi sebagai narasumber. Mereka memberikan kuliah singkat mengenai sistem koordinasi pada hewan dan pengelompokkan tumbuhan. Sementara itu, para guru yang hadir sebagai peserta diberikan pre-test dan post-test singkat sebelum dan sesudah kegiatan. Materi sistem koordinasi pada hewan disampaikan oleh Dr Rika Raffiudin dari Divisi Fungsi dan Perilaku Hewan, Departemen Biologi, FMIPA IPB University. Berdasarkan pengalamannya selama mengajarkan materi fisiologi, diperlukan metode mengajar secara interaktif. Tidak hanya dua dimensi dengan presentasi. Menurutnya, mengajar dengan slide presentasi saja dirasa kurang dapat menggambarkan runtutan proses fisiologi yang terjadi sehingga penggunaan media seperti video interaktif sangat diperlukan. \u201cSaat mengajar, sesuai dengan kurikulum IPB 2020, saya memilih isu yang sedang trending sehingga perhatian mahasiswa akan tercurahkan dan mudah menyelami materi yang disampaikan. Saya juga sering menghubungkan materi kuliah dengan fenomena yang sedang berlangsung atau diprediksi dan materi disampaikan secara terintegrasi,\u201d ujarnya. Contohnya adalah sistem fight or flight, suatu reaksi primitif yang diperlukan untuk bertahan hidup saat dipertemukan oleh situasi yang kurang menguntungkan seperti dalam mengendalikan stres dan kecemasan di masa pandemi sekarang ini. Terdapat dua sistem yang memproses terjadinya fight or flight, yakni koordinasi antara sistem saraf simpatik dan sistem endokrin atau hormon. Mekanismenya terjadi mulai dari persepsi sensorik misalnya informasi diterima mata, lalu informasi diproses di otak selanjutnya diteruskan menjadi respon fisiologis antara lain pelepasan hormon cortisol dan adrenalin. Ia juga menjelaskan tentang kaitan sistem koordinasi dengan fenomena yang sering terjadi di dunia nyata. Contohnya pada penggunaan psikotropika dan dampaknya pada kesehatan diri, lingkungan, dan masyarakat. Psikotropika sendiri terbagi menjadi tiga golongan yakni sebagai depresan, stimulan, dan halusinogen. Ia menjelaskan bahwa dalam koordinasi sistem saraf, informasi antar sel saraf dihubungkan oleh celah sinaps tempat dikeluarkannya senyawa neurotransmiter. Berdasarkan studi di tingkat selular dan molekular, mekanisme beberapa senyawa psikotropika adalah dengan meniru senyawa neurotransmiter, mem-blokir receptor untuk neurotrasmiter, atau menghalangi terjadinya reuptake neurotransmiter ke dalam saraf. Seperti yang terjadi pada kokain, menghalangi reuptake neurotransmiter sehingga neurotransmiter tertumpuk pada celah sinaps yang memberikan efek euforia. \u201cBegitulah mengapa pentingnya belajar hingga ke tingkat seluler dan molekuler, sehingga kita tahu bagaimana pengguna narkoba dapat merasakan euforia karena penumpukan neurotransmiter pada celah sinaps,\u201d jelasnya. Dr Nina Ratna Djuita, Dosen IPB University dari Divisi Ekologi dan Sumber Daya Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA memberikan kuliah umum mengenai tata cara pengelompokkan tumbuhan. Topik bahasannya meliputi tumbuhan tidak berpembuluh seperti lumut dan tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan berpembuluh tersebut terbagi lagi menjadi tumbuhan berpembuluh tidak berbiji dan berpembuluh berbiji terbuka serta berbiji tertutup. Materi tersebut memang dinilai agak berat bila diajarkan pada siswa SMA karena telah diketahui bersama bila tumbuhan memiliki keanekaragaman yang tinggi. Pada tumbuhan tidak berpembuluh atau lumut, ia menjelaskan tiga divisi utamanya yakni Marchantiophyta, Anthocerotophyta, dan Bryopyhta. Materi yang dijelaskan meliputi karakteristik hingga keanekaragamannya di alam. Tumbuhan paku juga turut dijelaskan, mulai dari karakteristik, cara perkembangbiakkan, hingga manfaatnya bagi kehidupan manusia seperti sebagai bahan pangan dan dekorasi. Mengenai tumbuhan berpembuluh, materi yang disampaikan pun hampir sama, namun ia turut menjelaskan perbedaan antara tumbuhan berbiji terbuka dan tertutup. Karena sebagian besar siswa masih kesulitan membedakan antara kedua jenis tumbuhan tersebut. (MW\/Zul) Source Person : Dr Nina Ratna Djuita, Dr Rika Raffiudin<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3921,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demi memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan terutama bagi guru-guru Biologi se-Indonesia, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 3, belum lama ini. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen dari Departemen Biologi sebagai narasumber. Mereka memberikan kuliah singkat mengenai sistem koordinasi pada hewan dan pengelompokkan tumbuhan. Sementara itu, para guru yang hadir sebagai peserta diberikan pre-test dan post-test singkat sebelum dan sesudah kegiatan. Materi sistem koordinasi pada hewan disampaikan oleh Dr Rika Raffiudin dari Divisi Fungsi dan Perilaku Hewan, Departemen Biologi, FMIPA IPB University. Berdasarkan pengalamannya selama mengajarkan materi fisiologi, diperlukan metode mengajar secara interaktif. Tidak hanya dua dimensi dengan presentasi. Menurutnya, mengajar dengan slide presentasi saja dirasa kurang dapat menggambarkan runtutan proses fisiologi yang terjadi sehingga penggunaan media seperti video interaktif sangat diperlukan. \u201cSaat mengajar, sesuai dengan kurikulum IPB 2020, saya memilih isu yang sedang trending sehingga perhatian mahasiswa akan tercurahkan dan mudah menyelami materi yang disampaikan. Saya juga sering menghubungkan materi kuliah dengan fenomena yang sedang berlangsung atau diprediksi dan materi disampaikan secara terintegrasi,\u201d ujarnya. Contohnya adalah sistem fight or flight, suatu reaksi primitif yang diperlukan untuk bertahan hidup saat dipertemukan oleh situasi yang kurang menguntungkan seperti dalam mengendalikan stres dan kecemasan di masa pandemi sekarang ini. Terdapat dua sistem yang memproses terjadinya fight or flight, yakni koordinasi antara sistem saraf simpatik dan sistem endokrin atau hormon. Mekanismenya terjadi mulai dari persepsi sensorik misalnya informasi diterima mata, lalu informasi diproses di otak selanjutnya diteruskan menjadi respon fisiologis antara lain pelepasan hormon cortisol dan adrenalin. Ia juga menjelaskan tentang kaitan sistem koordinasi dengan fenomena yang sering terjadi di dunia nyata. Contohnya pada penggunaan psikotropika dan dampaknya pada kesehatan diri, lingkungan, dan masyarakat. Psikotropika sendiri terbagi menjadi tiga golongan yakni sebagai depresan, stimulan, dan halusinogen. Ia menjelaskan bahwa dalam koordinasi sistem saraf, informasi antar sel saraf dihubungkan oleh celah sinaps tempat dikeluarkannya senyawa neurotransmiter. Berdasarkan studi di tingkat selular dan molekular, mekanisme beberapa senyawa psikotropika adalah dengan meniru senyawa neurotransmiter, mem-blokir receptor untuk neurotrasmiter, atau menghalangi terjadinya reuptake neurotransmiter ke dalam saraf. Seperti yang terjadi pada kokain, menghalangi reuptake neurotransmiter sehingga neurotransmiter tertumpuk pada celah sinaps yang memberikan efek euforia. \u201cBegitulah mengapa pentingnya belajar hingga ke tingkat seluler dan molekuler, sehingga kita tahu bagaimana pengguna narkoba dapat merasakan euforia karena penumpukan neurotransmiter pada celah sinaps,\u201d jelasnya. Dr Nina Ratna Djuita, Dosen IPB University dari Divisi Ekologi dan Sumber Daya Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA memberikan kuliah umum mengenai tata cara pengelompokkan tumbuhan. Topik bahasannya meliputi tumbuhan tidak berpembuluh seperti lumut dan tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan berpembuluh tersebut terbagi lagi menjadi tumbuhan berpembuluh tidak berbiji dan berpembuluh berbiji terbuka serta berbiji tertutup. Materi tersebut memang dinilai agak berat bila diajarkan pada siswa SMA karena telah diketahui bersama bila tumbuhan memiliki keanekaragaman yang tinggi. Pada tumbuhan tidak berpembuluh atau lumut, ia menjelaskan tiga divisi utamanya yakni Marchantiophyta, Anthocerotophyta, dan Bryopyhta. Materi yang dijelaskan meliputi karakteristik hingga keanekaragamannya di alam. Tumbuhan paku juga turut dijelaskan, mulai dari karakteristik, cara perkembangbiakkan, hingga manfaatnya bagi kehidupan manusia seperti sebagai bahan pangan dan dekorasi. Mengenai tumbuhan berpembuluh, materi yang disampaikan pun hampir sama, namun ia turut menjelaskan perbedaan antara tumbuhan berbiji terbuka dan tertutup. Karena sebagian besar siswa masih kesulitan membedakan antara kedua jenis tumbuhan tersebut. (MW\/Zul) Source Person : Dr Nina Ratna Djuita, Dr Rika Raffiudin\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-02T19:31:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-20T04:03:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\\\/IPA Se-Indonesia\",\"datePublished\":\"2021-05-02T19:31:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T04:03:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920\"},\"wordCount\":559,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920\",\"name\":\"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\\\/IPA Se-Indonesia - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-02T19:31:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T04:03:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3920#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\\\/IPA Se-Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Demi memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan terutama bagi guru-guru Biologi se-Indonesia, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 3, belum lama ini. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen dari Departemen Biologi sebagai narasumber. Mereka memberikan kuliah singkat mengenai sistem koordinasi pada hewan dan pengelompokkan tumbuhan. Sementara itu, para guru yang hadir sebagai peserta diberikan pre-test dan post-test singkat sebelum dan sesudah kegiatan. Materi sistem koordinasi pada hewan disampaikan oleh Dr Rika Raffiudin dari Divisi Fungsi dan Perilaku Hewan, Departemen Biologi, FMIPA IPB University. Berdasarkan pengalamannya selama mengajarkan materi fisiologi, diperlukan metode mengajar secara interaktif. Tidak hanya dua dimensi dengan presentasi. Menurutnya, mengajar dengan slide presentasi saja dirasa kurang dapat menggambarkan runtutan proses fisiologi yang terjadi sehingga penggunaan media seperti video interaktif sangat diperlukan. \u201cSaat mengajar, sesuai dengan kurikulum IPB 2020, saya memilih isu yang sedang trending sehingga perhatian mahasiswa akan tercurahkan dan mudah menyelami materi yang disampaikan. Saya juga sering menghubungkan materi kuliah dengan fenomena yang sedang berlangsung atau diprediksi dan materi disampaikan secara terintegrasi,\u201d ujarnya. Contohnya adalah sistem fight or flight, suatu reaksi primitif yang diperlukan untuk bertahan hidup saat dipertemukan oleh situasi yang kurang menguntungkan seperti dalam mengendalikan stres dan kecemasan di masa pandemi sekarang ini. Terdapat dua sistem yang memproses terjadinya fight or flight, yakni koordinasi antara sistem saraf simpatik dan sistem endokrin atau hormon. Mekanismenya terjadi mulai dari persepsi sensorik misalnya informasi diterima mata, lalu informasi diproses di otak selanjutnya diteruskan menjadi respon fisiologis antara lain pelepasan hormon cortisol dan adrenalin. Ia juga menjelaskan tentang kaitan sistem koordinasi dengan fenomena yang sering terjadi di dunia nyata. Contohnya pada penggunaan psikotropika dan dampaknya pada kesehatan diri, lingkungan, dan masyarakat. Psikotropika sendiri terbagi menjadi tiga golongan yakni sebagai depresan, stimulan, dan halusinogen. Ia menjelaskan bahwa dalam koordinasi sistem saraf, informasi antar sel saraf dihubungkan oleh celah sinaps tempat dikeluarkannya senyawa neurotransmiter. Berdasarkan studi di tingkat selular dan molekular, mekanisme beberapa senyawa psikotropika adalah dengan meniru senyawa neurotransmiter, mem-blokir receptor untuk neurotrasmiter, atau menghalangi terjadinya reuptake neurotransmiter ke dalam saraf. Seperti yang terjadi pada kokain, menghalangi reuptake neurotransmiter sehingga neurotransmiter tertumpuk pada celah sinaps yang memberikan efek euforia. \u201cBegitulah mengapa pentingnya belajar hingga ke tingkat seluler dan molekuler, sehingga kita tahu bagaimana pengguna narkoba dapat merasakan euforia karena penumpukan neurotransmiter pada celah sinaps,\u201d jelasnya. Dr Nina Ratna Djuita, Dosen IPB University dari Divisi Ekologi dan Sumber Daya Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA memberikan kuliah umum mengenai tata cara pengelompokkan tumbuhan. Topik bahasannya meliputi tumbuhan tidak berpembuluh seperti lumut dan tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan berpembuluh tersebut terbagi lagi menjadi tumbuhan berpembuluh tidak berbiji dan berpembuluh berbiji terbuka serta berbiji tertutup. Materi tersebut memang dinilai agak berat bila diajarkan pada siswa SMA karena telah diketahui bersama bila tumbuhan memiliki keanekaragaman yang tinggi. Pada tumbuhan tidak berpembuluh atau lumut, ia menjelaskan tiga divisi utamanya yakni Marchantiophyta, Anthocerotophyta, dan Bryopyhta. Materi yang dijelaskan meliputi karakteristik hingga keanekaragamannya di alam. Tumbuhan paku juga turut dijelaskan, mulai dari karakteristik, cara perkembangbiakkan, hingga manfaatnya bagi kehidupan manusia seperti sebagai bahan pangan dan dekorasi. Mengenai tumbuhan berpembuluh, materi yang disampaikan pun hampir sama, namun ia turut menjelaskan perbedaan antara tumbuhan berbiji terbuka dan tertutup. Karena sebagian besar siswa masih kesulitan membedakan antara kedua jenis tumbuhan tersebut. (MW\/Zul) Source Person : Dr Nina Ratna Djuita, Dr Rika Raffiudin","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-05-02T19:31:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-20T04:03:21+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia","datePublished":"2021-05-02T19:31:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T04:03:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920"},"wordCount":559,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920","name":"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-05-02T19:31:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T04:03:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3920#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ahli Biologi FMIPA IPB Beri Kuliah Singkat pada Para Guru Biologi\/IPA Se-Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":20,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ahli-biologi-ipb-university-beri-kuliah-singkat-pada-para-guru-biologi-ipa-se-indonesia-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":3888,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3888","url_meta":{"origin":3920,"position":0},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB Bedah Sistem Ekskresi dan Bioteknologi di Hadapan pada Para Guru Biologi","author":"Support FMIPA","date":"30\/03\/2021","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali hadir dengan Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2021 Seri 2 bagi Guru Biologi\/IPA SMA\/MA, (25\/03). Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan secara konsisten sebagai kontribusi Departemen Biologi IPB University pada pengembangan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, dua tema yang diusung adalah mengenai\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4020,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4020","url_meta":{"origin":3920,"position":1},"title":"Siswa-Siswi SMA Icip Kuliah Online Sehari di Departemen Biologi FMIPA IPB","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kembali menggelar kegiatan Kuliah Online Sehari di BioIPB melalui Zoom, (25\/02). Kegiatan diadakan untuk mempromosikan Departemen Biologi kepada para siswa SMA kelas 12. Melalui Kuliah Online Sehari ini, para siswa tidak hanya dapat mencicipi bagaimana rasanya menjadi mahasiswa Biologi IPB University.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3882,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3882","url_meta":{"origin":3920,"position":2},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Berikan Kuliah Online Sehari untuk Siswa SMA","author":"Support FMIPA","date":"02\/02\/2021","format":false,"excerpt":"Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) \u2013 Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar webinar daring \u201cKuliah Online Sehari di Bio IPB 2021\u201d, (29\/01). Kegiatan yang diperuntukkan bagi siswa-siswi SMA\/MA\/SMK seluruh Indonesia tersebut digelar dalam rangka memperkenalkan Departemen Biologi IPB University dan prospeknya bagi masa depan. Dr\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3870,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3870","url_meta":{"origin":3920,"position":3},"title":"Ingin Jadi Ahli Biologi, Kuliah di IPB University Aja","author":"Support FMIPA","date":"19\/02\/2021","format":false,"excerpt":"Biologi menjadi salah satu ilmu dasar yang berperan penting dalam pengembangan sains dan teknologi dari masa ke masa. Di IPB University, secara khusus Biologi dipelajari dan dikembangkan di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Di departemen ini, biologi\u00a0 dikaji dari berbagai aspek biologi dasar dan aspek lain\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4041,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4041","url_meta":{"origin":3920,"position":4},"title":"Dua Dosen Departemen Biologi FMIPA IPB Bahas Pendalaman Materi Biologi Bagi Para Guru SMA","author":"Support FMIPA","date":"31\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB University menggelar Webinar Nasional Pendalaman Biologi 2022 Seri ke-3 secara daring, (29\/03). Acara ini ditujukan bagi guru biologi dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi dan pengabdian Departemen Biologi IPB University untuk selalu memberikan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4327,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4327","url_meta":{"origin":3920,"position":5},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB Gelar Seminar, Salah Satunya Ungkap Alasan Lebah Suka Berkoloni","author":"Support FMIPA","date":"14\/11\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Seminar on Biology, Kamis (2\/11). Topik utama yang diulik terkait lebah dan isu-isu yang menyelimutinya dilihat dari sisi biologi. Adapun peserta yang hadir merupakan mahasiswa Departemen Biologi IPB University. Seminar ini menghadirkan dua mahasiswa, salah satunya dari\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3920"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3922,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3920\/revisions\/3922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}