{"id":3923,"date":"2021-08-21T02:43:00","date_gmt":"2021-08-20T19:43:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923"},"modified":"2024-08-21T10:38:29","modified_gmt":"2024-08-21T03:38:29","slug":"prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923","title":{"rendered":"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena alam semesta banyak dijelaskan melalui Teori Relativitas Umum (TRU) yang dicetuskan oleh Albert Einstein di tahun 1915. Salah satunya adalah teori ini mampu menjelaskan kehadiran gelombang gravitasi yang berhasil dideteksi pertama kali pada bulan september tahun 2015 dan dipublikasikan pada tahun 2016.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof Husin Alatas, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam paparannya di Scientist Series \u201cMenjelajahi Misteri Alam Semesta: Energi Gelap dan Materi Gelap\u201d, (14\/7), menjelaskan bahwa dari keseluruhan komposisi alam semesta, hanya sekitar 4 persen yang terlihat. Sisanya adalah materi gelap (26 persen) dan 70 persennya adalah energi gelap yang tidak diketahui namun kehadirannya dirasakan lewat anomali gerak rotasi galaksi dan percepatan ekspansi alam semesta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMateri gelap adalah materi yang tidak dapat terdeteksi dan tidak dapat berinteraksi secara elektromagnetik. Jumlah materi gelap ini sekitar lima kali lebih banyak dari materi yang terlihat di alam semesta dan hanya bisa berinteraksi melalui gravitasi. Sementara itu, ada spekulasi bahwa energi vakum adalah energi gelap. Tetapi validitasnya belum bisa diverifikasi oleh teori medan kuantum. Sehingga muncul spekulasi lainnya yang diasumsikan dapat menjelaskan keberadaan energi gelap. Misalnya kehadiran medan skalar kuintesen yang belum diketahui eksistensinya, modifikasi persamaan Einstein dengan mengasumsikan kehadiran Skalar Ricci dalam bentuk fungsi tertentu, serta kemungkinan bahwa gravitasi bermassa dengan cepat rambat interaksi kurang dari kelajuan cahaya. Sampai saat ini, materi dan energi gelap masih merupakan misteri yang masih menunggu untuk dibuktikan,\u201d ujar Pakar Fisika IPB University ini dalam kegiatan yang digelar oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya, Ketua ALMI, Dr Sri Fatmawati, Dosen Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, ALMI berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini juga menghadirkan Dr Reinard Primulando dari Departemen Fisika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). (**\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Source : Prof Husin Alatas, http:\/\/ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fenomena alam semesta banyak dijelaskan melalui Teori Relativitas Umum (TRU) yang dicetuskan oleh Albert Einstein di tahun 1915. Salah satunya adalah teori ini mampu menjelaskan kehadiran gelombang gravitasi yang berhasil dideteksi pertama kali pada bulan september tahun 2015 dan dipublikasikan pada tahun 2016. Prof Husin Alatas, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam paparannya di Scientist Series \u201cMenjelajahi Misteri Alam Semesta: Energi Gelap dan Materi Gelap\u201d, (14\/7), menjelaskan bahwa dari keseluruhan komposisi alam semesta, hanya sekitar 4 persen yang terlihat. Sisanya adalah materi gelap (26 persen) dan 70 persennya adalah energi gelap yang tidak diketahui namun kehadirannya dirasakan lewat anomali gerak rotasi galaksi dan percepatan ekspansi alam semesta. \u201cMateri gelap adalah materi yang tidak dapat terdeteksi dan tidak dapat berinteraksi secara elektromagnetik. Jumlah materi gelap ini sekitar lima kali lebih banyak dari materi yang terlihat di alam semesta dan hanya bisa berinteraksi melalui gravitasi. Sementara itu, ada spekulasi bahwa energi vakum adalah energi gelap. Tetapi validitasnya belum bisa diverifikasi oleh teori medan kuantum. Sehingga muncul spekulasi lainnya yang diasumsikan dapat menjelaskan keberadaan energi gelap. Misalnya kehadiran medan skalar kuintesen yang belum diketahui eksistensinya, modifikasi persamaan Einstein dengan mengasumsikan kehadiran Skalar Ricci dalam bentuk fungsi tertentu, serta kemungkinan bahwa gravitasi bermassa dengan cepat rambat interaksi kurang dari kelajuan cahaya. Sampai saat ini, materi dan energi gelap masih merupakan misteri yang masih menunggu untuk dibuktikan,\u201d ujar Pakar Fisika IPB University ini dalam kegiatan yang digelar oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Dalam sambutannya, Ketua ALMI, Dr Sri Fatmawati, Dosen Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, ALMI berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan Dr Reinard Primulando dari Departemen Fisika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). (**\/Zul) Source : Prof Husin Alatas, http:\/\/ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3924,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Fenomena alam semesta banyak dijelaskan melalui Teori Relativitas Umum (TRU) yang dicetuskan oleh Albert Einstein di tahun 1915. Salah satunya adalah teori ini mampu menjelaskan kehadiran gelombang gravitasi yang berhasil dideteksi pertama kali pada bulan september tahun 2015 dan dipublikasikan pada tahun 2016. Prof Husin Alatas, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam paparannya di Scientist Series \u201cMenjelajahi Misteri Alam Semesta: Energi Gelap dan Materi Gelap\u201d, (14\/7), menjelaskan bahwa dari keseluruhan komposisi alam semesta, hanya sekitar 4 persen yang terlihat. Sisanya adalah materi gelap (26 persen) dan 70 persennya adalah energi gelap yang tidak diketahui namun kehadirannya dirasakan lewat anomali gerak rotasi galaksi dan percepatan ekspansi alam semesta. \u201cMateri gelap adalah materi yang tidak dapat terdeteksi dan tidak dapat berinteraksi secara elektromagnetik. Jumlah materi gelap ini sekitar lima kali lebih banyak dari materi yang terlihat di alam semesta dan hanya bisa berinteraksi melalui gravitasi. Sementara itu, ada spekulasi bahwa energi vakum adalah energi gelap. Tetapi validitasnya belum bisa diverifikasi oleh teori medan kuantum. Sehingga muncul spekulasi lainnya yang diasumsikan dapat menjelaskan keberadaan energi gelap. Misalnya kehadiran medan skalar kuintesen yang belum diketahui eksistensinya, modifikasi persamaan Einstein dengan mengasumsikan kehadiran Skalar Ricci dalam bentuk fungsi tertentu, serta kemungkinan bahwa gravitasi bermassa dengan cepat rambat interaksi kurang dari kelajuan cahaya. Sampai saat ini, materi dan energi gelap masih merupakan misteri yang masih menunggu untuk dibuktikan,\u201d ujar Pakar Fisika IPB University ini dalam kegiatan yang digelar oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Dalam sambutannya, Ketua ALMI, Dr Sri Fatmawati, Dosen Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, ALMI berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan Dr Reinard Primulando dari Departemen Fisika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). (**\/Zul) Source : Prof Husin Alatas, http:\/\/ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-20T19:43:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-21T03:38:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen\",\"datePublished\":\"2021-08-20T19:43:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T03:38:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923\"},\"wordCount\":299,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923\",\"name\":\"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-08-20T19:43:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T03:38:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3923#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Fenomena alam semesta banyak dijelaskan melalui Teori Relativitas Umum (TRU) yang dicetuskan oleh Albert Einstein di tahun 1915. Salah satunya adalah teori ini mampu menjelaskan kehadiran gelombang gravitasi yang berhasil dideteksi pertama kali pada bulan september tahun 2015 dan dipublikasikan pada tahun 2016. Prof Husin Alatas, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam paparannya di Scientist Series \u201cMenjelajahi Misteri Alam Semesta: Energi Gelap dan Materi Gelap\u201d, (14\/7), menjelaskan bahwa dari keseluruhan komposisi alam semesta, hanya sekitar 4 persen yang terlihat. Sisanya adalah materi gelap (26 persen) dan 70 persennya adalah energi gelap yang tidak diketahui namun kehadirannya dirasakan lewat anomali gerak rotasi galaksi dan percepatan ekspansi alam semesta. \u201cMateri gelap adalah materi yang tidak dapat terdeteksi dan tidak dapat berinteraksi secara elektromagnetik. Jumlah materi gelap ini sekitar lima kali lebih banyak dari materi yang terlihat di alam semesta dan hanya bisa berinteraksi melalui gravitasi. Sementara itu, ada spekulasi bahwa energi vakum adalah energi gelap. Tetapi validitasnya belum bisa diverifikasi oleh teori medan kuantum. Sehingga muncul spekulasi lainnya yang diasumsikan dapat menjelaskan keberadaan energi gelap. Misalnya kehadiran medan skalar kuintesen yang belum diketahui eksistensinya, modifikasi persamaan Einstein dengan mengasumsikan kehadiran Skalar Ricci dalam bentuk fungsi tertentu, serta kemungkinan bahwa gravitasi bermassa dengan cepat rambat interaksi kurang dari kelajuan cahaya. Sampai saat ini, materi dan energi gelap masih merupakan misteri yang masih menunggu untuk dibuktikan,\u201d ujar Pakar Fisika IPB University ini dalam kegiatan yang digelar oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Dalam sambutannya, Ketua ALMI, Dr Sri Fatmawati, Dosen Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, ALMI berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan Dr Reinard Primulando dari Departemen Fisika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). (**\/Zul) Source : Prof Husin Alatas, http:\/\/ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-08-20T19:43:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-21T03:38:29+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen","datePublished":"2021-08-20T19:43:00+00:00","dateModified":"2024-08-21T03:38:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923"},"wordCount":299,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923","name":"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-08-20T19:43:00+00:00","dateModified":"2024-08-21T03:38:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":23,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/prof-husin-alatas-materi-di-alam-semesta-yang-terlihat-hanya-4-persen-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":6352,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6352","url_meta":{"origin":3923,"position":0},"title":"Nvidia Sebut Fisika Jadi Fondasi AI, Guru Besar IPB University: 80 Persen Teknologi Modern Lahir dari Teori Kuantum","author":"FMIPA","date":"27\/08\/2025","format":false,"excerpt":"Teori kuantum telah melahirkan hampir 80 persen teknologi modern yang manusia gunakan saat ini, termasuk smartphone dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Fakta ini diungkap Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, sebagai respons terhadap pernyataan CEO Nvidia Jensen Huang tentang pentingnya fisika di era kecerdasan buatan. \u201cDalam kurun\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4017,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4017","url_meta":{"origin":3923,"position":1},"title":"Prof Husin Alatas Jelaskan Fenomena Aphelion dan Pengaruhnya terhadap Batuk Pilek","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Aphelion merupakan istilah yang digunakan ketika posisi bumi berada pada titik terjauh dari matahari. Fenomena ini menjadi perhatian sejak beredarnya informasi terkait adanya hubungan fenomena aphelion sebagai penyebab batuk dan pilek. Prof Husin Alatas, Guru Besar IPB University Bidang Fisika Teori sekaligus pengajar mata kuliah Fisika Sistem Kompleks pada Program\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3986,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986","url_meta":{"origin":3923,"position":2},"title":"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut","author":"Support FMIPA","date":"23\/12\/2021","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika IPB University menggelar IPB Physics Talk #19, 16\/12. Pada seri ke-19 ini dihadirkan dosen Kelompok Keahlian Fisika Teori dan Energi Tinggi, Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung dengan topik \u201cNo Hair but Not Bald\u201d. Di awal presentasinya, Prof Bobby Eka Gunara memaparkan tentang black hole (lubang hitam) dan keberadaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4282,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","url_meta":{"origin":3923,"position":3},"title":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA","author":"Support FMIPA","date":"21\/09\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 51 menghadirkan Pakar Astronomi dan Astrofisika Dr Abdurro\u2019uf, peneliti Post Doctoral di Department of Physics, John Hopkins University, Maryland USA. Pada kegiatan itu, ia membawakan materi \u2018The hunt for the first galaxies\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4075,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4075","url_meta":{"origin":3923,"position":4},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB Bahas Kemungkinan Penggunaan Materi Gelap sebagai Sumber Energi Terbarukan","author":"Support FMIPA","date":"14\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika IPB University menyelenggarakan IPB Physics Talk ke-29 pada 19\/5. Webinar ke-29 menghadirkan Reinard Primulando, PhD, dosen di Jurusan Fisika, Universitas Katolik Parahyangan dengan topik \u201cMateri Gelap sebagai Sumber Energi Terbarukan?\u201d Materi presentasi Reinard Primulando, PhD dibagi menjadi tiga topik utama yakni sifat-sifat materi gelap, kemungkinan-kemungkinan dari materi gelap,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4206,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4206","url_meta":{"origin":3923,"position":5},"title":"Departemen Fisika IPB University Undang Ahli Fisika Partikel Cambridge University UK, Bahas Riset Terkini di Large Hadron Collider, CERN","author":"Support FMIPA","date":"19\/10\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menyelenggarakan kegiatan IPB Physics Talk seri ke-38. Kali ini, mengundang Heribertus Bayu Hartanto, PhD yang merupakan peneliti fisika partikel dari Cavendish Laboratory, Cambridge University, United Kingdom (UK). Cambridge University dikenal sebagai salah satu universitas top dunia yang telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3923"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3923\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3925,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3923\/revisions\/3925"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}