{"id":3932,"date":"2021-08-10T02:45:00","date_gmt":"2021-08-09T19:45:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932"},"modified":"2024-08-21T10:43:15","modified_gmt":"2024-08-21T03:43:15","slug":"departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932","title":{"rendered":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Departemen Fisika IPB University hadirkan Pakar Teori Fisika dalam IPB Physics Talk #9 bahas fenomena lubang hitam. Prof Husin Alatas selaku Ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menjelaskan bahwa Physics Talk diadakan untuk memotivasi mahasiswa agar terus belajar, membuka wawasan dan mempererat kolaborasi antar akademisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian-penelitian terkait lubang hitam sendiri sudah banyak digeluti oleh Prof Husin Alatas berkolaborasi dengan Prof Bobby Gunara dan Dr Andy Octavian Latief dari Institut Teknologi Bandung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cOleh karena itu, dalam kesempatan ini, Departemen Fisika IPB University menghadirkan Dr Andy yang akan membawakan topik \u201cWhat are Black Holes Actually\u201d,\u201d ujar Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Andi Octavian Latief memaparkan bahwa dalam Teori Relativitas Umum (TRU), selain menjelaskan tentang kelengkungan ruang waktu, juga menjelaskan akan adanya objek lain yg tidak kalah menariknya. Yakni black hole atau lubang hitam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cLubang hitam serupa dengan planet atau bintang tetapi memiliki rapat massa dan gravitasi yang sangat tinggi sehingga cahaya yang melewatinya pun akan terhisap dan tidak mampu keluar dari lubang hitam tersebut. Lubang hitam ini memiliki singularitas kurvatur di titik pusatnya dan bernilai tak terhingga. Selain itu, lubang hitam memiliki koordinat singularitas (event horizon) di radius semu tertentu. Radius horizon lubang hitam dapat dideskripsikan secara matematis yakni radius Schwarzschild,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, beberapa ide telah dikemukakan oleh pakar fisika teori terkait hal ini. Ide yang pertama adalah lubang hitam berupa gravastar yang diperkenalkan oleh Mazur dan Mottola. Ide utamanya adalah gravitational star (gravastar) adalah objek yang interiornya adalah de Sitter spacetime dan eksteriornya adalah Schwarzschild spacetime yang kedua-duanya adalah vakum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIde yang kedua adalah lubang hitam merupakan graviton condensate yang dikemukakan oleh Dvali dan Gomez pada tahun 2013. Ide ini memandang lubang hitam sebagai interaksi yang lemah antar graviton kondensat Bose-Einstein yang terjadi pada titik kritis kuantum dari transisi fasa. Namun, secara umum masih banyak misteri yang belum dapat dipecahkan melalui teori-teori ini dan bahkan menimbulkan hal-hal baru yang menunggu untuk dibuktikan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Andi juga menanggapi pertanyaan yang menyimpulkan bahwa kajian termodinamika gravastar dan perbandingan antara graviton condensate dan lubang hitam merupakan dua hal yang bertolak belakang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, aspek termodinamika gravastar sudah banyak dibahas terkait entropi dan tekanan di event horizon dari sebuah lubang hitam yang diumpamakan sebagai gravastar. Dalam TRU dijelaskan bahwa akibat adanya kelengkungan ruang waktu, maka dua massa yang berdekatan akan berinteraksi satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBerdasarkan teori gravastar, lubang hitam bukan berupa massa tapi graviton condensate yang dapat menimbulkan kelengkungan ruang waktu yang spesifik. Jadi secara umum, kelengkungan ruang waktu dapat disebabkan oleh massa atau graviton condensate. Jika disebabkan oleh graviton condensate di quantum critical point maka akan menjadi lubang hitam. Dan jika disebabkan oleh massa biasa maka akan membentuk kelengkungan yang biasa. Namun masih banyak hal yang belum bisa terjawab dari teori ini,\u201d tutupnya. (**\/zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Source : Dr Andi Octavian Latief, http:\/\/ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Fisika IPB University hadirkan Pakar Teori Fisika dalam IPB Physics Talk #9 bahas fenomena lubang hitam. Prof Husin Alatas selaku Ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menjelaskan bahwa Physics Talk diadakan untuk memotivasi mahasiswa agar terus belajar, membuka wawasan dan mempererat kolaborasi antar akademisi. Penelitian-penelitian terkait lubang hitam sendiri sudah banyak digeluti oleh Prof Husin Alatas berkolaborasi dengan Prof Bobby Gunara dan Dr Andy Octavian Latief dari Institut Teknologi Bandung. \u201cOleh karena itu, dalam kesempatan ini, Departemen Fisika IPB University menghadirkan Dr Andy yang akan membawakan topik \u201cWhat are Black Holes Actually\u201d,\u201d ujar Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini. Dr Andi Octavian Latief memaparkan bahwa dalam Teori Relativitas Umum (TRU), selain menjelaskan tentang kelengkungan ruang waktu, juga menjelaskan akan adanya objek lain yg tidak kalah menariknya. Yakni black hole atau lubang hitam. \u201cLubang hitam serupa dengan planet atau bintang tetapi memiliki rapat massa dan gravitasi yang sangat tinggi sehingga cahaya yang melewatinya pun akan terhisap dan tidak mampu keluar dari lubang hitam tersebut. Lubang hitam ini memiliki singularitas kurvatur di titik pusatnya dan bernilai tak terhingga. Selain itu, lubang hitam memiliki koordinat singularitas (event horizon) di radius semu tertentu. Radius horizon lubang hitam dapat dideskripsikan secara matematis yakni radius Schwarzschild,\u201d jelasnya. Menurutnya, beberapa ide telah dikemukakan oleh pakar fisika teori terkait hal ini. Ide yang pertama adalah lubang hitam berupa gravastar yang diperkenalkan oleh Mazur dan Mottola. Ide utamanya adalah gravitational star (gravastar) adalah objek yang interiornya adalah de Sitter spacetime dan eksteriornya adalah Schwarzschild spacetime yang kedua-duanya adalah vakum. \u201cIde yang kedua adalah lubang hitam merupakan graviton condensate yang dikemukakan oleh Dvali dan Gomez pada tahun 2013. Ide ini memandang lubang hitam sebagai interaksi yang lemah antar graviton kondensat Bose-Einstein yang terjadi pada titik kritis kuantum dari transisi fasa. Namun, secara umum masih banyak misteri yang belum dapat dipecahkan melalui teori-teori ini dan bahkan menimbulkan hal-hal baru yang menunggu untuk dibuktikan,\u201d imbuhnya. Dr Andi juga menanggapi pertanyaan yang menyimpulkan bahwa kajian termodinamika gravastar dan perbandingan antara graviton condensate dan lubang hitam merupakan dua hal yang bertolak belakang. Menurutnya, aspek termodinamika gravastar sudah banyak dibahas terkait entropi dan tekanan di event horizon dari sebuah lubang hitam yang diumpamakan sebagai gravastar. Dalam TRU dijelaskan bahwa akibat adanya kelengkungan ruang waktu, maka dua massa yang berdekatan akan berinteraksi satu sama lain. \u201cBerdasarkan teori gravastar, lubang hitam bukan berupa massa tapi graviton condensate yang dapat menimbulkan kelengkungan ruang waktu yang spesifik. Jadi secara umum, kelengkungan ruang waktu dapat disebabkan oleh massa atau graviton condensate. Jika disebabkan oleh graviton condensate di quantum critical point maka akan menjadi lubang hitam. Dan jika disebabkan oleh massa biasa maka akan membentuk kelengkungan yang biasa. Namun masih banyak hal yang belum bisa terjawab dari teori ini,\u201d tutupnya. (**\/zul) Source : Dr Andi Octavian Latief, http:\/\/ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9 - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9 - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Departemen Fisika IPB University hadirkan Pakar Teori Fisika dalam IPB Physics Talk #9 bahas fenomena lubang hitam. Prof Husin Alatas selaku Ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menjelaskan bahwa Physics Talk diadakan untuk memotivasi mahasiswa agar terus belajar, membuka wawasan dan mempererat kolaborasi antar akademisi. Penelitian-penelitian terkait lubang hitam sendiri sudah banyak digeluti oleh Prof Husin Alatas berkolaborasi dengan Prof Bobby Gunara dan Dr Andy Octavian Latief dari Institut Teknologi Bandung. \u201cOleh karena itu, dalam kesempatan ini, Departemen Fisika IPB University menghadirkan Dr Andy yang akan membawakan topik \u201cWhat are Black Holes Actually\u201d,\u201d ujar Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini. Dr Andi Octavian Latief memaparkan bahwa dalam Teori Relativitas Umum (TRU), selain menjelaskan tentang kelengkungan ruang waktu, juga menjelaskan akan adanya objek lain yg tidak kalah menariknya. Yakni black hole atau lubang hitam. \u201cLubang hitam serupa dengan planet atau bintang tetapi memiliki rapat massa dan gravitasi yang sangat tinggi sehingga cahaya yang melewatinya pun akan terhisap dan tidak mampu keluar dari lubang hitam tersebut. Lubang hitam ini memiliki singularitas kurvatur di titik pusatnya dan bernilai tak terhingga. Selain itu, lubang hitam memiliki koordinat singularitas (event horizon) di radius semu tertentu. Radius horizon lubang hitam dapat dideskripsikan secara matematis yakni radius Schwarzschild,\u201d jelasnya. Menurutnya, beberapa ide telah dikemukakan oleh pakar fisika teori terkait hal ini. Ide yang pertama adalah lubang hitam berupa gravastar yang diperkenalkan oleh Mazur dan Mottola. Ide utamanya adalah gravitational star (gravastar) adalah objek yang interiornya adalah de Sitter spacetime dan eksteriornya adalah Schwarzschild spacetime yang kedua-duanya adalah vakum. \u201cIde yang kedua adalah lubang hitam merupakan graviton condensate yang dikemukakan oleh Dvali dan Gomez pada tahun 2013. Ide ini memandang lubang hitam sebagai interaksi yang lemah antar graviton kondensat Bose-Einstein yang terjadi pada titik kritis kuantum dari transisi fasa. Namun, secara umum masih banyak misteri yang belum dapat dipecahkan melalui teori-teori ini dan bahkan menimbulkan hal-hal baru yang menunggu untuk dibuktikan,\u201d imbuhnya. Dr Andi juga menanggapi pertanyaan yang menyimpulkan bahwa kajian termodinamika gravastar dan perbandingan antara graviton condensate dan lubang hitam merupakan dua hal yang bertolak belakang. Menurutnya, aspek termodinamika gravastar sudah banyak dibahas terkait entropi dan tekanan di event horizon dari sebuah lubang hitam yang diumpamakan sebagai gravastar. Dalam TRU dijelaskan bahwa akibat adanya kelengkungan ruang waktu, maka dua massa yang berdekatan akan berinteraksi satu sama lain. \u201cBerdasarkan teori gravastar, lubang hitam bukan berupa massa tapi graviton condensate yang dapat menimbulkan kelengkungan ruang waktu yang spesifik. Jadi secara umum, kelengkungan ruang waktu dapat disebabkan oleh massa atau graviton condensate. Jika disebabkan oleh graviton condensate di quantum critical point maka akan menjadi lubang hitam. Dan jika disebabkan oleh massa biasa maka akan membentuk kelengkungan yang biasa. Namun masih banyak hal yang belum bisa terjawab dari teori ini,\u201d tutupnya. (**\/zul) Source : Dr Andi Octavian Latief, http:\/\/ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-09T19:45:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-21T03:43:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9\",\"datePublished\":\"2021-08-09T19:45:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T03:43:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932\"},\"wordCount\":477,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932\",\"name\":\"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9 - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-08-09T19:45:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T03:43:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3932#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9 - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9 - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Departemen Fisika IPB University hadirkan Pakar Teori Fisika dalam IPB Physics Talk #9 bahas fenomena lubang hitam. Prof Husin Alatas selaku Ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menjelaskan bahwa Physics Talk diadakan untuk memotivasi mahasiswa agar terus belajar, membuka wawasan dan mempererat kolaborasi antar akademisi. Penelitian-penelitian terkait lubang hitam sendiri sudah banyak digeluti oleh Prof Husin Alatas berkolaborasi dengan Prof Bobby Gunara dan Dr Andy Octavian Latief dari Institut Teknologi Bandung. \u201cOleh karena itu, dalam kesempatan ini, Departemen Fisika IPB University menghadirkan Dr Andy yang akan membawakan topik \u201cWhat are Black Holes Actually\u201d,\u201d ujar Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini. Dr Andi Octavian Latief memaparkan bahwa dalam Teori Relativitas Umum (TRU), selain menjelaskan tentang kelengkungan ruang waktu, juga menjelaskan akan adanya objek lain yg tidak kalah menariknya. Yakni black hole atau lubang hitam. \u201cLubang hitam serupa dengan planet atau bintang tetapi memiliki rapat massa dan gravitasi yang sangat tinggi sehingga cahaya yang melewatinya pun akan terhisap dan tidak mampu keluar dari lubang hitam tersebut. Lubang hitam ini memiliki singularitas kurvatur di titik pusatnya dan bernilai tak terhingga. Selain itu, lubang hitam memiliki koordinat singularitas (event horizon) di radius semu tertentu. Radius horizon lubang hitam dapat dideskripsikan secara matematis yakni radius Schwarzschild,\u201d jelasnya. Menurutnya, beberapa ide telah dikemukakan oleh pakar fisika teori terkait hal ini. Ide yang pertama adalah lubang hitam berupa gravastar yang diperkenalkan oleh Mazur dan Mottola. Ide utamanya adalah gravitational star (gravastar) adalah objek yang interiornya adalah de Sitter spacetime dan eksteriornya adalah Schwarzschild spacetime yang kedua-duanya adalah vakum. \u201cIde yang kedua adalah lubang hitam merupakan graviton condensate yang dikemukakan oleh Dvali dan Gomez pada tahun 2013. Ide ini memandang lubang hitam sebagai interaksi yang lemah antar graviton kondensat Bose-Einstein yang terjadi pada titik kritis kuantum dari transisi fasa. Namun, secara umum masih banyak misteri yang belum dapat dipecahkan melalui teori-teori ini dan bahkan menimbulkan hal-hal baru yang menunggu untuk dibuktikan,\u201d imbuhnya. Dr Andi juga menanggapi pertanyaan yang menyimpulkan bahwa kajian termodinamika gravastar dan perbandingan antara graviton condensate dan lubang hitam merupakan dua hal yang bertolak belakang. Menurutnya, aspek termodinamika gravastar sudah banyak dibahas terkait entropi dan tekanan di event horizon dari sebuah lubang hitam yang diumpamakan sebagai gravastar. Dalam TRU dijelaskan bahwa akibat adanya kelengkungan ruang waktu, maka dua massa yang berdekatan akan berinteraksi satu sama lain. \u201cBerdasarkan teori gravastar, lubang hitam bukan berupa massa tapi graviton condensate yang dapat menimbulkan kelengkungan ruang waktu yang spesifik. Jadi secara umum, kelengkungan ruang waktu dapat disebabkan oleh massa atau graviton condensate. Jika disebabkan oleh graviton condensate di quantum critical point maka akan menjadi lubang hitam. Dan jika disebabkan oleh massa biasa maka akan membentuk kelengkungan yang biasa. Namun masih banyak hal yang belum bisa terjawab dari teori ini,\u201d tutupnya. (**\/zul) Source : Dr Andi Octavian Latief, http:\/\/ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-08-09T19:45:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-21T03:43:15+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9","datePublished":"2021-08-09T19:45:00+00:00","dateModified":"2024-08-21T03:43:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932"},"wordCount":477,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932","name":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9 - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-08-09T19:45:00+00:00","dateModified":"2024-08-21T03:43:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":31,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-bahas-fenomena-lubang-hitam-dalam-physics-talk-9-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":3986,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986","url_meta":{"origin":3932,"position":0},"title":"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut","author":"Support FMIPA","date":"23\/12\/2021","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika IPB University menggelar IPB Physics Talk #19, 16\/12. Pada seri ke-19 ini dihadirkan dosen Kelompok Keahlian Fisika Teori dan Energi Tinggi, Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung dengan topik \u201cNo Hair but Not Bald\u201d. Di awal presentasinya, Prof Bobby Eka Gunara memaparkan tentang black hole (lubang hitam) dan keberadaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4178,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4178","url_meta":{"origin":3932,"position":1},"title":"Dosen FMIPA IPB University Bahas Peran Fisika dalam Dunia Metaverse","author":"Support FMIPA","date":"14\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi), Departemen Fisika FMIPA IPB University mengadakan Physics Insight yang membahas isu dan fenomena ilmu Fisika terkini. Physics Insight kali ini mengusung tema \u201cFenomena Fisika Modern: Metaverse from The Point of View of Physics\u201d. Narasumber yang hadir adalah Prof Husein Alatas dan Dr Erus Rustami, keduanya adalah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4282,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","url_meta":{"origin":3932,"position":2},"title":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA","author":"Support FMIPA","date":"21\/09\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 51 menghadirkan Pakar Astronomi dan Astrofisika Dr Abdurro\u2019uf, peneliti Post Doctoral di Department of Physics, John Hopkins University, Maryland USA. Pada kegiatan itu, ia membawakan materi \u2018The hunt for the first galaxies\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4206,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4206","url_meta":{"origin":3932,"position":3},"title":"Departemen Fisika IPB University Undang Ahli Fisika Partikel Cambridge University UK, Bahas Riset Terkini di Large Hadron Collider, CERN","author":"Support FMIPA","date":"19\/10\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menyelenggarakan kegiatan IPB Physics Talk seri ke-38. Kali ini, mengundang Heribertus Bayu Hartanto, PhD yang merupakan peneliti fisika partikel dari Cavendish Laboratory, Cambridge University, United Kingdom (UK). Cambridge University dikenal sebagai salah satu universitas top dunia yang telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4223,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4223","url_meta":{"origin":3932,"position":4},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB University Gelar Physics Talk, Hadirkan Pakar Metalurgi","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menghadirkan pakar ilmu fisika dalam \u201cIPB Physics Talk\u201d edisi ke 39, beberapa waktu lalu. Physics Talk edisi ini menghadirkan salah satu narasumber yang berpengalaman dalam dunia material dan metalurgi, yaitu Dr Mochamad Chalid. Ia adalah dosen dan peneliti\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4345,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4345","url_meta":{"origin":3932,"position":5},"title":"Edisi Perdana Physics Talk 2024, Departemen Fisika FMIPA IPB Undang Pakar Optika dan Fotonika","author":"Support FMIPA","date":"25\/01\/2024","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menyelenggarakan kegiatan IPB Physics Talk perdana di tahun 2024. Kegiatan dwi-mingguan ini telah mencapai seri ke-57 dengan narasumber kali ini adalah Dr Agus Muhamad Hatta dari Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Topik yang dipaparkan adalah Optical\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3932"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3934,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3932\/revisions\/3934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}