{"id":3955,"date":"2021-11-16T03:08:00","date_gmt":"2021-11-15T20:08:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955"},"modified":"2024-08-21T11:43:54","modified_gmt":"2024-08-21T04:43:54","slug":"pentingnya-bioinformatika-dalam-seleksi-genomik-bagi-proses-pemuliaan-tanaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955","title":{"rendered":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan bioinformatika semakin banyak digunakan pada berbagai penelitian, termasuk dalam pemuliaan tanaman. Bioinformatika dimanfaatkan dalam proses penyeleksian varietas unggul. Teknologinya kian berkembang dan semakin memudahkan pemulia tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Willy Bayuardi Suwarno, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian menjelaskan bahwa untuk mendapatkan varietas unggul, perlu dilakukan seleksi mulai dari potensi genetiknya. Dengan analisis bioinformatika, potensi produktivitas hasil tanaman dapat diketahui lebih awal tanpa menunggu waktu panen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYakni dengan memanfaatkan marka genetik untuk memrediksikan potensinya. Contohnya adalah menggunakan metode Genomic Estimate Breeding Values (GEBVs). Metode ini digunakan untuk menduga nilai pemuliaan dari suatu individu atau galur berdasarkan informasi marka,\u201d jelasnya dalam Bioinformatics Webinar Series ke-7 berjudul \u201cGenomic Selection in Plant Breeding\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) bekerja sama dengan Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Departemen Ilmu Komputer, Departemen Biokimia dan Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB University (09\/11).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan bahwa informasi yang digunakan yakni data fenotipe sebagai variabel respon dan marka SNP (Single Nucleotide Polymorphism) sebagai prediktornya. Pemulia tanaman nantinya dapat menyeleksi varietas unggul berdasarkan nilai GEBVs. \u201cPenerapannya dapat dicontohkan pada proses biofortivikasi tanaman jagung di negara-negara sub sahara seperti Afrika. Jagung sebagai pangan utama masyarakatnya ditambahkan kandungan provitamin-A untuk mengatasi kasus defisiensi vitamin A,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, metode ini digunakan untuk menentukan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) yang paling berasosiasi dengan fenotipe yang paling menguntungkan. Kolaborasi antar bidang ilmu terutama terkait in silico breeding sangat penting. Terutama pemuliaan tanaman ini membutuhkan simulasi dengan komputer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSeleksi genomik memiliki prospek yang baik. Kita dapat mencoba dengan data set yang ada dan terbuka untuk melakukan pelatihan model prediksi tanpa perlu mengeluarkan suatu investasi yang besar untuk mendapatkan gambaran yang baik terkait prospek seleksi genomik ini. Tentunya diperlukan kolaborasi lintas bidang,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University Departemen Ilmu Komputer FMIPA turut menjelaskan penggunaan SNP yang lebih digemari karena variasi data genetiknya dan pemanfaatannya cukup luas. Ia menyebutkan bahwa sekuens referensi dan fragmen merupakan dua komponen penting dalam melakukan identifikasi SNP. Kualitas fragmen perlu diketahui sebelum melakukan sequence mapping. Bila terdapat noise dalam fragmen, dapat dilakukan pembersihan dengan program Trimmomatic. Proses alignment atau mapping merupakan tahapan yang paling krusial dalam memberikan kesimpulan yang baik dan benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDikarenakan prosesnya yang rumit, dibutuhkan program algoritma untuk melakukan mapping dan filtering yang lebih efektif. Salah satunya dengan ISNIP (Integrated Single Nucleotide Polymorphisme Pipeline) yang dikembangkan IPB University bekerja sama dengan BB-Biogen. ISNIP dapat diakses di http:\/\/isnip.apps.cs.ipb.ac.id,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti Trop BRC IPB University ini telah melakukan beberapa penelitian terkait seleksi genomik. Contohnya dalam mengidentifikasi SNP dan asosiasinya dengan fenotipe. Yakni dengan membangun algoritma tersendiri. Penelitiannya ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYang kita lakukan tidak hanya melihat pengaruh SNP dengan fenotipe tetapi juga pengaruh dari efek epistasis bahwa SNPs saling berinteraksi,\u201d tuturnya. Menurutnya, penelitian tersebut menggunakan metode machine learning, yaitu Random Forest. Dilakukan pemeringkatan SNPs untuk mereduksi ruang pencarian serta menggunakan SFFS (Sequential Forward Floating Selection) untuk melakukan seleksi SNP. Metode yang dikembangkan ini menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan metode-metode sebelumnya. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Dr Willy Bayuardi Suwarno, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendekatan bioinformatika semakin banyak digunakan pada berbagai penelitian, termasuk dalam pemuliaan tanaman. Bioinformatika dimanfaatkan dalam proses penyeleksian varietas unggul. Teknologinya kian berkembang dan semakin memudahkan pemulia tanaman. Dr Willy Bayuardi Suwarno, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian menjelaskan bahwa untuk mendapatkan varietas unggul, perlu dilakukan seleksi mulai dari potensi genetiknya. Dengan analisis bioinformatika, potensi produktivitas hasil tanaman dapat diketahui lebih awal tanpa menunggu waktu panen. \u201cYakni dengan memanfaatkan marka genetik untuk memrediksikan potensinya. Contohnya adalah menggunakan metode Genomic Estimate Breeding Values (GEBVs). Metode ini digunakan untuk menduga nilai pemuliaan dari suatu individu atau galur berdasarkan informasi marka,\u201d jelasnya dalam Bioinformatics Webinar Series ke-7 berjudul \u201cGenomic Selection in Plant Breeding\u201d. Kegiatan ini digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) bekerja sama dengan Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Departemen Ilmu Komputer, Departemen Biokimia dan Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB University (09\/11). Ia menambahkan bahwa informasi yang digunakan yakni data fenotipe sebagai variabel respon dan marka SNP (Single Nucleotide Polymorphism) sebagai prediktornya. Pemulia tanaman nantinya dapat menyeleksi varietas unggul berdasarkan nilai GEBVs. \u201cPenerapannya dapat dicontohkan pada proses biofortivikasi tanaman jagung di negara-negara sub sahara seperti Afrika. Jagung sebagai pangan utama masyarakatnya ditambahkan kandungan provitamin-A untuk mengatasi kasus defisiensi vitamin A,\u201d imbuhnya. Menurutnya, metode ini digunakan untuk menentukan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) yang paling berasosiasi dengan fenotipe yang paling menguntungkan. Kolaborasi antar bidang ilmu terutama terkait in silico breeding sangat penting. Terutama pemuliaan tanaman ini membutuhkan simulasi dengan komputer. \u201cSeleksi genomik memiliki prospek yang baik. Kita dapat mencoba dengan data set yang ada dan terbuka untuk melakukan pelatihan model prediksi tanpa perlu mengeluarkan suatu investasi yang besar untuk mendapatkan gambaran yang baik terkait prospek seleksi genomik ini. Tentunya diperlukan kolaborasi lintas bidang,\u201d jelasnya. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University Departemen Ilmu Komputer FMIPA turut menjelaskan penggunaan SNP yang lebih digemari karena variasi data genetiknya dan pemanfaatannya cukup luas. Ia menyebutkan bahwa sekuens referensi dan fragmen merupakan dua komponen penting dalam melakukan identifikasi SNP. Kualitas fragmen perlu diketahui sebelum melakukan sequence mapping. Bila terdapat noise dalam fragmen, dapat dilakukan pembersihan dengan program Trimmomatic. Proses alignment atau mapping merupakan tahapan yang paling krusial dalam memberikan kesimpulan yang baik dan benar. \u201cDikarenakan prosesnya yang rumit, dibutuhkan program algoritma untuk melakukan mapping dan filtering yang lebih efektif. Salah satunya dengan ISNIP (Integrated Single Nucleotide Polymorphisme Pipeline) yang dikembangkan IPB University bekerja sama dengan BB-Biogen. ISNIP dapat diakses di http:\/\/isnip.apps.cs.ipb.ac.id,\u201d jelasnya. Peneliti Trop BRC IPB University ini telah melakukan beberapa penelitian terkait seleksi genomik. Contohnya dalam mengidentifikasi SNP dan asosiasinya dengan fenotipe. Yakni dengan membangun algoritma tersendiri. Penelitiannya ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi. \u201cYang kita lakukan tidak hanya melihat pengaruh SNP dengan fenotipe tetapi juga pengaruh dari efek epistasis bahwa SNPs saling berinteraksi,\u201d tuturnya. Menurutnya, penelitian tersebut menggunakan metode machine learning, yaitu Random Forest. Dilakukan pemeringkatan SNPs untuk mereduksi ruang pencarian serta menggunakan SFFS (Sequential Forward Floating Selection) untuk melakukan seleksi SNP. Metode yang dikembangkan ini menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan metode-metode sebelumnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Willy Bayuardi Suwarno, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3956,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3955","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pendekatan bioinformatika semakin banyak digunakan pada berbagai penelitian, termasuk dalam pemuliaan tanaman. Bioinformatika dimanfaatkan dalam proses penyeleksian varietas unggul. Teknologinya kian berkembang dan semakin memudahkan pemulia tanaman. Dr Willy Bayuardi Suwarno, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian menjelaskan bahwa untuk mendapatkan varietas unggul, perlu dilakukan seleksi mulai dari potensi genetiknya. Dengan analisis bioinformatika, potensi produktivitas hasil tanaman dapat diketahui lebih awal tanpa menunggu waktu panen. \u201cYakni dengan memanfaatkan marka genetik untuk memrediksikan potensinya. Contohnya adalah menggunakan metode Genomic Estimate Breeding Values (GEBVs). Metode ini digunakan untuk menduga nilai pemuliaan dari suatu individu atau galur berdasarkan informasi marka,\u201d jelasnya dalam Bioinformatics Webinar Series ke-7 berjudul \u201cGenomic Selection in Plant Breeding\u201d. Kegiatan ini digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) bekerja sama dengan Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Departemen Ilmu Komputer, Departemen Biokimia dan Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB University (09\/11). Ia menambahkan bahwa informasi yang digunakan yakni data fenotipe sebagai variabel respon dan marka SNP (Single Nucleotide Polymorphism) sebagai prediktornya. Pemulia tanaman nantinya dapat menyeleksi varietas unggul berdasarkan nilai GEBVs. \u201cPenerapannya dapat dicontohkan pada proses biofortivikasi tanaman jagung di negara-negara sub sahara seperti Afrika. Jagung sebagai pangan utama masyarakatnya ditambahkan kandungan provitamin-A untuk mengatasi kasus defisiensi vitamin A,\u201d imbuhnya. Menurutnya, metode ini digunakan untuk menentukan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) yang paling berasosiasi dengan fenotipe yang paling menguntungkan. Kolaborasi antar bidang ilmu terutama terkait in silico breeding sangat penting. Terutama pemuliaan tanaman ini membutuhkan simulasi dengan komputer. \u201cSeleksi genomik memiliki prospek yang baik. Kita dapat mencoba dengan data set yang ada dan terbuka untuk melakukan pelatihan model prediksi tanpa perlu mengeluarkan suatu investasi yang besar untuk mendapatkan gambaran yang baik terkait prospek seleksi genomik ini. Tentunya diperlukan kolaborasi lintas bidang,\u201d jelasnya. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University Departemen Ilmu Komputer FMIPA turut menjelaskan penggunaan SNP yang lebih digemari karena variasi data genetiknya dan pemanfaatannya cukup luas. Ia menyebutkan bahwa sekuens referensi dan fragmen merupakan dua komponen penting dalam melakukan identifikasi SNP. Kualitas fragmen perlu diketahui sebelum melakukan sequence mapping. Bila terdapat noise dalam fragmen, dapat dilakukan pembersihan dengan program Trimmomatic. Proses alignment atau mapping merupakan tahapan yang paling krusial dalam memberikan kesimpulan yang baik dan benar. \u201cDikarenakan prosesnya yang rumit, dibutuhkan program algoritma untuk melakukan mapping dan filtering yang lebih efektif. Salah satunya dengan ISNIP (Integrated Single Nucleotide Polymorphisme Pipeline) yang dikembangkan IPB University bekerja sama dengan BB-Biogen. ISNIP dapat diakses di http:\/\/isnip.apps.cs.ipb.ac.id,\u201d jelasnya. Peneliti Trop BRC IPB University ini telah melakukan beberapa penelitian terkait seleksi genomik. Contohnya dalam mengidentifikasi SNP dan asosiasinya dengan fenotipe. Yakni dengan membangun algoritma tersendiri. Penelitiannya ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi. \u201cYang kita lakukan tidak hanya melihat pengaruh SNP dengan fenotipe tetapi juga pengaruh dari efek epistasis bahwa SNPs saling berinteraksi,\u201d tuturnya. Menurutnya, penelitian tersebut menggunakan metode machine learning, yaitu Random Forest. Dilakukan pemeringkatan SNPs untuk mereduksi ruang pencarian serta menggunakan SFFS (Sequential Forward Floating Selection) untuk melakukan seleksi SNP. Metode yang dikembangkan ini menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan metode-metode sebelumnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Willy Bayuardi Suwarno, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-15T20:08:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-21T04:43:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman\",\"datePublished\":\"2021-11-15T20:08:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T04:43:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955\"},\"wordCount\":521,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955\",\"name\":\"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-11-15T20:08:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T04:43:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3955#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Pendekatan bioinformatika semakin banyak digunakan pada berbagai penelitian, termasuk dalam pemuliaan tanaman. Bioinformatika dimanfaatkan dalam proses penyeleksian varietas unggul. Teknologinya kian berkembang dan semakin memudahkan pemulia tanaman. Dr Willy Bayuardi Suwarno, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian menjelaskan bahwa untuk mendapatkan varietas unggul, perlu dilakukan seleksi mulai dari potensi genetiknya. Dengan analisis bioinformatika, potensi produktivitas hasil tanaman dapat diketahui lebih awal tanpa menunggu waktu panen. \u201cYakni dengan memanfaatkan marka genetik untuk memrediksikan potensinya. Contohnya adalah menggunakan metode Genomic Estimate Breeding Values (GEBVs). Metode ini digunakan untuk menduga nilai pemuliaan dari suatu individu atau galur berdasarkan informasi marka,\u201d jelasnya dalam Bioinformatics Webinar Series ke-7 berjudul \u201cGenomic Selection in Plant Breeding\u201d. Kegiatan ini digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) bekerja sama dengan Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Departemen Ilmu Komputer, Departemen Biokimia dan Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB University (09\/11). Ia menambahkan bahwa informasi yang digunakan yakni data fenotipe sebagai variabel respon dan marka SNP (Single Nucleotide Polymorphism) sebagai prediktornya. Pemulia tanaman nantinya dapat menyeleksi varietas unggul berdasarkan nilai GEBVs. \u201cPenerapannya dapat dicontohkan pada proses biofortivikasi tanaman jagung di negara-negara sub sahara seperti Afrika. Jagung sebagai pangan utama masyarakatnya ditambahkan kandungan provitamin-A untuk mengatasi kasus defisiensi vitamin A,\u201d imbuhnya. Menurutnya, metode ini digunakan untuk menentukan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) yang paling berasosiasi dengan fenotipe yang paling menguntungkan. Kolaborasi antar bidang ilmu terutama terkait in silico breeding sangat penting. Terutama pemuliaan tanaman ini membutuhkan simulasi dengan komputer. \u201cSeleksi genomik memiliki prospek yang baik. Kita dapat mencoba dengan data set yang ada dan terbuka untuk melakukan pelatihan model prediksi tanpa perlu mengeluarkan suatu investasi yang besar untuk mendapatkan gambaran yang baik terkait prospek seleksi genomik ini. Tentunya diperlukan kolaborasi lintas bidang,\u201d jelasnya. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University Departemen Ilmu Komputer FMIPA turut menjelaskan penggunaan SNP yang lebih digemari karena variasi data genetiknya dan pemanfaatannya cukup luas. Ia menyebutkan bahwa sekuens referensi dan fragmen merupakan dua komponen penting dalam melakukan identifikasi SNP. Kualitas fragmen perlu diketahui sebelum melakukan sequence mapping. Bila terdapat noise dalam fragmen, dapat dilakukan pembersihan dengan program Trimmomatic. Proses alignment atau mapping merupakan tahapan yang paling krusial dalam memberikan kesimpulan yang baik dan benar. \u201cDikarenakan prosesnya yang rumit, dibutuhkan program algoritma untuk melakukan mapping dan filtering yang lebih efektif. Salah satunya dengan ISNIP (Integrated Single Nucleotide Polymorphisme Pipeline) yang dikembangkan IPB University bekerja sama dengan BB-Biogen. ISNIP dapat diakses di http:\/\/isnip.apps.cs.ipb.ac.id,\u201d jelasnya. Peneliti Trop BRC IPB University ini telah melakukan beberapa penelitian terkait seleksi genomik. Contohnya dalam mengidentifikasi SNP dan asosiasinya dengan fenotipe. Yakni dengan membangun algoritma tersendiri. Penelitiannya ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi. \u201cYang kita lakukan tidak hanya melihat pengaruh SNP dengan fenotipe tetapi juga pengaruh dari efek epistasis bahwa SNPs saling berinteraksi,\u201d tuturnya. Menurutnya, penelitian tersebut menggunakan metode machine learning, yaitu Random Forest. Dilakukan pemeringkatan SNPs untuk mereduksi ruang pencarian serta menggunakan SFFS (Sequential Forward Floating Selection) untuk melakukan seleksi SNP. Metode yang dikembangkan ini menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan metode-metode sebelumnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Willy Bayuardi Suwarno, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-11-15T20:08:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-21T04:43:54+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman","datePublished":"2021-11-15T20:08:00+00:00","dateModified":"2024-08-21T04:43:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955"},"wordCount":521,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955","name":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-11-15T20:08:00+00:00","dateModified":"2024-08-21T04:43:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":56,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Bioinformatics-7-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4226,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","url_meta":{"origin":3955,"position":0},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4078,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4078","url_meta":{"origin":3955,"position":1},"title":"Prof Miftahudin Temukan Gen Tanaman yang Toleran Terhadap Cekaman Kekeringan dan Aluminium","author":"Support FMIPA","date":"28\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Prof Miftahudin, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University berhasil menemukan gen tanaman yang toleran terhadap kekeringan dan cekaman Aluminium (Al). Dalam penelitiannya, ia berhasil mengidentifikasi empat kandidat gen toleransi kekeringan dan lima kandidat gen toleransi cekaman Al. Satu gen yang menarik adalah gen OsGERLP yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3992,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","url_meta":{"origin":3955,"position":2},"title":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat","author":"Support FMIPA","date":"23\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3855,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3855","url_meta":{"origin":3955,"position":3},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Bagikan Pengetahuan Mengenai Bioinformatika dan Penelitian Terkininya di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"26\/01\/2021","format":false,"excerpt":"Dalam Pertemuan Nasional Masyarakat Komputasi Indonesia yang belum lama ini digelar, Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), hadir sebagai narasumber utama. Ia memberikan kuliah umum mengenai kiprah bidang bioinformatika di Indonesia serta penelitian terkini dan potensi kerjasama lintas\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":4029,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4029","url_meta":{"origin":3955,"position":4},"title":"FMIPA IPB University Rancang Prodi Bioinformatika, Rencanakan Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series pertama di tahun 2022 dengan tajuk \u201cIntegrasi Ilmu Bioinformatika dalam Penciptaan Inovasi Agromaritim\u201d, (08\/03). Dr Berry Juliandi, Dekan FMIPA IPB University menyebutkan FMIPA selalu berusaha menjadi terdepan dalam mendukung visi IPB University sebagai Techno Socio University. Terutama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3952,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3952","url_meta":{"origin":3955,"position":5},"title":"Para Pakar Bioinformatika IPB University Berbagi Ilmu Terkait Peran Komputasi Berperforma Tinggi pada Bidang Bioinformatika","author":"Support FMIPA","date":"16\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Tiga unit kerja di IPB University yaitu Departemen Ilmu Komputer, Unit Laboratorium Riset Unggulan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bekerjasama menggelar High Performance Computing (HPC) Webinar Series ke-7 dengan tema \u201cHPC pada Bioinformatika\u201d, Selasa (30\/11). Dalam kegiatan ini hadir para pakar bioinformatika IPB University untuk berbagi ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3955"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3955\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3957,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3955\/revisions\/3957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}