{"id":3986,"date":"2021-12-23T03:20:00","date_gmt":"2021-12-22T20:20:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986"},"modified":"2024-08-23T09:30:51","modified_gmt":"2024-08-23T02:30:51","slug":"physics-talk-ke-19-departemen-fisika-fmipa-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986","title":{"rendered":"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut"},"content":{"rendered":"\n<p>Departemen Fisika IPB University menggelar IPB Physics Talk #19, 16\/12. Pada seri ke-19 ini dihadirkan dosen Kelompok Keahlian Fisika Teori dan Energi Tinggi, Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung dengan topik \u201cNo Hair but Not Bald\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Di awal presentasinya, Prof Bobby Eka Gunara memaparkan tentang black hole (lubang hitam) dan keberadaan lubang hitam di alam semesta. Ia menerangkan, lubang hitam memiliki singularitas yang tak berhingga.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKetika cahaya melewati koordinat singularitas (event horizon) maka cahaya tersebut akan diserap karena sifat ruang waktu di dalam dan di luar lubang hitam yang terbalik,\u201d papar Prof Bobby.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, katanya, lubang hitam dapat digambarkan sebagai sumur yang dalamnya tidak berhingga. Keberadaan lubang hitam di alam semesta telah terdeteksi pada tahun 2019 yaitu memiliki massa 6.5 miliar kali massa matahari. Lubang hitam ini berada di pusat galaksi M87 yang dideteksi oleh beberapa teleskop event horizon yang diletakkan di beberapa negara di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut ia menerangkan, berdasarkan sifat lokalnya, lubang hitam dibagi menjadi dua macam yaitu lubang hitam tidak berambut dan berambut. Tidak hanya itu, lubang hitam memiliki massa, densitas massa, muatan listrik, dan momentum sudut yang terlokalisir di titik tertentu yang terdiri atas lubang hitam statis (lubang hitam Schwarzschild dan Reissner-Nordstrom) dan stasioner (lubang hitam Kerr dan Kerr-Newman).<\/p>\n\n\n\n<p>Lubang hitam stasioner berputar sehingga memiliki momentum sudut dan memiliki medan listrik dan medan magnet. Sedangkan lubang hitam berambut sebaliknya, pada jarak tertentu terjadi pada sistem dimana gravitasi terkopel dengan medan skalar atau medan Yang-Mills.<\/p>\n\n\n\n<p>Lubang hitam berambut ini memiliki \u2018rambut\u2019 yang berasal dari medan skalar dan medan gauge sehingga rapat massa dari lubang hitam ini masih memiliki massa pada jarak tertentu dari pusatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Profesor Husin Alatas selaku ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menerangkan, topik tentang lubang hitam merupakan topik yang sangat menarik karena masih banyak hal yang masih menjadi misteri sejak diperkenalkan pertama kali. \u201cTopik ini dihadirkan sebanyak tiga kali dalam acara Physics Talk sepanjang 2021 yang menjelaskan sudut pandang yang berbeda,\u201d terang Prof Husin Alatas. (*)<\/p>\n\n\n\n<p>Narasumber : Prof Bobby Eka Gunara, Profesor Husin Alatas, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Fisika IPB University menggelar IPB Physics Talk #19, 16\/12. Pada seri ke-19 ini dihadirkan dosen Kelompok Keahlian Fisika Teori dan Energi Tinggi, Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung dengan topik \u201cNo Hair but Not Bald\u201d. Di awal presentasinya, Prof Bobby Eka Gunara memaparkan tentang black hole (lubang hitam) dan keberadaan lubang hitam di alam semesta. Ia menerangkan, lubang hitam memiliki singularitas yang tak berhingga. \u201cKetika cahaya melewati koordinat singularitas (event horizon) maka cahaya tersebut akan diserap karena sifat ruang waktu di dalam dan di luar lubang hitam yang terbalik,\u201d papar Prof Bobby. Oleh karena itu, katanya, lubang hitam dapat digambarkan sebagai sumur yang dalamnya tidak berhingga. Keberadaan lubang hitam di alam semesta telah terdeteksi pada tahun 2019 yaitu memiliki massa 6.5 miliar kali massa matahari. Lubang hitam ini berada di pusat galaksi M87 yang dideteksi oleh beberapa teleskop event horizon yang diletakkan di beberapa negara di dunia. Lebih lanjut ia menerangkan, berdasarkan sifat lokalnya, lubang hitam dibagi menjadi dua macam yaitu lubang hitam tidak berambut dan berambut. Tidak hanya itu, lubang hitam memiliki massa, densitas massa, muatan listrik, dan momentum sudut yang terlokalisir di titik tertentu yang terdiri atas lubang hitam statis (lubang hitam Schwarzschild dan Reissner-Nordstrom) dan stasioner (lubang hitam Kerr dan Kerr-Newman). Lubang hitam stasioner berputar sehingga memiliki momentum sudut dan memiliki medan listrik dan medan magnet. Sedangkan lubang hitam berambut sebaliknya, pada jarak tertentu terjadi pada sistem dimana gravitasi terkopel dengan medan skalar atau medan Yang-Mills. Lubang hitam berambut ini memiliki \u2018rambut\u2019 yang berasal dari medan skalar dan medan gauge sehingga rapat massa dari lubang hitam ini masih memiliki massa pada jarak tertentu dari pusatnya. Profesor Husin Alatas selaku ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menerangkan, topik tentang lubang hitam merupakan topik yang sangat menarik karena masih banyak hal yang masih menjadi misteri sejak diperkenalkan pertama kali. \u201cTopik ini dihadirkan sebanyak tiga kali dalam acara Physics Talk sepanjang 2021 yang menjelaskan sudut pandang yang berbeda,\u201d terang Prof Husin Alatas. (*) Narasumber : Prof Bobby Eka Gunara, Profesor Husin Alatas, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3987,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Departemen Fisika IPB University menggelar IPB Physics Talk #19, 16\/12. Pada seri ke-19 ini dihadirkan dosen Kelompok Keahlian Fisika Teori dan Energi Tinggi, Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung dengan topik \u201cNo Hair but Not Bald\u201d. Di awal presentasinya, Prof Bobby Eka Gunara memaparkan tentang black hole (lubang hitam) dan keberadaan lubang hitam di alam semesta. Ia menerangkan, lubang hitam memiliki singularitas yang tak berhingga. \u201cKetika cahaya melewati koordinat singularitas (event horizon) maka cahaya tersebut akan diserap karena sifat ruang waktu di dalam dan di luar lubang hitam yang terbalik,\u201d papar Prof Bobby. Oleh karena itu, katanya, lubang hitam dapat digambarkan sebagai sumur yang dalamnya tidak berhingga. Keberadaan lubang hitam di alam semesta telah terdeteksi pada tahun 2019 yaitu memiliki massa 6.5 miliar kali massa matahari. Lubang hitam ini berada di pusat galaksi M87 yang dideteksi oleh beberapa teleskop event horizon yang diletakkan di beberapa negara di dunia. Lebih lanjut ia menerangkan, berdasarkan sifat lokalnya, lubang hitam dibagi menjadi dua macam yaitu lubang hitam tidak berambut dan berambut. Tidak hanya itu, lubang hitam memiliki massa, densitas massa, muatan listrik, dan momentum sudut yang terlokalisir di titik tertentu yang terdiri atas lubang hitam statis (lubang hitam Schwarzschild dan Reissner-Nordstrom) dan stasioner (lubang hitam Kerr dan Kerr-Newman). Lubang hitam stasioner berputar sehingga memiliki momentum sudut dan memiliki medan listrik dan medan magnet. Sedangkan lubang hitam berambut sebaliknya, pada jarak tertentu terjadi pada sistem dimana gravitasi terkopel dengan medan skalar atau medan Yang-Mills. Lubang hitam berambut ini memiliki \u2018rambut\u2019 yang berasal dari medan skalar dan medan gauge sehingga rapat massa dari lubang hitam ini masih memiliki massa pada jarak tertentu dari pusatnya. Profesor Husin Alatas selaku ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menerangkan, topik tentang lubang hitam merupakan topik yang sangat menarik karena masih banyak hal yang masih menjadi misteri sejak diperkenalkan pertama kali. \u201cTopik ini dihadirkan sebanyak tiga kali dalam acara Physics Talk sepanjang 2021 yang menjelaskan sudut pandang yang berbeda,\u201d terang Prof Husin Alatas. (*) Narasumber : Prof Bobby Eka Gunara, Profesor Husin Alatas, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-22T20:20:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-23T02:30:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut\",\"datePublished\":\"2021-12-22T20:20:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-23T02:30:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986\"},\"wordCount\":345,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986\",\"name\":\"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-22T20:20:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-23T02:30:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Departemen Fisika IPB University menggelar IPB Physics Talk #19, 16\/12. Pada seri ke-19 ini dihadirkan dosen Kelompok Keahlian Fisika Teori dan Energi Tinggi, Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung dengan topik \u201cNo Hair but Not Bald\u201d. Di awal presentasinya, Prof Bobby Eka Gunara memaparkan tentang black hole (lubang hitam) dan keberadaan lubang hitam di alam semesta. Ia menerangkan, lubang hitam memiliki singularitas yang tak berhingga. \u201cKetika cahaya melewati koordinat singularitas (event horizon) maka cahaya tersebut akan diserap karena sifat ruang waktu di dalam dan di luar lubang hitam yang terbalik,\u201d papar Prof Bobby. Oleh karena itu, katanya, lubang hitam dapat digambarkan sebagai sumur yang dalamnya tidak berhingga. Keberadaan lubang hitam di alam semesta telah terdeteksi pada tahun 2019 yaitu memiliki massa 6.5 miliar kali massa matahari. Lubang hitam ini berada di pusat galaksi M87 yang dideteksi oleh beberapa teleskop event horizon yang diletakkan di beberapa negara di dunia. Lebih lanjut ia menerangkan, berdasarkan sifat lokalnya, lubang hitam dibagi menjadi dua macam yaitu lubang hitam tidak berambut dan berambut. Tidak hanya itu, lubang hitam memiliki massa, densitas massa, muatan listrik, dan momentum sudut yang terlokalisir di titik tertentu yang terdiri atas lubang hitam statis (lubang hitam Schwarzschild dan Reissner-Nordstrom) dan stasioner (lubang hitam Kerr dan Kerr-Newman). Lubang hitam stasioner berputar sehingga memiliki momentum sudut dan memiliki medan listrik dan medan magnet. Sedangkan lubang hitam berambut sebaliknya, pada jarak tertentu terjadi pada sistem dimana gravitasi terkopel dengan medan skalar atau medan Yang-Mills. Lubang hitam berambut ini memiliki \u2018rambut\u2019 yang berasal dari medan skalar dan medan gauge sehingga rapat massa dari lubang hitam ini masih memiliki massa pada jarak tertentu dari pusatnya. Profesor Husin Alatas selaku ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menerangkan, topik tentang lubang hitam merupakan topik yang sangat menarik karena masih banyak hal yang masih menjadi misteri sejak diperkenalkan pertama kali. \u201cTopik ini dihadirkan sebanyak tiga kali dalam acara Physics Talk sepanjang 2021 yang menjelaskan sudut pandang yang berbeda,\u201d terang Prof Husin Alatas. (*) Narasumber : Prof Bobby Eka Gunara, Profesor Husin Alatas, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-12-22T20:20:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-23T02:30:51+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut","datePublished":"2021-12-22T20:20:00+00:00","dateModified":"2024-08-23T02:30:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986"},"wordCount":345,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986","name":"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-12-22T20:20:00+00:00","dateModified":"2024-08-23T02:30:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3986#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Physics Talk ke-19 Departemen Fisika FMIPA IPB University Bahas Lubang Hitam Berambut dan Tak Berambut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":11,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/physics-talk-ke-19-departemen-fisika-ipb-university-bahas-lubang-hitam-berambut-dan-tak-berambut-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":3932,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932","url_meta":{"origin":3986,"position":0},"title":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9","author":"Support FMIPA","date":"10\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika IPB University hadirkan Pakar Teori Fisika dalam IPB Physics Talk #9 bahas fenomena lubang hitam. Prof Husin Alatas selaku Ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menjelaskan bahwa Physics Talk diadakan untuk memotivasi mahasiswa agar terus belajar, membuka wawasan dan mempererat kolaborasi antar akademisi. Penelitian-penelitian terkait lubang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4250,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4250","url_meta":{"origin":3986,"position":1},"title":"c et chic: Inovasi Dosen Departemen Fisika FMIPA IPB University untuk Turunkan Kasus Karies di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut tidak jarang sering terlewatkan. Adanya gangguan pada gigi dan mulut akan menyebabkan gangguan pada kehidupan sehari-hari. Seperti menurunnya kesehatan secara umum, menurunkan kepercayaan diri dan mengganggu performa kehidupan sehari-hari. Penyakit gigi yang umum terjadi adalah karies. Di Indonesia, kasus karies pada gigi dapat dikatakan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4282,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","url_meta":{"origin":3986,"position":2},"title":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA","author":"Support FMIPA","date":"21\/09\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 51 menghadirkan Pakar Astronomi dan Astrofisika Dr Abdurro\u2019uf, peneliti Post Doctoral di Department of Physics, John Hopkins University, Maryland USA. Pada kegiatan itu, ia membawakan materi \u2018The hunt for the first galaxies\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4206,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4206","url_meta":{"origin":3986,"position":3},"title":"Departemen Fisika IPB University Undang Ahli Fisika Partikel Cambridge University UK, Bahas Riset Terkini di Large Hadron Collider, CERN","author":"Support FMIPA","date":"19\/10\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menyelenggarakan kegiatan IPB Physics Talk seri ke-38. Kali ini, mengundang Heribertus Bayu Hartanto, PhD yang merupakan peneliti fisika partikel dari Cavendish Laboratory, Cambridge University, United Kingdom (UK). Cambridge University dikenal sebagai salah satu universitas top dunia yang telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4075,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4075","url_meta":{"origin":3986,"position":4},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB Bahas Kemungkinan Penggunaan Materi Gelap sebagai Sumber Energi Terbarukan","author":"Support FMIPA","date":"14\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika IPB University menyelenggarakan IPB Physics Talk ke-29 pada 19\/5. Webinar ke-29 menghadirkan Reinard Primulando, PhD, dosen di Jurusan Fisika, Universitas Katolik Parahyangan dengan topik \u201cMateri Gelap sebagai Sumber Energi Terbarukan?\u201d Materi presentasi Reinard Primulando, PhD dibagi menjadi tiga topik utama yakni sifat-sifat materi gelap, kemungkinan-kemungkinan dari materi gelap,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4023,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4023","url_meta":{"origin":3986,"position":5},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB Hadirkan Pakar Teknologi Plasma, Bahas Teori Hingga Produk Komersial","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University belum lama ini hadirkan pakar teknologi plasma dalam Physics Talk edisi 24. Pakar tersebut adalah Prof Muhammad Nur dari Center for Plasma Research Universitas Diponegoro. Prof Nur membawakan materi berjudul \u201cSains dan Teknologi Plasma dari Laboratorium Menjadi Produk Inovasi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3986"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3988,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3986\/revisions\/3988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}