{"id":3992,"date":"2021-08-23T03:49:00","date_gmt":"2021-08-22T20:49:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992"},"modified":"2024-08-23T11:13:33","modified_gmt":"2024-08-23T04:13:33","slug":"peneliti-fmipa-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","title":{"rendered":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih terdapat gap antara produk fitofarmaka dan obat herbal terstandar. Jumlah produk tersebut masih jauh di bawah harapan. Padahal potensi tanaman herbal di Indonesia sangat menjanjikan.<br>\u201cBila kolaborasi diintensifkan, kemungkinan besar akan menghasilkan produk (fitofarmaka) yang lebih banyak daripada yang sudah dicapai tahun kemarin. Yakni dengan pendekatan baru yaitu bioinformatika,\u201d sebutnya dalam Webinar Natural Products in Drug Discovery Advances and Opportunities yang digelar oleh Universitas Gunadharma, pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditilik dari perspektif dan era pradigma data, lanjutnya, kebutuhan akan data menjadi sangat penting. Perpaduan teknologi dan biologi membuat teknologi sekuensing DNA lebih maju dan menyebabkan ledakan data. \u201cDiperlukan suatu terobosan saintifik yang perlu didukung dengan komputasi tingkat tinggi yang akan membantu peneliti dalam mengeksplorasi data dan membuatnya lebih berguna,\u201d tambahnya.<br>Menurutnya, pendekatan bioinformatika memungkinkan untuk melakukan analisa hubungan antara protein dengan penyakit, gen dan penyakit, dan hubungan lain yang spesifik. Di era network farmakologi, peneliti memanfaatkan teori matematika atau graf dan dipadukan dengan pemahaman sistem biologi untuk mengetahui keterkaitan antar data.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPendekatan ini sudah diterapkan di China demi mengembangkan obat cina tradisional. Seharusnya hal ini menjadi pelajaran agar dapat memajukan perkembangan jamu Indonesia. Pengembangan ini dapat membuat jamu lebih bisa dipahami secara saintifik,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti Pusat Riset Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini menyebutkan bahwa hal ini dapat dimulai dari eksplorasi basis data bahan alam Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSalah satunya dapat diakses dengan perangkat lunak buatan para peneliti IPB University yakni IJAH Analytics. Perangkat lunak ini dapat diakses secara gratis melalui laman http:\/\/ijah.apps.cs.ipb.ac.id\/. Dalam laman ini tersedia informasi jejaring tanaman senyawa protein dan hubungannya dengan berbagai penyakit, khasiat tanaman, protein target senyawa herbal dan kandidat obat herbal untuk penyakit tertentu,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan, pendekatan lainnya yakni dengan metode reverse pharmacology. Komoditas tanaman herbal populer di masyarakat, secara turun temurun ditelusuri dan dianalisa mekanisme senyawa aktifnya serta interaksinya dengan penyakit. Kemudian diuji lebih lanjut untuk melihat mekanisme dan interaksi protein dan penyakit senyawa aktif. Lalu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut untuk menguji khasiatnya lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cLangkah pertama dalam pengembangan jamu Indonesia adalah dengan memanfaatkan algoritma dan artificial intelligence untuk menyeleksi protein target. Dari situ kita bisa melakukannya dari protein terpilih dengan melakukan enrichment analysis terhadap protein target dengan melihat gen ontology maupun pathwaynya,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian lebih lanjut ini, tambahnya, dapat memungkinkan Indonesia untuk mengembangkan pengobatan herbal presisi. Pendekatan bioinformatika berpotensi mempercepat proses penemuan senyawa alam Indonesia yang berkhasiat pada kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTeknologi kecerdasan buatan hanya berperan dalam proses penapisan senyawa. Serangkaian pengujian pre klinis dan klinis untuk menghasilkan fitofarmaka masih membutuhkan kolaborasi penelitian yang masif. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih terdapat gap antara produk fitofarmaka dan obat herbal terstandar. Jumlah produk tersebut masih jauh di bawah harapan. Padahal potensi tanaman herbal di Indonesia sangat menjanjikan.\u201cBila kolaborasi diintensifkan, kemungkinan besar akan menghasilkan produk (fitofarmaka) yang lebih banyak daripada yang sudah dicapai tahun kemarin. Yakni dengan pendekatan baru yaitu bioinformatika,\u201d sebutnya dalam Webinar Natural Products in Drug Discovery Advances and Opportunities yang digelar oleh Universitas Gunadharma, pekan lalu. Ditilik dari perspektif dan era pradigma data, lanjutnya, kebutuhan akan data menjadi sangat penting. Perpaduan teknologi dan biologi membuat teknologi sekuensing DNA lebih maju dan menyebabkan ledakan data. \u201cDiperlukan suatu terobosan saintifik yang perlu didukung dengan komputasi tingkat tinggi yang akan membantu peneliti dalam mengeksplorasi data dan membuatnya lebih berguna,\u201d tambahnya.Menurutnya, pendekatan bioinformatika memungkinkan untuk melakukan analisa hubungan antara protein dengan penyakit, gen dan penyakit, dan hubungan lain yang spesifik. Di era network farmakologi, peneliti memanfaatkan teori matematika atau graf dan dipadukan dengan pemahaman sistem biologi untuk mengetahui keterkaitan antar data. \u201cPendekatan ini sudah diterapkan di China demi mengembangkan obat cina tradisional. Seharusnya hal ini menjadi pelajaran agar dapat memajukan perkembangan jamu Indonesia. Pengembangan ini dapat membuat jamu lebih bisa dipahami secara saintifik,\u201d ujarnya. Peneliti Pusat Riset Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini menyebutkan bahwa hal ini dapat dimulai dari eksplorasi basis data bahan alam Indonesia. \u201cSalah satunya dapat diakses dengan perangkat lunak buatan para peneliti IPB University yakni IJAH Analytics. Perangkat lunak ini dapat diakses secara gratis melalui laman http:\/\/ijah.apps.cs.ipb.ac.id\/. Dalam laman ini tersedia informasi jejaring tanaman senyawa protein dan hubungannya dengan berbagai penyakit, khasiat tanaman, protein target senyawa herbal dan kandidat obat herbal untuk penyakit tertentu,\u201d imbuhnya. Ia menambahkan, pendekatan lainnya yakni dengan metode reverse pharmacology. Komoditas tanaman herbal populer di masyarakat, secara turun temurun ditelusuri dan dianalisa mekanisme senyawa aktifnya serta interaksinya dengan penyakit. Kemudian diuji lebih lanjut untuk melihat mekanisme dan interaksi protein dan penyakit senyawa aktif. Lalu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut untuk menguji khasiatnya lebih lanjut. \u201cLangkah pertama dalam pengembangan jamu Indonesia adalah dengan memanfaatkan algoritma dan artificial intelligence untuk menyeleksi protein target. Dari situ kita bisa melakukannya dari protein terpilih dengan melakukan enrichment analysis terhadap protein target dengan melihat gen ontology maupun pathwaynya,\u201d jelasnya. Penelitian lebih lanjut ini, tambahnya, dapat memungkinkan Indonesia untuk mengembangkan pengobatan herbal presisi. Pendekatan bioinformatika berpotensi mempercepat proses penemuan senyawa alam Indonesia yang berkhasiat pada kesehatan. \u201cTeknologi kecerdasan buatan hanya berperan dalam proses penapisan senyawa. Serangkaian pengujian pre klinis dan klinis untuk menghasilkan fitofarmaka masih membutuhkan kolaborasi penelitian yang masif. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3993,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-3992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih terdapat gap antara produk fitofarmaka dan obat herbal terstandar. Jumlah produk tersebut masih jauh di bawah harapan. Padahal potensi tanaman herbal di Indonesia sangat menjanjikan.\u201cBila kolaborasi diintensifkan, kemungkinan besar akan menghasilkan produk (fitofarmaka) yang lebih banyak daripada yang sudah dicapai tahun kemarin. Yakni dengan pendekatan baru yaitu bioinformatika,\u201d sebutnya dalam Webinar Natural Products in Drug Discovery Advances and Opportunities yang digelar oleh Universitas Gunadharma, pekan lalu. Ditilik dari perspektif dan era pradigma data, lanjutnya, kebutuhan akan data menjadi sangat penting. Perpaduan teknologi dan biologi membuat teknologi sekuensing DNA lebih maju dan menyebabkan ledakan data. \u201cDiperlukan suatu terobosan saintifik yang perlu didukung dengan komputasi tingkat tinggi yang akan membantu peneliti dalam mengeksplorasi data dan membuatnya lebih berguna,\u201d tambahnya.Menurutnya, pendekatan bioinformatika memungkinkan untuk melakukan analisa hubungan antara protein dengan penyakit, gen dan penyakit, dan hubungan lain yang spesifik. Di era network farmakologi, peneliti memanfaatkan teori matematika atau graf dan dipadukan dengan pemahaman sistem biologi untuk mengetahui keterkaitan antar data. \u201cPendekatan ini sudah diterapkan di China demi mengembangkan obat cina tradisional. Seharusnya hal ini menjadi pelajaran agar dapat memajukan perkembangan jamu Indonesia. Pengembangan ini dapat membuat jamu lebih bisa dipahami secara saintifik,\u201d ujarnya. Peneliti Pusat Riset Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini menyebutkan bahwa hal ini dapat dimulai dari eksplorasi basis data bahan alam Indonesia. \u201cSalah satunya dapat diakses dengan perangkat lunak buatan para peneliti IPB University yakni IJAH Analytics. Perangkat lunak ini dapat diakses secara gratis melalui laman http:\/\/ijah.apps.cs.ipb.ac.id\/. Dalam laman ini tersedia informasi jejaring tanaman senyawa protein dan hubungannya dengan berbagai penyakit, khasiat tanaman, protein target senyawa herbal dan kandidat obat herbal untuk penyakit tertentu,\u201d imbuhnya. Ia menambahkan, pendekatan lainnya yakni dengan metode reverse pharmacology. Komoditas tanaman herbal populer di masyarakat, secara turun temurun ditelusuri dan dianalisa mekanisme senyawa aktifnya serta interaksinya dengan penyakit. Kemudian diuji lebih lanjut untuk melihat mekanisme dan interaksi protein dan penyakit senyawa aktif. Lalu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut untuk menguji khasiatnya lebih lanjut. \u201cLangkah pertama dalam pengembangan jamu Indonesia adalah dengan memanfaatkan algoritma dan artificial intelligence untuk menyeleksi protein target. Dari situ kita bisa melakukannya dari protein terpilih dengan melakukan enrichment analysis terhadap protein target dengan melihat gen ontology maupun pathwaynya,\u201d jelasnya. Penelitian lebih lanjut ini, tambahnya, dapat memungkinkan Indonesia untuk mengembangkan pengobatan herbal presisi. Pendekatan bioinformatika berpotensi mempercepat proses penemuan senyawa alam Indonesia yang berkhasiat pada kesehatan. \u201cTeknologi kecerdasan buatan hanya berperan dalam proses penapisan senyawa. Serangkaian pengujian pre klinis dan klinis untuk menghasilkan fitofarmaka masih membutuhkan kolaborasi penelitian yang masif. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-22T20:49:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-23T04:13:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat\",\"datePublished\":\"2021-08-22T20:49:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-23T04:13:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992\"},\"wordCount\":495,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992\",\"name\":\"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-08-22T20:49:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-23T04:13:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=3992#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih terdapat gap antara produk fitofarmaka dan obat herbal terstandar. Jumlah produk tersebut masih jauh di bawah harapan. Padahal potensi tanaman herbal di Indonesia sangat menjanjikan.\u201cBila kolaborasi diintensifkan, kemungkinan besar akan menghasilkan produk (fitofarmaka) yang lebih banyak daripada yang sudah dicapai tahun kemarin. Yakni dengan pendekatan baru yaitu bioinformatika,\u201d sebutnya dalam Webinar Natural Products in Drug Discovery Advances and Opportunities yang digelar oleh Universitas Gunadharma, pekan lalu. Ditilik dari perspektif dan era pradigma data, lanjutnya, kebutuhan akan data menjadi sangat penting. Perpaduan teknologi dan biologi membuat teknologi sekuensing DNA lebih maju dan menyebabkan ledakan data. \u201cDiperlukan suatu terobosan saintifik yang perlu didukung dengan komputasi tingkat tinggi yang akan membantu peneliti dalam mengeksplorasi data dan membuatnya lebih berguna,\u201d tambahnya.Menurutnya, pendekatan bioinformatika memungkinkan untuk melakukan analisa hubungan antara protein dengan penyakit, gen dan penyakit, dan hubungan lain yang spesifik. Di era network farmakologi, peneliti memanfaatkan teori matematika atau graf dan dipadukan dengan pemahaman sistem biologi untuk mengetahui keterkaitan antar data. \u201cPendekatan ini sudah diterapkan di China demi mengembangkan obat cina tradisional. Seharusnya hal ini menjadi pelajaran agar dapat memajukan perkembangan jamu Indonesia. Pengembangan ini dapat membuat jamu lebih bisa dipahami secara saintifik,\u201d ujarnya. Peneliti Pusat Riset Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini menyebutkan bahwa hal ini dapat dimulai dari eksplorasi basis data bahan alam Indonesia. \u201cSalah satunya dapat diakses dengan perangkat lunak buatan para peneliti IPB University yakni IJAH Analytics. Perangkat lunak ini dapat diakses secara gratis melalui laman http:\/\/ijah.apps.cs.ipb.ac.id\/. Dalam laman ini tersedia informasi jejaring tanaman senyawa protein dan hubungannya dengan berbagai penyakit, khasiat tanaman, protein target senyawa herbal dan kandidat obat herbal untuk penyakit tertentu,\u201d imbuhnya. Ia menambahkan, pendekatan lainnya yakni dengan metode reverse pharmacology. Komoditas tanaman herbal populer di masyarakat, secara turun temurun ditelusuri dan dianalisa mekanisme senyawa aktifnya serta interaksinya dengan penyakit. Kemudian diuji lebih lanjut untuk melihat mekanisme dan interaksi protein dan penyakit senyawa aktif. Lalu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut untuk menguji khasiatnya lebih lanjut. \u201cLangkah pertama dalam pengembangan jamu Indonesia adalah dengan memanfaatkan algoritma dan artificial intelligence untuk menyeleksi protein target. Dari situ kita bisa melakukannya dari protein terpilih dengan melakukan enrichment analysis terhadap protein target dengan melihat gen ontology maupun pathwaynya,\u201d jelasnya. Penelitian lebih lanjut ini, tambahnya, dapat memungkinkan Indonesia untuk mengembangkan pengobatan herbal presisi. Pendekatan bioinformatika berpotensi mempercepat proses penemuan senyawa alam Indonesia yang berkhasiat pada kesehatan. \u201cTeknologi kecerdasan buatan hanya berperan dalam proses penapisan senyawa. Serangkaian pengujian pre klinis dan klinis untuk menghasilkan fitofarmaka masih membutuhkan kolaborasi penelitian yang masif. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2021-08-22T20:49:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-23T04:13:33+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat","datePublished":"2021-08-22T20:49:00+00:00","dateModified":"2024-08-23T04:13:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992"},"wordCount":495,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","name":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2021-08-22T20:49:00+00:00","dateModified":"2024-08-23T04:13:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":15,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/peneliti-ipb-university-paparkan-peranan-bioinformatika-dalam-penemuan-senyawa-herbal-berkhasiat-news-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4060,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","url_meta":{"origin":3992,"position":0},"title":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"27\/05\/2022","format":false,"excerpt":"Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian. Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3952,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3952","url_meta":{"origin":3992,"position":1},"title":"Para Pakar Bioinformatika IPB University Berbagi Ilmu Terkait Peran Komputasi Berperforma Tinggi pada Bidang Bioinformatika","author":"Support FMIPA","date":"16\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Tiga unit kerja di IPB University yaitu Departemen Ilmu Komputer, Unit Laboratorium Riset Unggulan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bekerjasama menggelar High Performance Computing (HPC) Webinar Series ke-7 dengan tema \u201cHPC pada Bioinformatika\u201d, Selasa (30\/11). Dalam kegiatan ini hadir para pakar bioinformatika IPB University untuk berbagi ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3855,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3855","url_meta":{"origin":3992,"position":2},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Bagikan Pengetahuan Mengenai Bioinformatika dan Penelitian Terkininya di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"26\/01\/2021","format":false,"excerpt":"Dalam Pertemuan Nasional Masyarakat Komputasi Indonesia yang belum lama ini digelar, Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), hadir sebagai narasumber utama. Ia memberikan kuliah umum mengenai kiprah bidang bioinformatika di Indonesia serta penelitian terkini dan potensi kerjasama lintas\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":4265,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4265","url_meta":{"origin":3992,"position":3},"title":"Dr Berry Juliandi Jelaskan Potensi Senyawa Aktif Herbal Asli Indonesia untuk Peningkatan Memori Manusia","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Sejak mulai dari kandungan, otak manusia akan mengalami peningkatan ukuran. Hal ini terjadi karena jumlah sel saraf meningkat, sehingga meningkatkan kompleksitas hubungan antar sel. Secara langsung, peningkatan jumlah sel saraf juga dapat mempengaruhi kemampuan memori manusia. Dr Berry Juliandi, Pakar Sel Punca IPB University menjelaskan, sel punca saraf (Neural stem\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4069,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069","url_meta":{"origin":3992,"position":4},"title":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit","author":"Support FMIPA","date":"14\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Timbunan lemak berlebih atau kegemukan hingga kini masih menjadi masalah serius. Pasalnya, jika status kegemukan beralih menjadi obesitas, hal ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit serius. Komplikasi yang akan dihadapi oleh penderita obesitas dapat berupa hipertensi, hiperlipidemia, kanker, diabetes, kelainan jantung, gangguan pernafasan, dan kelainan sendi pada penderita usia lanjut. Tim\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4166,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4166","url_meta":{"origin":3992,"position":5},"title":"Dr Wisnu Ananta Ungkap Peran Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pengobatan Presisi","author":"Support FMIPA","date":"01\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Perkembangan teknologi informasi mendorong berkembangnya pendekatan baru dalam pencarian obat. Dengan Artificial Intelligence (AI), terutama Machine Learning, kini dunia bisa mengembangkan pengobatan yang bersifat presisi sesuai profil genetik pasien, yang umum disebut dengan Precision Medicine. Dr Wisnu Ananta Kusuma, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3992"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3994,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3992\/revisions\/3994"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}