{"id":4011,"date":"2022-03-16T04:09:00","date_gmt":"2022-03-15T21:09:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011"},"modified":"2024-08-23T14:30:18","modified_gmt":"2024-08-23T07:30:18","slug":"departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011","title":{"rendered":"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery"},"content":{"rendered":"\n<p>Metode pengiriman obat menggunakan jarum suntik dirasa kurang efektif atau memiliki risiko. Oleh karena itu, sistem pengiriman obat (drug delivery) menggunakan microneedle dapat menggantikan metode pengobatan tersebut. Sistem ini memiliki beberapa manfaat, yaitu tidak menimbulkan rasa sakit pada penetrasi kulit intradermal\/transdermal, mengurangi terjadinya pendarahan yang berarti, mengurangi kemungkinan celaka akibat jarum suntik, serta ideal untuk orang yang memiliki fobia terhadap jarum suntik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMicroneedle memiliki bentuk jarum kecil berukuran mikro, yang invasif secara minimal dapat melewati struktur korneum, sehingga cocok untuk mengantar obat intradermal maupun transdermal,\u201d ujar Andi Dian Permana, PhD, Apt selaku dosen Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin dalam Physics Talk Series 22 bertema \u201cMicroneedle Delivery Systems as Promising Approach for Improved Systemic and Local Deliveries of Drugs\u201d, (27\/1).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan yang diadakan oleh Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University tersebut, Andi memaparkan bahwa penelitian tentang microneedle drug delivery system di Indonesia masih sedikit. \u201cMicroneedle drug delivery system sudah banyak berkembang di luar negeri, namun masih sedikit penelitiannya di Indonesia. Sehingga masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan,\u201d tutur doktor lulusan Queen\u2019s University Belfast, Inggris tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun perkembangannya di Indonesia masih kurang, lanjutnya, penggunaan microneedle drug delivery system telah terbukti lebih efektif dibandingkan pemberian obat secara oral pada pengujian terhadap tikus. \u201cWalaupun konsentrasinya lebih tinggi, dalam waktu beberapa jam saja obat yang diberikan secara oral sudah tereliminasi dari tubuh. Sedangkan ketika menggunakan microneedle obat terbukti lebih stabil dan lebih tahan lama di dalam tubuh, yaitu sekitar tiga hari. Meski begitu, obat yang biasa kita minum biasanya dosisnya besar. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk sistem microneedle yang mampu memuat obat dengan dosis besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sesi diskusi, Prof Akhiruddin Maddu selaku Kepala Divisi Biofisika Departemen Fisika IPB University menyampaikan bahwa dengan teknologi microneedle pemberian obat tidak perlu repot, hanya menempelkan plester saja. Hanya saja, masih ada tantangan yang masih dihadapi untuk digunakan secara massal. \u201cKami menyampaikan apresiasi kepada pembicara dan berharap dapat melakukan kerjasama mengenai pengembangan microneedle dalam bentuk pengajaran maupun penelitian. Teknik microneedle sangat bermanfaat untuk perkembangan keilmuan, khususnya bidang biofisika maupun biomedis,\u201d ujarnya. (**\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p>Narasumber : Prof Akhiruddin Maddu, Andi Dian Permana, PhD, Apt, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metode pengiriman obat menggunakan jarum suntik dirasa kurang efektif atau memiliki risiko. Oleh karena itu, sistem pengiriman obat (drug delivery) menggunakan microneedle dapat menggantikan metode pengobatan tersebut. Sistem ini memiliki beberapa manfaat, yaitu tidak menimbulkan rasa sakit pada penetrasi kulit intradermal\/transdermal, mengurangi terjadinya pendarahan yang berarti, mengurangi kemungkinan celaka akibat jarum suntik, serta ideal untuk orang yang memiliki fobia terhadap jarum suntik. \u201cMicroneedle memiliki bentuk jarum kecil berukuran mikro, yang invasif secara minimal dapat melewati struktur korneum, sehingga cocok untuk mengantar obat intradermal maupun transdermal,\u201d ujar Andi Dian Permana, PhD, Apt selaku dosen Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin dalam Physics Talk Series 22 bertema \u201cMicroneedle Delivery Systems as Promising Approach for Improved Systemic and Local Deliveries of Drugs\u201d, (27\/1). Dalam kegiatan yang diadakan oleh Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University tersebut, Andi memaparkan bahwa penelitian tentang microneedle drug delivery system di Indonesia masih sedikit. \u201cMicroneedle drug delivery system sudah banyak berkembang di luar negeri, namun masih sedikit penelitiannya di Indonesia. Sehingga masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan,\u201d tutur doktor lulusan Queen\u2019s University Belfast, Inggris tersebut. Meskipun perkembangannya di Indonesia masih kurang, lanjutnya, penggunaan microneedle drug delivery system telah terbukti lebih efektif dibandingkan pemberian obat secara oral pada pengujian terhadap tikus. \u201cWalaupun konsentrasinya lebih tinggi, dalam waktu beberapa jam saja obat yang diberikan secara oral sudah tereliminasi dari tubuh. Sedangkan ketika menggunakan microneedle obat terbukti lebih stabil dan lebih tahan lama di dalam tubuh, yaitu sekitar tiga hari. Meski begitu, obat yang biasa kita minum biasanya dosisnya besar. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk sistem microneedle yang mampu memuat obat dengan dosis besar,\u201d tuturnya. Dalam sesi diskusi, Prof Akhiruddin Maddu selaku Kepala Divisi Biofisika Departemen Fisika IPB University menyampaikan bahwa dengan teknologi microneedle pemberian obat tidak perlu repot, hanya menempelkan plester saja. Hanya saja, masih ada tantangan yang masih dihadapi untuk digunakan secara massal. \u201cKami menyampaikan apresiasi kepada pembicara dan berharap dapat melakukan kerjasama mengenai pengembangan microneedle dalam bentuk pengajaran maupun penelitian. Teknik microneedle sangat bermanfaat untuk perkembangan keilmuan, khususnya bidang biofisika maupun biomedis,\u201d ujarnya. (**\/Zul) Narasumber : Prof Akhiruddin Maddu, Andi Dian Permana, PhD, Apt, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4012,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4011","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Metode pengiriman obat menggunakan jarum suntik dirasa kurang efektif atau memiliki risiko. Oleh karena itu, sistem pengiriman obat (drug delivery) menggunakan microneedle dapat menggantikan metode pengobatan tersebut. Sistem ini memiliki beberapa manfaat, yaitu tidak menimbulkan rasa sakit pada penetrasi kulit intradermal\/transdermal, mengurangi terjadinya pendarahan yang berarti, mengurangi kemungkinan celaka akibat jarum suntik, serta ideal untuk orang yang memiliki fobia terhadap jarum suntik. \u201cMicroneedle memiliki bentuk jarum kecil berukuran mikro, yang invasif secara minimal dapat melewati struktur korneum, sehingga cocok untuk mengantar obat intradermal maupun transdermal,\u201d ujar Andi Dian Permana, PhD, Apt selaku dosen Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin dalam Physics Talk Series 22 bertema \u201cMicroneedle Delivery Systems as Promising Approach for Improved Systemic and Local Deliveries of Drugs\u201d, (27\/1). Dalam kegiatan yang diadakan oleh Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University tersebut, Andi memaparkan bahwa penelitian tentang microneedle drug delivery system di Indonesia masih sedikit. \u201cMicroneedle drug delivery system sudah banyak berkembang di luar negeri, namun masih sedikit penelitiannya di Indonesia. Sehingga masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan,\u201d tutur doktor lulusan Queen\u2019s University Belfast, Inggris tersebut. Meskipun perkembangannya di Indonesia masih kurang, lanjutnya, penggunaan microneedle drug delivery system telah terbukti lebih efektif dibandingkan pemberian obat secara oral pada pengujian terhadap tikus. \u201cWalaupun konsentrasinya lebih tinggi, dalam waktu beberapa jam saja obat yang diberikan secara oral sudah tereliminasi dari tubuh. Sedangkan ketika menggunakan microneedle obat terbukti lebih stabil dan lebih tahan lama di dalam tubuh, yaitu sekitar tiga hari. Meski begitu, obat yang biasa kita minum biasanya dosisnya besar. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk sistem microneedle yang mampu memuat obat dengan dosis besar,\u201d tuturnya. Dalam sesi diskusi, Prof Akhiruddin Maddu selaku Kepala Divisi Biofisika Departemen Fisika IPB University menyampaikan bahwa dengan teknologi microneedle pemberian obat tidak perlu repot, hanya menempelkan plester saja. Hanya saja, masih ada tantangan yang masih dihadapi untuk digunakan secara massal. \u201cKami menyampaikan apresiasi kepada pembicara dan berharap dapat melakukan kerjasama mengenai pengembangan microneedle dalam bentuk pengajaran maupun penelitian. Teknik microneedle sangat bermanfaat untuk perkembangan keilmuan, khususnya bidang biofisika maupun biomedis,\u201d ujarnya. (**\/Zul) Narasumber : Prof Akhiruddin Maddu, Andi Dian Permana, PhD, Apt, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-15T21:09:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-23T07:30:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery\",\"datePublished\":\"2022-03-15T21:09:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-23T07:30:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011\"},\"wordCount\":367,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011\",\"name\":\"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png\",\"datePublished\":\"2022-03-15T21:09:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-23T07:30:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4011#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Metode pengiriman obat menggunakan jarum suntik dirasa kurang efektif atau memiliki risiko. Oleh karena itu, sistem pengiriman obat (drug delivery) menggunakan microneedle dapat menggantikan metode pengobatan tersebut. Sistem ini memiliki beberapa manfaat, yaitu tidak menimbulkan rasa sakit pada penetrasi kulit intradermal\/transdermal, mengurangi terjadinya pendarahan yang berarti, mengurangi kemungkinan celaka akibat jarum suntik, serta ideal untuk orang yang memiliki fobia terhadap jarum suntik. \u201cMicroneedle memiliki bentuk jarum kecil berukuran mikro, yang invasif secara minimal dapat melewati struktur korneum, sehingga cocok untuk mengantar obat intradermal maupun transdermal,\u201d ujar Andi Dian Permana, PhD, Apt selaku dosen Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin dalam Physics Talk Series 22 bertema \u201cMicroneedle Delivery Systems as Promising Approach for Improved Systemic and Local Deliveries of Drugs\u201d, (27\/1). Dalam kegiatan yang diadakan oleh Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University tersebut, Andi memaparkan bahwa penelitian tentang microneedle drug delivery system di Indonesia masih sedikit. \u201cMicroneedle drug delivery system sudah banyak berkembang di luar negeri, namun masih sedikit penelitiannya di Indonesia. Sehingga masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan,\u201d tutur doktor lulusan Queen\u2019s University Belfast, Inggris tersebut. Meskipun perkembangannya di Indonesia masih kurang, lanjutnya, penggunaan microneedle drug delivery system telah terbukti lebih efektif dibandingkan pemberian obat secara oral pada pengujian terhadap tikus. \u201cWalaupun konsentrasinya lebih tinggi, dalam waktu beberapa jam saja obat yang diberikan secara oral sudah tereliminasi dari tubuh. Sedangkan ketika menggunakan microneedle obat terbukti lebih stabil dan lebih tahan lama di dalam tubuh, yaitu sekitar tiga hari. Meski begitu, obat yang biasa kita minum biasanya dosisnya besar. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk sistem microneedle yang mampu memuat obat dengan dosis besar,\u201d tuturnya. Dalam sesi diskusi, Prof Akhiruddin Maddu selaku Kepala Divisi Biofisika Departemen Fisika IPB University menyampaikan bahwa dengan teknologi microneedle pemberian obat tidak perlu repot, hanya menempelkan plester saja. Hanya saja, masih ada tantangan yang masih dihadapi untuk digunakan secara massal. \u201cKami menyampaikan apresiasi kepada pembicara dan berharap dapat melakukan kerjasama mengenai pengembangan microneedle dalam bentuk pengajaran maupun penelitian. Teknik microneedle sangat bermanfaat untuk perkembangan keilmuan, khususnya bidang biofisika maupun biomedis,\u201d ujarnya. (**\/Zul) Narasumber : Prof Akhiruddin Maddu, Andi Dian Permana, PhD, Apt, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-03-15T21:09:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-23T07:30:18+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png","type":"image\/png"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery","datePublished":"2022-03-15T21:09:00+00:00","dateModified":"2024-08-23T07:30:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011"},"wordCount":367,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011","name":"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png","datePublished":"2022-03-15T21:09:00+00:00","dateModified":"2024-08-23T07:30:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4011#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Departemen Fisika IPB University Gelar Diskusi Microneedle System sebagai Pendekatan yang Menjanjikan untuk Drug Delivery"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":22,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/departemen-fisika-ipb-university-gelar-diskusi-microneedle-system-sebagai-pendekatan-yang-menjanjikan-untuk-drug-delivery-news-800x445-1-180x180-1.png","jetpack-related-posts":[{"id":3894,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894","url_meta":{"origin":4011,"position":0},"title":"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita","author":"Support FMIPA","date":"30\/03\/2021","format":false,"excerpt":"Seiring bertambahnya usia, munculnya keluhan penyakit seperti asam urat semakin terasa. Dampak ke seluruh tubuh pun tentunya tidak menyenangkan dan bahkan dapat berakibat fatal. Indonesia sebagai negara megabioversitas memiliki berbagai tanaman herbal lokal yang berkhasiat sebagai obat asam urat yang mudah ditanam di pekarangan rumah.Prof Dyah Iswantini, Guru Besar IPB\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4223,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4223","url_meta":{"origin":4011,"position":1},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB University Gelar Physics Talk, Hadirkan Pakar Metalurgi","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menghadirkan pakar ilmu fisika dalam \u201cIPB Physics Talk\u201d edisi ke 39, beberapa waktu lalu. Physics Talk edisi ini menghadirkan salah satu narasumber yang berpengalaman dalam dunia material dan metalurgi, yaitu Dr Mochamad Chalid. Ia adalah dosen dan peneliti\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4166,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4166","url_meta":{"origin":4011,"position":2},"title":"Dr Wisnu Ananta Ungkap Peran Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pengobatan Presisi","author":"Support FMIPA","date":"01\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Perkembangan teknologi informasi mendorong berkembangnya pendekatan baru dalam pencarian obat. Dengan Artificial Intelligence (AI), terutama Machine Learning, kini dunia bisa mengembangkan pengobatan yang bersifat presisi sesuai profil genetik pasien, yang umum disebut dengan Precision Medicine. Dr Wisnu Ananta Kusuma, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4253,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4253","url_meta":{"origin":4011,"position":3},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Paparkan Kunci Pengobatan Presisi Melalui Pendekatan Multi-Omik Terintegrasi","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Dr Wisnu Ananta Kusuma, Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB University menjelaskan bahwa pengobatan presisi akan memudahkan diagnosa penyakit berdasarkan analisis biomarka pada pasien. Diharapkan dengan pengembangan pengobatan presisi ini, efektivitas obat\/terapi lebih tinggi dan efek samping yang ditimbulkan lebih rendah. Menurutnya, data bioinformatika yang digunakan adalah profil\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3992,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","url_meta":{"origin":4011,"position":4},"title":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat","author":"Support FMIPA","date":"23\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3952,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3952","url_meta":{"origin":4011,"position":5},"title":"Para Pakar Bioinformatika IPB University Berbagi Ilmu Terkait Peran Komputasi Berperforma Tinggi pada Bidang Bioinformatika","author":"Support FMIPA","date":"16\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Tiga unit kerja di IPB University yaitu Departemen Ilmu Komputer, Unit Laboratorium Riset Unggulan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bekerjasama menggelar High Performance Computing (HPC) Webinar Series ke-7 dengan tema \u201cHPC pada Bioinformatika\u201d, Selasa (30\/11). Dalam kegiatan ini hadir para pakar bioinformatika IPB University untuk berbagi ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4011","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4011"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4013,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4011\/revisions\/4013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4011"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4011"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}