{"id":4014,"date":"2022-03-16T04:12:00","date_gmt":"2022-03-15T21:12:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014"},"modified":"2024-08-23T14:33:00","modified_gmt":"2024-08-23T07:33:00","slug":"prof-dr-akhiruddin-maddu-ubah-biomassa-jadi-material-maju-untuk-deteksi-kanker-hingga-teknologi-siluman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014","title":{"rendered":"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman"},"content":{"rendered":"\n<p>Biomassa adalah material berasal dari tumbuhan atau hewan. Biomassa mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa yang membangun fungsi keseluruhan dari tumbuhan dan hewan. Potensi limbah biomassa menjadi material dan produk fungsional sangat menjanjikan. Melalui pendekatan nanoteknologi, eksplorasi biomassa dapat menghasilkan material maju dengan karakteristik dan fungsi yang baru sehingga dapat diterapkan dalam berbagai teknologi termasuk teknologi tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Di bidang medis (kesehatan), nanomaterial telah diterapkan pada sistem pengiriman obat sebagai fungsi terapi. Nanomaterial juga telah dimanfaatkan sebagai material teranostik yaitu material yang dapat berfungsi terapi dan diagnostic sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPada terapi kanker, telah digunakan terapi fotodinamik yaitu ketika nanomaterial disinari cahaya, dengan energi sesuai, akan membangkitkan radikal-radikal yaitu Reactive Oxygen Species (ROS) yang sangat kuat membunuh bakteri. Pada fungsi diagnostik, penggunaan sifat fotoluminesensi titik kuantum (quantum dots) dapat menghasilkan citra yang sangat kuat di dalam tissue biologi,\u201d ujar Prof Akhiruddin Maddu, Guru Besar Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Giri Besar, (24\/2).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paparannya dikatakan, pada dasarnya semua biomassa dapat dieksplorasi untuk menghasilkan nanomaterial karena biomassa mengandung unsur-unsur kimia dalam bentuk mineral atau senyawa-senyawa organik. Komponen-kompenen ini dapat \u201cdiambil\u201d dengan berbagai teknik, khususnya teknologi nano.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebagai contoh, senyawa organik yang mengandung banyak unsur karbon dapat dieksplorasi menjadi nanocarbon dalam berbagai bentuk dan aplikasi yang bervariasi. Juga unsur kalsium pada cangkang telur dapat menjadi sumber kalsium untuk berbagai material-material maju dengan pendekatan teknologi bahkan dapat dijadikan piranti maju,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga tulang ikan, lanjutnya. Dengan kandungan senyawa kalsium yang tinggi, tulang ikan dapat menjadi sumber material maju untuk berbagai fungsi. Seperti biomaterial untuk implant.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBiaya untuk menghasilkan nanomaterial tergantung pada teknologi yang digunakan, juga bergantung pada jenis dan karakteristik nanomaterial yang akan dihasilkan. Ada berbagai teknik yang murah dan mudah yang dapat digunakan. Bahkan dapat dilakukan di rumah sekalipun, tanpa menggunakan peralatan canggih. Metode sederhana dan murah itu seperti metode hidrolisis dan pirolisis,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari riset-risetnya, Dosen Departemen Fisika, FMIPA IPB University ini telah menciptakan nanomaterial yang dapat digunakan di bidang bidang medis, bidang lingkungan, bidang pertahanan, dan bidang energi. Prof Akhiruddin memanfaatkan bubuk daun teh, sekam padi, air kelapa, tulang ikan dan cangkang telur untuk membuat nanomaterial.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHasil penelitian kami memperlihatkan bahwa titik karbon (carbon dots) dengan ukuran partikel rata-rata 6 nanometer yang disintesis dari bubuk daun teh, mampu berdifusi dan ber-fluoresensi dengan baik di dalam tubuh ikan zebra. Dengan demikian, titik karbon dari biomassa memiliki potensi besar sebagai agen pencitraan pada bidang medis untuk tujuan diagnosis. Cara ini murah dan mudah diproses serta memiliki biokompatibilitas yang baik. Bahkan dapat dikembangkan lebih jauh untuk tujuan terapi fotodinamik dalam dunia medis,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk biomassa sekam padi, Prof Akhiruddin memanfaatkannya sebagai titik karbon\/asam borat yang memperlihatkan karakteristik yang sangat sensitif terhadap glukosa. Kompleks titik karbon\/asam borat telah berfungsi dengan baik sebagai probe fluoresens pada alat ukur glukosa yang dirancang. \u201cHasil ini mengindikasikan bahwa titik karbon dari biomassa berpotensi sebagai material sensor yang sensitif untuk mendeteksi glukosa,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang lebih keren lagi, katanya, eksplorasi biomassa sebagai material cerdas penyerap gelombang mikro telah dilakukan untuk mendukung teknologi siluman. Yaitu teknik menyembunyikan diri berbasis Radio Detection and Raging (RADAR).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHasil penelitian menunjukkan campuran kitosan-polivinil alkohol (PVA) secara signifikan mampu menyerap gelombang RADAR pada frekuensi sekitar 10 GHz (X band). Temuan ini berhasil mendapat penghargaan dari Panglima TNI,\u201d tandasnya. (zul)<\/p>\n\n\n\n<p>Narasumber : Prof Akhiruddin Maddu, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biomassa adalah material berasal dari tumbuhan atau hewan. Biomassa mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa yang membangun fungsi keseluruhan dari tumbuhan dan hewan. Potensi limbah biomassa menjadi material dan produk fungsional sangat menjanjikan. Melalui pendekatan nanoteknologi, eksplorasi biomassa dapat menghasilkan material maju dengan karakteristik dan fungsi yang baru sehingga dapat diterapkan dalam berbagai teknologi termasuk teknologi tinggi. Di bidang medis (kesehatan), nanomaterial telah diterapkan pada sistem pengiriman obat sebagai fungsi terapi. Nanomaterial juga telah dimanfaatkan sebagai material teranostik yaitu material yang dapat berfungsi terapi dan diagnostic sekaligus. \u201cPada terapi kanker, telah digunakan terapi fotodinamik yaitu ketika nanomaterial disinari cahaya, dengan energi sesuai, akan membangkitkan radikal-radikal yaitu Reactive Oxygen Species (ROS) yang sangat kuat membunuh bakteri. Pada fungsi diagnostik, penggunaan sifat fotoluminesensi titik kuantum (quantum dots) dapat menghasilkan citra yang sangat kuat di dalam tissue biologi,\u201d ujar Prof Akhiruddin Maddu, Guru Besar Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Giri Besar, (24\/2). Dalam paparannya dikatakan, pada dasarnya semua biomassa dapat dieksplorasi untuk menghasilkan nanomaterial karena biomassa mengandung unsur-unsur kimia dalam bentuk mineral atau senyawa-senyawa organik. Komponen-kompenen ini dapat \u201cdiambil\u201d dengan berbagai teknik, khususnya teknologi nano. \u201cSebagai contoh, senyawa organik yang mengandung banyak unsur karbon dapat dieksplorasi menjadi nanocarbon dalam berbagai bentuk dan aplikasi yang bervariasi. Juga unsur kalsium pada cangkang telur dapat menjadi sumber kalsium untuk berbagai material-material maju dengan pendekatan teknologi bahkan dapat dijadikan piranti maju,\u201d terangnya. Juga tulang ikan, lanjutnya. Dengan kandungan senyawa kalsium yang tinggi, tulang ikan dapat menjadi sumber material maju untuk berbagai fungsi. Seperti biomaterial untuk implant. \u201cBiaya untuk menghasilkan nanomaterial tergantung pada teknologi yang digunakan, juga bergantung pada jenis dan karakteristik nanomaterial yang akan dihasilkan. Ada berbagai teknik yang murah dan mudah yang dapat digunakan. Bahkan dapat dilakukan di rumah sekalipun, tanpa menggunakan peralatan canggih. Metode sederhana dan murah itu seperti metode hidrolisis dan pirolisis,\u201d ujarnya. Dari riset-risetnya, Dosen Departemen Fisika, FMIPA IPB University ini telah menciptakan nanomaterial yang dapat digunakan di bidang bidang medis, bidang lingkungan, bidang pertahanan, dan bidang energi. Prof Akhiruddin memanfaatkan bubuk daun teh, sekam padi, air kelapa, tulang ikan dan cangkang telur untuk membuat nanomaterial. \u201cHasil penelitian kami memperlihatkan bahwa titik karbon (carbon dots) dengan ukuran partikel rata-rata 6 nanometer yang disintesis dari bubuk daun teh, mampu berdifusi dan ber-fluoresensi dengan baik di dalam tubuh ikan zebra. Dengan demikian, titik karbon dari biomassa memiliki potensi besar sebagai agen pencitraan pada bidang medis untuk tujuan diagnosis. Cara ini murah dan mudah diproses serta memiliki biokompatibilitas yang baik. Bahkan dapat dikembangkan lebih jauh untuk tujuan terapi fotodinamik dalam dunia medis,\u201d tuturnya. Untuk biomassa sekam padi, Prof Akhiruddin memanfaatkannya sebagai titik karbon\/asam borat yang memperlihatkan karakteristik yang sangat sensitif terhadap glukosa. Kompleks titik karbon\/asam borat telah berfungsi dengan baik sebagai probe fluoresens pada alat ukur glukosa yang dirancang. \u201cHasil ini mengindikasikan bahwa titik karbon dari biomassa berpotensi sebagai material sensor yang sensitif untuk mendeteksi glukosa,\u201d tambahnya. Yang lebih keren lagi, katanya, eksplorasi biomassa sebagai material cerdas penyerap gelombang mikro telah dilakukan untuk mendukung teknologi siluman. Yaitu teknik menyembunyikan diri berbasis Radio Detection and Raging (RADAR). \u201cHasil penelitian menunjukkan campuran kitosan-polivinil alkohol (PVA) secara signifikan mampu menyerap gelombang RADAR pada frekuensi sekitar 10 GHz (X band). Temuan ini berhasil mendapat penghargaan dari Panglima TNI,\u201d tandasnya. (zul) Narasumber : Prof Akhiruddin Maddu, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4015,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Biomassa adalah material berasal dari tumbuhan atau hewan. Biomassa mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa yang membangun fungsi keseluruhan dari tumbuhan dan hewan. Potensi limbah biomassa menjadi material dan produk fungsional sangat menjanjikan. Melalui pendekatan nanoteknologi, eksplorasi biomassa dapat menghasilkan material maju dengan karakteristik dan fungsi yang baru sehingga dapat diterapkan dalam berbagai teknologi termasuk teknologi tinggi. Di bidang medis (kesehatan), nanomaterial telah diterapkan pada sistem pengiriman obat sebagai fungsi terapi. Nanomaterial juga telah dimanfaatkan sebagai material teranostik yaitu material yang dapat berfungsi terapi dan diagnostic sekaligus. \u201cPada terapi kanker, telah digunakan terapi fotodinamik yaitu ketika nanomaterial disinari cahaya, dengan energi sesuai, akan membangkitkan radikal-radikal yaitu Reactive Oxygen Species (ROS) yang sangat kuat membunuh bakteri. Pada fungsi diagnostik, penggunaan sifat fotoluminesensi titik kuantum (quantum dots) dapat menghasilkan citra yang sangat kuat di dalam tissue biologi,\u201d ujar Prof Akhiruddin Maddu, Guru Besar Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Giri Besar, (24\/2). Dalam paparannya dikatakan, pada dasarnya semua biomassa dapat dieksplorasi untuk menghasilkan nanomaterial karena biomassa mengandung unsur-unsur kimia dalam bentuk mineral atau senyawa-senyawa organik. Komponen-kompenen ini dapat \u201cdiambil\u201d dengan berbagai teknik, khususnya teknologi nano. \u201cSebagai contoh, senyawa organik yang mengandung banyak unsur karbon dapat dieksplorasi menjadi nanocarbon dalam berbagai bentuk dan aplikasi yang bervariasi. Juga unsur kalsium pada cangkang telur dapat menjadi sumber kalsium untuk berbagai material-material maju dengan pendekatan teknologi bahkan dapat dijadikan piranti maju,\u201d terangnya. Juga tulang ikan, lanjutnya. Dengan kandungan senyawa kalsium yang tinggi, tulang ikan dapat menjadi sumber material maju untuk berbagai fungsi. Seperti biomaterial untuk implant. \u201cBiaya untuk menghasilkan nanomaterial tergantung pada teknologi yang digunakan, juga bergantung pada jenis dan karakteristik nanomaterial yang akan dihasilkan. Ada berbagai teknik yang murah dan mudah yang dapat digunakan. Bahkan dapat dilakukan di rumah sekalipun, tanpa menggunakan peralatan canggih. Metode sederhana dan murah itu seperti metode hidrolisis dan pirolisis,\u201d ujarnya. Dari riset-risetnya, Dosen Departemen Fisika, FMIPA IPB University ini telah menciptakan nanomaterial yang dapat digunakan di bidang bidang medis, bidang lingkungan, bidang pertahanan, dan bidang energi. Prof Akhiruddin memanfaatkan bubuk daun teh, sekam padi, air kelapa, tulang ikan dan cangkang telur untuk membuat nanomaterial. \u201cHasil penelitian kami memperlihatkan bahwa titik karbon (carbon dots) dengan ukuran partikel rata-rata 6 nanometer yang disintesis dari bubuk daun teh, mampu berdifusi dan ber-fluoresensi dengan baik di dalam tubuh ikan zebra. Dengan demikian, titik karbon dari biomassa memiliki potensi besar sebagai agen pencitraan pada bidang medis untuk tujuan diagnosis. Cara ini murah dan mudah diproses serta memiliki biokompatibilitas yang baik. Bahkan dapat dikembangkan lebih jauh untuk tujuan terapi fotodinamik dalam dunia medis,\u201d tuturnya. Untuk biomassa sekam padi, Prof Akhiruddin memanfaatkannya sebagai titik karbon\/asam borat yang memperlihatkan karakteristik yang sangat sensitif terhadap glukosa. Kompleks titik karbon\/asam borat telah berfungsi dengan baik sebagai probe fluoresens pada alat ukur glukosa yang dirancang. \u201cHasil ini mengindikasikan bahwa titik karbon dari biomassa berpotensi sebagai material sensor yang sensitif untuk mendeteksi glukosa,\u201d tambahnya. Yang lebih keren lagi, katanya, eksplorasi biomassa sebagai material cerdas penyerap gelombang mikro telah dilakukan untuk mendukung teknologi siluman. Yaitu teknik menyembunyikan diri berbasis Radio Detection and Raging (RADAR). \u201cHasil penelitian menunjukkan campuran kitosan-polivinil alkohol (PVA) secara signifikan mampu menyerap gelombang RADAR pada frekuensi sekitar 10 GHz (X band). Temuan ini berhasil mendapat penghargaan dari Panglima TNI,\u201d tandasnya. (zul) Narasumber : Prof Akhiruddin Maddu, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-15T21:12:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-23T07:33:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman\",\"datePublished\":\"2022-03-15T21:12:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-23T07:33:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014\"},\"wordCount\":562,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014\",\"name\":\"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png\",\"datePublished\":\"2022-03-15T21:12:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-23T07:33:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4014#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Biomassa adalah material berasal dari tumbuhan atau hewan. Biomassa mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa yang membangun fungsi keseluruhan dari tumbuhan dan hewan. Potensi limbah biomassa menjadi material dan produk fungsional sangat menjanjikan. Melalui pendekatan nanoteknologi, eksplorasi biomassa dapat menghasilkan material maju dengan karakteristik dan fungsi yang baru sehingga dapat diterapkan dalam berbagai teknologi termasuk teknologi tinggi. Di bidang medis (kesehatan), nanomaterial telah diterapkan pada sistem pengiriman obat sebagai fungsi terapi. Nanomaterial juga telah dimanfaatkan sebagai material teranostik yaitu material yang dapat berfungsi terapi dan diagnostic sekaligus. \u201cPada terapi kanker, telah digunakan terapi fotodinamik yaitu ketika nanomaterial disinari cahaya, dengan energi sesuai, akan membangkitkan radikal-radikal yaitu Reactive Oxygen Species (ROS) yang sangat kuat membunuh bakteri. Pada fungsi diagnostik, penggunaan sifat fotoluminesensi titik kuantum (quantum dots) dapat menghasilkan citra yang sangat kuat di dalam tissue biologi,\u201d ujar Prof Akhiruddin Maddu, Guru Besar Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Giri Besar, (24\/2). Dalam paparannya dikatakan, pada dasarnya semua biomassa dapat dieksplorasi untuk menghasilkan nanomaterial karena biomassa mengandung unsur-unsur kimia dalam bentuk mineral atau senyawa-senyawa organik. Komponen-kompenen ini dapat \u201cdiambil\u201d dengan berbagai teknik, khususnya teknologi nano. \u201cSebagai contoh, senyawa organik yang mengandung banyak unsur karbon dapat dieksplorasi menjadi nanocarbon dalam berbagai bentuk dan aplikasi yang bervariasi. Juga unsur kalsium pada cangkang telur dapat menjadi sumber kalsium untuk berbagai material-material maju dengan pendekatan teknologi bahkan dapat dijadikan piranti maju,\u201d terangnya. Juga tulang ikan, lanjutnya. Dengan kandungan senyawa kalsium yang tinggi, tulang ikan dapat menjadi sumber material maju untuk berbagai fungsi. Seperti biomaterial untuk implant. \u201cBiaya untuk menghasilkan nanomaterial tergantung pada teknologi yang digunakan, juga bergantung pada jenis dan karakteristik nanomaterial yang akan dihasilkan. Ada berbagai teknik yang murah dan mudah yang dapat digunakan. Bahkan dapat dilakukan di rumah sekalipun, tanpa menggunakan peralatan canggih. Metode sederhana dan murah itu seperti metode hidrolisis dan pirolisis,\u201d ujarnya. Dari riset-risetnya, Dosen Departemen Fisika, FMIPA IPB University ini telah menciptakan nanomaterial yang dapat digunakan di bidang bidang medis, bidang lingkungan, bidang pertahanan, dan bidang energi. Prof Akhiruddin memanfaatkan bubuk daun teh, sekam padi, air kelapa, tulang ikan dan cangkang telur untuk membuat nanomaterial. \u201cHasil penelitian kami memperlihatkan bahwa titik karbon (carbon dots) dengan ukuran partikel rata-rata 6 nanometer yang disintesis dari bubuk daun teh, mampu berdifusi dan ber-fluoresensi dengan baik di dalam tubuh ikan zebra. Dengan demikian, titik karbon dari biomassa memiliki potensi besar sebagai agen pencitraan pada bidang medis untuk tujuan diagnosis. Cara ini murah dan mudah diproses serta memiliki biokompatibilitas yang baik. Bahkan dapat dikembangkan lebih jauh untuk tujuan terapi fotodinamik dalam dunia medis,\u201d tuturnya. Untuk biomassa sekam padi, Prof Akhiruddin memanfaatkannya sebagai titik karbon\/asam borat yang memperlihatkan karakteristik yang sangat sensitif terhadap glukosa. Kompleks titik karbon\/asam borat telah berfungsi dengan baik sebagai probe fluoresens pada alat ukur glukosa yang dirancang. \u201cHasil ini mengindikasikan bahwa titik karbon dari biomassa berpotensi sebagai material sensor yang sensitif untuk mendeteksi glukosa,\u201d tambahnya. Yang lebih keren lagi, katanya, eksplorasi biomassa sebagai material cerdas penyerap gelombang mikro telah dilakukan untuk mendukung teknologi siluman. Yaitu teknik menyembunyikan diri berbasis Radio Detection and Raging (RADAR). \u201cHasil penelitian menunjukkan campuran kitosan-polivinil alkohol (PVA) secara signifikan mampu menyerap gelombang RADAR pada frekuensi sekitar 10 GHz (X band). Temuan ini berhasil mendapat penghargaan dari Panglima TNI,\u201d tandasnya. (zul) Narasumber : Prof Akhiruddin Maddu, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-03-15T21:12:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-23T07:33:00+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png","type":"image\/png"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman","datePublished":"2022-03-15T21:12:00+00:00","dateModified":"2024-08-23T07:33:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014"},"wordCount":562,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014","name":"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png","datePublished":"2022-03-15T21:12:00+00:00","dateModified":"2024-08-23T07:33:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4014#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Prof. Dr. Akhiruddin Maddu Ubah Biomassa Jadi Material Maju untuk Deteksi Kanker Hingga Teknologi Siluman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":41,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Akhiruddin-MAdu-180x180-1.png","jetpack-related-posts":[{"id":4223,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4223","url_meta":{"origin":4014,"position":0},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB University Gelar Physics Talk, Hadirkan Pakar Metalurgi","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menghadirkan pakar ilmu fisika dalam \u201cIPB Physics Talk\u201d edisi ke 39, beberapa waktu lalu. Physics Talk edisi ini menghadirkan salah satu narasumber yang berpengalaman dalam dunia material dan metalurgi, yaitu Dr Mochamad Chalid. Ia adalah dosen dan peneliti\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4256,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4256","url_meta":{"origin":4014,"position":1},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB University Gelar Diskusi, Hadirkan Pakar Sel Surya","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 42 menghadirkan Pakar Sel Surya dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Prof Toto Winata, PhD. Judul materi yang dibawakan adalah \u201cAplikasi Lapisan Tipis Material Nano Semikonduktor Berbasis Karbon dalam Sel Surya Silikon\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4066,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4066","url_meta":{"origin":4014,"position":2},"title":"Departemen Fisika IPB University Jajaki Kerjasama Riset dengan NTU Singapura","author":"Support FMIPA","date":"27\/05\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melakukan penjajakan kerjasama penelitian di bidang material science dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura. NTU sendiri pada tahun 2021 menduduki peringkat pertama dalam perangkingan QS WUR dalam subjek material science, sedangkan untuk tahun 2022 menempati urutan ke tiga di\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":5364,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=5364","url_meta":{"origin":4014,"position":3},"title":"Pine Resin-Based Carbon: A Promising Material for Medical Mask Filters","author":"FMIPA","date":"17\/02\/2025","format":false,"excerpt":"Journal Title : Optimizing glutaraldehyde modification in microbial consortium biofilm for enhanced ethanol detection Author : Jayadi, Agus Sukarto Wismogroho, Cherly Firfharini, Akhiruddin Madu, Husin Alatas, Yessie Widya Sari. Scientists have successfully synthesized carbon microstructures from pine resin (gondorukem) using spray pyrolysis, a method that efficiently produces carbon materials. By\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Fisika&quot;","block_context":{"text":"Fisika","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=36"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4116,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4116","url_meta":{"origin":4014,"position":4},"title":"Dengan Teknologi Sederhana, Dosen FMIPA IPB University Implementasikan Inovasi Batang Pisang Jadi Benang dan Kerajinan di Bojonegoro","author":"Support FMIPA","date":"11\/07\/2022","format":false,"excerpt":"Tim Dosen IPB University yang diketuai Dr Siti Nikmatin mengunjungi Desa Sidorejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur untuk meninjau kemajuan kegiatan pengabdian masyarakat Dosen Pulang Kampung (Dospulkam), pada pada 3\/7. Kegiatan yang diawali sejak Mei 2022 lalu kini terus berkembang dan mulai menghasilkan karya-karya kerajinan tangan yang siap dikomersialkan. \u201cDesa Sidorejo\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3915,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915","url_meta":{"origin":4014,"position":5},"title":"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker","author":"Support FMIPA","date":"03\/05\/2021","format":false,"excerpt":"Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bekerja sama dengan Working Group Bioinformatika dan Pusat Studi Bioinformatika Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series 1 dengan tema utama \u201cPrecision Medicine for Cancer\u201d, (29\/04). Kegiatan tersebut digelar\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4014"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4016,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4014\/revisions\/4016"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}