{"id":4060,"date":"2022-05-27T01:15:00","date_gmt":"2022-05-26T18:15:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060"},"modified":"2024-08-28T09:20:09","modified_gmt":"2024-08-28T02:20:09","slug":"pengembangan-repositori-data-omics-tentukan-arah-pemanfaatan-dan-penelitian-terkait-biodiversitas-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","title":{"rendered":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam acara Kolokium Pusat Riset Komputasi \u2013 OR Elektronika dan Informatika, (12\/5). Kolokium ini mengangkat topik \u201criset dan pemanfaatan komputasi untuk repositori dan analisis multi-omics\u201d yang digelar secara daring oleh Pusat Riset Komputasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menyebutkan faktor penyebabnya karena belum optimalnya penelitian dasar yang mengeksplorasi biodiversitas. Belum adanya repositori yang memuat data omics biodiversitas Indonesia yang lengkap dan memenuhi standar. Belum diadopsinya pendekatan bioinformatika dan an\u00e1lisis omics secara luas. Dan kolaborasi penelitian yang memanfaatkan data omics biodiversitas Indonesia juga masih bersifat sporadis.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menjelaskan, kontribusi yang paling bisa dirasakan dari repositori yakni peneliti akan mampu memanfaatkan, berbagi serta mengarsipkan data omics yang selalu berkembang. Akses terhadap penelitian di bidang omcis juga akan semakin terbuka dan berkembang pesat.<br>\u201cKebijakan akses terbuka bagi data omcis bisa menjadi best practice bagi kita untuk mengembangkan repositori untuk memanfaatkan secara luas biodiversitas Indonesia,\u201d terangnya.<br>Menurutnya, hal tersebut tidak hanya melibatkan peneliti namun pemangku kebijakan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kolaborasi ini dapat juga terbangun hingga tingkat internasional karena diintegrasikan dengan repositori di dunia.<br>\u201cTeknologi omics telah menjadi paradigma baru pada penelitian molekuler. Aplikasinya juga sangat luas, baik di bidang pertanian hingga kesehatan. Teknologi ini meliputi geomik, transkriptomik, proteomik dan metabolomik,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dr Wisnu mengatakan kontribusi teknologi omics sangat signifikan terutama di bidang kesehatan. Teknologi ini sangat berguna bagi farmakologi yang bersifat multidimensional. Bahkan dapat menentukan arah pengembangan pengobatan yang bersifat multidrug-multitarget. Teknologi ini dapat menggali potensi fitofarmaka dari berbagai tanaman herbal Indonesia. Ia menambahkan bahwa Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bahkan telah menggencarkan produk herbal melalui roadmap pengembangan jamu\/obat herbal. Selain itu, turut dikembangkan sebuah sistem untuk memformulasikan obat herbal baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, sistem ini dibangun berbasis network pharmacology dan menggunakan metode machine learning yakni IJAH Analytics. Data yang terdapat di dalamnya meliputi data tanaman yang diambil dari situs jamu.ipb.ac.id dan diintegrasikan dengan data senyawa, data protein dan data penyakit dari situs yang terkait.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTeknologi omics ini bisa menjadi arah pengembangan obat herbal dan fitofarmaka di Indonesia yang semakin maju. Bahkan Indonesia bisa menjadi unggulan dalam pengobatan yang bersifat presisi dengan memanfaatkan biodiversitas Indonesia,\u201d tambahnya. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p>Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian. Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam acara Kolokium Pusat Riset Komputasi \u2013 OR Elektronika dan Informatika, (12\/5). Kolokium ini mengangkat topik \u201criset dan pemanfaatan komputasi untuk repositori dan analisis multi-omics\u201d yang digelar secara daring oleh Pusat Riset Komputasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menyebutkan faktor penyebabnya karena belum optimalnya penelitian dasar yang mengeksplorasi biodiversitas. Belum adanya repositori yang memuat data omics biodiversitas Indonesia yang lengkap dan memenuhi standar. Belum diadopsinya pendekatan bioinformatika dan an\u00e1lisis omics secara luas. Dan kolaborasi penelitian yang memanfaatkan data omics biodiversitas Indonesia juga masih bersifat sporadis. Ia menjelaskan, kontribusi yang paling bisa dirasakan dari repositori yakni peneliti akan mampu memanfaatkan, berbagi serta mengarsipkan data omics yang selalu berkembang. Akses terhadap penelitian di bidang omcis juga akan semakin terbuka dan berkembang pesat.\u201cKebijakan akses terbuka bagi data omcis bisa menjadi best practice bagi kita untuk mengembangkan repositori untuk memanfaatkan secara luas biodiversitas Indonesia,\u201d terangnya.Menurutnya, hal tersebut tidak hanya melibatkan peneliti namun pemangku kebijakan yang lebih tinggi. Kolaborasi ini dapat juga terbangun hingga tingkat internasional karena diintegrasikan dengan repositori di dunia.\u201cTeknologi omics telah menjadi paradigma baru pada penelitian molekuler. Aplikasinya juga sangat luas, baik di bidang pertanian hingga kesehatan. Teknologi ini meliputi geomik, transkriptomik, proteomik dan metabolomik,\u201d jelasnya. Dr Wisnu mengatakan kontribusi teknologi omics sangat signifikan terutama di bidang kesehatan. Teknologi ini sangat berguna bagi farmakologi yang bersifat multidimensional. Bahkan dapat menentukan arah pengembangan pengobatan yang bersifat multidrug-multitarget. Teknologi ini dapat menggali potensi fitofarmaka dari berbagai tanaman herbal Indonesia. Ia menambahkan bahwa Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bahkan telah menggencarkan produk herbal melalui roadmap pengembangan jamu\/obat herbal. Selain itu, turut dikembangkan sebuah sistem untuk memformulasikan obat herbal baru. Menurutnya, sistem ini dibangun berbasis network pharmacology dan menggunakan metode machine learning yakni IJAH Analytics. Data yang terdapat di dalamnya meliputi data tanaman yang diambil dari situs jamu.ipb.ac.id dan diintegrasikan dengan data senyawa, data protein dan data penyakit dari situs yang terkait. \u201cTeknologi omics ini bisa menjadi arah pengembangan obat herbal dan fitofarmaka di Indonesia yang semakin maju. Bahkan Indonesia bisa menjadi unggulan dalam pengobatan yang bersifat presisi dengan memanfaatkan biodiversitas Indonesia,\u201d tambahnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4061,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian. Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam acara Kolokium Pusat Riset Komputasi \u2013 OR Elektronika dan Informatika, (12\/5). Kolokium ini mengangkat topik \u201criset dan pemanfaatan komputasi untuk repositori dan analisis multi-omics\u201d yang digelar secara daring oleh Pusat Riset Komputasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menyebutkan faktor penyebabnya karena belum optimalnya penelitian dasar yang mengeksplorasi biodiversitas. Belum adanya repositori yang memuat data omics biodiversitas Indonesia yang lengkap dan memenuhi standar. Belum diadopsinya pendekatan bioinformatika dan an\u00e1lisis omics secara luas. Dan kolaborasi penelitian yang memanfaatkan data omics biodiversitas Indonesia juga masih bersifat sporadis. Ia menjelaskan, kontribusi yang paling bisa dirasakan dari repositori yakni peneliti akan mampu memanfaatkan, berbagi serta mengarsipkan data omics yang selalu berkembang. Akses terhadap penelitian di bidang omcis juga akan semakin terbuka dan berkembang pesat.\u201cKebijakan akses terbuka bagi data omcis bisa menjadi best practice bagi kita untuk mengembangkan repositori untuk memanfaatkan secara luas biodiversitas Indonesia,\u201d terangnya.Menurutnya, hal tersebut tidak hanya melibatkan peneliti namun pemangku kebijakan yang lebih tinggi. Kolaborasi ini dapat juga terbangun hingga tingkat internasional karena diintegrasikan dengan repositori di dunia.\u201cTeknologi omics telah menjadi paradigma baru pada penelitian molekuler. Aplikasinya juga sangat luas, baik di bidang pertanian hingga kesehatan. Teknologi ini meliputi geomik, transkriptomik, proteomik dan metabolomik,\u201d jelasnya. Dr Wisnu mengatakan kontribusi teknologi omics sangat signifikan terutama di bidang kesehatan. Teknologi ini sangat berguna bagi farmakologi yang bersifat multidimensional. Bahkan dapat menentukan arah pengembangan pengobatan yang bersifat multidrug-multitarget. Teknologi ini dapat menggali potensi fitofarmaka dari berbagai tanaman herbal Indonesia. Ia menambahkan bahwa Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bahkan telah menggencarkan produk herbal melalui roadmap pengembangan jamu\/obat herbal. Selain itu, turut dikembangkan sebuah sistem untuk memformulasikan obat herbal baru. Menurutnya, sistem ini dibangun berbasis network pharmacology dan menggunakan metode machine learning yakni IJAH Analytics. Data yang terdapat di dalamnya meliputi data tanaman yang diambil dari situs jamu.ipb.ac.id dan diintegrasikan dengan data senyawa, data protein dan data penyakit dari situs yang terkait. \u201cTeknologi omics ini bisa menjadi arah pengembangan obat herbal dan fitofarmaka di Indonesia yang semakin maju. Bahkan Indonesia bisa menjadi unggulan dalam pengobatan yang bersifat presisi dengan memanfaatkan biodiversitas Indonesia,\u201d tambahnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-26T18:15:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-28T02:20:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia\",\"datePublished\":\"2022-05-26T18:15:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T02:20:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060\"},\"wordCount\":442,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060\",\"name\":\"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-26T18:15:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T02:20:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4060#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian. Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam acara Kolokium Pusat Riset Komputasi \u2013 OR Elektronika dan Informatika, (12\/5). Kolokium ini mengangkat topik \u201criset dan pemanfaatan komputasi untuk repositori dan analisis multi-omics\u201d yang digelar secara daring oleh Pusat Riset Komputasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menyebutkan faktor penyebabnya karena belum optimalnya penelitian dasar yang mengeksplorasi biodiversitas. Belum adanya repositori yang memuat data omics biodiversitas Indonesia yang lengkap dan memenuhi standar. Belum diadopsinya pendekatan bioinformatika dan an\u00e1lisis omics secara luas. Dan kolaborasi penelitian yang memanfaatkan data omics biodiversitas Indonesia juga masih bersifat sporadis. Ia menjelaskan, kontribusi yang paling bisa dirasakan dari repositori yakni peneliti akan mampu memanfaatkan, berbagi serta mengarsipkan data omics yang selalu berkembang. Akses terhadap penelitian di bidang omcis juga akan semakin terbuka dan berkembang pesat.\u201cKebijakan akses terbuka bagi data omcis bisa menjadi best practice bagi kita untuk mengembangkan repositori untuk memanfaatkan secara luas biodiversitas Indonesia,\u201d terangnya.Menurutnya, hal tersebut tidak hanya melibatkan peneliti namun pemangku kebijakan yang lebih tinggi. Kolaborasi ini dapat juga terbangun hingga tingkat internasional karena diintegrasikan dengan repositori di dunia.\u201cTeknologi omics telah menjadi paradigma baru pada penelitian molekuler. Aplikasinya juga sangat luas, baik di bidang pertanian hingga kesehatan. Teknologi ini meliputi geomik, transkriptomik, proteomik dan metabolomik,\u201d jelasnya. Dr Wisnu mengatakan kontribusi teknologi omics sangat signifikan terutama di bidang kesehatan. Teknologi ini sangat berguna bagi farmakologi yang bersifat multidimensional. Bahkan dapat menentukan arah pengembangan pengobatan yang bersifat multidrug-multitarget. Teknologi ini dapat menggali potensi fitofarmaka dari berbagai tanaman herbal Indonesia. Ia menambahkan bahwa Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bahkan telah menggencarkan produk herbal melalui roadmap pengembangan jamu\/obat herbal. Selain itu, turut dikembangkan sebuah sistem untuk memformulasikan obat herbal baru. Menurutnya, sistem ini dibangun berbasis network pharmacology dan menggunakan metode machine learning yakni IJAH Analytics. Data yang terdapat di dalamnya meliputi data tanaman yang diambil dari situs jamu.ipb.ac.id dan diintegrasikan dengan data senyawa, data protein dan data penyakit dari situs yang terkait. \u201cTeknologi omics ini bisa menjadi arah pengembangan obat herbal dan fitofarmaka di Indonesia yang semakin maju. Bahkan Indonesia bisa menjadi unggulan dalam pengobatan yang bersifat presisi dengan memanfaatkan biodiversitas Indonesia,\u201d tambahnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-05-26T18:15:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-28T02:20:09+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia","datePublished":"2022-05-26T18:15:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T02:20:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060"},"wordCount":442,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","name":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-05-26T18:15:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T02:20:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":17,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengembangan-Repositori-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4026,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4026","url_meta":{"origin":4060,"position":0},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Riset dan Inovasi Para Peneliti IPB University Terkait High Performance Computing dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Alam","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Para peneliti IPB University selalu hadir dalam mengembangkan berbagai inovasi terbaru dengan memanfaatkan teknologi terkini. Pemanfaatan High Performance Computing (HPC) atau Komputasi Berperforma Tinggi menjadi salah satu terobosan saintifik untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi data.HPC ini merupakan kebutuhan penting pada era di mana data menjadi paradigma keempat dalam sains. Kemudahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3855,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3855","url_meta":{"origin":4060,"position":1},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Bagikan Pengetahuan Mengenai Bioinformatika dan Penelitian Terkininya di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"26\/01\/2021","format":false,"excerpt":"Dalam Pertemuan Nasional Masyarakat Komputasi Indonesia yang belum lama ini digelar, Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), hadir sebagai narasumber utama. Ia memberikan kuliah umum mengenai kiprah bidang bioinformatika di Indonesia serta penelitian terkini dan potensi kerjasama lintas\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":6534,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6534","url_meta":{"origin":4060,"position":2},"title":"FMIPA IPB University Bertransformasi Menuju Fakultas Sains, Perkuat Bioinformatika dan Riset Biodiversitas","author":"FMIPA","date":"13\/04\/2026","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University terus melakukan pembaruan kelembagaan, akademik, dan riset sebagai bagian dari strategi penguatan sains dasar yang adaptif dan lintas disiplin. Hal ini disampaikan Dekan Dr Berry Juliandi, saat memaparkan perkembangan terbaru FMIPA IPB University. Ia menjelaskan, perubahan signifikan terjadi setelah tiga departemen\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4196,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","url_meta":{"origin":4060,"position":3},"title":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"29\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Laut menyimpan jutaan informasi terkait evolusi dan berbagai informasi biologi lainnya. Namun di sisi lain, informasi tersebut mengalami penurunan kualitas. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang menjadi pemicu penurunan biodiversitas, perubahan habitat dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan teknologi di bidang bioinformatika untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas agar tidak tinggal nama. Dr Beginner\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4226,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","url_meta":{"origin":4060,"position":4},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4238,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238","url_meta":{"origin":4060,"position":5},"title":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas","author":"Support FMIPA","date":"01\/12\/2022","format":false,"excerpt":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer menyebut bahwa smart agriculture penting untuk masa depan. \u201cKita membutuhkan smart agriculture di masa depan, terutama karena jumlah penduduk semakin meningkat disusul dengan isu perubahan iklim, serta masalah hama dan penyakit tanaman yang berakibat pada kerawanan pangan,\u201d katanya dalam\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4062,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4060\/revisions\/4062"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}