{"id":4069,"date":"2022-06-14T01:20:00","date_gmt":"2022-06-13T18:20:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069"},"modified":"2024-08-28T11:30:31","modified_gmt":"2024-08-28T04:30:31","slug":"peneliti-fmipa-ipb-ciptakan-obat-herbal-atasi-perut-buncit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069","title":{"rendered":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit"},"content":{"rendered":"\n<p>Timbunan lemak berlebih atau kegemukan hingga kini masih menjadi masalah serius. Pasalnya, jika status kegemukan beralih menjadi obesitas, hal ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit serius.<\/p>\n\n\n\n<p>Komplikasi yang akan dihadapi oleh penderita obesitas dapat berupa hipertensi, hiperlipidemia, kanker, diabetes, kelainan jantung, gangguan pernafasan, dan kelainan sendi pada penderita usia lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim riset yang dipimpin oleh Prof Dyah Iswantini Pradono, berhasil menemukan obat herbal untuk mengatasi obesitas yaitu kombinasi ekstrak dari asam gelugur dan rimpang kunci pepet.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBangsa kita (Indonesia) sejak lama sudah mengenal rimpang-rimpangan sebagai obat tradisional atau jamu. Kami menggunakan komoditas lokal sebagai wujud mengembangkan produk dalam negeri,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan hasil penelitiannya, Prof Dyah menemukan formula baru dari kombinasi ekstrak asam gelugur dan kunci pepet untuk mengatasi perut buncit. Kombinasi kedua ekstrak tersebut berhasil menjadi dosis terbaik dalam menurunkan bobot badan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Dr Novriyandi Hanif menjelaskan bahwa kunci pepet mengandung senyawa aktif kelompok kalkon flavokawain. Senyawa tersebut dapat berpotensi sebagai anti obesitas. Menurutnya, kombinasi senyawa aktif pada tumbuhan kunci pepet (flavokawain) dan senyawa aktif pada asam gelugur (HCA) akan menghasilkan efek anti obesitas yang luar biasa dan dapat meluruhkan lemak khususnya pada area perut.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof Dyah mengklaim bahwa obat ini tidak akan memberi efek samping karena kedua bahan tersebut sudah melalui pengujian toksisitas. \u201cSelain memiliki dampak dalam meluruhkan lemak berlebih, penggunaan produk ini sudah melalui uji toksisitas yang menunjukkan hasil tidak adanya efek samping,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dosen IPB University itu menjelaskan, uji toksisitas merupakan pengujian untuk mendeteksi efek toksik pada produk yang diuji. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan batas keamanan suatu bahan sehingga batas penggunaan obat dapat ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof Dyah menerangkan bahwa produk ini akan menjadi karya anak bangsa karena penggunaan bahan-bahannya yang berasal dari dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAsam gelugur merupakan rimpang yang sering ditemui pada bumbu masak, bahan perasa minuman, hingga kosmetik. Sedangkan kunci pepet termasuk rempah-rempah rimpang yang digunakan pada jamu. Sehingga semua tanaman penyusun obat herbal pelangsing ini mudah ditemukan di sekitar kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Guru besar Departemen Kimia Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University itu mengatakan, penelitian ini menggandeng perusahaan farmasi sebagai mitra penelitian yakni PT Indofarma Tbk. Perusahaan hadir untuk membuat bahan baku dan upscaling produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Medina dari PT Indofarma Tbk. menjelaskan pengerjaan obat yang kini tengah menuju proses upscaling ke skala pilot. \u201cKami bertugas untuk mencapai optimasi pembuatan bahan baku serta secara bertahap menuju skala pilot, tujuannya untuk mencapai titik optimal dari produk obat herbal terstandar ini,\u201d paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian yang diketuai oleh Prof Dyah mendapat pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui program pendanaan Riset Inovatif Produktif (Rispro) Invitasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim peneliti berjumlah sebelas orang diantaranya yaitu Dr Min Rahminiwati (Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University), Prof Sandra Arifin Aziz, MS (Departemen Agronomi Hortikultura, IPB University), Prof Andreas Santosa (Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB University), Dr Novriyandi Hanif dan Dr Mohammad Rafi (Departemen Kimia, IPB University), Dr Trivadila (Pusat Studi Biofarmaka Tropika, IPB University), Drh Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD (Pusat Studi Satwa Primata IPB), Dr Siti Sa\u2019diah MSi, Apt (Fakultas Kedokteran Hewan), dr Mira Dewi, PhD (dosen Departemen Gizi Masyarakat, IPB University), dr Ahani, Sp.PD. (dokter penyakit dalam dari Rumah Sakit PMI Bogor), dan Drs Agus Pramono (PT. Indofarma Tbk.) (*\/Ra)<\/p>\n\n\n\n<p>Narasumber : Prof Dyah Iswantini Pradono, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Timbunan lemak berlebih atau kegemukan hingga kini masih menjadi masalah serius. Pasalnya, jika status kegemukan beralih menjadi obesitas, hal ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit serius. Komplikasi yang akan dihadapi oleh penderita obesitas dapat berupa hipertensi, hiperlipidemia, kanker, diabetes, kelainan jantung, gangguan pernafasan, dan kelainan sendi pada penderita usia lanjut. Tim riset yang dipimpin oleh Prof Dyah Iswantini Pradono, berhasil menemukan obat herbal untuk mengatasi obesitas yaitu kombinasi ekstrak dari asam gelugur dan rimpang kunci pepet. \u201cBangsa kita (Indonesia) sejak lama sudah mengenal rimpang-rimpangan sebagai obat tradisional atau jamu. Kami menggunakan komoditas lokal sebagai wujud mengembangkan produk dalam negeri,\u201d tuturnya. Berdasarkan hasil penelitiannya, Prof Dyah menemukan formula baru dari kombinasi ekstrak asam gelugur dan kunci pepet untuk mengatasi perut buncit. Kombinasi kedua ekstrak tersebut berhasil menjadi dosis terbaik dalam menurunkan bobot badan. Sementara itu, Dr Novriyandi Hanif menjelaskan bahwa kunci pepet mengandung senyawa aktif kelompok kalkon flavokawain. Senyawa tersebut dapat berpotensi sebagai anti obesitas. Menurutnya, kombinasi senyawa aktif pada tumbuhan kunci pepet (flavokawain) dan senyawa aktif pada asam gelugur (HCA) akan menghasilkan efek anti obesitas yang luar biasa dan dapat meluruhkan lemak khususnya pada area perut. Prof Dyah mengklaim bahwa obat ini tidak akan memberi efek samping karena kedua bahan tersebut sudah melalui pengujian toksisitas. \u201cSelain memiliki dampak dalam meluruhkan lemak berlebih, penggunaan produk ini sudah melalui uji toksisitas yang menunjukkan hasil tidak adanya efek samping,\u201d ujarnya. Dosen IPB University itu menjelaskan, uji toksisitas merupakan pengujian untuk mendeteksi efek toksik pada produk yang diuji. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan batas keamanan suatu bahan sehingga batas penggunaan obat dapat ditentukan. Prof Dyah menerangkan bahwa produk ini akan menjadi karya anak bangsa karena penggunaan bahan-bahannya yang berasal dari dalam negeri. \u201cAsam gelugur merupakan rimpang yang sering ditemui pada bumbu masak, bahan perasa minuman, hingga kosmetik. Sedangkan kunci pepet termasuk rempah-rempah rimpang yang digunakan pada jamu. Sehingga semua tanaman penyusun obat herbal pelangsing ini mudah ditemukan di sekitar kita,\u201d ujarnya. Guru besar Departemen Kimia Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University itu mengatakan, penelitian ini menggandeng perusahaan farmasi sebagai mitra penelitian yakni PT Indofarma Tbk. Perusahaan hadir untuk membuat bahan baku dan upscaling produk. Medina dari PT Indofarma Tbk. menjelaskan pengerjaan obat yang kini tengah menuju proses upscaling ke skala pilot. \u201cKami bertugas untuk mencapai optimasi pembuatan bahan baku serta secara bertahap menuju skala pilot, tujuannya untuk mencapai titik optimal dari produk obat herbal terstandar ini,\u201d paparnya. Penelitian yang diketuai oleh Prof Dyah mendapat pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui program pendanaan Riset Inovatif Produktif (Rispro) Invitasi. Tim peneliti berjumlah sebelas orang diantaranya yaitu Dr Min Rahminiwati (Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University), Prof Sandra Arifin Aziz, MS (Departemen Agronomi Hortikultura, IPB University), Prof Andreas Santosa (Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB University), Dr Novriyandi Hanif dan Dr Mohammad Rafi (Departemen Kimia, IPB University), Dr Trivadila (Pusat Studi Biofarmaka Tropika, IPB University), Drh Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD (Pusat Studi Satwa Primata IPB), Dr Siti Sa\u2019diah MSi, Apt (Fakultas Kedokteran Hewan), dr Mira Dewi, PhD (dosen Departemen Gizi Masyarakat, IPB University), dr Ahani, Sp.PD. (dokter penyakit dalam dari Rumah Sakit PMI Bogor), dan Drs Agus Pramono (PT. Indofarma Tbk.) (*\/Ra) Narasumber : Prof Dyah Iswantini Pradono, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4070,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4069","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Timbunan lemak berlebih atau kegemukan hingga kini masih menjadi masalah serius. Pasalnya, jika status kegemukan beralih menjadi obesitas, hal ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit serius. Komplikasi yang akan dihadapi oleh penderita obesitas dapat berupa hipertensi, hiperlipidemia, kanker, diabetes, kelainan jantung, gangguan pernafasan, dan kelainan sendi pada penderita usia lanjut. Tim riset yang dipimpin oleh Prof Dyah Iswantini Pradono, berhasil menemukan obat herbal untuk mengatasi obesitas yaitu kombinasi ekstrak dari asam gelugur dan rimpang kunci pepet. \u201cBangsa kita (Indonesia) sejak lama sudah mengenal rimpang-rimpangan sebagai obat tradisional atau jamu. Kami menggunakan komoditas lokal sebagai wujud mengembangkan produk dalam negeri,\u201d tuturnya. Berdasarkan hasil penelitiannya, Prof Dyah menemukan formula baru dari kombinasi ekstrak asam gelugur dan kunci pepet untuk mengatasi perut buncit. Kombinasi kedua ekstrak tersebut berhasil menjadi dosis terbaik dalam menurunkan bobot badan. Sementara itu, Dr Novriyandi Hanif menjelaskan bahwa kunci pepet mengandung senyawa aktif kelompok kalkon flavokawain. Senyawa tersebut dapat berpotensi sebagai anti obesitas. Menurutnya, kombinasi senyawa aktif pada tumbuhan kunci pepet (flavokawain) dan senyawa aktif pada asam gelugur (HCA) akan menghasilkan efek anti obesitas yang luar biasa dan dapat meluruhkan lemak khususnya pada area perut. Prof Dyah mengklaim bahwa obat ini tidak akan memberi efek samping karena kedua bahan tersebut sudah melalui pengujian toksisitas. \u201cSelain memiliki dampak dalam meluruhkan lemak berlebih, penggunaan produk ini sudah melalui uji toksisitas yang menunjukkan hasil tidak adanya efek samping,\u201d ujarnya. Dosen IPB University itu menjelaskan, uji toksisitas merupakan pengujian untuk mendeteksi efek toksik pada produk yang diuji. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan batas keamanan suatu bahan sehingga batas penggunaan obat dapat ditentukan. Prof Dyah menerangkan bahwa produk ini akan menjadi karya anak bangsa karena penggunaan bahan-bahannya yang berasal dari dalam negeri. \u201cAsam gelugur merupakan rimpang yang sering ditemui pada bumbu masak, bahan perasa minuman, hingga kosmetik. Sedangkan kunci pepet termasuk rempah-rempah rimpang yang digunakan pada jamu. Sehingga semua tanaman penyusun obat herbal pelangsing ini mudah ditemukan di sekitar kita,\u201d ujarnya. Guru besar Departemen Kimia Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University itu mengatakan, penelitian ini menggandeng perusahaan farmasi sebagai mitra penelitian yakni PT Indofarma Tbk. Perusahaan hadir untuk membuat bahan baku dan upscaling produk. Medina dari PT Indofarma Tbk. menjelaskan pengerjaan obat yang kini tengah menuju proses upscaling ke skala pilot. \u201cKami bertugas untuk mencapai optimasi pembuatan bahan baku serta secara bertahap menuju skala pilot, tujuannya untuk mencapai titik optimal dari produk obat herbal terstandar ini,\u201d paparnya. Penelitian yang diketuai oleh Prof Dyah mendapat pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui program pendanaan Riset Inovatif Produktif (Rispro) Invitasi. Tim peneliti berjumlah sebelas orang diantaranya yaitu Dr Min Rahminiwati (Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University), Prof Sandra Arifin Aziz, MS (Departemen Agronomi Hortikultura, IPB University), Prof Andreas Santosa (Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB University), Dr Novriyandi Hanif dan Dr Mohammad Rafi (Departemen Kimia, IPB University), Dr Trivadila (Pusat Studi Biofarmaka Tropika, IPB University), Drh Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD (Pusat Studi Satwa Primata IPB), Dr Siti Sa\u2019diah MSi, Apt (Fakultas Kedokteran Hewan), dr Mira Dewi, PhD (dosen Departemen Gizi Masyarakat, IPB University), dr Ahani, Sp.PD. (dokter penyakit dalam dari Rumah Sakit PMI Bogor), dan Drs Agus Pramono (PT. Indofarma Tbk.) (*\/Ra) Narasumber : Prof Dyah Iswantini Pradono, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-13T18:20:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-28T04:30:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit\",\"datePublished\":\"2022-06-13T18:20:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T04:30:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069\"},\"wordCount\":542,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069\",\"name\":\"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-06-13T18:20:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T04:30:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4069#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Timbunan lemak berlebih atau kegemukan hingga kini masih menjadi masalah serius. Pasalnya, jika status kegemukan beralih menjadi obesitas, hal ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit serius. Komplikasi yang akan dihadapi oleh penderita obesitas dapat berupa hipertensi, hiperlipidemia, kanker, diabetes, kelainan jantung, gangguan pernafasan, dan kelainan sendi pada penderita usia lanjut. Tim riset yang dipimpin oleh Prof Dyah Iswantini Pradono, berhasil menemukan obat herbal untuk mengatasi obesitas yaitu kombinasi ekstrak dari asam gelugur dan rimpang kunci pepet. \u201cBangsa kita (Indonesia) sejak lama sudah mengenal rimpang-rimpangan sebagai obat tradisional atau jamu. Kami menggunakan komoditas lokal sebagai wujud mengembangkan produk dalam negeri,\u201d tuturnya. Berdasarkan hasil penelitiannya, Prof Dyah menemukan formula baru dari kombinasi ekstrak asam gelugur dan kunci pepet untuk mengatasi perut buncit. Kombinasi kedua ekstrak tersebut berhasil menjadi dosis terbaik dalam menurunkan bobot badan. Sementara itu, Dr Novriyandi Hanif menjelaskan bahwa kunci pepet mengandung senyawa aktif kelompok kalkon flavokawain. Senyawa tersebut dapat berpotensi sebagai anti obesitas. Menurutnya, kombinasi senyawa aktif pada tumbuhan kunci pepet (flavokawain) dan senyawa aktif pada asam gelugur (HCA) akan menghasilkan efek anti obesitas yang luar biasa dan dapat meluruhkan lemak khususnya pada area perut. Prof Dyah mengklaim bahwa obat ini tidak akan memberi efek samping karena kedua bahan tersebut sudah melalui pengujian toksisitas. \u201cSelain memiliki dampak dalam meluruhkan lemak berlebih, penggunaan produk ini sudah melalui uji toksisitas yang menunjukkan hasil tidak adanya efek samping,\u201d ujarnya. Dosen IPB University itu menjelaskan, uji toksisitas merupakan pengujian untuk mendeteksi efek toksik pada produk yang diuji. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan batas keamanan suatu bahan sehingga batas penggunaan obat dapat ditentukan. Prof Dyah menerangkan bahwa produk ini akan menjadi karya anak bangsa karena penggunaan bahan-bahannya yang berasal dari dalam negeri. \u201cAsam gelugur merupakan rimpang yang sering ditemui pada bumbu masak, bahan perasa minuman, hingga kosmetik. Sedangkan kunci pepet termasuk rempah-rempah rimpang yang digunakan pada jamu. Sehingga semua tanaman penyusun obat herbal pelangsing ini mudah ditemukan di sekitar kita,\u201d ujarnya. Guru besar Departemen Kimia Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University itu mengatakan, penelitian ini menggandeng perusahaan farmasi sebagai mitra penelitian yakni PT Indofarma Tbk. Perusahaan hadir untuk membuat bahan baku dan upscaling produk. Medina dari PT Indofarma Tbk. menjelaskan pengerjaan obat yang kini tengah menuju proses upscaling ke skala pilot. \u201cKami bertugas untuk mencapai optimasi pembuatan bahan baku serta secara bertahap menuju skala pilot, tujuannya untuk mencapai titik optimal dari produk obat herbal terstandar ini,\u201d paparnya. Penelitian yang diketuai oleh Prof Dyah mendapat pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui program pendanaan Riset Inovatif Produktif (Rispro) Invitasi. Tim peneliti berjumlah sebelas orang diantaranya yaitu Dr Min Rahminiwati (Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University), Prof Sandra Arifin Aziz, MS (Departemen Agronomi Hortikultura, IPB University), Prof Andreas Santosa (Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB University), Dr Novriyandi Hanif dan Dr Mohammad Rafi (Departemen Kimia, IPB University), Dr Trivadila (Pusat Studi Biofarmaka Tropika, IPB University), Drh Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD (Pusat Studi Satwa Primata IPB), Dr Siti Sa\u2019diah MSi, Apt (Fakultas Kedokteran Hewan), dr Mira Dewi, PhD (dosen Departemen Gizi Masyarakat, IPB University), dr Ahani, Sp.PD. (dokter penyakit dalam dari Rumah Sakit PMI Bogor), dan Drs Agus Pramono (PT. Indofarma Tbk.) (*\/Ra) Narasumber : Prof Dyah Iswantini Pradono, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-06-13T18:20:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-28T04:30:31+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit","datePublished":"2022-06-13T18:20:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T04:30:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069"},"wordCount":542,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069","name":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-06-13T18:20:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T04:30:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":26,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Dyah-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4312,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4312","url_meta":{"origin":4069,"position":0},"title":"Prof Hasim: Ini Herbal Terbaik untuk Antiobesitas dan Antidiabetes","author":"Support FMIPA","date":"23\/10\/2023","format":false,"excerpt":"Prof Hasim, DEA, Guru Besar IPB University berhasil memperoleh 10 tanaman terbaik di Indonesia yang memiliki potensi antiobesitas. Riset panjang yang dilakukannya itu juga ditemukan 6 jenis herbal antidiabetes. Hal tersebut terungkap dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah secara daring pada Kamis (19\/10). Dalam paparannya, Prof Hasim mengungkapkan 10 jenis\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3894,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3894","url_meta":{"origin":4069,"position":1},"title":"Prof Dyah Iswantini Bicara Keampuhan Sidaguri untuk Redakan Asam Urat di Sapa Agrianita","author":"Support FMIPA","date":"30\/03\/2021","format":false,"excerpt":"Seiring bertambahnya usia, munculnya keluhan penyakit seperti asam urat semakin terasa. Dampak ke seluruh tubuh pun tentunya tidak menyenangkan dan bahkan dapat berakibat fatal. Indonesia sebagai negara megabioversitas memiliki berbagai tanaman herbal lokal yang berkhasiat sebagai obat asam urat yang mudah ditanam di pekarangan rumah.Prof Dyah Iswantini, Guru Besar IPB\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4032,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4032","url_meta":{"origin":4069,"position":2},"title":"Guru Besar FMIPA IPB Kembangkan Model Fisika yang Mampu Hancurkan SARS-Cov-2","author":"Support FMIPA","date":"29\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof R Tony Ibnu Sumaryada Wijaya Puspita mengembangkan model fisika yang mampu menghancurkan virus SARS-Cov-2. Hal ini terungkap dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Penetapan Guru Besar Prof Tony, (24\/3), dengan materi yang berjudul Pendekatan Fisika tmTeoritis dan Komputasional\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4250,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4250","url_meta":{"origin":4069,"position":3},"title":"c et chic: Inovasi Dosen Departemen Fisika FMIPA IPB University untuk Turunkan Kasus Karies di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut tidak jarang sering terlewatkan. Adanya gangguan pada gigi dan mulut akan menyebabkan gangguan pada kehidupan sehari-hari. Seperti menurunnya kesehatan secara umum, menurunkan kepercayaan diri dan mengganggu performa kehidupan sehari-hari. Penyakit gigi yang umum terjadi adalah karies. Di Indonesia, kasus karies pada gigi dapat dikatakan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4259,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4259","url_meta":{"origin":4069,"position":4},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Memulai Riset UKICIS Pariwisata di Belitung","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Para peneliti di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University telah melakukan riset pemanfaatan sumberdaya hayati untuk pariwisata berkelanjutan dan terintegrasi. Rangkaian riset di bawah United Kingdom-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS)-IPB yang dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini akan berlangsung selama empat tahun.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4166,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4166","url_meta":{"origin":4069,"position":5},"title":"Dr Wisnu Ananta Ungkap Peran Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pengobatan Presisi","author":"Support FMIPA","date":"01\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Perkembangan teknologi informasi mendorong berkembangnya pendekatan baru dalam pencarian obat. Dengan Artificial Intelligence (AI), terutama Machine Learning, kini dunia bisa mengembangkan pengobatan yang bersifat presisi sesuai profil genetik pasien, yang umum disebut dengan Precision Medicine. Dr Wisnu Ananta Kusuma, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4069"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4069\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4071,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4069\/revisions\/4071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}