{"id":4072,"date":"2022-06-14T01:22:00","date_gmt":"2022-06-13T18:22:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072"},"modified":"2024-08-28T11:36:44","modified_gmt":"2024-08-28T04:36:44","slug":"fmipa-ipb-university-undang-dua-ilmuwan-bahas-keberhasilan-dan-kegagalan-analisa-bioinformatika-dengan-wet-lab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072","title":{"rendered":"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab"},"content":{"rendered":"\n<p>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Bioinformatics Webinar Series ke-12 dengan tema \u201cHow Bioinformatics Analysis May Succeed and Fail at Wet Lab\u201d, (31\/5). Kegiatan ini ingin mengungkap analisa bioinformatika untuk mendukung solusi dari persoalan dan dibuktikan secara wet lab. Perspektif bioinformatika ke depan sangat dibutuhkan tidak hanya sebagai pendukung namun sebagai metode utama untuk menghasil riset-riset di bidang kesehatan dan pertanian. Utamanya untuk mendorong pertanian dan pengobatan presisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Materi pertama disampaikan oleh Dr rer nat Arli Aditya Parikesit, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Kerjasama Industri di Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L).<br>Ia mengatakan tidak semua pembuktian analisa bioinformatika di wet lab dapat berhasil. Kegagalan merupakan suatu hal yang wajar. Salah satunya ketika melakukan analisa berbasis anotasi ncRNA atau non coding ribonucleic acid\/RNA yang berperan dalam regulasi gen walau tidak ditranslasi ke protein. Analisa RNA merupakan zona yang tidak aman dan rentan turbulensi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnalisa ini terbilang memang sangat sulit dikerjakan di laboratorium, berbeda dengan protein. Sehingga kita harus mengoptimalkan instrumen komputasi, sembari instrumentasi biomedisnya ditingkatkan,\u201d katanya. Menurutnya, analisa RNA memiliki tingkat kesulitan dalam melakukan prediksinya karena strukturnya yang rumit. Secara eksperimental tidak mudah, sehingga peneliti masih bergantung pada aplikasi anotasi RNA. Keberhasilannya masih terbatas sehingga memerlukan metode komputasional yang mutakhir.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAdapun pengembangan dan analisanya di wet lab dapat mengungkapkan struktur RNA yang diekspresikan oleh berbagai virus. Basis data ini penting dalam pengembangan vaksin dan obat berbasis proteomik. Baik untuk mendesain vaksin COVID-19 maupun virus monkeypox yang kini sedang menggemparkan dunia,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Materi kedua disampaikan oleh Khomaini Hasan PhD, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani. Ia menjelaskan protein genomik tidak akan lepas dari bidang bioinformatika. Bioinformatika merupakan kebutuhan agar ilmuan dapat mengeksplorasi data terkait struktur protein dan gen.<\/p>\n\n\n\n<p>Analisa di wet lab yang pernah ia lakukan adalah terkait enzim pada cendawan dan menentukan data prediksi strukturnya. Berdasarkan hasil prediksi ini, ia dapat melakukan mutasi berdasarkan struktur protein yang dikonstruksi. Tentunya tanpa mengubah karakteristik protein itu sendiri. \u201cData-data ini nantinya sangat berguna untuk memproduksi enzim yang mirip dengan manusia namun diproduksi oleh mikroorganisme,\u201d terangnya. Menurutnya, hasil analisa di wet lab dapat berguna untuk deteksi virus, misalnya SARS-Cov 2. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p>Resource Person : Dr rer nat Arli Aditya Parikesit, Khomaini Hasan PhD, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Bioinformatics Webinar Series ke-12 dengan tema \u201cHow Bioinformatics Analysis May Succeed and Fail at Wet Lab\u201d, (31\/5). Kegiatan ini ingin mengungkap analisa bioinformatika untuk mendukung solusi dari persoalan dan dibuktikan secara wet lab. Perspektif bioinformatika ke depan sangat dibutuhkan tidak hanya sebagai pendukung namun sebagai metode utama untuk menghasil riset-riset di bidang kesehatan dan pertanian. Utamanya untuk mendorong pertanian dan pengobatan presisi. Materi pertama disampaikan oleh Dr rer nat Arli Aditya Parikesit, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Kerjasama Industri di Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L).Ia mengatakan tidak semua pembuktian analisa bioinformatika di wet lab dapat berhasil. Kegagalan merupakan suatu hal yang wajar. Salah satunya ketika melakukan analisa berbasis anotasi ncRNA atau non coding ribonucleic acid\/RNA yang berperan dalam regulasi gen walau tidak ditranslasi ke protein. Analisa RNA merupakan zona yang tidak aman dan rentan turbulensi. \u201cAnalisa ini terbilang memang sangat sulit dikerjakan di laboratorium, berbeda dengan protein. Sehingga kita harus mengoptimalkan instrumen komputasi, sembari instrumentasi biomedisnya ditingkatkan,\u201d katanya. Menurutnya, analisa RNA memiliki tingkat kesulitan dalam melakukan prediksinya karena strukturnya yang rumit. Secara eksperimental tidak mudah, sehingga peneliti masih bergantung pada aplikasi anotasi RNA. Keberhasilannya masih terbatas sehingga memerlukan metode komputasional yang mutakhir. \u201cAdapun pengembangan dan analisanya di wet lab dapat mengungkapkan struktur RNA yang diekspresikan oleh berbagai virus. Basis data ini penting dalam pengembangan vaksin dan obat berbasis proteomik. Baik untuk mendesain vaksin COVID-19 maupun virus monkeypox yang kini sedang menggemparkan dunia,\u201d imbuhnya. Materi kedua disampaikan oleh Khomaini Hasan PhD, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani. Ia menjelaskan protein genomik tidak akan lepas dari bidang bioinformatika. Bioinformatika merupakan kebutuhan agar ilmuan dapat mengeksplorasi data terkait struktur protein dan gen. Analisa di wet lab yang pernah ia lakukan adalah terkait enzim pada cendawan dan menentukan data prediksi strukturnya. Berdasarkan hasil prediksi ini, ia dapat melakukan mutasi berdasarkan struktur protein yang dikonstruksi. Tentunya tanpa mengubah karakteristik protein itu sendiri. \u201cData-data ini nantinya sangat berguna untuk memproduksi enzim yang mirip dengan manusia namun diproduksi oleh mikroorganisme,\u201d terangnya. Menurutnya, hasil analisa di wet lab dapat berguna untuk deteksi virus, misalnya SARS-Cov 2. (MW\/Zul) Resource Person : Dr rer nat Arli Aditya Parikesit, Khomaini Hasan PhD, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Bioinformatics Webinar Series ke-12 dengan tema \u201cHow Bioinformatics Analysis May Succeed and Fail at Wet Lab\u201d, (31\/5). Kegiatan ini ingin mengungkap analisa bioinformatika untuk mendukung solusi dari persoalan dan dibuktikan secara wet lab. Perspektif bioinformatika ke depan sangat dibutuhkan tidak hanya sebagai pendukung namun sebagai metode utama untuk menghasil riset-riset di bidang kesehatan dan pertanian. Utamanya untuk mendorong pertanian dan pengobatan presisi. Materi pertama disampaikan oleh Dr rer nat Arli Aditya Parikesit, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Kerjasama Industri di Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L).Ia mengatakan tidak semua pembuktian analisa bioinformatika di wet lab dapat berhasil. Kegagalan merupakan suatu hal yang wajar. Salah satunya ketika melakukan analisa berbasis anotasi ncRNA atau non coding ribonucleic acid\/RNA yang berperan dalam regulasi gen walau tidak ditranslasi ke protein. Analisa RNA merupakan zona yang tidak aman dan rentan turbulensi. \u201cAnalisa ini terbilang memang sangat sulit dikerjakan di laboratorium, berbeda dengan protein. Sehingga kita harus mengoptimalkan instrumen komputasi, sembari instrumentasi biomedisnya ditingkatkan,\u201d katanya. Menurutnya, analisa RNA memiliki tingkat kesulitan dalam melakukan prediksinya karena strukturnya yang rumit. Secara eksperimental tidak mudah, sehingga peneliti masih bergantung pada aplikasi anotasi RNA. Keberhasilannya masih terbatas sehingga memerlukan metode komputasional yang mutakhir. \u201cAdapun pengembangan dan analisanya di wet lab dapat mengungkapkan struktur RNA yang diekspresikan oleh berbagai virus. Basis data ini penting dalam pengembangan vaksin dan obat berbasis proteomik. Baik untuk mendesain vaksin COVID-19 maupun virus monkeypox yang kini sedang menggemparkan dunia,\u201d imbuhnya. Materi kedua disampaikan oleh Khomaini Hasan PhD, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani. Ia menjelaskan protein genomik tidak akan lepas dari bidang bioinformatika. Bioinformatika merupakan kebutuhan agar ilmuan dapat mengeksplorasi data terkait struktur protein dan gen. Analisa di wet lab yang pernah ia lakukan adalah terkait enzim pada cendawan dan menentukan data prediksi strukturnya. Berdasarkan hasil prediksi ini, ia dapat melakukan mutasi berdasarkan struktur protein yang dikonstruksi. Tentunya tanpa mengubah karakteristik protein itu sendiri. \u201cData-data ini nantinya sangat berguna untuk memproduksi enzim yang mirip dengan manusia namun diproduksi oleh mikroorganisme,\u201d terangnya. Menurutnya, hasil analisa di wet lab dapat berguna untuk deteksi virus, misalnya SARS-Cov 2. (MW\/Zul) Resource Person : Dr rer nat Arli Aditya Parikesit, Khomaini Hasan PhD, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-13T18:22:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-28T04:36:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab\",\"datePublished\":\"2022-06-13T18:22:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T04:36:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072\"},\"wordCount\":384,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072\",\"name\":\"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-06-13T18:22:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T04:36:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4072#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Bioinformatics Webinar Series ke-12 dengan tema \u201cHow Bioinformatics Analysis May Succeed and Fail at Wet Lab\u201d, (31\/5). Kegiatan ini ingin mengungkap analisa bioinformatika untuk mendukung solusi dari persoalan dan dibuktikan secara wet lab. Perspektif bioinformatika ke depan sangat dibutuhkan tidak hanya sebagai pendukung namun sebagai metode utama untuk menghasil riset-riset di bidang kesehatan dan pertanian. Utamanya untuk mendorong pertanian dan pengobatan presisi. Materi pertama disampaikan oleh Dr rer nat Arli Aditya Parikesit, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Kerjasama Industri di Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L).Ia mengatakan tidak semua pembuktian analisa bioinformatika di wet lab dapat berhasil. Kegagalan merupakan suatu hal yang wajar. Salah satunya ketika melakukan analisa berbasis anotasi ncRNA atau non coding ribonucleic acid\/RNA yang berperan dalam regulasi gen walau tidak ditranslasi ke protein. Analisa RNA merupakan zona yang tidak aman dan rentan turbulensi. \u201cAnalisa ini terbilang memang sangat sulit dikerjakan di laboratorium, berbeda dengan protein. Sehingga kita harus mengoptimalkan instrumen komputasi, sembari instrumentasi biomedisnya ditingkatkan,\u201d katanya. Menurutnya, analisa RNA memiliki tingkat kesulitan dalam melakukan prediksinya karena strukturnya yang rumit. Secara eksperimental tidak mudah, sehingga peneliti masih bergantung pada aplikasi anotasi RNA. Keberhasilannya masih terbatas sehingga memerlukan metode komputasional yang mutakhir. \u201cAdapun pengembangan dan analisanya di wet lab dapat mengungkapkan struktur RNA yang diekspresikan oleh berbagai virus. Basis data ini penting dalam pengembangan vaksin dan obat berbasis proteomik. Baik untuk mendesain vaksin COVID-19 maupun virus monkeypox yang kini sedang menggemparkan dunia,\u201d imbuhnya. Materi kedua disampaikan oleh Khomaini Hasan PhD, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani. Ia menjelaskan protein genomik tidak akan lepas dari bidang bioinformatika. Bioinformatika merupakan kebutuhan agar ilmuan dapat mengeksplorasi data terkait struktur protein dan gen. Analisa di wet lab yang pernah ia lakukan adalah terkait enzim pada cendawan dan menentukan data prediksi strukturnya. Berdasarkan hasil prediksi ini, ia dapat melakukan mutasi berdasarkan struktur protein yang dikonstruksi. Tentunya tanpa mengubah karakteristik protein itu sendiri. \u201cData-data ini nantinya sangat berguna untuk memproduksi enzim yang mirip dengan manusia namun diproduksi oleh mikroorganisme,\u201d terangnya. Menurutnya, hasil analisa di wet lab dapat berguna untuk deteksi virus, misalnya SARS-Cov 2. (MW\/Zul) Resource Person : Dr rer nat Arli Aditya Parikesit, Khomaini Hasan PhD, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-06-13T18:22:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-28T04:36:44+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab","datePublished":"2022-06-13T18:22:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T04:36:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072"},"wordCount":384,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072","name":"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-06-13T18:22:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T04:36:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":15,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Webinar-12-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4029,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4029","url_meta":{"origin":4072,"position":0},"title":"FMIPA IPB University Rancang Prodi Bioinformatika, Rencanakan Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series pertama di tahun 2022 dengan tajuk \u201cIntegrasi Ilmu Bioinformatika dalam Penciptaan Inovasi Agromaritim\u201d, (08\/03). Dr Berry Juliandi, Dekan FMIPA IPB University menyebutkan FMIPA selalu berusaha menjadi terdepan dalam mendukung visi IPB University sebagai Techno Socio University. Terutama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4051,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4051","url_meta":{"origin":4072,"position":1},"title":"Dosen FMIPA IPB Paparkan Berbagai Riset Bioinformatika Untuk Temukan Agen Anti Penuaan Pencegah Penyakit Degeneratif","author":"Support FMIPA","date":"20\/04\/2022","format":false,"excerpt":"Riset dan kajian bioinformatika sudah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama farmakologi. Jauh sebelum meracik obat, ilmuwan harus memahami mekanisme dan proses biologis sel manusia. Dengan itu, dapat ditemukan formula obat yang sesuai dengan kegunaannya. Membahas hal tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4226,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","url_meta":{"origin":4072,"position":2},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4196,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","url_meta":{"origin":4072,"position":3},"title":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"29\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Laut menyimpan jutaan informasi terkait evolusi dan berbagai informasi biologi lainnya. Namun di sisi lain, informasi tersebut mengalami penurunan kualitas. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang menjadi pemicu penurunan biodiversitas, perubahan habitat dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan teknologi di bidang bioinformatika untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas agar tidak tinggal nama. Dr Beginner\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3955,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955","url_meta":{"origin":4072,"position":4},"title":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman","author":"Support FMIPA","date":"16\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Pendekatan bioinformatika semakin banyak digunakan pada berbagai penelitian, termasuk dalam pemuliaan tanaman. Bioinformatika dimanfaatkan dalam proses penyeleksian varietas unggul. Teknologinya kian berkembang dan semakin memudahkan pemulia tanaman. Dr Willy Bayuardi Suwarno, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian menjelaskan bahwa untuk mendapatkan varietas unggul, perlu dilakukan seleksi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4026,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4026","url_meta":{"origin":4072,"position":5},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Riset dan Inovasi Para Peneliti IPB University Terkait High Performance Computing dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Alam","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Para peneliti IPB University selalu hadir dalam mengembangkan berbagai inovasi terbaru dengan memanfaatkan teknologi terkini. Pemanfaatan High Performance Computing (HPC) atau Komputasi Berperforma Tinggi menjadi salah satu terobosan saintifik untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi data.HPC ini merupakan kebutuhan penting pada era di mana data menjadi paradigma keempat dalam sains. Kemudahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4072"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4072\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4074,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4072\/revisions\/4074"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}