{"id":4110,"date":"2022-07-01T09:43:00","date_gmt":"2022-07-01T02:43:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110"},"modified":"2024-08-28T15:28:21","modified_gmt":"2024-08-28T08:28:21","slug":"dosen-fmipa-ipb-university-kenalkan-molecular-docking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110","title":{"rendered":"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam pengembangan obat dan identifikasi suatu virus dan penyakit, berbagai metode ilmiah modern sudah semakin maju. Salah satunya dengan metode komputasional, khususnya dengan teknik molecular docking.<br>Molecular docking merupakan upaya mencari pose terbaik dari pasangan yang terbaik antara dua molekul. Metode ini dapat menduga interaksi antar protein yang kemudian bisa menjadi dasar untuk melakukan pengujian lanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dr Setyanto Tri Wahyudi, Dosen IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memperkenalkan isu-isu penting seputar molecular docking. Masalah yang sering ditemukan pada studi docking di antaranya adalah masalah akurasi binding site dari target protein, screening yang menggunakan database lignin yang tidak sesuai, kontradiksi hasil docking dengan hasil simulasi dinamika molekul, hingga ketidaksesuaian hasil docking dengan bioassay. Semua permasalahan ini sering ditemukan pada beberapa jurnal ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHarus dipahami bahwa yang dilakukan pada studi docking pada level komputasi, harus berhati-hati agar tidak terlalu over interpretasi atau overclaim pada studi docking ini,\u201d terangnya dalam Bioinformatics Webinar Series ke-15 Molecular Docking: Sudut Pandang Komputasional dan Eksperimental, (28\/06). Kegiatan ini digelar atas kerjasama Working Group Bioinformatika, Departemen Ilmu Komputer, Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI) dan INBIO Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University ini juga mengatakan terkait struktur protein target harus dipilih struktur terbaik yang sudah tersedia dalam database. Solusi lainnya dilakukan prediksi struktur menggunakan modeling. Selanjutnya harus dicek kembali kualitasnya.<br>Peneliti juga harus memahami tipe protein yang diambil. Ia memberikan tips untuk memilih struktur protein, salah satunya memperhatikan metode eksperimen yang digunakan. Sehingga mendapatkan kualitas struktur protein yang terbaik.<br>Masalah kedua, tambahnya, binding site atau tempat penempelan. Ketiga, senyawa ligan dan strukturnya. Peneliti harus menentukan apakah harus dilakukan pemrosesan optimasi geometrik lebih lanjut. Terutama bila mengambil dari database umum.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIsu keempat inhibitor atau agonis dan isu kelima adalah pemilihan docking algoritma-nya. Pemilihan docking algoritma ini akan terkait dengan mesin docking yang digunakan. Tentunya, akan mempengaruhi akurasi dan biaya penelitian. Isu keenam yakni pemilihan tipe docking yang bisa berdasarkan material maupun berdasarkan fleksibilitas dan lingkungan. Pemilihan ini juga mempengaruhi mesin yang digunakan dan tidak bisa sembarangan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, validasi dengan simulasi dinamika molekul sangat disarankan. Peneliti dapat melakukannya dengan mesin yang tersedia saat ini. Dinamika molekul merupakan metode simulasi komputer untuk mempelajari pergerakan fisik atom dan molekul dalam bentuk trajektori. Simulasi ini sangat disarankan jika akan mendesain obat dengan bantuan komputerisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMetode ini cenderung berat untuk dilakukan dan tidak semua orang bisa mengerjakannya dan harus mempelajari metode ini sendiri. Perangkat kerasnya juga agak sulit ditemukan, sehingga perlu ada kerjasama antar peneliti dan bidang,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini juga turut mengundang Didik Huswo Utomo, peneliti dari INBIO Indonesia dan MABBI. Ia memaparkan materi terkait keakuratan molecular docking untuk penemuan obat. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p>Narasumber : Dr Setyanto Tri Wahyudi, Didik Huswo Utomo, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam pengembangan obat dan identifikasi suatu virus dan penyakit, berbagai metode ilmiah modern sudah semakin maju. Salah satunya dengan metode komputasional, khususnya dengan teknik molecular docking.Molecular docking merupakan upaya mencari pose terbaik dari pasangan yang terbaik antara dua molekul. Metode ini dapat menduga interaksi antar protein yang kemudian bisa menjadi dasar untuk melakukan pengujian lanjutan. Dr Setyanto Tri Wahyudi, Dosen IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memperkenalkan isu-isu penting seputar molecular docking. Masalah yang sering ditemukan pada studi docking di antaranya adalah masalah akurasi binding site dari target protein, screening yang menggunakan database lignin yang tidak sesuai, kontradiksi hasil docking dengan hasil simulasi dinamika molekul, hingga ketidaksesuaian hasil docking dengan bioassay. Semua permasalahan ini sering ditemukan pada beberapa jurnal ilmiah. \u201cHarus dipahami bahwa yang dilakukan pada studi docking pada level komputasi, harus berhati-hati agar tidak terlalu over interpretasi atau overclaim pada studi docking ini,\u201d terangnya dalam Bioinformatics Webinar Series ke-15 Molecular Docking: Sudut Pandang Komputasional dan Eksperimental, (28\/06). Kegiatan ini digelar atas kerjasama Working Group Bioinformatika, Departemen Ilmu Komputer, Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI) dan INBIO Indonesia. Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University ini juga mengatakan terkait struktur protein target harus dipilih struktur terbaik yang sudah tersedia dalam database. Solusi lainnya dilakukan prediksi struktur menggunakan modeling. Selanjutnya harus dicek kembali kualitasnya.Peneliti juga harus memahami tipe protein yang diambil. Ia memberikan tips untuk memilih struktur protein, salah satunya memperhatikan metode eksperimen yang digunakan. Sehingga mendapatkan kualitas struktur protein yang terbaik.Masalah kedua, tambahnya, binding site atau tempat penempelan. Ketiga, senyawa ligan dan strukturnya. Peneliti harus menentukan apakah harus dilakukan pemrosesan optimasi geometrik lebih lanjut. Terutama bila mengambil dari database umum. \u201cIsu keempat inhibitor atau agonis dan isu kelima adalah pemilihan docking algoritma-nya. Pemilihan docking algoritma ini akan terkait dengan mesin docking yang digunakan. Tentunya, akan mempengaruhi akurasi dan biaya penelitian. Isu keenam yakni pemilihan tipe docking yang bisa berdasarkan material maupun berdasarkan fleksibilitas dan lingkungan. Pemilihan ini juga mempengaruhi mesin yang digunakan dan tidak bisa sembarangan,\u201d imbuhnya. Menurutnya, validasi dengan simulasi dinamika molekul sangat disarankan. Peneliti dapat melakukannya dengan mesin yang tersedia saat ini. Dinamika molekul merupakan metode simulasi komputer untuk mempelajari pergerakan fisik atom dan molekul dalam bentuk trajektori. Simulasi ini sangat disarankan jika akan mendesain obat dengan bantuan komputerisasi. \u201cMetode ini cenderung berat untuk dilakukan dan tidak semua orang bisa mengerjakannya dan harus mempelajari metode ini sendiri. Perangkat kerasnya juga agak sulit ditemukan, sehingga perlu ada kerjasama antar peneliti dan bidang,\u201d tambahnya. Kegiatan ini juga turut mengundang Didik Huswo Utomo, peneliti dari INBIO Indonesia dan MABBI. Ia memaparkan materi terkait keakuratan molecular docking untuk penemuan obat. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Setyanto Tri Wahyudi, Didik Huswo Utomo, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4111,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam pengembangan obat dan identifikasi suatu virus dan penyakit, berbagai metode ilmiah modern sudah semakin maju. Salah satunya dengan metode komputasional, khususnya dengan teknik molecular docking.Molecular docking merupakan upaya mencari pose terbaik dari pasangan yang terbaik antara dua molekul. Metode ini dapat menduga interaksi antar protein yang kemudian bisa menjadi dasar untuk melakukan pengujian lanjutan. Dr Setyanto Tri Wahyudi, Dosen IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memperkenalkan isu-isu penting seputar molecular docking. Masalah yang sering ditemukan pada studi docking di antaranya adalah masalah akurasi binding site dari target protein, screening yang menggunakan database lignin yang tidak sesuai, kontradiksi hasil docking dengan hasil simulasi dinamika molekul, hingga ketidaksesuaian hasil docking dengan bioassay. Semua permasalahan ini sering ditemukan pada beberapa jurnal ilmiah. \u201cHarus dipahami bahwa yang dilakukan pada studi docking pada level komputasi, harus berhati-hati agar tidak terlalu over interpretasi atau overclaim pada studi docking ini,\u201d terangnya dalam Bioinformatics Webinar Series ke-15 Molecular Docking: Sudut Pandang Komputasional dan Eksperimental, (28\/06). Kegiatan ini digelar atas kerjasama Working Group Bioinformatika, Departemen Ilmu Komputer, Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI) dan INBIO Indonesia. Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University ini juga mengatakan terkait struktur protein target harus dipilih struktur terbaik yang sudah tersedia dalam database. Solusi lainnya dilakukan prediksi struktur menggunakan modeling. Selanjutnya harus dicek kembali kualitasnya.Peneliti juga harus memahami tipe protein yang diambil. Ia memberikan tips untuk memilih struktur protein, salah satunya memperhatikan metode eksperimen yang digunakan. Sehingga mendapatkan kualitas struktur protein yang terbaik.Masalah kedua, tambahnya, binding site atau tempat penempelan. Ketiga, senyawa ligan dan strukturnya. Peneliti harus menentukan apakah harus dilakukan pemrosesan optimasi geometrik lebih lanjut. Terutama bila mengambil dari database umum. \u201cIsu keempat inhibitor atau agonis dan isu kelima adalah pemilihan docking algoritma-nya. Pemilihan docking algoritma ini akan terkait dengan mesin docking yang digunakan. Tentunya, akan mempengaruhi akurasi dan biaya penelitian. Isu keenam yakni pemilihan tipe docking yang bisa berdasarkan material maupun berdasarkan fleksibilitas dan lingkungan. Pemilihan ini juga mempengaruhi mesin yang digunakan dan tidak bisa sembarangan,\u201d imbuhnya. Menurutnya, validasi dengan simulasi dinamika molekul sangat disarankan. Peneliti dapat melakukannya dengan mesin yang tersedia saat ini. Dinamika molekul merupakan metode simulasi komputer untuk mempelajari pergerakan fisik atom dan molekul dalam bentuk trajektori. Simulasi ini sangat disarankan jika akan mendesain obat dengan bantuan komputerisasi. \u201cMetode ini cenderung berat untuk dilakukan dan tidak semua orang bisa mengerjakannya dan harus mempelajari metode ini sendiri. Perangkat kerasnya juga agak sulit ditemukan, sehingga perlu ada kerjasama antar peneliti dan bidang,\u201d tambahnya. Kegiatan ini juga turut mengundang Didik Huswo Utomo, peneliti dari INBIO Indonesia dan MABBI. Ia memaparkan materi terkait keakuratan molecular docking untuk penemuan obat. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Setyanto Tri Wahyudi, Didik Huswo Utomo, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-01T02:43:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-28T08:28:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking\",\"datePublished\":\"2022-07-01T02:43:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T08:28:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110\"},\"wordCount\":460,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110\",\"name\":\"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-07-01T02:43:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T08:28:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4110#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Dalam pengembangan obat dan identifikasi suatu virus dan penyakit, berbagai metode ilmiah modern sudah semakin maju. Salah satunya dengan metode komputasional, khususnya dengan teknik molecular docking.Molecular docking merupakan upaya mencari pose terbaik dari pasangan yang terbaik antara dua molekul. Metode ini dapat menduga interaksi antar protein yang kemudian bisa menjadi dasar untuk melakukan pengujian lanjutan. Dr Setyanto Tri Wahyudi, Dosen IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memperkenalkan isu-isu penting seputar molecular docking. Masalah yang sering ditemukan pada studi docking di antaranya adalah masalah akurasi binding site dari target protein, screening yang menggunakan database lignin yang tidak sesuai, kontradiksi hasil docking dengan hasil simulasi dinamika molekul, hingga ketidaksesuaian hasil docking dengan bioassay. Semua permasalahan ini sering ditemukan pada beberapa jurnal ilmiah. \u201cHarus dipahami bahwa yang dilakukan pada studi docking pada level komputasi, harus berhati-hati agar tidak terlalu over interpretasi atau overclaim pada studi docking ini,\u201d terangnya dalam Bioinformatics Webinar Series ke-15 Molecular Docking: Sudut Pandang Komputasional dan Eksperimental, (28\/06). Kegiatan ini digelar atas kerjasama Working Group Bioinformatika, Departemen Ilmu Komputer, Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI) dan INBIO Indonesia. Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University ini juga mengatakan terkait struktur protein target harus dipilih struktur terbaik yang sudah tersedia dalam database. Solusi lainnya dilakukan prediksi struktur menggunakan modeling. Selanjutnya harus dicek kembali kualitasnya.Peneliti juga harus memahami tipe protein yang diambil. Ia memberikan tips untuk memilih struktur protein, salah satunya memperhatikan metode eksperimen yang digunakan. Sehingga mendapatkan kualitas struktur protein yang terbaik.Masalah kedua, tambahnya, binding site atau tempat penempelan. Ketiga, senyawa ligan dan strukturnya. Peneliti harus menentukan apakah harus dilakukan pemrosesan optimasi geometrik lebih lanjut. Terutama bila mengambil dari database umum. \u201cIsu keempat inhibitor atau agonis dan isu kelima adalah pemilihan docking algoritma-nya. Pemilihan docking algoritma ini akan terkait dengan mesin docking yang digunakan. Tentunya, akan mempengaruhi akurasi dan biaya penelitian. Isu keenam yakni pemilihan tipe docking yang bisa berdasarkan material maupun berdasarkan fleksibilitas dan lingkungan. Pemilihan ini juga mempengaruhi mesin yang digunakan dan tidak bisa sembarangan,\u201d imbuhnya. Menurutnya, validasi dengan simulasi dinamika molekul sangat disarankan. Peneliti dapat melakukannya dengan mesin yang tersedia saat ini. Dinamika molekul merupakan metode simulasi komputer untuk mempelajari pergerakan fisik atom dan molekul dalam bentuk trajektori. Simulasi ini sangat disarankan jika akan mendesain obat dengan bantuan komputerisasi. \u201cMetode ini cenderung berat untuk dilakukan dan tidak semua orang bisa mengerjakannya dan harus mempelajari metode ini sendiri. Perangkat kerasnya juga agak sulit ditemukan, sehingga perlu ada kerjasama antar peneliti dan bidang,\u201d tambahnya. Kegiatan ini juga turut mengundang Didik Huswo Utomo, peneliti dari INBIO Indonesia dan MABBI. Ia memaparkan materi terkait keakuratan molecular docking untuk penemuan obat. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Setyanto Tri Wahyudi, Didik Huswo Utomo, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-07-01T02:43:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-28T08:28:21+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking","datePublished":"2022-07-01T02:43:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T08:28:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110"},"wordCount":460,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110","name":"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-07-01T02:43:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T08:28:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4110#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dosen FMIPA IPB University Kenalkan Molecular Docking"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":23,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Molecular-Docking-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4256,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4256","url_meta":{"origin":4110,"position":0},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB University Gelar Diskusi, Hadirkan Pakar Sel Surya","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 42 menghadirkan Pakar Sel Surya dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Prof Toto Winata, PhD. Judul materi yang dibawakan adalah \u201cAplikasi Lapisan Tipis Material Nano Semikonduktor Berbasis Karbon dalam Sel Surya Silikon\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4327,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4327","url_meta":{"origin":4110,"position":1},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB Gelar Seminar, Salah Satunya Ungkap Alasan Lebah Suka Berkoloni","author":"Support FMIPA","date":"14\/11\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Seminar on Biology, Kamis (2\/11). Topik utama yang diulik terkait lebah dan isu-isu yang menyelimutinya dilihat dari sisi biologi. Adapun peserta yang hadir merupakan mahasiswa Departemen Biologi IPB University. Seminar ini menghadirkan dua mahasiswa, salah satunya dari\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4166,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4166","url_meta":{"origin":4110,"position":2},"title":"Dr Wisnu Ananta Ungkap Peran Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pengobatan Presisi","author":"Support FMIPA","date":"01\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Perkembangan teknologi informasi mendorong berkembangnya pendekatan baru dalam pencarian obat. Dengan Artificial Intelligence (AI), terutama Machine Learning, kini dunia bisa mengembangkan pengobatan yang bersifat presisi sesuai profil genetik pasien, yang umum disebut dengan Precision Medicine. Dr Wisnu Ananta Kusuma, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4072,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4072","url_meta":{"origin":4110,"position":3},"title":"FMIPA IPB University Undang Dua Ilmuwan Bahas Keberhasilan dan Kegagalan Analisa Bioinformatika dengan Wet Lab","author":"Support FMIPA","date":"14\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar Bioinformatics Webinar Series ke-12 dengan tema \u201cHow Bioinformatics Analysis May Succeed and Fail at Wet Lab\u201d, (31\/5). Kegiatan ini ingin mengungkap analisa bioinformatika untuk mendukung solusi dari persoalan dan dibuktikan secara wet lab. Perspektif bioinformatika ke depan sangat dibutuhkan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4026,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4026","url_meta":{"origin":4110,"position":4},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Riset dan Inovasi Para Peneliti IPB University Terkait High Performance Computing dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Alam","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Para peneliti IPB University selalu hadir dalam mengembangkan berbagai inovasi terbaru dengan memanfaatkan teknologi terkini. Pemanfaatan High Performance Computing (HPC) atau Komputasi Berperforma Tinggi menjadi salah satu terobosan saintifik untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi data.HPC ini merupakan kebutuhan penting pada era di mana data menjadi paradigma keempat dalam sains. Kemudahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3915,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3915","url_meta":{"origin":4110,"position":5},"title":"Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB Paparkan Peran Bioinformatika dalam Precision Medicine bagi Pengobatan Kanker","author":"Support FMIPA","date":"03\/05\/2021","format":false,"excerpt":"Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bekerja sama dengan Working Group Bioinformatika dan Pusat Studi Bioinformatika Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series 1 dengan tema utama \u201cPrecision Medicine for Cancer\u201d, (29\/04). Kegiatan tersebut digelar\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4110"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4110\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4112,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4110\/revisions\/4112"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}