{"id":4118,"date":"2022-07-14T09:48:00","date_gmt":"2022-07-14T02:48:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118"},"modified":"2024-08-28T15:34:29","modified_gmt":"2024-08-28T08:34:29","slug":"dr-puji-rianti-ungkap-penelitian-evolusi-genetika-orangutan-dalam-simposium-primatologi-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118","title":{"rendered":"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional"},"content":{"rendered":"\n<p>Dr Puji Rianti, Dosen IPB University dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjadi salah satu pembicara dalam acara Simposium Internasional, Women and Primatology, \u201cWhat Attracts Women into Science and Conservation on Non-Human Primates?\u201d Kegiatan ini digelar oleh Pusat Riset Primata Universitas Nasional, 7\/7. Sebuah kebanggaan menjadi salah satu pembicara di antara para peneliti perempuan hebat lainnya. Hasrat bekerja di bidang primatologi telah membawanya untuk melakukan berbagai penelitian, terutama orangutan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOrangutan adalah spesies luar biasa dan memiliki evolusi genetik yang sangat menarik dan unik. Untuk memahami sejarah kehidupan orangutan, kami telah melakukan penelitian filogeni berdasarkan evolusi genetiknya. Spesies orangutan yang kami teliti adalah orangutan Sumatera dan Kalimantan,\u201d terang Dr Puji.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian tersebut merupakan hasil kerjasama antara Pusat Studi Satwa Primata IPB University, Kementerian Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan University of Zurich.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyebutkan, terdapat empat kejadian mempengaruhi migrasi orang utan dan distribusinya. Di antaranya pergerakan lempeng bumi, jaman es, formasi sungai dan erupsi gunung merapi. Tentu, penelitian filogeni dan taksonomi orangutan tidak mudah dilakukan karena spesiasi genus ini tidak mengikuti pemahaman konservasi biologi spesies pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOrangutan Kalimantan memiliki satu spesies dan tiga subspesies, sedangkan di Sumatera terdapat dua spesies. Menariknya, analisa DNA mitokondria orangutan Kalimantan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan genetik di antara populasinya. Dari tiga sub spesies tersebut, ditemukan bahwa terdapat lima kluster orangutan. Hasil temuan ini menjadi pertanyaan lain, apakah orangutan hanya memiliki tiga subspesies atau lebih dari itu,\u201d ungkap Dr Puji.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, lanjut dia, analisa keseluruhan DNA mitokondria pada orangutan Sumatera menemukan bahwa terdapat perbedaan antara evolusi genetik pada betina dan jantannya. Temuan ini mengungkapkan betapa luar biasa menariknya evolusi migrasi yang terjadi pada orangutan Sumatera sehingga kini terbentuk populasi. Genetik orangutan betina masih berhubungan erat dengan leluhurnya, sedangkan orangutan jantan cenderung menyebar dan bervariasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHasil temuan ini juga menunjukkan perspektif lebih luas terhadap evolusi orangutan dan mampu menjelaskan migrasi spesies orangutan Sumatra dan Kalimantan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dr Puji menjelaskan, orangutan Sumatera berasal dari Pulau Sunda lalu bermigrasi ke Toba Selatan dan mulai menyebar sekitar 3-4 juta tahun yang lalu. Sedangkan populasi orangutan Kalimantan baru bergerak sekitar 60-70 ribu tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian alam atau bencana alam memang mempengaruhi pergerakan orangutan dan jumlah populasi di habitatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenelitiannya ini juga mampu membuktikan perbedaan genetik orangutan di Batang Toba Selatan dan di Batang Toba Utara. Hasilnya sangat mengejutkan, bahwa kedua spesies di daerah tersebut merupakan spesies yang berbeda. Dinilai dari perbedaan genetik yang lebih dari dua persen,\u201d pungkasnya. Dalam kesempatan itu, Dr Puji turut memberikan rekomendasi manajemen konservasi berdasarkan temuan tersebut. (MW\/Rz)<\/p>\n\n\n\n<p>Narasumber : Dr Puji Rianti, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr Puji Rianti, Dosen IPB University dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjadi salah satu pembicara dalam acara Simposium Internasional, Women and Primatology, \u201cWhat Attracts Women into Science and Conservation on Non-Human Primates?\u201d Kegiatan ini digelar oleh Pusat Riset Primata Universitas Nasional, 7\/7. Sebuah kebanggaan menjadi salah satu pembicara di antara para peneliti perempuan hebat lainnya. Hasrat bekerja di bidang primatologi telah membawanya untuk melakukan berbagai penelitian, terutama orangutan. \u201cOrangutan adalah spesies luar biasa dan memiliki evolusi genetik yang sangat menarik dan unik. Untuk memahami sejarah kehidupan orangutan, kami telah melakukan penelitian filogeni berdasarkan evolusi genetiknya. Spesies orangutan yang kami teliti adalah orangutan Sumatera dan Kalimantan,\u201d terang Dr Puji. Penelitian tersebut merupakan hasil kerjasama antara Pusat Studi Satwa Primata IPB University, Kementerian Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan University of Zurich. Ia menyebutkan, terdapat empat kejadian mempengaruhi migrasi orang utan dan distribusinya. Di antaranya pergerakan lempeng bumi, jaman es, formasi sungai dan erupsi gunung merapi. Tentu, penelitian filogeni dan taksonomi orangutan tidak mudah dilakukan karena spesiasi genus ini tidak mengikuti pemahaman konservasi biologi spesies pada umumnya. \u201cOrangutan Kalimantan memiliki satu spesies dan tiga subspesies, sedangkan di Sumatera terdapat dua spesies. Menariknya, analisa DNA mitokondria orangutan Kalimantan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan genetik di antara populasinya. Dari tiga sub spesies tersebut, ditemukan bahwa terdapat lima kluster orangutan. Hasil temuan ini menjadi pertanyaan lain, apakah orangutan hanya memiliki tiga subspesies atau lebih dari itu,\u201d ungkap Dr Puji. Sedangkan, lanjut dia, analisa keseluruhan DNA mitokondria pada orangutan Sumatera menemukan bahwa terdapat perbedaan antara evolusi genetik pada betina dan jantannya. Temuan ini mengungkapkan betapa luar biasa menariknya evolusi migrasi yang terjadi pada orangutan Sumatera sehingga kini terbentuk populasi. Genetik orangutan betina masih berhubungan erat dengan leluhurnya, sedangkan orangutan jantan cenderung menyebar dan bervariasi. \u201cHasil temuan ini juga menunjukkan perspektif lebih luas terhadap evolusi orangutan dan mampu menjelaskan migrasi spesies orangutan Sumatra dan Kalimantan,\u201d imbuhnya. Dr Puji menjelaskan, orangutan Sumatera berasal dari Pulau Sunda lalu bermigrasi ke Toba Selatan dan mulai menyebar sekitar 3-4 juta tahun yang lalu. Sedangkan populasi orangutan Kalimantan baru bergerak sekitar 60-70 ribu tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian alam atau bencana alam memang mempengaruhi pergerakan orangutan dan jumlah populasi di habitatnya. \u201cPenelitiannya ini juga mampu membuktikan perbedaan genetik orangutan di Batang Toba Selatan dan di Batang Toba Utara. Hasilnya sangat mengejutkan, bahwa kedua spesies di daerah tersebut merupakan spesies yang berbeda. Dinilai dari perbedaan genetik yang lebih dari dua persen,\u201d pungkasnya. Dalam kesempatan itu, Dr Puji turut memberikan rekomendasi manajemen konservasi berdasarkan temuan tersebut. (MW\/Rz) Narasumber : Dr Puji Rianti, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4119,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dr Puji Rianti, Dosen IPB University dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjadi salah satu pembicara dalam acara Simposium Internasional, Women and Primatology, \u201cWhat Attracts Women into Science and Conservation on Non-Human Primates?\u201d Kegiatan ini digelar oleh Pusat Riset Primata Universitas Nasional, 7\/7. Sebuah kebanggaan menjadi salah satu pembicara di antara para peneliti perempuan hebat lainnya. Hasrat bekerja di bidang primatologi telah membawanya untuk melakukan berbagai penelitian, terutama orangutan. \u201cOrangutan adalah spesies luar biasa dan memiliki evolusi genetik yang sangat menarik dan unik. Untuk memahami sejarah kehidupan orangutan, kami telah melakukan penelitian filogeni berdasarkan evolusi genetiknya. Spesies orangutan yang kami teliti adalah orangutan Sumatera dan Kalimantan,\u201d terang Dr Puji. Penelitian tersebut merupakan hasil kerjasama antara Pusat Studi Satwa Primata IPB University, Kementerian Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan University of Zurich. Ia menyebutkan, terdapat empat kejadian mempengaruhi migrasi orang utan dan distribusinya. Di antaranya pergerakan lempeng bumi, jaman es, formasi sungai dan erupsi gunung merapi. Tentu, penelitian filogeni dan taksonomi orangutan tidak mudah dilakukan karena spesiasi genus ini tidak mengikuti pemahaman konservasi biologi spesies pada umumnya. \u201cOrangutan Kalimantan memiliki satu spesies dan tiga subspesies, sedangkan di Sumatera terdapat dua spesies. Menariknya, analisa DNA mitokondria orangutan Kalimantan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan genetik di antara populasinya. Dari tiga sub spesies tersebut, ditemukan bahwa terdapat lima kluster orangutan. Hasil temuan ini menjadi pertanyaan lain, apakah orangutan hanya memiliki tiga subspesies atau lebih dari itu,\u201d ungkap Dr Puji. Sedangkan, lanjut dia, analisa keseluruhan DNA mitokondria pada orangutan Sumatera menemukan bahwa terdapat perbedaan antara evolusi genetik pada betina dan jantannya. Temuan ini mengungkapkan betapa luar biasa menariknya evolusi migrasi yang terjadi pada orangutan Sumatera sehingga kini terbentuk populasi. Genetik orangutan betina masih berhubungan erat dengan leluhurnya, sedangkan orangutan jantan cenderung menyebar dan bervariasi. \u201cHasil temuan ini juga menunjukkan perspektif lebih luas terhadap evolusi orangutan dan mampu menjelaskan migrasi spesies orangutan Sumatra dan Kalimantan,\u201d imbuhnya. Dr Puji menjelaskan, orangutan Sumatera berasal dari Pulau Sunda lalu bermigrasi ke Toba Selatan dan mulai menyebar sekitar 3-4 juta tahun yang lalu. Sedangkan populasi orangutan Kalimantan baru bergerak sekitar 60-70 ribu tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian alam atau bencana alam memang mempengaruhi pergerakan orangutan dan jumlah populasi di habitatnya. \u201cPenelitiannya ini juga mampu membuktikan perbedaan genetik orangutan di Batang Toba Selatan dan di Batang Toba Utara. Hasilnya sangat mengejutkan, bahwa kedua spesies di daerah tersebut merupakan spesies yang berbeda. Dinilai dari perbedaan genetik yang lebih dari dua persen,\u201d pungkasnya. Dalam kesempatan itu, Dr Puji turut memberikan rekomendasi manajemen konservasi berdasarkan temuan tersebut. (MW\/Rz) Narasumber : Dr Puji Rianti, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-14T02:48:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-28T08:34:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional\",\"datePublished\":\"2022-07-14T02:48:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T08:34:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118\"},\"wordCount\":440,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118\",\"name\":\"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-07-14T02:48:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T08:34:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Dr Puji Rianti, Dosen IPB University dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjadi salah satu pembicara dalam acara Simposium Internasional, Women and Primatology, \u201cWhat Attracts Women into Science and Conservation on Non-Human Primates?\u201d Kegiatan ini digelar oleh Pusat Riset Primata Universitas Nasional, 7\/7. Sebuah kebanggaan menjadi salah satu pembicara di antara para peneliti perempuan hebat lainnya. Hasrat bekerja di bidang primatologi telah membawanya untuk melakukan berbagai penelitian, terutama orangutan. \u201cOrangutan adalah spesies luar biasa dan memiliki evolusi genetik yang sangat menarik dan unik. Untuk memahami sejarah kehidupan orangutan, kami telah melakukan penelitian filogeni berdasarkan evolusi genetiknya. Spesies orangutan yang kami teliti adalah orangutan Sumatera dan Kalimantan,\u201d terang Dr Puji. Penelitian tersebut merupakan hasil kerjasama antara Pusat Studi Satwa Primata IPB University, Kementerian Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan University of Zurich. Ia menyebutkan, terdapat empat kejadian mempengaruhi migrasi orang utan dan distribusinya. Di antaranya pergerakan lempeng bumi, jaman es, formasi sungai dan erupsi gunung merapi. Tentu, penelitian filogeni dan taksonomi orangutan tidak mudah dilakukan karena spesiasi genus ini tidak mengikuti pemahaman konservasi biologi spesies pada umumnya. \u201cOrangutan Kalimantan memiliki satu spesies dan tiga subspesies, sedangkan di Sumatera terdapat dua spesies. Menariknya, analisa DNA mitokondria orangutan Kalimantan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan genetik di antara populasinya. Dari tiga sub spesies tersebut, ditemukan bahwa terdapat lima kluster orangutan. Hasil temuan ini menjadi pertanyaan lain, apakah orangutan hanya memiliki tiga subspesies atau lebih dari itu,\u201d ungkap Dr Puji. Sedangkan, lanjut dia, analisa keseluruhan DNA mitokondria pada orangutan Sumatera menemukan bahwa terdapat perbedaan antara evolusi genetik pada betina dan jantannya. Temuan ini mengungkapkan betapa luar biasa menariknya evolusi migrasi yang terjadi pada orangutan Sumatera sehingga kini terbentuk populasi. Genetik orangutan betina masih berhubungan erat dengan leluhurnya, sedangkan orangutan jantan cenderung menyebar dan bervariasi. \u201cHasil temuan ini juga menunjukkan perspektif lebih luas terhadap evolusi orangutan dan mampu menjelaskan migrasi spesies orangutan Sumatra dan Kalimantan,\u201d imbuhnya. Dr Puji menjelaskan, orangutan Sumatera berasal dari Pulau Sunda lalu bermigrasi ke Toba Selatan dan mulai menyebar sekitar 3-4 juta tahun yang lalu. Sedangkan populasi orangutan Kalimantan baru bergerak sekitar 60-70 ribu tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian alam atau bencana alam memang mempengaruhi pergerakan orangutan dan jumlah populasi di habitatnya. \u201cPenelitiannya ini juga mampu membuktikan perbedaan genetik orangutan di Batang Toba Selatan dan di Batang Toba Utara. Hasilnya sangat mengejutkan, bahwa kedua spesies di daerah tersebut merupakan spesies yang berbeda. Dinilai dari perbedaan genetik yang lebih dari dua persen,\u201d pungkasnya. Dalam kesempatan itu, Dr Puji turut memberikan rekomendasi manajemen konservasi berdasarkan temuan tersebut. (MW\/Rz) Narasumber : Dr Puji Rianti, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-07-14T02:48:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-28T08:34:29+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional","datePublished":"2022-07-14T02:48:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T08:34:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118"},"wordCount":440,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118","name":"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-07-14T02:48:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T08:34:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4118#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dr Puji Rianti Ungkap Penelitian Evolusi Genetika Orangutan dalam Simposium Primatologi Internasional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":15,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Puji-Rianti-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4020,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4020","url_meta":{"origin":4118,"position":0},"title":"Siswa-Siswi SMA Icip Kuliah Online Sehari di Departemen Biologi FMIPA IPB","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kembali menggelar kegiatan Kuliah Online Sehari di BioIPB melalui Zoom, (25\/02). Kegiatan diadakan untuk mempromosikan Departemen Biologi kepada para siswa SMA kelas 12. Melalui Kuliah Online Sehari ini, para siswa tidak hanya dapat mencicipi bagaimana rasanya menjadi mahasiswa Biologi IPB University.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4232,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4232","url_meta":{"origin":4118,"position":1},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Gelar Kelas Diskusi: Mengenal Kemampuan Unik Lebah Madu Bertahan Hidup di Wilayah Bersuhu Dingin","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Lebah madu dikenal sebagai salah satu serangga polinator penghasil madu. Riset terkait ekologi dan genomik lebah ini juga semakin berkembang, terutama terkait kemampuannya bertahan hidup di tengah perubahan iklim. Membahas lebih lanjut terkait hal ini, Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Integrative Biology Class\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4196,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","url_meta":{"origin":4118,"position":2},"title":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"29\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Laut menyimpan jutaan informasi terkait evolusi dan berbagai informasi biologi lainnya. Namun di sisi lain, informasi tersebut mengalami penurunan kualitas. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang menjadi pemicu penurunan biodiversitas, perubahan habitat dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan teknologi di bidang bioinformatika untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas agar tidak tinggal nama. Dr Beginner\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4214,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4214","url_meta":{"origin":4118,"position":3},"title":"Dr Irzaman Jadi Salah Satu Pembicara Kunci di YSSSEE 2022, Bahas Alat Deteksi Dini Kadar Haemoglobin dan Glukosa dalam Darah","author":"Support FMIPA","date":"03\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Dr Irzaman, dosen IPB University menjadi pembicara kunci dalam The 5th Young Scholar Symposium on Science and Mathematics Education and Environment 2022 (The 5th YSSSEE 2022), Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (25-26\/10). Dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini mempresentasikan makalah dengan judul Ferroelectrics\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":6332,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6332","url_meta":{"origin":4118,"position":4},"title":"Ahli Biologi IPB University Gali Keunikan Sarang Semut, Flora Khas Penghuni Hutan Tropis","author":"FMIPA","date":"28\/07\/2025","format":false,"excerpt":"Tumbuhan sarang semut bukan sekadar flora unik yang dikenal karena keberadaannya yang bersimbiosis dengan semut. Lebih dari itu, tumbuhan ini memiliki peranan dalam keseimbangan ekosistem hutan tropis. Hal ini disampaikan oleh dosen Biologi IPB University, Dr Nunik Sri Ariyanti, dalam penjelasannya mengenai taksonomi dan ekologi tumbuhan sarang semut Dr Nunik\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/juli.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/juli.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/juli.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/juli.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/juli.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4262,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4262","url_meta":{"origin":4118,"position":5},"title":"Dua Dosen Ilmu Komputer FMIPA IPB University Dipromosikan Menjadi Senior Member di IEEE","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Dua dosen Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB University mendapatkan pengakuan dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) sebagai Senior Member. Mereka adalah yaitu Dr Karlisa Priandana dan Auzi Asfarian, MKom. Predikat ini hanya diberikan kepada anggota IEEE yang memiliki pengalaman yang mencerminkan profesionalitas;\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4120,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4118\/revisions\/4120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}