{"id":4124,"date":"2022-08-28T09:51:00","date_gmt":"2022-08-28T02:51:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124"},"modified":"2024-08-28T15:39:01","modified_gmt":"2024-08-28T08:39:01","slug":"prof-purwantiningsih-sugita-jelaskan-kontribusi-sains-dalam-penentuan-status-kehalalan-produk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124","title":{"rendered":"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Hal ini menjadikan masyarakat negeri ini semakin memiliki perhatian terhadap status kehalalan produk yang beredar. Sehingga proses sertifikasi halal sangat diperlukan bagi produsen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof Purwantiningsih Sugita, Dosen IPB university dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan bahwa sains berkontribusi besar dalam menentukan kehalalan produk. Terlebih kemajuan teknologi semakin memudahkan suatu produk disamarkan dari asal-usulnya karena wujudnya sudah dipoles sedemikian rupa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila produk bersentuhan dengan teknologi dan sudah tidak nampak bentuk asli dari bahan tersebut dan tidak jelas status halal haramnya dikategorikan sebagai produk yang syubhat. \u201cProses sertifikasi halal dapat mengklarifikasi hal-hal yang tergolong syubhat ini sehingga status kehalalannya jelas,\u201dterangnya dalam Kajian Teropong Cercah Kauniyah (TerCerahKan) Seri 12 dengan tema \u201cSains Halal\u201d yang digelar oleh FMIPA IPB University, (26\/07).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, produk turunan babi seringkali tidak bisa dibedakan dengan sapi. Produk turunan babi juga sudah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari industri pangan hingga farmasi. Hal ini menjadi tantangan bagi riset halal untuk menemukan subtitusi alternatif bahan halal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baik bahan produk dan fasilitas produksinya juga harus terhindar dari najis dan bersifat thoyib, yakni bersih dan suci. Kedua hal tersebut substansial karena akan menentukan halal haramnya suatu produk. Bahkan bila bersinggungan sedikit dengan najis tetap akan dikategorikan haram.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cProduk halal secara substansi harus bersifat halal dan thoyib atau asal usul bahan itu jelas lalu diproduksi di fasilitas yang bebas kontaminasi bahan haram maka akan kita dapatkan produk halal,\u201dtambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disampaikannya, proses sertifikasi halal ini memiliki pegangan berupa sistem jaminan produk halal dan sistem jaminan halal. \u201cTujuannya untuk menjaga kesinambungan proses produksi halal setiap produk usaha yang sudah bersertifikat halal. Kegiatan audit juga dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) pada seluruh sarana atau fasilitas yang digunakan untuk produksi halal, \u201c jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBaik bahan dan semua alat yang bersentuhan dengan bahan atau produk harus jelas asal-usul dan kebersihannya. Uji laboratorium menunjukkan bahwa daging sapi yang memiliki persinggungan dengan alat pisau yang sudah digunakan untuk babi masih menunjukkan hasil yang positif. Artinya, daging sapi masih bisa terkontaminasi oleh daging babi dan statusnya sudah menjadi haram, \u201c urainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebutkan pembuktian kehalalan produk dengan uji laboratorium saja tidak cukup untuk memutuskan hasil sertifikasi. \u201cTerutama dengan adanya kompleksitas bahan turunan. Uji laboratorium ini bertujuan untuk mengautentikasi produk dan sebagai pendukung di dalam penetapan fatwa, \u201c imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan lainnya menurutnya adalah dalam pengujian laboratorium masih banyak hal tentang halal-haram yang belum bisa dijawab dengan analisa laboratorium. \u201cApalagi bila analisa hanya dilakukan pada produk akhir saja. Metoda analisa belum dapat menjawab beberapa hal dalam pokok syariat Islam. Terdapat pula limit deteksi alat karena tidak semua bahan dapat terdeteksi bila kadarnya sangat kecil. Kajian sains juga diperlukan untuk menguji bahan dasar agar terjamin ketertelusurannya, \u201c jelasnya.(MW)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Prof Purwantiningsih Sugita, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Hal ini menjadikan masyarakat negeri ini semakin memiliki perhatian terhadap status kehalalan produk yang beredar. Sehingga proses sertifikasi halal sangat diperlukan bagi produsen. Prof Purwantiningsih Sugita, Dosen IPB university dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan bahwa sains berkontribusi besar dalam menentukan kehalalan produk. Terlebih kemajuan teknologi semakin memudahkan suatu produk disamarkan dari asal-usulnya karena wujudnya sudah dipoles sedemikian rupa. Bila produk bersentuhan dengan teknologi dan sudah tidak nampak bentuk asli dari bahan tersebut dan tidak jelas status halal haramnya dikategorikan sebagai produk yang syubhat. \u201cProses sertifikasi halal dapat mengklarifikasi hal-hal yang tergolong syubhat ini sehingga status kehalalannya jelas,\u201dterangnya dalam Kajian Teropong Cercah Kauniyah (TerCerahKan) Seri 12 dengan tema \u201cSains Halal\u201d yang digelar oleh FMIPA IPB University, (26\/07). Misalnya, produk turunan babi seringkali tidak bisa dibedakan dengan sapi. Produk turunan babi juga sudah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari industri pangan hingga farmasi. Hal ini menjadi tantangan bagi riset halal untuk menemukan subtitusi alternatif bahan halal. Baik bahan produk dan fasilitas produksinya juga harus terhindar dari najis dan bersifat thoyib, yakni bersih dan suci. Kedua hal tersebut substansial karena akan menentukan halal haramnya suatu produk. Bahkan bila bersinggungan sedikit dengan najis tetap akan dikategorikan haram. \u201cProduk halal secara substansi harus bersifat halal dan thoyib atau asal usul bahan itu jelas lalu diproduksi di fasilitas yang bebas kontaminasi bahan haram maka akan kita dapatkan produk halal,\u201dtambahnya. Disampaikannya, proses sertifikasi halal ini memiliki pegangan berupa sistem jaminan produk halal dan sistem jaminan halal. \u201cTujuannya untuk menjaga kesinambungan proses produksi halal setiap produk usaha yang sudah bersertifikat halal. Kegiatan audit juga dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) pada seluruh sarana atau fasilitas yang digunakan untuk produksi halal, \u201c jelasnya. \u201cBaik bahan dan semua alat yang bersentuhan dengan bahan atau produk harus jelas asal-usul dan kebersihannya. Uji laboratorium menunjukkan bahwa daging sapi yang memiliki persinggungan dengan alat pisau yang sudah digunakan untuk babi masih menunjukkan hasil yang positif. Artinya, daging sapi masih bisa terkontaminasi oleh daging babi dan statusnya sudah menjadi haram, \u201c urainya. Ia menyebutkan pembuktian kehalalan produk dengan uji laboratorium saja tidak cukup untuk memutuskan hasil sertifikasi. \u201cTerutama dengan adanya kompleksitas bahan turunan. Uji laboratorium ini bertujuan untuk mengautentikasi produk dan sebagai pendukung di dalam penetapan fatwa, \u201c imbuhnya. Tantangan lainnya menurutnya adalah dalam pengujian laboratorium masih banyak hal tentang halal-haram yang belum bisa dijawab dengan analisa laboratorium. \u201cApalagi bila analisa hanya dilakukan pada produk akhir saja. Metoda analisa belum dapat menjawab beberapa hal dalam pokok syariat Islam. Terdapat pula limit deteksi alat karena tidak semua bahan dapat terdeteksi bila kadarnya sangat kecil. Kajian sains juga diperlukan untuk menguji bahan dasar agar terjamin ketertelusurannya, \u201c jelasnya.(MW) Narasumber : Prof Purwantiningsih Sugita, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4124","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Hal ini menjadikan masyarakat negeri ini semakin memiliki perhatian terhadap status kehalalan produk yang beredar. Sehingga proses sertifikasi halal sangat diperlukan bagi produsen. Prof Purwantiningsih Sugita, Dosen IPB university dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan bahwa sains berkontribusi besar dalam menentukan kehalalan produk. Terlebih kemajuan teknologi semakin memudahkan suatu produk disamarkan dari asal-usulnya karena wujudnya sudah dipoles sedemikian rupa. Bila produk bersentuhan dengan teknologi dan sudah tidak nampak bentuk asli dari bahan tersebut dan tidak jelas status halal haramnya dikategorikan sebagai produk yang syubhat. \u201cProses sertifikasi halal dapat mengklarifikasi hal-hal yang tergolong syubhat ini sehingga status kehalalannya jelas,\u201dterangnya dalam Kajian Teropong Cercah Kauniyah (TerCerahKan) Seri 12 dengan tema \u201cSains Halal\u201d yang digelar oleh FMIPA IPB University, (26\/07). Misalnya, produk turunan babi seringkali tidak bisa dibedakan dengan sapi. Produk turunan babi juga sudah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari industri pangan hingga farmasi. Hal ini menjadi tantangan bagi riset halal untuk menemukan subtitusi alternatif bahan halal. Baik bahan produk dan fasilitas produksinya juga harus terhindar dari najis dan bersifat thoyib, yakni bersih dan suci. Kedua hal tersebut substansial karena akan menentukan halal haramnya suatu produk. Bahkan bila bersinggungan sedikit dengan najis tetap akan dikategorikan haram. \u201cProduk halal secara substansi harus bersifat halal dan thoyib atau asal usul bahan itu jelas lalu diproduksi di fasilitas yang bebas kontaminasi bahan haram maka akan kita dapatkan produk halal,\u201dtambahnya. Disampaikannya, proses sertifikasi halal ini memiliki pegangan berupa sistem jaminan produk halal dan sistem jaminan halal. \u201cTujuannya untuk menjaga kesinambungan proses produksi halal setiap produk usaha yang sudah bersertifikat halal. Kegiatan audit juga dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) pada seluruh sarana atau fasilitas yang digunakan untuk produksi halal, \u201c jelasnya. \u201cBaik bahan dan semua alat yang bersentuhan dengan bahan atau produk harus jelas asal-usul dan kebersihannya. Uji laboratorium menunjukkan bahwa daging sapi yang memiliki persinggungan dengan alat pisau yang sudah digunakan untuk babi masih menunjukkan hasil yang positif. Artinya, daging sapi masih bisa terkontaminasi oleh daging babi dan statusnya sudah menjadi haram, \u201c urainya. Ia menyebutkan pembuktian kehalalan produk dengan uji laboratorium saja tidak cukup untuk memutuskan hasil sertifikasi. \u201cTerutama dengan adanya kompleksitas bahan turunan. Uji laboratorium ini bertujuan untuk mengautentikasi produk dan sebagai pendukung di dalam penetapan fatwa, \u201c imbuhnya. Tantangan lainnya menurutnya adalah dalam pengujian laboratorium masih banyak hal tentang halal-haram yang belum bisa dijawab dengan analisa laboratorium. \u201cApalagi bila analisa hanya dilakukan pada produk akhir saja. Metoda analisa belum dapat menjawab beberapa hal dalam pokok syariat Islam. Terdapat pula limit deteksi alat karena tidak semua bahan dapat terdeteksi bila kadarnya sangat kecil. Kajian sains juga diperlukan untuk menguji bahan dasar agar terjamin ketertelusurannya, \u201c jelasnya.(MW) Narasumber : Prof Purwantiningsih Sugita, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-28T02:51:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-28T08:39:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk\",\"datePublished\":\"2022-08-28T02:51:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T08:39:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124\"},\"wordCount\":462,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124\",\"name\":\"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-28T02:51:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-28T08:39:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4124#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Hal ini menjadikan masyarakat negeri ini semakin memiliki perhatian terhadap status kehalalan produk yang beredar. Sehingga proses sertifikasi halal sangat diperlukan bagi produsen. Prof Purwantiningsih Sugita, Dosen IPB university dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan bahwa sains berkontribusi besar dalam menentukan kehalalan produk. Terlebih kemajuan teknologi semakin memudahkan suatu produk disamarkan dari asal-usulnya karena wujudnya sudah dipoles sedemikian rupa. Bila produk bersentuhan dengan teknologi dan sudah tidak nampak bentuk asli dari bahan tersebut dan tidak jelas status halal haramnya dikategorikan sebagai produk yang syubhat. \u201cProses sertifikasi halal dapat mengklarifikasi hal-hal yang tergolong syubhat ini sehingga status kehalalannya jelas,\u201dterangnya dalam Kajian Teropong Cercah Kauniyah (TerCerahKan) Seri 12 dengan tema \u201cSains Halal\u201d yang digelar oleh FMIPA IPB University, (26\/07). Misalnya, produk turunan babi seringkali tidak bisa dibedakan dengan sapi. Produk turunan babi juga sudah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari industri pangan hingga farmasi. Hal ini menjadi tantangan bagi riset halal untuk menemukan subtitusi alternatif bahan halal. Baik bahan produk dan fasilitas produksinya juga harus terhindar dari najis dan bersifat thoyib, yakni bersih dan suci. Kedua hal tersebut substansial karena akan menentukan halal haramnya suatu produk. Bahkan bila bersinggungan sedikit dengan najis tetap akan dikategorikan haram. \u201cProduk halal secara substansi harus bersifat halal dan thoyib atau asal usul bahan itu jelas lalu diproduksi di fasilitas yang bebas kontaminasi bahan haram maka akan kita dapatkan produk halal,\u201dtambahnya. Disampaikannya, proses sertifikasi halal ini memiliki pegangan berupa sistem jaminan produk halal dan sistem jaminan halal. \u201cTujuannya untuk menjaga kesinambungan proses produksi halal setiap produk usaha yang sudah bersertifikat halal. Kegiatan audit juga dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) pada seluruh sarana atau fasilitas yang digunakan untuk produksi halal, \u201c jelasnya. \u201cBaik bahan dan semua alat yang bersentuhan dengan bahan atau produk harus jelas asal-usul dan kebersihannya. Uji laboratorium menunjukkan bahwa daging sapi yang memiliki persinggungan dengan alat pisau yang sudah digunakan untuk babi masih menunjukkan hasil yang positif. Artinya, daging sapi masih bisa terkontaminasi oleh daging babi dan statusnya sudah menjadi haram, \u201c urainya. Ia menyebutkan pembuktian kehalalan produk dengan uji laboratorium saja tidak cukup untuk memutuskan hasil sertifikasi. \u201cTerutama dengan adanya kompleksitas bahan turunan. Uji laboratorium ini bertujuan untuk mengautentikasi produk dan sebagai pendukung di dalam penetapan fatwa, \u201c imbuhnya. Tantangan lainnya menurutnya adalah dalam pengujian laboratorium masih banyak hal tentang halal-haram yang belum bisa dijawab dengan analisa laboratorium. \u201cApalagi bila analisa hanya dilakukan pada produk akhir saja. Metoda analisa belum dapat menjawab beberapa hal dalam pokok syariat Islam. Terdapat pula limit deteksi alat karena tidak semua bahan dapat terdeteksi bila kadarnya sangat kecil. Kajian sains juga diperlukan untuk menguji bahan dasar agar terjamin ketertelusurannya, \u201c jelasnya.(MW) Narasumber : Prof Purwantiningsih Sugita, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-08-28T02:51:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-28T08:39:01+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk","datePublished":"2022-08-28T02:51:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T08:39:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124"},"wordCount":462,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124","name":"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-08-28T02:51:00+00:00","dateModified":"2024-08-28T08:39:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4124#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Prof Purwantiningsih Sugita Jelaskan Kontribusi Sains dalam Penentuan Status Kehalalan Produk"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":26,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Prof-Purwantiningsih-Sugita-Jelaskan-Kontribusi-Sains-dalam-Penentuan-Status-Kehalalan-Produk-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4063,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4063","url_meta":{"origin":4124,"position":0},"title":"Tingkatkan Prestasi dan Pelayanan, Departemen Fisika FMIPA IPB Gelar Rangkaian Acara","author":"Support FMIPA","date":"27\/05\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University mengadakan Peningkatan Kompetensi Dosen dan Tendik Departemen Fisika di Leuweng Geledegan Ecolodge, 10-11\/5. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari beberapa acara yakni rapat kerja divisi, workshop Teknologi Informasi, halal bihalal, malam keakraban, dan team building. Rapat kerja divisi masing-masing dibuka\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4023,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4023","url_meta":{"origin":4124,"position":1},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB Hadirkan Pakar Teknologi Plasma, Bahas Teori Hingga Produk Komersial","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University belum lama ini hadirkan pakar teknologi plasma dalam Physics Talk edisi 24. Pakar tersebut adalah Prof Muhammad Nur dari Center for Plasma Research Universitas Diponegoro. Prof Nur membawakan materi berjudul \u201cSains dan Teknologi Plasma dari Laboratorium Menjadi Produk Inovasi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4069,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4069","url_meta":{"origin":4124,"position":2},"title":"Peneliti FMIPA IPB Ciptakan Obat Herbal Atasi Perut Buncit","author":"Support FMIPA","date":"14\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Timbunan lemak berlebih atau kegemukan hingga kini masih menjadi masalah serius. Pasalnya, jika status kegemukan beralih menjadi obesitas, hal ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit serius. Komplikasi yang akan dihadapi oleh penderita obesitas dapat berupa hipertensi, hiperlipidemia, kanker, diabetes, kelainan jantung, gangguan pernafasan, dan kelainan sendi pada penderita usia lanjut. Tim\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":6329,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6329","url_meta":{"origin":4124,"position":3},"title":"IPB University Tuan Rumah Seminar Internasional Biokimia, Ratusan Ilmuwan Dorong Pendekatan Multidisipliner","author":"FMIPA","date":"28\/07\/2025","format":false,"excerpt":"IPB University melalui Departemen Biokimia menjadi tuan rumah pelaksanaan The 3rd International Seminar in conjunction with The 28th Annual National Conference yang diselenggarakan oleh The Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology (ISBMB) di IPB International Convention Center, Bogor (25-27\/6).\u00a0 Forum ilmiah ini mengusung tema \u201cSynergizing Agriculture, Marine Science, and\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4048,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4048","url_meta":{"origin":4124,"position":4},"title":"Teropong Cercah Kauniyah (TerCerahKan) Bahas Perspektif Iptek dan Islam dalam Memandang Daging Sintetis","author":"Support FMIPA","date":"19\/04\/2022","format":false,"excerpt":"Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dunia, permintaan konsumsi daging turut meningkat. Para ilmuwan \u2018memutar otak\u2019 dengan cara membuat daging sintetis sebagai alternatifnya. Terlebih lagi dengan meningkatnya kesadaran akan lingkungan berkelanjutan dan aspek kesejahteraan hewan.Terkait dengan daging s\u00edntesis ini, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar kajian kauniyah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4259,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4259","url_meta":{"origin":4124,"position":5},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Memulai Riset UKICIS Pariwisata di Belitung","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Para peneliti di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University telah melakukan riset pemanfaatan sumberdaya hayati untuk pariwisata berkelanjutan dan terintegrasi. Rangkaian riset di bawah United Kingdom-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS)-IPB yang dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini akan berlangsung selama empat tahun.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4124"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4126,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4124\/revisions\/4126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}