{"id":4139,"date":"2022-08-15T09:58:00","date_gmt":"2022-08-15T02:58:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139"},"modified":"2024-08-29T09:20:49","modified_gmt":"2024-08-29T02:20:49","slug":"dr-wisnu-ananta-kusuma-analisis-jejaring-mampu-temukan-penyakit-komorbid-dengan-kanker-paru-paru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139","title":{"rendered":"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyakit kanker merupakan penyakit yang terkadang sulit terdeteksi, terutama bila komorbid dengan beberapa penyakit degeneratif lainnya. Beberapa teknologi mampu mengidentifikasi penyakit yang kemungkinan komorbid dengan kanker, khususnya kanker paru-paru. Teknologi ini merupakan pengembangan di bidang bioinformatika yakni melalui analisis jejaring.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan riset bersama tim peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terkait hal ini dalam Weekly Seminar Indonesian Association for Pattern Recognition (INAPR) \u201cA network Analysis to Identify Lung Cancer Comorbid Diseases\u201d, (05\/08). Riset ini juga sudah dipublikasi sebagai jurnal ilmiah Internasional Applied Network Science tahun 2022 ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, studi ini dilakukan untuk memanfaatkan terobosan saintifik dan komputasi tingkat tinggi yang dapat memacu eksplorasi data, terlebih lagi data terkait penyakit kanker. Penyakit merupakan suatu masalah yang dapat diselesaikan sebagai suatu jejaring yang saling berhubungan. Jejaring penyakit ini dapat menggali sifat komorbiditasnya dengan suatu penyakit lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHal ini dapat dimodelkan dan direpresentasikan dengan hubungan antar penyakitnya melalui analisis ini,\u201d terangnya. Ia menjelaskan, analisis jejaring ini dapat menemukan protein yang memiliki peran penting terkait penyakit. Riset lebih lanjut juga dapat menemukan pengobatan presisi dengan tanaman herbal. \u201cUntuk mencapai hal ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi senyawa protein namun informasi genomik lainnya,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali bahkan mampu menyebabkan kematian. Dilihat dari komorbiditasnya, yang paling mempengaruhi tingkat keparahan kanker paru-paru salah satunya adalah hipertensi. \u201cAkibat penyakit komorbid ini, pengelolaan klinisnya dan pengobatannya akan semakin kompleks. Sehingga tentu saja berdampak pada peningkatan biaya (pengobatan),\u201d kata Dr Wisnu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis jejaring ini, katanya, digunakan untuk mendeteksi komunitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi komorbiditas suatu penyakit. Kemudahan analisis ini adalah tidak membutuhkan data primer untuk menganalisis jejaringnya, cukup dengan data sekunder yang terpublikasi di jurnal ilmiah. Yakni dilakukan dengan akuisisi data daftar penyakit melalui text mining naskah di PubMed.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Network penyakit, yang digunakan dikembangkan berdasarkan kesamaan ontology penyakit, dapat digunakan untuk deteksi komorbiditas dengan algoritma deteksi komunitas. Algoritma yang relevan dalam pengelompokkan komorbiditas kanker paru ini adalah Label propagation, Spinglass, Chinese Whispering, Louvain, dan RB Plots.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil analisis ini menemukan bahwa terdapat empat jenis penyakit komorbiditas yang signifikan dengan kanker paru-paru, yakni penyakit vascular, penyakit sistem imun, penyakit tulang dan penyakit pankreas. Kedekatan dengan kanker paru ini dianalisis dengan ontologi penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebenarnya kita punya peluang dimana membuat suatu pendekatan tidak perlu menggunakan data riil atau data primer pasien namun data sekunder yang sudah tertulis dalam jurnal ilmiah. Walau algoritmanya harus dielaborasi lagi,\u201d tutupnya. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit kanker merupakan penyakit yang terkadang sulit terdeteksi, terutama bila komorbid dengan beberapa penyakit degeneratif lainnya. Beberapa teknologi mampu mengidentifikasi penyakit yang kemungkinan komorbid dengan kanker, khususnya kanker paru-paru. Teknologi ini merupakan pengembangan di bidang bioinformatika yakni melalui analisis jejaring. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan riset bersama tim peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terkait hal ini dalam Weekly Seminar Indonesian Association for Pattern Recognition (INAPR) \u201cA network Analysis to Identify Lung Cancer Comorbid Diseases\u201d, (05\/08). Riset ini juga sudah dipublikasi sebagai jurnal ilmiah Internasional Applied Network Science tahun 2022 ini. Menurutnya, studi ini dilakukan untuk memanfaatkan terobosan saintifik dan komputasi tingkat tinggi yang dapat memacu eksplorasi data, terlebih lagi data terkait penyakit kanker. Penyakit merupakan suatu masalah yang dapat diselesaikan sebagai suatu jejaring yang saling berhubungan. Jejaring penyakit ini dapat menggali sifat komorbiditasnya dengan suatu penyakit lain. \u201cHal ini dapat dimodelkan dan direpresentasikan dengan hubungan antar penyakitnya melalui analisis ini,\u201d terangnya. Ia menjelaskan, analisis jejaring ini dapat menemukan protein yang memiliki peran penting terkait penyakit. Riset lebih lanjut juga dapat menemukan pengobatan presisi dengan tanaman herbal. \u201cUntuk mencapai hal ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi senyawa protein namun informasi genomik lainnya,\u201d lanjutnya. Menurutnya, kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali bahkan mampu menyebabkan kematian. Dilihat dari komorbiditasnya, yang paling mempengaruhi tingkat keparahan kanker paru-paru salah satunya adalah hipertensi. \u201cAkibat penyakit komorbid ini, pengelolaan klinisnya dan pengobatannya akan semakin kompleks. Sehingga tentu saja berdampak pada peningkatan biaya (pengobatan),\u201d kata Dr Wisnu. Analisis jejaring ini, katanya, digunakan untuk mendeteksi komunitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi komorbiditas suatu penyakit. Kemudahan analisis ini adalah tidak membutuhkan data primer untuk menganalisis jejaringnya, cukup dengan data sekunder yang terpublikasi di jurnal ilmiah. Yakni dilakukan dengan akuisisi data daftar penyakit melalui text mining naskah di PubMed. Network penyakit, yang digunakan dikembangkan berdasarkan kesamaan ontology penyakit, dapat digunakan untuk deteksi komorbiditas dengan algoritma deteksi komunitas. Algoritma yang relevan dalam pengelompokkan komorbiditas kanker paru ini adalah Label propagation, Spinglass, Chinese Whispering, Louvain, dan RB Plots. Hasil analisis ini menemukan bahwa terdapat empat jenis penyakit komorbiditas yang signifikan dengan kanker paru-paru, yakni penyakit vascular, penyakit sistem imun, penyakit tulang dan penyakit pankreas. Kedekatan dengan kanker paru ini dianalisis dengan ontologi penyakit. \u201cSebenarnya kita punya peluang dimana membuat suatu pendekatan tidak perlu menggunakan data riil atau data primer pasien namun data sekunder yang sudah tertulis dalam jurnal ilmiah. Walau algoritmanya harus dielaborasi lagi,\u201d tutupnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit kanker merupakan penyakit yang terkadang sulit terdeteksi, terutama bila komorbid dengan beberapa penyakit degeneratif lainnya. Beberapa teknologi mampu mengidentifikasi penyakit yang kemungkinan komorbid dengan kanker, khususnya kanker paru-paru. Teknologi ini merupakan pengembangan di bidang bioinformatika yakni melalui analisis jejaring. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan riset bersama tim peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terkait hal ini dalam Weekly Seminar Indonesian Association for Pattern Recognition (INAPR) \u201cA network Analysis to Identify Lung Cancer Comorbid Diseases\u201d, (05\/08). Riset ini juga sudah dipublikasi sebagai jurnal ilmiah Internasional Applied Network Science tahun 2022 ini. Menurutnya, studi ini dilakukan untuk memanfaatkan terobosan saintifik dan komputasi tingkat tinggi yang dapat memacu eksplorasi data, terlebih lagi data terkait penyakit kanker. Penyakit merupakan suatu masalah yang dapat diselesaikan sebagai suatu jejaring yang saling berhubungan. Jejaring penyakit ini dapat menggali sifat komorbiditasnya dengan suatu penyakit lain. \u201cHal ini dapat dimodelkan dan direpresentasikan dengan hubungan antar penyakitnya melalui analisis ini,\u201d terangnya. Ia menjelaskan, analisis jejaring ini dapat menemukan protein yang memiliki peran penting terkait penyakit. Riset lebih lanjut juga dapat menemukan pengobatan presisi dengan tanaman herbal. \u201cUntuk mencapai hal ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi senyawa protein namun informasi genomik lainnya,\u201d lanjutnya. Menurutnya, kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali bahkan mampu menyebabkan kematian. Dilihat dari komorbiditasnya, yang paling mempengaruhi tingkat keparahan kanker paru-paru salah satunya adalah hipertensi. \u201cAkibat penyakit komorbid ini, pengelolaan klinisnya dan pengobatannya akan semakin kompleks. Sehingga tentu saja berdampak pada peningkatan biaya (pengobatan),\u201d kata Dr Wisnu. Analisis jejaring ini, katanya, digunakan untuk mendeteksi komunitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi komorbiditas suatu penyakit. Kemudahan analisis ini adalah tidak membutuhkan data primer untuk menganalisis jejaringnya, cukup dengan data sekunder yang terpublikasi di jurnal ilmiah. Yakni dilakukan dengan akuisisi data daftar penyakit melalui text mining naskah di PubMed. Network penyakit, yang digunakan dikembangkan berdasarkan kesamaan ontology penyakit, dapat digunakan untuk deteksi komorbiditas dengan algoritma deteksi komunitas. Algoritma yang relevan dalam pengelompokkan komorbiditas kanker paru ini adalah Label propagation, Spinglass, Chinese Whispering, Louvain, dan RB Plots. Hasil analisis ini menemukan bahwa terdapat empat jenis penyakit komorbiditas yang signifikan dengan kanker paru-paru, yakni penyakit vascular, penyakit sistem imun, penyakit tulang dan penyakit pankreas. Kedekatan dengan kanker paru ini dianalisis dengan ontologi penyakit. \u201cSebenarnya kita punya peluang dimana membuat suatu pendekatan tidak perlu menggunakan data riil atau data primer pasien namun data sekunder yang sudah tertulis dalam jurnal ilmiah. Walau algoritmanya harus dielaborasi lagi,\u201d tutupnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-15T02:58:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-29T02:20:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru\",\"datePublished\":\"2022-08-15T02:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-29T02:20:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139\"},\"wordCount\":435,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139\",\"name\":\"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-15T02:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-29T02:20:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4139#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Penyakit kanker merupakan penyakit yang terkadang sulit terdeteksi, terutama bila komorbid dengan beberapa penyakit degeneratif lainnya. Beberapa teknologi mampu mengidentifikasi penyakit yang kemungkinan komorbid dengan kanker, khususnya kanker paru-paru. Teknologi ini merupakan pengembangan di bidang bioinformatika yakni melalui analisis jejaring. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan riset bersama tim peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terkait hal ini dalam Weekly Seminar Indonesian Association for Pattern Recognition (INAPR) \u201cA network Analysis to Identify Lung Cancer Comorbid Diseases\u201d, (05\/08). Riset ini juga sudah dipublikasi sebagai jurnal ilmiah Internasional Applied Network Science tahun 2022 ini. Menurutnya, studi ini dilakukan untuk memanfaatkan terobosan saintifik dan komputasi tingkat tinggi yang dapat memacu eksplorasi data, terlebih lagi data terkait penyakit kanker. Penyakit merupakan suatu masalah yang dapat diselesaikan sebagai suatu jejaring yang saling berhubungan. Jejaring penyakit ini dapat menggali sifat komorbiditasnya dengan suatu penyakit lain. \u201cHal ini dapat dimodelkan dan direpresentasikan dengan hubungan antar penyakitnya melalui analisis ini,\u201d terangnya. Ia menjelaskan, analisis jejaring ini dapat menemukan protein yang memiliki peran penting terkait penyakit. Riset lebih lanjut juga dapat menemukan pengobatan presisi dengan tanaman herbal. \u201cUntuk mencapai hal ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi senyawa protein namun informasi genomik lainnya,\u201d lanjutnya. Menurutnya, kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali bahkan mampu menyebabkan kematian. Dilihat dari komorbiditasnya, yang paling mempengaruhi tingkat keparahan kanker paru-paru salah satunya adalah hipertensi. \u201cAkibat penyakit komorbid ini, pengelolaan klinisnya dan pengobatannya akan semakin kompleks. Sehingga tentu saja berdampak pada peningkatan biaya (pengobatan),\u201d kata Dr Wisnu. Analisis jejaring ini, katanya, digunakan untuk mendeteksi komunitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi komorbiditas suatu penyakit. Kemudahan analisis ini adalah tidak membutuhkan data primer untuk menganalisis jejaringnya, cukup dengan data sekunder yang terpublikasi di jurnal ilmiah. Yakni dilakukan dengan akuisisi data daftar penyakit melalui text mining naskah di PubMed. Network penyakit, yang digunakan dikembangkan berdasarkan kesamaan ontology penyakit, dapat digunakan untuk deteksi komorbiditas dengan algoritma deteksi komunitas. Algoritma yang relevan dalam pengelompokkan komorbiditas kanker paru ini adalah Label propagation, Spinglass, Chinese Whispering, Louvain, dan RB Plots. Hasil analisis ini menemukan bahwa terdapat empat jenis penyakit komorbiditas yang signifikan dengan kanker paru-paru, yakni penyakit vascular, penyakit sistem imun, penyakit tulang dan penyakit pankreas. Kedekatan dengan kanker paru ini dianalisis dengan ontologi penyakit. \u201cSebenarnya kita punya peluang dimana membuat suatu pendekatan tidak perlu menggunakan data riil atau data primer pasien namun data sekunder yang sudah tertulis dalam jurnal ilmiah. Walau algoritmanya harus dielaborasi lagi,\u201d tutupnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-08-15T02:58:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-29T02:20:49+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru","datePublished":"2022-08-15T02:58:00+00:00","dateModified":"2024-08-29T02:20:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139"},"wordCount":435,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139","name":"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-08-15T02:58:00+00:00","dateModified":"2024-08-29T02:20:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":22,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Analisis-Jejaring-Mampu-Temukan-Penyakit-Komorbid-dengan-Kanker-Paru-Paru-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4253,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4253","url_meta":{"origin":4139,"position":0},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Paparkan Kunci Pengobatan Presisi Melalui Pendekatan Multi-Omik Terintegrasi","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Dr Wisnu Ananta Kusuma, Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB University menjelaskan bahwa pengobatan presisi akan memudahkan diagnosa penyakit berdasarkan analisis biomarka pada pasien. Diharapkan dengan pengembangan pengobatan presisi ini, efektivitas obat\/terapi lebih tinggi dan efek samping yang ditimbulkan lebih rendah. Menurutnya, data bioinformatika yang digunakan adalah profil\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4226,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","url_meta":{"origin":4139,"position":1},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4160,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4160","url_meta":{"origin":4139,"position":2},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Kenalkan Dua Aplikasi Sains Komputasi","author":"Support FMIPA","date":"23\/08\/2022","format":false,"excerpt":"Menindaklanjuti deklarasi pendirian Konsorsium Pengembangan Sains Komputasi yang ditandatangani oleh Masyarakat Komputasi Indonesia (MKI) dan beberapa perguruan tinggi, termasuk IPB University, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, 17\/8 dilakukan peluncuran lima aplikasi terbuka dalam bidang sains komputasi. Peluncuran aplikasi karya perguruan tinggi ini dalam rangka pengembangan sains komputasi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3992,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","url_meta":{"origin":4139,"position":3},"title":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat","author":"Support FMIPA","date":"23\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4060,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","url_meta":{"origin":4139,"position":4},"title":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"27\/05\/2022","format":false,"excerpt":"Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian. Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4026,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4026","url_meta":{"origin":4139,"position":5},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Riset dan Inovasi Para Peneliti IPB University Terkait High Performance Computing dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Alam","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Para peneliti IPB University selalu hadir dalam mengembangkan berbagai inovasi terbaru dengan memanfaatkan teknologi terkini. Pemanfaatan High Performance Computing (HPC) atau Komputasi Berperforma Tinggi menjadi salah satu terobosan saintifik untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi data.HPC ini merupakan kebutuhan penting pada era di mana data menjadi paradigma keempat dalam sains. Kemudahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4139"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4141,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4139\/revisions\/4141"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}