{"id":4196,"date":"2022-09-29T10:22:00","date_gmt":"2022-09-29T03:22:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196"},"modified":"2024-08-30T14:09:24","modified_gmt":"2024-08-30T07:09:24","slug":"dr-beginner-subhan-ungkap-pentingnya-peran-bioinformatika-dalam-menguak-informasi-biodiversitas-laut-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","title":{"rendered":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laut menyimpan jutaan informasi terkait evolusi dan berbagai informasi biologi lainnya. Namun di sisi lain, informasi tersebut mengalami penurunan kualitas. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang menjadi pemicu penurunan biodiversitas, perubahan habitat dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan teknologi di bidang bioinformatika untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas agar tidak tinggal nama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Beginner Subhan, membahas terkait hal ini dalam Webinar Bioinformatics Seri ke -25 dengan tema \u201cPeran Bioinformatika dalam Menguak Biodiversitas Laut Indonesia untuk Mendukung Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan Berkelanjutan\u201d, yang digelar oleh Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, (27\/09).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University ini menyebutkan bahwa manusia baru mengetahui sekitar 10 persen informasi yang berasal dari laut. Sehingga cenderung sulit untuk melakukan perlindungan terhadap hal-hal yang belum diketahui manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, tren riset terkait biodiversitas di Indonesia juga masih naik turun tergantung sumbangan dari donor. Ia merasa perguruan tinggi harus tetap konsisten dalam menguak informasi ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan, kemampuan dalam menghadapi atau merespon krisis dan ancaman terhadap keberlangsungan biodiversitas laut, bergantung pada tiga faktor. Pertama, kekurangan dalam hal memahami distribusi biodiversitas secara spasial maupun temporal. Kekurangan dalam mengawasi perubahan biodiversitas akibat aktivitas manusia. Observasi masih bias terhadap geografi sesuai habitat dan taksa, sehingga kesulitan mendapatkan sampel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHal ini menunjukkan bahwa kelimpahan atau distribusi dan aspek biologi dari berbagai spesies ini masih sangat sedikit. Belum lagi riset biodiversitas justru lebih banyak dilakukan oleh peneliti dari negara maju,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun kini sudah banyak teknologi untuk mengeksplorasi kehidupan di laut. Menurutnya, bantuan teknologi menjadi kunci dalam revolusi penemuan biodiversitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu riset bioinformatika yang telah dilakukan adalah biodiscovery kehidupan laut dengan eDNA. Yakni biomonitoring dengan eDNA untuk identifikasi spesies dan estimasi kelimpahannya dengan pendekatan genetik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPendekatan ini tergolong baru, waktu sampling lebih singkat, identifikasi lebih mudah dan akurat serta lebih banyak spesies yang dapat diidentifikasi, termasuk spesies langka dan invasif. Metode ini telah diterapkan pada kasus terumbu karang di Indonesia,\u201d jelasnya.<br>Menurutnya, teknologi ini berguna untuk mengetahui sebaran spesies di suatu wilayah perairan Indonesia. Mengetahui organisme apa saja yang terlibat dalam suatu rantai makanan. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Dr Beginner Subhan, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laut menyimpan jutaan informasi terkait evolusi dan berbagai informasi biologi lainnya. Namun di sisi lain, informasi tersebut mengalami penurunan kualitas. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang menjadi pemicu penurunan biodiversitas, perubahan habitat dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan teknologi di bidang bioinformatika untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas agar tidak tinggal nama. Dr Beginner Subhan, membahas terkait hal ini dalam Webinar Bioinformatics Seri ke -25 dengan tema \u201cPeran Bioinformatika dalam Menguak Biodiversitas Laut Indonesia untuk Mendukung Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan Berkelanjutan\u201d, yang digelar oleh Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, (27\/09). Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University ini menyebutkan bahwa manusia baru mengetahui sekitar 10 persen informasi yang berasal dari laut. Sehingga cenderung sulit untuk melakukan perlindungan terhadap hal-hal yang belum diketahui manusia. Menurutnya, tren riset terkait biodiversitas di Indonesia juga masih naik turun tergantung sumbangan dari donor. Ia merasa perguruan tinggi harus tetap konsisten dalam menguak informasi ini. Ia menambahkan, kemampuan dalam menghadapi atau merespon krisis dan ancaman terhadap keberlangsungan biodiversitas laut, bergantung pada tiga faktor. Pertama, kekurangan dalam hal memahami distribusi biodiversitas secara spasial maupun temporal. Kekurangan dalam mengawasi perubahan biodiversitas akibat aktivitas manusia. Observasi masih bias terhadap geografi sesuai habitat dan taksa, sehingga kesulitan mendapatkan sampel. \u201cHal ini menunjukkan bahwa kelimpahan atau distribusi dan aspek biologi dari berbagai spesies ini masih sangat sedikit. Belum lagi riset biodiversitas justru lebih banyak dilakukan oleh peneliti dari negara maju,\u201d ujarnya. Namun kini sudah banyak teknologi untuk mengeksplorasi kehidupan di laut. Menurutnya, bantuan teknologi menjadi kunci dalam revolusi penemuan biodiversitas. Salah satu riset bioinformatika yang telah dilakukan adalah biodiscovery kehidupan laut dengan eDNA. Yakni biomonitoring dengan eDNA untuk identifikasi spesies dan estimasi kelimpahannya dengan pendekatan genetik. \u201cPendekatan ini tergolong baru, waktu sampling lebih singkat, identifikasi lebih mudah dan akurat serta lebih banyak spesies yang dapat diidentifikasi, termasuk spesies langka dan invasif. Metode ini telah diterapkan pada kasus terumbu karang di Indonesia,\u201d jelasnya.Menurutnya, teknologi ini berguna untuk mengetahui sebaran spesies di suatu wilayah perairan Indonesia. Mengetahui organisme apa saja yang terlibat dalam suatu rantai makanan. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Beginner Subhan, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4197,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4196","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Laut menyimpan jutaan informasi terkait evolusi dan berbagai informasi biologi lainnya. Namun di sisi lain, informasi tersebut mengalami penurunan kualitas. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang menjadi pemicu penurunan biodiversitas, perubahan habitat dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan teknologi di bidang bioinformatika untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas agar tidak tinggal nama. Dr Beginner Subhan, membahas terkait hal ini dalam Webinar Bioinformatics Seri ke -25 dengan tema \u201cPeran Bioinformatika dalam Menguak Biodiversitas Laut Indonesia untuk Mendukung Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan Berkelanjutan\u201d, yang digelar oleh Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, (27\/09). Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University ini menyebutkan bahwa manusia baru mengetahui sekitar 10 persen informasi yang berasal dari laut. Sehingga cenderung sulit untuk melakukan perlindungan terhadap hal-hal yang belum diketahui manusia. Menurutnya, tren riset terkait biodiversitas di Indonesia juga masih naik turun tergantung sumbangan dari donor. Ia merasa perguruan tinggi harus tetap konsisten dalam menguak informasi ini. Ia menambahkan, kemampuan dalam menghadapi atau merespon krisis dan ancaman terhadap keberlangsungan biodiversitas laut, bergantung pada tiga faktor. Pertama, kekurangan dalam hal memahami distribusi biodiversitas secara spasial maupun temporal. Kekurangan dalam mengawasi perubahan biodiversitas akibat aktivitas manusia. Observasi masih bias terhadap geografi sesuai habitat dan taksa, sehingga kesulitan mendapatkan sampel. \u201cHal ini menunjukkan bahwa kelimpahan atau distribusi dan aspek biologi dari berbagai spesies ini masih sangat sedikit. Belum lagi riset biodiversitas justru lebih banyak dilakukan oleh peneliti dari negara maju,\u201d ujarnya. Namun kini sudah banyak teknologi untuk mengeksplorasi kehidupan di laut. Menurutnya, bantuan teknologi menjadi kunci dalam revolusi penemuan biodiversitas. Salah satu riset bioinformatika yang telah dilakukan adalah biodiscovery kehidupan laut dengan eDNA. Yakni biomonitoring dengan eDNA untuk identifikasi spesies dan estimasi kelimpahannya dengan pendekatan genetik. \u201cPendekatan ini tergolong baru, waktu sampling lebih singkat, identifikasi lebih mudah dan akurat serta lebih banyak spesies yang dapat diidentifikasi, termasuk spesies langka dan invasif. Metode ini telah diterapkan pada kasus terumbu karang di Indonesia,\u201d jelasnya.Menurutnya, teknologi ini berguna untuk mengetahui sebaran spesies di suatu wilayah perairan Indonesia. Mengetahui organisme apa saja yang terlibat dalam suatu rantai makanan. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Beginner Subhan, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-29T03:22:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-30T07:09:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia\",\"datePublished\":\"2022-09-29T03:22:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:09:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196\"},\"wordCount\":363,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196\",\"name\":\"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-29T03:22:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:09:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4196#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Laut menyimpan jutaan informasi terkait evolusi dan berbagai informasi biologi lainnya. Namun di sisi lain, informasi tersebut mengalami penurunan kualitas. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang menjadi pemicu penurunan biodiversitas, perubahan habitat dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan teknologi di bidang bioinformatika untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas agar tidak tinggal nama. Dr Beginner Subhan, membahas terkait hal ini dalam Webinar Bioinformatics Seri ke -25 dengan tema \u201cPeran Bioinformatika dalam Menguak Biodiversitas Laut Indonesia untuk Mendukung Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan Berkelanjutan\u201d, yang digelar oleh Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, (27\/09). Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University ini menyebutkan bahwa manusia baru mengetahui sekitar 10 persen informasi yang berasal dari laut. Sehingga cenderung sulit untuk melakukan perlindungan terhadap hal-hal yang belum diketahui manusia. Menurutnya, tren riset terkait biodiversitas di Indonesia juga masih naik turun tergantung sumbangan dari donor. Ia merasa perguruan tinggi harus tetap konsisten dalam menguak informasi ini. Ia menambahkan, kemampuan dalam menghadapi atau merespon krisis dan ancaman terhadap keberlangsungan biodiversitas laut, bergantung pada tiga faktor. Pertama, kekurangan dalam hal memahami distribusi biodiversitas secara spasial maupun temporal. Kekurangan dalam mengawasi perubahan biodiversitas akibat aktivitas manusia. Observasi masih bias terhadap geografi sesuai habitat dan taksa, sehingga kesulitan mendapatkan sampel. \u201cHal ini menunjukkan bahwa kelimpahan atau distribusi dan aspek biologi dari berbagai spesies ini masih sangat sedikit. Belum lagi riset biodiversitas justru lebih banyak dilakukan oleh peneliti dari negara maju,\u201d ujarnya. Namun kini sudah banyak teknologi untuk mengeksplorasi kehidupan di laut. Menurutnya, bantuan teknologi menjadi kunci dalam revolusi penemuan biodiversitas. Salah satu riset bioinformatika yang telah dilakukan adalah biodiscovery kehidupan laut dengan eDNA. Yakni biomonitoring dengan eDNA untuk identifikasi spesies dan estimasi kelimpahannya dengan pendekatan genetik. \u201cPendekatan ini tergolong baru, waktu sampling lebih singkat, identifikasi lebih mudah dan akurat serta lebih banyak spesies yang dapat diidentifikasi, termasuk spesies langka dan invasif. Metode ini telah diterapkan pada kasus terumbu karang di Indonesia,\u201d jelasnya.Menurutnya, teknologi ini berguna untuk mengetahui sebaran spesies di suatu wilayah perairan Indonesia. Mengetahui organisme apa saja yang terlibat dalam suatu rantai makanan. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Beginner Subhan, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-09-29T03:22:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-30T07:09:24+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia","datePublished":"2022-09-29T03:22:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:09:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196"},"wordCount":363,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","name":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-09-29T03:22:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:09:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":30,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Beginner-Subhan-Ungkap-Pentingnya-Peran-Bioinformatika-dalam-Menguak-Informasi-Biodiversitas-Laut-Indonesia-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4029,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4029","url_meta":{"origin":4196,"position":0},"title":"FMIPA IPB University Rancang Prodi Bioinformatika, Rencanakan Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series pertama di tahun 2022 dengan tajuk \u201cIntegrasi Ilmu Bioinformatika dalam Penciptaan Inovasi Agromaritim\u201d, (08\/03). Dr Berry Juliandi, Dekan FMIPA IPB University menyebutkan FMIPA selalu berusaha menjadi terdepan dalam mendukung visi IPB University sebagai Techno Socio University. Terutama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3855,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3855","url_meta":{"origin":4196,"position":1},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Bagikan Pengetahuan Mengenai Bioinformatika dan Penelitian Terkininya di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"26\/01\/2021","format":false,"excerpt":"Dalam Pertemuan Nasional Masyarakat Komputasi Indonesia yang belum lama ini digelar, Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), hadir sebagai narasumber utama. Ia memberikan kuliah umum mengenai kiprah bidang bioinformatika di Indonesia serta penelitian terkini dan potensi kerjasama lintas\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":4060,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","url_meta":{"origin":4196,"position":2},"title":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"27\/05\/2022","format":false,"excerpt":"Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian. Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4220,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220","url_meta":{"origin":4196,"position":3},"title":"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis","author":"Support FMIPA","date":"11\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Sepanjang sejarah evolusi, dinamika biodiversitas selalu berubah. Namun kondisi biodiversitas di masa kini semakin ekstrim bahkan semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini disinyalir karena faktor antropogenik atau perilaku manusia yang sangat dominan. Dr Berry Juliandi, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menjelaskan bahwa dalam 10 tahun terakhir, penurunan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4226,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","url_meta":{"origin":4196,"position":4},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":6534,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6534","url_meta":{"origin":4196,"position":5},"title":"FMIPA IPB University Bertransformasi Menuju Fakultas Sains, Perkuat Bioinformatika dan Riset Biodiversitas","author":"FMIPA","date":"13\/04\/2026","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University terus melakukan pembaruan kelembagaan, akademik, dan riset sebagai bagian dari strategi penguatan sains dasar yang adaptif dan lintas disiplin. Hal ini disampaikan Dekan Dr Berry Juliandi, saat memaparkan perkembangan terbaru FMIPA IPB University. Ia menjelaskan, perubahan signifikan terjadi setelah tiga departemen\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4196","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4196"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4196\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4198,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4196\/revisions\/4198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}