{"id":4200,"date":"2022-09-30T10:23:00","date_gmt":"2022-09-30T03:23:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200"},"modified":"2024-08-30T14:16:05","modified_gmt":"2024-08-30T07:16:05","slug":"dr-sri-nurdiati-ungkap-computational-thinking-skill-abad-21-yang-tidak-kalah-penting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200","title":{"rendered":"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting"},"content":{"rendered":"\n<p>Dunia menghadapi tantangan distrupsi yakni revolusi industri 4.0 yang mempercepat perkembangan teknologi. Muncul berbagai teknologi baru dengan mendepankan optimasi di segala bidang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dr Sri Nurdiati, Dosen IPB University dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengatakan sejalan dengan tantangan ini, berbagai riset menyimpulkan bahwa manusia membutuhkan keterampilan abad 21 yakni 4C. Skill ini antara lain memiliki keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication) dan berkolaborasi (collaboration) untuk mampu bertahan di tengah ketidakpastian jaman. Namun skill ini dianggap kurang, computational thinking seharusnya ditambahkan sehingga skill abad 21 menjadi 5C.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan skill ini, manusia dapat menyelesaikan masalah lebih sistematis dan terukur,\u201d katanya dalam Bincang PAGI (Pakar Berbagi) \u201cComputational Thinking: Metode Penyelesaian Masalah yang Praktis\u201d dipersembahkan oleh Asus Education, (26\/09).<br>Saat ini dengan kurikulum baru di IPB University, imbuhnya, mahasiswa dituntut untuk mengikuti mata kuliah wajib di program sarjana untuk mendukung kemampuan computational thinking. Computional thinking memiliki arti proses berpikir dalam memformulasikan masalah. Solusinya dapat direpresentasikan sebagai langkah-langkah komputasional dan algoritma baik secara manual maupun dengan bantuan komputer.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cContoh sederhananya adalah dalam pengelolaan uang belanja rumah tangga agar penggunaannya lebih optimal. Maupun pembagian tugas dalam kepanitiaan agar penyelenggaraan acara dapat berjalan dengan sukses dan lancar,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, paling tidak ada empat teknik yang menjadi komponen penting dalam computational thinking. Pertama proses dekomposisi atau pemecahan masalah ke sub masalah yang lebih kecil sehingga lebih mudah dikelola. Kedua, identifikasi pola-pola yang sama. Ketiga proses abstraksi, memfokuskan pada informasi yang lebih penting. Keempat membuat algoritma atau pembuatan langkah-langkah penyelesaian masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cFormulasikan masalah ke dalam bentuk yang lebih mungkin diselesaikan secara manual maupun dengan komputer. Organisasi dan analisis data secara logis. Representasikan data melalui proses abstraksi misalnya dengan pembentukan model dan simulasi. Lalu otomatisasi solusi melaui proses berpikir algoritmik,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian identifikasi, analisis dan implementasi berbagai solusi agar memperoleh kombinasi langkah-langkah yang efektif dan efisien, tambahnya. Terakhir generalisasi dan transfer proses penyelesaian masalah untuk dapat digunakan pada masalah yang lebih luas dan variatif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeorang computational thinkers harus percaya diri untuk mampu menyelesaikan masalah yang kompleks, gigih dan tidak mudah menyerah bila dihadapkan dengan permasalahan kompleks. Mereka lebih toleran pada hal-hal yang bersifat ambigu, berkemampuan menangani masalah yang open-ended serta berkemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja dengan orang lain,\u201d lanjutnya. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p>Narasumber : Dr Sri Nurdiati, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia menghadapi tantangan distrupsi yakni revolusi industri 4.0 yang mempercepat perkembangan teknologi. Muncul berbagai teknologi baru dengan mendepankan optimasi di segala bidang. Dr Sri Nurdiati, Dosen IPB University dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengatakan sejalan dengan tantangan ini, berbagai riset menyimpulkan bahwa manusia membutuhkan keterampilan abad 21 yakni 4C. Skill ini antara lain memiliki keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication) dan berkolaborasi (collaboration) untuk mampu bertahan di tengah ketidakpastian jaman. Namun skill ini dianggap kurang, computational thinking seharusnya ditambahkan sehingga skill abad 21 menjadi 5C. \u201cDengan skill ini, manusia dapat menyelesaikan masalah lebih sistematis dan terukur,\u201d katanya dalam Bincang PAGI (Pakar Berbagi) \u201cComputational Thinking: Metode Penyelesaian Masalah yang Praktis\u201d dipersembahkan oleh Asus Education, (26\/09).Saat ini dengan kurikulum baru di IPB University, imbuhnya, mahasiswa dituntut untuk mengikuti mata kuliah wajib di program sarjana untuk mendukung kemampuan computational thinking. Computional thinking memiliki arti proses berpikir dalam memformulasikan masalah. Solusinya dapat direpresentasikan sebagai langkah-langkah komputasional dan algoritma baik secara manual maupun dengan bantuan komputer. \u201cContoh sederhananya adalah dalam pengelolaan uang belanja rumah tangga agar penggunaannya lebih optimal. Maupun pembagian tugas dalam kepanitiaan agar penyelenggaraan acara dapat berjalan dengan sukses dan lancar,\u201d ujarnya. Menurutnya, paling tidak ada empat teknik yang menjadi komponen penting dalam computational thinking. Pertama proses dekomposisi atau pemecahan masalah ke sub masalah yang lebih kecil sehingga lebih mudah dikelola. Kedua, identifikasi pola-pola yang sama. Ketiga proses abstraksi, memfokuskan pada informasi yang lebih penting. Keempat membuat algoritma atau pembuatan langkah-langkah penyelesaian masalah. \u201cFormulasikan masalah ke dalam bentuk yang lebih mungkin diselesaikan secara manual maupun dengan komputer. Organisasi dan analisis data secara logis. Representasikan data melalui proses abstraksi misalnya dengan pembentukan model dan simulasi. Lalu otomatisasi solusi melaui proses berpikir algoritmik,\u201d jelasnya. Kemudian identifikasi, analisis dan implementasi berbagai solusi agar memperoleh kombinasi langkah-langkah yang efektif dan efisien, tambahnya. Terakhir generalisasi dan transfer proses penyelesaian masalah untuk dapat digunakan pada masalah yang lebih luas dan variatif. \u201cSeorang computational thinkers harus percaya diri untuk mampu menyelesaikan masalah yang kompleks, gigih dan tidak mudah menyerah bila dihadapkan dengan permasalahan kompleks. Mereka lebih toleran pada hal-hal yang bersifat ambigu, berkemampuan menangani masalah yang open-ended serta berkemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja dengan orang lain,\u201d lanjutnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Sri Nurdiati, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4201,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dunia menghadapi tantangan distrupsi yakni revolusi industri 4.0 yang mempercepat perkembangan teknologi. Muncul berbagai teknologi baru dengan mendepankan optimasi di segala bidang. Dr Sri Nurdiati, Dosen IPB University dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengatakan sejalan dengan tantangan ini, berbagai riset menyimpulkan bahwa manusia membutuhkan keterampilan abad 21 yakni 4C. Skill ini antara lain memiliki keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication) dan berkolaborasi (collaboration) untuk mampu bertahan di tengah ketidakpastian jaman. Namun skill ini dianggap kurang, computational thinking seharusnya ditambahkan sehingga skill abad 21 menjadi 5C. \u201cDengan skill ini, manusia dapat menyelesaikan masalah lebih sistematis dan terukur,\u201d katanya dalam Bincang PAGI (Pakar Berbagi) \u201cComputational Thinking: Metode Penyelesaian Masalah yang Praktis\u201d dipersembahkan oleh Asus Education, (26\/09).Saat ini dengan kurikulum baru di IPB University, imbuhnya, mahasiswa dituntut untuk mengikuti mata kuliah wajib di program sarjana untuk mendukung kemampuan computational thinking. Computional thinking memiliki arti proses berpikir dalam memformulasikan masalah. Solusinya dapat direpresentasikan sebagai langkah-langkah komputasional dan algoritma baik secara manual maupun dengan bantuan komputer. \u201cContoh sederhananya adalah dalam pengelolaan uang belanja rumah tangga agar penggunaannya lebih optimal. Maupun pembagian tugas dalam kepanitiaan agar penyelenggaraan acara dapat berjalan dengan sukses dan lancar,\u201d ujarnya. Menurutnya, paling tidak ada empat teknik yang menjadi komponen penting dalam computational thinking. Pertama proses dekomposisi atau pemecahan masalah ke sub masalah yang lebih kecil sehingga lebih mudah dikelola. Kedua, identifikasi pola-pola yang sama. Ketiga proses abstraksi, memfokuskan pada informasi yang lebih penting. Keempat membuat algoritma atau pembuatan langkah-langkah penyelesaian masalah. \u201cFormulasikan masalah ke dalam bentuk yang lebih mungkin diselesaikan secara manual maupun dengan komputer. Organisasi dan analisis data secara logis. Representasikan data melalui proses abstraksi misalnya dengan pembentukan model dan simulasi. Lalu otomatisasi solusi melaui proses berpikir algoritmik,\u201d jelasnya. Kemudian identifikasi, analisis dan implementasi berbagai solusi agar memperoleh kombinasi langkah-langkah yang efektif dan efisien, tambahnya. Terakhir generalisasi dan transfer proses penyelesaian masalah untuk dapat digunakan pada masalah yang lebih luas dan variatif. \u201cSeorang computational thinkers harus percaya diri untuk mampu menyelesaikan masalah yang kompleks, gigih dan tidak mudah menyerah bila dihadapkan dengan permasalahan kompleks. Mereka lebih toleran pada hal-hal yang bersifat ambigu, berkemampuan menangani masalah yang open-ended serta berkemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja dengan orang lain,\u201d lanjutnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Sri Nurdiati, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-30T03:23:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-30T07:16:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting\",\"datePublished\":\"2022-09-30T03:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:16:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200\"},\"wordCount\":391,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200\",\"name\":\"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-30T03:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:16:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Dunia menghadapi tantangan distrupsi yakni revolusi industri 4.0 yang mempercepat perkembangan teknologi. Muncul berbagai teknologi baru dengan mendepankan optimasi di segala bidang. Dr Sri Nurdiati, Dosen IPB University dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengatakan sejalan dengan tantangan ini, berbagai riset menyimpulkan bahwa manusia membutuhkan keterampilan abad 21 yakni 4C. Skill ini antara lain memiliki keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication) dan berkolaborasi (collaboration) untuk mampu bertahan di tengah ketidakpastian jaman. Namun skill ini dianggap kurang, computational thinking seharusnya ditambahkan sehingga skill abad 21 menjadi 5C. \u201cDengan skill ini, manusia dapat menyelesaikan masalah lebih sistematis dan terukur,\u201d katanya dalam Bincang PAGI (Pakar Berbagi) \u201cComputational Thinking: Metode Penyelesaian Masalah yang Praktis\u201d dipersembahkan oleh Asus Education, (26\/09).Saat ini dengan kurikulum baru di IPB University, imbuhnya, mahasiswa dituntut untuk mengikuti mata kuliah wajib di program sarjana untuk mendukung kemampuan computational thinking. Computional thinking memiliki arti proses berpikir dalam memformulasikan masalah. Solusinya dapat direpresentasikan sebagai langkah-langkah komputasional dan algoritma baik secara manual maupun dengan bantuan komputer. \u201cContoh sederhananya adalah dalam pengelolaan uang belanja rumah tangga agar penggunaannya lebih optimal. Maupun pembagian tugas dalam kepanitiaan agar penyelenggaraan acara dapat berjalan dengan sukses dan lancar,\u201d ujarnya. Menurutnya, paling tidak ada empat teknik yang menjadi komponen penting dalam computational thinking. Pertama proses dekomposisi atau pemecahan masalah ke sub masalah yang lebih kecil sehingga lebih mudah dikelola. Kedua, identifikasi pola-pola yang sama. Ketiga proses abstraksi, memfokuskan pada informasi yang lebih penting. Keempat membuat algoritma atau pembuatan langkah-langkah penyelesaian masalah. \u201cFormulasikan masalah ke dalam bentuk yang lebih mungkin diselesaikan secara manual maupun dengan komputer. Organisasi dan analisis data secara logis. Representasikan data melalui proses abstraksi misalnya dengan pembentukan model dan simulasi. Lalu otomatisasi solusi melaui proses berpikir algoritmik,\u201d jelasnya. Kemudian identifikasi, analisis dan implementasi berbagai solusi agar memperoleh kombinasi langkah-langkah yang efektif dan efisien, tambahnya. Terakhir generalisasi dan transfer proses penyelesaian masalah untuk dapat digunakan pada masalah yang lebih luas dan variatif. \u201cSeorang computational thinkers harus percaya diri untuk mampu menyelesaikan masalah yang kompleks, gigih dan tidak mudah menyerah bila dihadapkan dengan permasalahan kompleks. Mereka lebih toleran pada hal-hal yang bersifat ambigu, berkemampuan menangani masalah yang open-ended serta berkemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja dengan orang lain,\u201d lanjutnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Sri Nurdiati, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-09-30T03:23:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-30T07:16:05+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting","datePublished":"2022-09-30T03:23:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:16:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200"},"wordCount":391,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200","name":"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-09-30T03:23:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:16:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4200#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dr Sri Nurdiati Ungkap Computational Thinking, Skill Abad 21 Yang Tidak Kalah Penting"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":29,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Sri-Nurdiati-Ungkap-Computational-Thinking-Skill-Abad-21-Yang-Tidak-Kalah-Penting-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4154,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4154","url_meta":{"origin":4200,"position":0},"title":"Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB Bahas Skill Masa Depan dalam Gelaran Webinar Soft Skills Nasional","author":"Support FMIPA","date":"18\/08\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University baru-baru ini menyelenggarakan National Soft Skills Webinar Series 2022. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan webinar dengan mengangkat tema \u201cEnhance the Soft Skills Capability to Build a Good Career in Future\u201d. Serial webinar ini akan diselenggarakan dalam lima hari\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4297,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4297","url_meta":{"origin":4200,"position":1},"title":"Prof Sri Nurdiati Prediksi Potensi Karhutla Menggunakan Konsep Pemodelan Matematis","author":"Support FMIPA","date":"25\/09\/2023","format":false,"excerpt":"Prof Sri Nurdiati, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menyampaikan analisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dapat menggunakan konsep pemodelan matematis. Ia menilai, konsep pemodelan yang menggunakan data amatan dari stasiun klimatologi dengan skala model yang singkat (harian, mingguan) tersebut dapat memberikan hasil\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":5373,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=5373","url_meta":{"origin":4200,"position":2},"title":"Pesantren Sabilunnajah Bandung Jalin Sinergi dengan FMIPA IPB: Perkuat Kolaborasi Demi Masa Depan Pendidikan","author":"FMIPA","date":"18\/02\/2025","format":false,"excerpt":"Bogor, 18 Februari 2025 \u2013 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima kunjungan istimewa dari Pesantren Sabilunnajah Bandung dalam rangka menjajaki kerja sama strategis di bidang pendidikan. Kunjungan yang berlangsung pada Selasa pagi ini mendapat sambutan hangat dari Prof. Dr. Waras Nurcholis, S.Si., M.Si., Asisten\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Inisiasi-Kerjasama-Pesantren.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Inisiasi-Kerjasama-Pesantren.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Inisiasi-Kerjasama-Pesantren.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Inisiasi-Kerjasama-Pesantren.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Inisiasi-Kerjasama-Pesantren.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Inisiasi-Kerjasama-Pesantren.jpg?resize=1400%2C800&ssl=1 4x"},"classes":[]},{"id":3929,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3929","url_meta":{"origin":4200,"position":3},"title":"Minat Hacking, Mahasiswa FMIPA IPB University Raih Juara 1 Kompetisi Cyber Security Internasional","author":"Support FMIPA","date":"10\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Kuliah dari rumah tidak menyurutkan semangat mahasiswa dalam meraih prestasi. Salah satunya adalah Linuz Tri Erianto. Mahasiswa Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini mempunyai rutinitas yaitu latihan hacking setiap minggu. Skill-nya di bidang ini berhasil meraih beberapa penghargaan.Salah satunya yaitu menjadi Juara I\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4229,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4229","url_meta":{"origin":4200,"position":4},"title":"Mahasiswa Statistika FMIPA IPB University Ikuti Kuliah Umum Tren dan Peluang Karir Sains Data","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Kuliah Umum Pengembangan Profesi Sains Data bagi para mahasiswanya. Acara ini menghadirkan Hedi M Idris PhD, Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, (11\/11). Kuliah umum ini digelar untuk meningkatkan wawasan serta mengembangkan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4309,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4309","url_meta":{"origin":4200,"position":5},"title":"Pengalaman Mahasiswa FMIPA IPB Berlaga di Kompetisi Internasional Turki, New York, Vietnam","author":"Support FMIPA","date":"19\/10\/2023","format":false,"excerpt":"M. Ficky Haris Ardiansyah, mahasiswa IPB University dari Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) membagikan pengalamannya berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai ajang dan kompetisi internasional. Dalam dua tahun terakhir, ia sudah menjejakkan kakinya di Turki, New York, dan Vietnam. \u201cMotivasi saya dalam mencari pengalaman internasional, sebenarnya\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4200"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4200\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4202,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4200\/revisions\/4202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}