{"id":4220,"date":"2022-11-11T10:33:00","date_gmt":"2022-11-11T03:33:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220"},"modified":"2024-08-30T14:28:57","modified_gmt":"2024-08-30T07:28:57","slug":"dekan-fmipa-ipb-university-tulis-buku-sains-biodiversitas-dapat-diakses-secara-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220","title":{"rendered":"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepanjang sejarah evolusi, dinamika biodiversitas selalu berubah. Namun kondisi biodiversitas di masa kini semakin ekstrim bahkan semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini disinyalir karena faktor antropogenik atau perilaku manusia yang sangat dominan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Berry Juliandi, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menjelaskan bahwa dalam 10 tahun terakhir, penurunan kondisi biodiversitas Indonesia sudah mencapai 30 hingga 40 persen. \u201cBila kita tidak mengubah cara pembangunan ke arah yang berkelanjutan dan memikirkan nasib biodiversitas, dalam kurun waktu 10 tahun lagi kita akan kehilangan 80 hingga 90 persen dari kekayaan biodiversitas,\u201d terangnya dalam Podcast Episode ke-18 BIOSync oleh SEAMEO BIOTROP dengan tajuk \u201cSains untuk Biodiversitas Indonesia\u201d, (02\/11).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Atas dasar kekhawatiran ini, ia menulis buku berjudul Sains Biodiversitas yang dapat diakses oleh khalayak secara gratis. Harapannya, biodiversitas dapat dipahami bukan hanya sebagai teori namun implementasi yang bagus oleh generasi muda. Generasi muda perlu menyadari pentingnya biodiversitas karena seiring berkembangnya teknologi, interaksi dengan alam semakin berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMaka cara paling baik mengenalkan pentingnya biodiversitas adalah dengan melakukan kembali dan memberi waktu berinteraksi dengan alam sebagai wahana pendidikan sejak usia dini,\u201d lanjut Dosen Departemen Biologi IPB University ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap daerah memiliki biodiversitas unik, ia menuturkan, maka lembaga pendidikan perlu meramu konten sains yang berkaitan erat dengan keunikan alam. \u201cSalah satu caranya, kita harus mendorong pemerintah untuk mengubah kurikulum pendidikan usia dini hingga menengah bahwa kegiatan aktivitas pengajarannya sebagian mungkin harus melibatkan alam sebagai sumber literasi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Berry mengurai, buku tersebut ia tulis untuk generasi muda agar mereka dapat memahami cara pemanfaatan biodiversitas dengan tepat. \u201cKita ingin (buku) Sains biodiversitas ini menjadi simulasi bahwa ternyata kita memiliki modal yang besar atau disebut keuntungan komparatif yang tidak dimiliki oleh negara lain,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menilai bahwa cara mengoptimalisasi kekayaan biodiversitas ini adalah dengan prinsip berkelanjutan. Nilai-nilai yang terkandung di dalam buku, ia harap, tidak hanya bisa diadopsi oleh sivitas akademika perguruan tinggi. Namun menjadi nafas sehari-hari dan digunakan oleh masyarakat awam. Di sisi lain dapat menimbulkan awareness dan menjembatani pemahaman sains biodiversitas dengan masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya generasi milenial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTantangan besar kita adalah bagaimana mengarusutamakan pemikiran bagaimana memanfaatkan biodiversitas sebagai bekal ilmu pengetahuan. Saya rasa, cara yang paling mudah adalah dengan menyisipkan pesan-pesan pentingnya biodiversitas di dalam aspek kehidupan kita,\u201d pungkasnya. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Dr Berry Juliandi, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sepanjang sejarah evolusi, dinamika biodiversitas selalu berubah. Namun kondisi biodiversitas di masa kini semakin ekstrim bahkan semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini disinyalir karena faktor antropogenik atau perilaku manusia yang sangat dominan. Dr Berry Juliandi, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menjelaskan bahwa dalam 10 tahun terakhir, penurunan kondisi biodiversitas Indonesia sudah mencapai 30 hingga 40 persen. \u201cBila kita tidak mengubah cara pembangunan ke arah yang berkelanjutan dan memikirkan nasib biodiversitas, dalam kurun waktu 10 tahun lagi kita akan kehilangan 80 hingga 90 persen dari kekayaan biodiversitas,\u201d terangnya dalam Podcast Episode ke-18 BIOSync oleh SEAMEO BIOTROP dengan tajuk \u201cSains untuk Biodiversitas Indonesia\u201d, (02\/11). Atas dasar kekhawatiran ini, ia menulis buku berjudul Sains Biodiversitas yang dapat diakses oleh khalayak secara gratis. Harapannya, biodiversitas dapat dipahami bukan hanya sebagai teori namun implementasi yang bagus oleh generasi muda. Generasi muda perlu menyadari pentingnya biodiversitas karena seiring berkembangnya teknologi, interaksi dengan alam semakin berkurang. \u201cMaka cara paling baik mengenalkan pentingnya biodiversitas adalah dengan melakukan kembali dan memberi waktu berinteraksi dengan alam sebagai wahana pendidikan sejak usia dini,\u201d lanjut Dosen Departemen Biologi IPB University ini. Setiap daerah memiliki biodiversitas unik, ia menuturkan, maka lembaga pendidikan perlu meramu konten sains yang berkaitan erat dengan keunikan alam. \u201cSalah satu caranya, kita harus mendorong pemerintah untuk mengubah kurikulum pendidikan usia dini hingga menengah bahwa kegiatan aktivitas pengajarannya sebagian mungkin harus melibatkan alam sebagai sumber literasi,\u201d ungkapnya. Dr Berry mengurai, buku tersebut ia tulis untuk generasi muda agar mereka dapat memahami cara pemanfaatan biodiversitas dengan tepat. \u201cKita ingin (buku) Sains biodiversitas ini menjadi simulasi bahwa ternyata kita memiliki modal yang besar atau disebut keuntungan komparatif yang tidak dimiliki oleh negara lain,\u201d ujarnya. Ia menilai bahwa cara mengoptimalisasi kekayaan biodiversitas ini adalah dengan prinsip berkelanjutan. Nilai-nilai yang terkandung di dalam buku, ia harap, tidak hanya bisa diadopsi oleh sivitas akademika perguruan tinggi. Namun menjadi nafas sehari-hari dan digunakan oleh masyarakat awam. Di sisi lain dapat menimbulkan awareness dan menjembatani pemahaman sains biodiversitas dengan masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya generasi milenial. \u201cTantangan besar kita adalah bagaimana mengarusutamakan pemikiran bagaimana memanfaatkan biodiversitas sebagai bekal ilmu pengetahuan. Saya rasa, cara yang paling mudah adalah dengan menyisipkan pesan-pesan pentingnya biodiversitas di dalam aspek kehidupan kita,\u201d pungkasnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Berry Juliandi, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4221,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sepanjang sejarah evolusi, dinamika biodiversitas selalu berubah. Namun kondisi biodiversitas di masa kini semakin ekstrim bahkan semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini disinyalir karena faktor antropogenik atau perilaku manusia yang sangat dominan. Dr Berry Juliandi, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menjelaskan bahwa dalam 10 tahun terakhir, penurunan kondisi biodiversitas Indonesia sudah mencapai 30 hingga 40 persen. \u201cBila kita tidak mengubah cara pembangunan ke arah yang berkelanjutan dan memikirkan nasib biodiversitas, dalam kurun waktu 10 tahun lagi kita akan kehilangan 80 hingga 90 persen dari kekayaan biodiversitas,\u201d terangnya dalam Podcast Episode ke-18 BIOSync oleh SEAMEO BIOTROP dengan tajuk \u201cSains untuk Biodiversitas Indonesia\u201d, (02\/11). Atas dasar kekhawatiran ini, ia menulis buku berjudul Sains Biodiversitas yang dapat diakses oleh khalayak secara gratis. Harapannya, biodiversitas dapat dipahami bukan hanya sebagai teori namun implementasi yang bagus oleh generasi muda. Generasi muda perlu menyadari pentingnya biodiversitas karena seiring berkembangnya teknologi, interaksi dengan alam semakin berkurang. \u201cMaka cara paling baik mengenalkan pentingnya biodiversitas adalah dengan melakukan kembali dan memberi waktu berinteraksi dengan alam sebagai wahana pendidikan sejak usia dini,\u201d lanjut Dosen Departemen Biologi IPB University ini. Setiap daerah memiliki biodiversitas unik, ia menuturkan, maka lembaga pendidikan perlu meramu konten sains yang berkaitan erat dengan keunikan alam. \u201cSalah satu caranya, kita harus mendorong pemerintah untuk mengubah kurikulum pendidikan usia dini hingga menengah bahwa kegiatan aktivitas pengajarannya sebagian mungkin harus melibatkan alam sebagai sumber literasi,\u201d ungkapnya. Dr Berry mengurai, buku tersebut ia tulis untuk generasi muda agar mereka dapat memahami cara pemanfaatan biodiversitas dengan tepat. \u201cKita ingin (buku) Sains biodiversitas ini menjadi simulasi bahwa ternyata kita memiliki modal yang besar atau disebut keuntungan komparatif yang tidak dimiliki oleh negara lain,\u201d ujarnya. Ia menilai bahwa cara mengoptimalisasi kekayaan biodiversitas ini adalah dengan prinsip berkelanjutan. Nilai-nilai yang terkandung di dalam buku, ia harap, tidak hanya bisa diadopsi oleh sivitas akademika perguruan tinggi. Namun menjadi nafas sehari-hari dan digunakan oleh masyarakat awam. Di sisi lain dapat menimbulkan awareness dan menjembatani pemahaman sains biodiversitas dengan masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya generasi milenial. \u201cTantangan besar kita adalah bagaimana mengarusutamakan pemikiran bagaimana memanfaatkan biodiversitas sebagai bekal ilmu pengetahuan. Saya rasa, cara yang paling mudah adalah dengan menyisipkan pesan-pesan pentingnya biodiversitas di dalam aspek kehidupan kita,\u201d pungkasnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Berry Juliandi, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-11T03:33:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-30T07:28:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis\",\"datePublished\":\"2022-11-11T03:33:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:28:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220\"},\"wordCount\":378,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220\",\"name\":\"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-11T03:33:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:28:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4220#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Sepanjang sejarah evolusi, dinamika biodiversitas selalu berubah. Namun kondisi biodiversitas di masa kini semakin ekstrim bahkan semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini disinyalir karena faktor antropogenik atau perilaku manusia yang sangat dominan. Dr Berry Juliandi, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menjelaskan bahwa dalam 10 tahun terakhir, penurunan kondisi biodiversitas Indonesia sudah mencapai 30 hingga 40 persen. \u201cBila kita tidak mengubah cara pembangunan ke arah yang berkelanjutan dan memikirkan nasib biodiversitas, dalam kurun waktu 10 tahun lagi kita akan kehilangan 80 hingga 90 persen dari kekayaan biodiversitas,\u201d terangnya dalam Podcast Episode ke-18 BIOSync oleh SEAMEO BIOTROP dengan tajuk \u201cSains untuk Biodiversitas Indonesia\u201d, (02\/11). Atas dasar kekhawatiran ini, ia menulis buku berjudul Sains Biodiversitas yang dapat diakses oleh khalayak secara gratis. Harapannya, biodiversitas dapat dipahami bukan hanya sebagai teori namun implementasi yang bagus oleh generasi muda. Generasi muda perlu menyadari pentingnya biodiversitas karena seiring berkembangnya teknologi, interaksi dengan alam semakin berkurang. \u201cMaka cara paling baik mengenalkan pentingnya biodiversitas adalah dengan melakukan kembali dan memberi waktu berinteraksi dengan alam sebagai wahana pendidikan sejak usia dini,\u201d lanjut Dosen Departemen Biologi IPB University ini. Setiap daerah memiliki biodiversitas unik, ia menuturkan, maka lembaga pendidikan perlu meramu konten sains yang berkaitan erat dengan keunikan alam. \u201cSalah satu caranya, kita harus mendorong pemerintah untuk mengubah kurikulum pendidikan usia dini hingga menengah bahwa kegiatan aktivitas pengajarannya sebagian mungkin harus melibatkan alam sebagai sumber literasi,\u201d ungkapnya. Dr Berry mengurai, buku tersebut ia tulis untuk generasi muda agar mereka dapat memahami cara pemanfaatan biodiversitas dengan tepat. \u201cKita ingin (buku) Sains biodiversitas ini menjadi simulasi bahwa ternyata kita memiliki modal yang besar atau disebut keuntungan komparatif yang tidak dimiliki oleh negara lain,\u201d ujarnya. Ia menilai bahwa cara mengoptimalisasi kekayaan biodiversitas ini adalah dengan prinsip berkelanjutan. Nilai-nilai yang terkandung di dalam buku, ia harap, tidak hanya bisa diadopsi oleh sivitas akademika perguruan tinggi. Namun menjadi nafas sehari-hari dan digunakan oleh masyarakat awam. Di sisi lain dapat menimbulkan awareness dan menjembatani pemahaman sains biodiversitas dengan masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya generasi milenial. \u201cTantangan besar kita adalah bagaimana mengarusutamakan pemikiran bagaimana memanfaatkan biodiversitas sebagai bekal ilmu pengetahuan. Saya rasa, cara yang paling mudah adalah dengan menyisipkan pesan-pesan pentingnya biodiversitas di dalam aspek kehidupan kita,\u201d pungkasnya. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Berry Juliandi, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-11-11T03:33:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-30T07:28:57+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis","datePublished":"2022-11-11T03:33:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:28:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220"},"wordCount":378,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220","name":"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-11-11T03:33:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:28:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4220#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dekan FMIPA IPB University Tulis Buku Sains Biodiversitas, Dapat Diakses Secara Gratis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":21,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dekan-FMIPA-IPB-University-Tulis-Buku-Sains-Biodiversitas-Dapat-Diakses-Secara-Gratis-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":6534,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6534","url_meta":{"origin":4220,"position":0},"title":"FMIPA IPB University Bertransformasi Menuju Fakultas Sains, Perkuat Bioinformatika dan Riset Biodiversitas","author":"FMIPA","date":"13\/04\/2026","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University terus melakukan pembaruan kelembagaan, akademik, dan riset sebagai bagian dari strategi penguatan sains dasar yang adaptif dan lintas disiplin. Hal ini disampaikan Dekan Dr Berry Juliandi, saat memaparkan perkembangan terbaru FMIPA IPB University. Ia menjelaskan, perubahan signifikan terjadi setelah tiga departemen\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":4196,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4196","url_meta":{"origin":4220,"position":1},"title":"Dr Beginner Subhan Ungkap Pentingnya Peran Bioinformatika dalam Menguak Informasi Biodiversitas Laut Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"29\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Laut menyimpan jutaan informasi terkait evolusi dan berbagai informasi biologi lainnya. Namun di sisi lain, informasi tersebut mengalami penurunan kualitas. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang menjadi pemicu penurunan biodiversitas, perubahan habitat dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan teknologi di bidang bioinformatika untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas agar tidak tinggal nama. Dr Beginner\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4060,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4060","url_meta":{"origin":4220,"position":2},"title":"Pengembangan Repositori Data Omics Tentukan Arah Pemanfaatan dan Penelitian Terkait Biodiversitas Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"27\/05\/2022","format":false,"excerpt":"Indonesia merupakan salah satu negara dengan julukan megabiodiversitas di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki tanaman obat dunia terbesar. Arah penelitian modern menunjukkan bahwa biodiversitas merupakan faktor penting dalam pengembangan riset di bidang kesehatan dan pertanian. Namun demikian, jumlah fitofarmaka di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut disampaikan Dr Wisnu Ananta\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4029,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4029","url_meta":{"origin":4220,"position":3},"title":"FMIPA IPB University Rancang Prodi Bioinformatika, Rencanakan Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar Bioinformatics Webinar Series pertama di tahun 2022 dengan tajuk \u201cIntegrasi Ilmu Bioinformatika dalam Penciptaan Inovasi Agromaritim\u201d, (08\/03). Dr Berry Juliandi, Dekan FMIPA IPB University menyebutkan FMIPA selalu berusaha menjadi terdepan dalam mendukung visi IPB University sebagai Techno Socio University. Terutama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":6405,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405","url_meta":{"origin":4220,"position":4},"title":"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi","author":"FMIPA","date":"13\/11\/2025","format":false,"excerpt":"IPB University kembali menghadirkan solusi dalam mitigasi kebakaran lahan gambut melalui pendekatan ekohidrologi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Muh Taufik, mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis Peat Fire Vulnerability Index (PFVI) yang mampu memprediksi kerentanan hingga 14 hari ke depan. Prof Taufik menjelaskan bahwa sistem\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":3971,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3971","url_meta":{"origin":4220,"position":5},"title":"Departemen Biologi FMIPA IPB University Gelar Kuliah Umum Pengelolaan Cendawan","author":"Support FMIPA","date":"09\/12\/2021","format":false,"excerpt":"Kesuburan tanah merupakan suatu tren untuk riset penelitian dan pengembangan. Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Mikoina Komunitas Bogor dan Indonesian Center for Tropical Sciences menyelenggarakan kuliah umum daring. Kuliah umum tersebut bertema \u201cStrategi Pengelolaan Aset Biodiversitas Cendawan di Indonesia\u201d (06\/12). Ketua Kelompok Peneliti Biologi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4220"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4220\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4222,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4220\/revisions\/4222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}