{"id":4226,"date":"2022-11-23T10:37:00","date_gmt":"2022-11-23T03:37:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226"},"modified":"2024-08-30T14:34:08","modified_gmt":"2024-08-30T07:34:08","slug":"dr-wisnu-ananta-kusuma-jelaskan-peran-bioinformatika-dalam-upaya-konservasi-genomik-dan-pencapaian-sdgs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","title":{"rendered":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.<br>Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah memicu pertumbuhan riset genomik, khususnya genomik konservasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menjelaskan, analisa bioinformatika banyak menggunakan data genomik yang kemudian dianalisis di laboratorium basah menggunakan DNA sequencer.<br>Menurutnya, teknologi omics yang merupakan analisa bioinformatika tingkat lanjut, sering digunakan untuk menganalisis keterkaitan fenotipe. Contohnya menggunakan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) untuk menganalisis variasi genom dengan genome wide associations study (GWAS).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan bahwa para peneliti dapat melakukan analisa asosiasi genotipe dan fenotipe yang berguna bagi perbanyakan tanaman berbasis genomik. \u201cAnalisa ini sangat berguna untuk mencari varietas unggul yang resisten terhadap cekaman dan penyakit. Bisa menggunakan machine learning maupun data statistik,\u201d ujarnya dalam Seminar Nasional Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara Medan Tahun 2022 dengan tajuk \u201cPeran Sains dan Teknologi dalam Mendukung Program Sustainable Development Goals (SDGs) Bagi Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan, (08\/11).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDalam melakukan analisa genomic ini, dapat pula ditambahkan informasi transkriptomik maupun metabolomik kemudian mengintegrasikannya dengan membuat model jejaring. Ini seperti yang digunakan pada sosial media,\u201d lanjutnya.<br>Dalam analisa ini, tambahnya, peneliti harus memahami problem epistasis untuk mengetahui efek SNP terhadap fenotipe. Dikarenakan, analisa ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu SNP tapi berbagai bentuk SNP lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHal ini berimplikasi pada ruang pencarian yang sangat besar dan kompleksitas tinggi, sehingga harus melakukan penyaringan dan eliminasi terhadap data yang didapatkan,\u201d kata Dr Wisnu.<br>Ia menambahkan, efek keterkaitan antara SNP ini bisa dilihat dari kejadian perkawinan sekerabat yang berisiko terekspresi menjadi mutasi berbahaya. Studi kasusnya terjadi pada translokasi Singa Afrika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cItulah mengapa populasi hewan yang terlalu kecil rentan mengalami pusaran kepunahan. Sehingga hal ini menjadi perhatian para peneliti di pusat konservasi genomik untuk meningkatkan variasi genetik dengan perkawinan silang,\u201d terang Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, bioinformatika dan machine learning juga dapat digunakan untuk memprediksi variasi genetik di masa depan dan status kepunahannya. Contohnya teknologi DNA metabarcoding yang dapat menganalisis keragaman dan kelimpahan organisme di alam. Teknologi ini dapat berguna bagi para peneliti lingkungan, baik untuk melihat keberagamannya serta potensi pemanfaatannya bagi manusia di berbagai bidang. (MW\/Zul)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah memicu pertumbuhan riset genomik, khususnya genomik konservasi. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menjelaskan, analisa bioinformatika banyak menggunakan data genomik yang kemudian dianalisis di laboratorium basah menggunakan DNA sequencer.Menurutnya, teknologi omics yang merupakan analisa bioinformatika tingkat lanjut, sering digunakan untuk menganalisis keterkaitan fenotipe. Contohnya menggunakan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) untuk menganalisis variasi genom dengan genome wide associations study (GWAS). Ia menjelaskan bahwa para peneliti dapat melakukan analisa asosiasi genotipe dan fenotipe yang berguna bagi perbanyakan tanaman berbasis genomik. \u201cAnalisa ini sangat berguna untuk mencari varietas unggul yang resisten terhadap cekaman dan penyakit. Bisa menggunakan machine learning maupun data statistik,\u201d ujarnya dalam Seminar Nasional Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara Medan Tahun 2022 dengan tajuk \u201cPeran Sains dan Teknologi dalam Mendukung Program Sustainable Development Goals (SDGs) Bagi Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan, (08\/11). \u201cDalam melakukan analisa genomic ini, dapat pula ditambahkan informasi transkriptomik maupun metabolomik kemudian mengintegrasikannya dengan membuat model jejaring. Ini seperti yang digunakan pada sosial media,\u201d lanjutnya.Dalam analisa ini, tambahnya, peneliti harus memahami problem epistasis untuk mengetahui efek SNP terhadap fenotipe. Dikarenakan, analisa ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu SNP tapi berbagai bentuk SNP lainnya. \u201cHal ini berimplikasi pada ruang pencarian yang sangat besar dan kompleksitas tinggi, sehingga harus melakukan penyaringan dan eliminasi terhadap data yang didapatkan,\u201d kata Dr Wisnu.Ia menambahkan, efek keterkaitan antara SNP ini bisa dilihat dari kejadian perkawinan sekerabat yang berisiko terekspresi menjadi mutasi berbahaya. Studi kasusnya terjadi pada translokasi Singa Afrika. \u201cItulah mengapa populasi hewan yang terlalu kecil rentan mengalami pusaran kepunahan. Sehingga hal ini menjadi perhatian para peneliti di pusat konservasi genomik untuk meningkatkan variasi genetik dengan perkawinan silang,\u201d terang Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini. Menurutnya, bioinformatika dan machine learning juga dapat digunakan untuk memprediksi variasi genetik di masa depan dan status kepunahannya. Contohnya teknologi DNA metabarcoding yang dapat menganalisis keragaman dan kelimpahan organisme di alam. Teknologi ini dapat berguna bagi para peneliti lingkungan, baik untuk melihat keberagamannya serta potensi pemanfaatannya bagi manusia di berbagai bidang. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah memicu pertumbuhan riset genomik, khususnya genomik konservasi. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menjelaskan, analisa bioinformatika banyak menggunakan data genomik yang kemudian dianalisis di laboratorium basah menggunakan DNA sequencer.Menurutnya, teknologi omics yang merupakan analisa bioinformatika tingkat lanjut, sering digunakan untuk menganalisis keterkaitan fenotipe. Contohnya menggunakan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) untuk menganalisis variasi genom dengan genome wide associations study (GWAS). Ia menjelaskan bahwa para peneliti dapat melakukan analisa asosiasi genotipe dan fenotipe yang berguna bagi perbanyakan tanaman berbasis genomik. \u201cAnalisa ini sangat berguna untuk mencari varietas unggul yang resisten terhadap cekaman dan penyakit. Bisa menggunakan machine learning maupun data statistik,\u201d ujarnya dalam Seminar Nasional Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara Medan Tahun 2022 dengan tajuk \u201cPeran Sains dan Teknologi dalam Mendukung Program Sustainable Development Goals (SDGs) Bagi Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan, (08\/11). \u201cDalam melakukan analisa genomic ini, dapat pula ditambahkan informasi transkriptomik maupun metabolomik kemudian mengintegrasikannya dengan membuat model jejaring. Ini seperti yang digunakan pada sosial media,\u201d lanjutnya.Dalam analisa ini, tambahnya, peneliti harus memahami problem epistasis untuk mengetahui efek SNP terhadap fenotipe. Dikarenakan, analisa ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu SNP tapi berbagai bentuk SNP lainnya. \u201cHal ini berimplikasi pada ruang pencarian yang sangat besar dan kompleksitas tinggi, sehingga harus melakukan penyaringan dan eliminasi terhadap data yang didapatkan,\u201d kata Dr Wisnu.Ia menambahkan, efek keterkaitan antara SNP ini bisa dilihat dari kejadian perkawinan sekerabat yang berisiko terekspresi menjadi mutasi berbahaya. Studi kasusnya terjadi pada translokasi Singa Afrika. \u201cItulah mengapa populasi hewan yang terlalu kecil rentan mengalami pusaran kepunahan. Sehingga hal ini menjadi perhatian para peneliti di pusat konservasi genomik untuk meningkatkan variasi genetik dengan perkawinan silang,\u201d terang Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini. Menurutnya, bioinformatika dan machine learning juga dapat digunakan untuk memprediksi variasi genetik di masa depan dan status kepunahannya. Contohnya teknologi DNA metabarcoding yang dapat menganalisis keragaman dan kelimpahan organisme di alam. Teknologi ini dapat berguna bagi para peneliti lingkungan, baik untuk melihat keberagamannya serta potensi pemanfaatannya bagi manusia di berbagai bidang. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-23T03:37:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-30T07:34:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs\",\"datePublished\":\"2022-11-23T03:37:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:34:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226\"},\"wordCount\":421,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226\",\"name\":\"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-23T03:37:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:34:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4226#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Peran ilmu bioinformatika memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Data genetik digunakan sebagai sumber inspirasi terciptanya inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi lingkungan.Kekayaan biodiversitas bangsa Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan harus tetap dipertahankan. Ilmu bioinformatika yang berawal dari inovasi sekuensing genom awal tahun 2000-an, telah memicu pertumbuhan riset genomik, khususnya genomik konservasi. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menjelaskan, analisa bioinformatika banyak menggunakan data genomik yang kemudian dianalisis di laboratorium basah menggunakan DNA sequencer.Menurutnya, teknologi omics yang merupakan analisa bioinformatika tingkat lanjut, sering digunakan untuk menganalisis keterkaitan fenotipe. Contohnya menggunakan SNP (Single Nucleotide Polymorphism) untuk menganalisis variasi genom dengan genome wide associations study (GWAS). Ia menjelaskan bahwa para peneliti dapat melakukan analisa asosiasi genotipe dan fenotipe yang berguna bagi perbanyakan tanaman berbasis genomik. \u201cAnalisa ini sangat berguna untuk mencari varietas unggul yang resisten terhadap cekaman dan penyakit. Bisa menggunakan machine learning maupun data statistik,\u201d ujarnya dalam Seminar Nasional Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara Medan Tahun 2022 dengan tajuk \u201cPeran Sains dan Teknologi dalam Mendukung Program Sustainable Development Goals (SDGs) Bagi Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan, (08\/11). \u201cDalam melakukan analisa genomic ini, dapat pula ditambahkan informasi transkriptomik maupun metabolomik kemudian mengintegrasikannya dengan membuat model jejaring. Ini seperti yang digunakan pada sosial media,\u201d lanjutnya.Dalam analisa ini, tambahnya, peneliti harus memahami problem epistasis untuk mengetahui efek SNP terhadap fenotipe. Dikarenakan, analisa ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu SNP tapi berbagai bentuk SNP lainnya. \u201cHal ini berimplikasi pada ruang pencarian yang sangat besar dan kompleksitas tinggi, sehingga harus melakukan penyaringan dan eliminasi terhadap data yang didapatkan,\u201d kata Dr Wisnu.Ia menambahkan, efek keterkaitan antara SNP ini bisa dilihat dari kejadian perkawinan sekerabat yang berisiko terekspresi menjadi mutasi berbahaya. Studi kasusnya terjadi pada translokasi Singa Afrika. \u201cItulah mengapa populasi hewan yang terlalu kecil rentan mengalami pusaran kepunahan. Sehingga hal ini menjadi perhatian para peneliti di pusat konservasi genomik untuk meningkatkan variasi genetik dengan perkawinan silang,\u201d terang Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini. Menurutnya, bioinformatika dan machine learning juga dapat digunakan untuk memprediksi variasi genetik di masa depan dan status kepunahannya. Contohnya teknologi DNA metabarcoding yang dapat menganalisis keragaman dan kelimpahan organisme di alam. Teknologi ini dapat berguna bagi para peneliti lingkungan, baik untuk melihat keberagamannya serta potensi pemanfaatannya bagi manusia di berbagai bidang. (MW\/Zul) Narasumber : Dr Wisnu Ananta Kusuma, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-11-23T03:37:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-30T07:34:08+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs","datePublished":"2022-11-23T03:37:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:34:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226"},"wordCount":421,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226","name":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-11-23T03:37:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:34:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4226#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Peran Bioinformatika dalam Upaya Konservasi Genomik dan Pencapaian SDGs"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":33,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dr-Wisnu-Ananta-Kusuma-Jelaskan-Peran-Bioinformatika-dalam-Upaya-Konservasi-Genomik-dan-Pencapaian-SDGs-800x445-1-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":3855,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3855","url_meta":{"origin":4226,"position":0},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Bagikan Pengetahuan Mengenai Bioinformatika dan Penelitian Terkininya di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"26\/01\/2021","format":false,"excerpt":"Dalam Pertemuan Nasional Masyarakat Komputasi Indonesia yang belum lama ini digelar, Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), hadir sebagai narasumber utama. Ia memberikan kuliah umum mengenai kiprah bidang bioinformatika di Indonesia serta penelitian terkini dan potensi kerjasama lintas\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Wisnu-Ananta-Kusuma-800x445-1-750x445-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":4139,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4139","url_meta":{"origin":4226,"position":1},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma: Analisis Jejaring Mampu Temukan Penyakit Komorbid dengan Kanker Paru-Paru","author":"Support FMIPA","date":"15\/08\/2022","format":false,"excerpt":"Penyakit kanker merupakan penyakit yang terkadang sulit terdeteksi, terutama bila komorbid dengan beberapa penyakit degeneratif lainnya. Beberapa teknologi mampu mengidentifikasi penyakit yang kemungkinan komorbid dengan kanker, khususnya kanker paru-paru. Teknologi ini merupakan pengembangan di bidang bioinformatika yakni melalui analisis jejaring. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3955,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3955","url_meta":{"origin":4226,"position":2},"title":"Pentingnya Bioinformatika dalam Seleksi Genomik bagi Proses Pemuliaan Tanaman","author":"Support FMIPA","date":"16\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Pendekatan bioinformatika semakin banyak digunakan pada berbagai penelitian, termasuk dalam pemuliaan tanaman. Bioinformatika dimanfaatkan dalam proses penyeleksian varietas unggul. Teknologinya kian berkembang dan semakin memudahkan pemulia tanaman. Dr Willy Bayuardi Suwarno, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian menjelaskan bahwa untuk mendapatkan varietas unggul, perlu dilakukan seleksi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4026,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4026","url_meta":{"origin":4226,"position":3},"title":"Dr Wisnu Ananta Kusuma Jelaskan Riset dan Inovasi Para Peneliti IPB University Terkait High Performance Computing dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Alam","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Para peneliti IPB University selalu hadir dalam mengembangkan berbagai inovasi terbaru dengan memanfaatkan teknologi terkini. Pemanfaatan High Performance Computing (HPC) atau Komputasi Berperforma Tinggi menjadi salah satu terobosan saintifik untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi data.HPC ini merupakan kebutuhan penting pada era di mana data menjadi paradigma keempat dalam sains. Kemudahan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3952,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3952","url_meta":{"origin":4226,"position":4},"title":"Para Pakar Bioinformatika IPB University Berbagi Ilmu Terkait Peran Komputasi Berperforma Tinggi pada Bidang Bioinformatika","author":"Support FMIPA","date":"16\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Tiga unit kerja di IPB University yaitu Departemen Ilmu Komputer, Unit Laboratorium Riset Unggulan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bekerjasama menggelar High Performance Computing (HPC) Webinar Series ke-7 dengan tema \u201cHPC pada Bioinformatika\u201d, Selasa (30\/11). Dalam kegiatan ini hadir para pakar bioinformatika IPB University untuk berbagi ilmu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3992,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3992","url_meta":{"origin":4226,"position":5},"title":"Peneliti FMIPA IPB University Paparkan Peranan Bioinformatika dalam Penemuan Senyawa Herbal Berkhasiat","author":"Support FMIPA","date":"23\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Penelusuran dan panapisan senyawa bioaktif tanaman herbal secara komputasi, kini semakin berkembang. Pemanfaatan basis data senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia ini dapat menjadi awal bagi kemajuan fitofarmaka di Indonesia. Dr Wisnu Ananta Kusuma, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan masih\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4226"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4228,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4226\/revisions\/4228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}