{"id":4238,"date":"2022-12-01T10:42:00","date_gmt":"2022-12-01T03:42:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238"},"modified":"2024-08-30T14:45:17","modified_gmt":"2024-08-30T07:45:17","slug":"prof-imas-sukaesih-sitanggang-paparkan-implementasi-kecerdasan-buatan-dalam-pengembangan-pertanian-cerdas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238","title":{"rendered":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas"},"content":{"rendered":"\n<p>Prof Imas Sukaesih Sitanggang, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer menyebut bahwa smart agriculture penting untuk masa depan. \u201cKita membutuhkan smart agriculture di masa depan, terutama karena jumlah penduduk semakin meningkat disusul dengan isu perubahan iklim, serta masalah hama dan penyakit tanaman yang berakibat pada kerawanan pangan,\u201d katanya dalam The ASEAN Workshop on the 4th Industrial Revolution dengan tema \u201cImplementation of Artificial Intelligence on Energy Security, Agriculture, Cyber Security, and Creative Industry,\u201d 23\/11.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menerangkan, pengembangan teknologi pertanian cerdas berbasis 4.0 diarahkan melalui digitalisasi dan otomatisasi. \u201cJika kita melihat teknologi 4.0, banyak melibatkan penerapan ilmu komputasi dalam pengembangan teknologi pertanian cerdas,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan kajian World Economic Forum, teknologi berbasis komputasi kemungkinan akan diadopsi secara lebih luas pada tahun 2025. Hal ini karena perkembangan kecerdasan buatan, analisis big data dan cloud computing diprediksi akan meningkat pemanfaatannya dalam mendukung smart agriculture.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia melanjutkan, sektor pertanian menjadi sektor paling potensial dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan. Ia menyebut, IPB University telah meluncurkan istilah Agromaritim 4.0 untuk memberi solusi atas berbagai isu pertanian. Tidak hanya itu, IPB University telah melakukan berbagai riset smart agriculture seperti prediksi cuaca cerdas hingga penanaman cerdas. Riset-riset tersebut memanfaatkan algoritma komputasi dan akuisisi data digital.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPengembangan ini dimulai dari pengelolaan pertanian hulu ke hilir untuk meningkatkan produktivitas, di samping menjaga kelestarian lingkungan. termasuk teknologi pasca panen hingga pemasarannya,\u201d kata Dr Imas. Ia menambahkan, penggunaan big data dalam smart agriculture sebenarnya berbentuk siklus. Menurutnya, smart agriculture dapat dipandang sebagai penginderaan dan pengawasan cerdas, analisa dan perencanaan cerdas, dan kontrol pengoperasian perkebunan cerdas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDikarenakan pengembangan big data semakin kompleks, dibutuhkan machine learning dan kerjasama dengan bidang keilmuan lain untuk menganalisanya secara komprehensif,\u201d katanya. Ia mencontohkan, salah satu contoh implementasinya adalah teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan satelit dan algoritma machine learning. Dikatakannya, IPB University turut mengimplementasikan teknologi ini dalam pengembangan produksi bawang putih. Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah bisa berswasembada bawang putih.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenelitian ini menggunakan dua jenis data yakni sentinel satu dan dua serta citra dari drone untuk mengidentifikasi lahan perkebunan bawang putih dan pertumbuhannya di Sembalun, Lombok Timur,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami mencoba memodelkannya menggunakan machine learning dan algoritma deep learning agar penanaman bawang putih lebih presisi, terutama di kawasan prioritas pengembangan bawang putih,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini masih dikembangkan lebih lanjut berdasarkan data perubahan cuaca, suhu, dan kelembaban, radiasi matahari untuk menentukan area yang cocok bagi perkebunan bawang putih. Implementasinya juga turut dilakukan dalam pendeteksian pohon sawit cerdas, terutama di daerah Jambi. (MW)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prof Imas Sukaesih Sitanggang, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer menyebut bahwa smart agriculture penting untuk masa depan. \u201cKita membutuhkan smart agriculture di masa depan, terutama karena jumlah penduduk semakin meningkat disusul dengan isu perubahan iklim, serta masalah hama dan penyakit tanaman yang berakibat pada kerawanan pangan,\u201d katanya dalam The ASEAN Workshop on the 4th Industrial Revolution dengan tema \u201cImplementation of Artificial Intelligence on Energy Security, Agriculture, Cyber Security, and Creative Industry,\u201d 23\/11. Ia menerangkan, pengembangan teknologi pertanian cerdas berbasis 4.0 diarahkan melalui digitalisasi dan otomatisasi. \u201cJika kita melihat teknologi 4.0, banyak melibatkan penerapan ilmu komputasi dalam pengembangan teknologi pertanian cerdas,\u201d lanjutnya. Berdasarkan kajian World Economic Forum, teknologi berbasis komputasi kemungkinan akan diadopsi secara lebih luas pada tahun 2025. Hal ini karena perkembangan kecerdasan buatan, analisis big data dan cloud computing diprediksi akan meningkat pemanfaatannya dalam mendukung smart agriculture. Ia melanjutkan, sektor pertanian menjadi sektor paling potensial dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan. Ia menyebut, IPB University telah meluncurkan istilah Agromaritim 4.0 untuk memberi solusi atas berbagai isu pertanian. Tidak hanya itu, IPB University telah melakukan berbagai riset smart agriculture seperti prediksi cuaca cerdas hingga penanaman cerdas. Riset-riset tersebut memanfaatkan algoritma komputasi dan akuisisi data digital. \u201cPengembangan ini dimulai dari pengelolaan pertanian hulu ke hilir untuk meningkatkan produktivitas, di samping menjaga kelestarian lingkungan. termasuk teknologi pasca panen hingga pemasarannya,\u201d kata Dr Imas. Ia menambahkan, penggunaan big data dalam smart agriculture sebenarnya berbentuk siklus. Menurutnya, smart agriculture dapat dipandang sebagai penginderaan dan pengawasan cerdas, analisa dan perencanaan cerdas, dan kontrol pengoperasian perkebunan cerdas. \u201cDikarenakan pengembangan big data semakin kompleks, dibutuhkan machine learning dan kerjasama dengan bidang keilmuan lain untuk menganalisanya secara komprehensif,\u201d katanya. Ia mencontohkan, salah satu contoh implementasinya adalah teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan satelit dan algoritma machine learning. Dikatakannya, IPB University turut mengimplementasikan teknologi ini dalam pengembangan produksi bawang putih. Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah bisa berswasembada bawang putih. \u201cPenelitian ini menggunakan dua jenis data yakni sentinel satu dan dua serta citra dari drone untuk mengidentifikasi lahan perkebunan bawang putih dan pertumbuhannya di Sembalun, Lombok Timur,\u201d ungkapnya. \u201cKami mencoba memodelkannya menggunakan machine learning dan algoritma deep learning agar penanaman bawang putih lebih presisi, terutama di kawasan prioritas pengembangan bawang putih,\u201d lanjutnya. Penelitian ini masih dikembangkan lebih lanjut berdasarkan data perubahan cuaca, suhu, dan kelembaban, radiasi matahari untuk menentukan area yang cocok bagi perkebunan bawang putih. Implementasinya juga turut dilakukan dalam pendeteksian pohon sawit cerdas, terutama di daerah Jambi. (MW)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4239,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prof Imas Sukaesih Sitanggang, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer menyebut bahwa smart agriculture penting untuk masa depan. \u201cKita membutuhkan smart agriculture di masa depan, terutama karena jumlah penduduk semakin meningkat disusul dengan isu perubahan iklim, serta masalah hama dan penyakit tanaman yang berakibat pada kerawanan pangan,\u201d katanya dalam The ASEAN Workshop on the 4th Industrial Revolution dengan tema \u201cImplementation of Artificial Intelligence on Energy Security, Agriculture, Cyber Security, and Creative Industry,\u201d 23\/11. Ia menerangkan, pengembangan teknologi pertanian cerdas berbasis 4.0 diarahkan melalui digitalisasi dan otomatisasi. \u201cJika kita melihat teknologi 4.0, banyak melibatkan penerapan ilmu komputasi dalam pengembangan teknologi pertanian cerdas,\u201d lanjutnya. Berdasarkan kajian World Economic Forum, teknologi berbasis komputasi kemungkinan akan diadopsi secara lebih luas pada tahun 2025. Hal ini karena perkembangan kecerdasan buatan, analisis big data dan cloud computing diprediksi akan meningkat pemanfaatannya dalam mendukung smart agriculture. Ia melanjutkan, sektor pertanian menjadi sektor paling potensial dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan. Ia menyebut, IPB University telah meluncurkan istilah Agromaritim 4.0 untuk memberi solusi atas berbagai isu pertanian. Tidak hanya itu, IPB University telah melakukan berbagai riset smart agriculture seperti prediksi cuaca cerdas hingga penanaman cerdas. Riset-riset tersebut memanfaatkan algoritma komputasi dan akuisisi data digital. \u201cPengembangan ini dimulai dari pengelolaan pertanian hulu ke hilir untuk meningkatkan produktivitas, di samping menjaga kelestarian lingkungan. termasuk teknologi pasca panen hingga pemasarannya,\u201d kata Dr Imas. Ia menambahkan, penggunaan big data dalam smart agriculture sebenarnya berbentuk siklus. Menurutnya, smart agriculture dapat dipandang sebagai penginderaan dan pengawasan cerdas, analisa dan perencanaan cerdas, dan kontrol pengoperasian perkebunan cerdas. \u201cDikarenakan pengembangan big data semakin kompleks, dibutuhkan machine learning dan kerjasama dengan bidang keilmuan lain untuk menganalisanya secara komprehensif,\u201d katanya. Ia mencontohkan, salah satu contoh implementasinya adalah teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan satelit dan algoritma machine learning. Dikatakannya, IPB University turut mengimplementasikan teknologi ini dalam pengembangan produksi bawang putih. Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah bisa berswasembada bawang putih. \u201cPenelitian ini menggunakan dua jenis data yakni sentinel satu dan dua serta citra dari drone untuk mengidentifikasi lahan perkebunan bawang putih dan pertumbuhannya di Sembalun, Lombok Timur,\u201d ungkapnya. \u201cKami mencoba memodelkannya menggunakan machine learning dan algoritma deep learning agar penanaman bawang putih lebih presisi, terutama di kawasan prioritas pengembangan bawang putih,\u201d lanjutnya. Penelitian ini masih dikembangkan lebih lanjut berdasarkan data perubahan cuaca, suhu, dan kelembaban, radiasi matahari untuk menentukan area yang cocok bagi perkebunan bawang putih. Implementasinya juga turut dilakukan dalam pendeteksian pohon sawit cerdas, terutama di daerah Jambi. (MW)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-01T03:42:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-30T07:45:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas\",\"datePublished\":\"2022-12-01T03:42:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:45:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238\"},\"wordCount\":410,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238\",\"name\":\"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-12-01T03:42:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T07:45:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4238#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer menyebut bahwa smart agriculture penting untuk masa depan. \u201cKita membutuhkan smart agriculture di masa depan, terutama karena jumlah penduduk semakin meningkat disusul dengan isu perubahan iklim, serta masalah hama dan penyakit tanaman yang berakibat pada kerawanan pangan,\u201d katanya dalam The ASEAN Workshop on the 4th Industrial Revolution dengan tema \u201cImplementation of Artificial Intelligence on Energy Security, Agriculture, Cyber Security, and Creative Industry,\u201d 23\/11. Ia menerangkan, pengembangan teknologi pertanian cerdas berbasis 4.0 diarahkan melalui digitalisasi dan otomatisasi. \u201cJika kita melihat teknologi 4.0, banyak melibatkan penerapan ilmu komputasi dalam pengembangan teknologi pertanian cerdas,\u201d lanjutnya. Berdasarkan kajian World Economic Forum, teknologi berbasis komputasi kemungkinan akan diadopsi secara lebih luas pada tahun 2025. Hal ini karena perkembangan kecerdasan buatan, analisis big data dan cloud computing diprediksi akan meningkat pemanfaatannya dalam mendukung smart agriculture. Ia melanjutkan, sektor pertanian menjadi sektor paling potensial dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan. Ia menyebut, IPB University telah meluncurkan istilah Agromaritim 4.0 untuk memberi solusi atas berbagai isu pertanian. Tidak hanya itu, IPB University telah melakukan berbagai riset smart agriculture seperti prediksi cuaca cerdas hingga penanaman cerdas. Riset-riset tersebut memanfaatkan algoritma komputasi dan akuisisi data digital. \u201cPengembangan ini dimulai dari pengelolaan pertanian hulu ke hilir untuk meningkatkan produktivitas, di samping menjaga kelestarian lingkungan. termasuk teknologi pasca panen hingga pemasarannya,\u201d kata Dr Imas. Ia menambahkan, penggunaan big data dalam smart agriculture sebenarnya berbentuk siklus. Menurutnya, smart agriculture dapat dipandang sebagai penginderaan dan pengawasan cerdas, analisa dan perencanaan cerdas, dan kontrol pengoperasian perkebunan cerdas. \u201cDikarenakan pengembangan big data semakin kompleks, dibutuhkan machine learning dan kerjasama dengan bidang keilmuan lain untuk menganalisanya secara komprehensif,\u201d katanya. Ia mencontohkan, salah satu contoh implementasinya adalah teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan satelit dan algoritma machine learning. Dikatakannya, IPB University turut mengimplementasikan teknologi ini dalam pengembangan produksi bawang putih. Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah bisa berswasembada bawang putih. \u201cPenelitian ini menggunakan dua jenis data yakni sentinel satu dan dua serta citra dari drone untuk mengidentifikasi lahan perkebunan bawang putih dan pertumbuhannya di Sembalun, Lombok Timur,\u201d ungkapnya. \u201cKami mencoba memodelkannya menggunakan machine learning dan algoritma deep learning agar penanaman bawang putih lebih presisi, terutama di kawasan prioritas pengembangan bawang putih,\u201d lanjutnya. Penelitian ini masih dikembangkan lebih lanjut berdasarkan data perubahan cuaca, suhu, dan kelembaban, radiasi matahari untuk menentukan area yang cocok bagi perkebunan bawang putih. Implementasinya juga turut dilakukan dalam pendeteksian pohon sawit cerdas, terutama di daerah Jambi. (MW)","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2022-12-01T03:42:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-30T07:45:17+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas","datePublished":"2022-12-01T03:42:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:45:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238"},"wordCount":410,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238","name":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg","datePublished":"2022-12-01T03:42:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T07:45:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4238#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Prof Imas Sukaesih Sitanggang Paparkan Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Pertanian Cerdas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":40,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/ilkom-800x445-2-180x180-1.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":3968,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3968","url_meta":{"origin":4238,"position":0},"title":"Guru Besar IPB University Bahas Pentingnya Pendekatan Bioinformatika di Era Big Data","author":"Support FMIPA","date":"08\/11\/2021","format":false,"excerpt":"Di era big data saat ini, pemrosesan data menjadi sangat penting. Baik diterapkan dalam mengolah data di internet maupun di lapangan. Smart agriculture juga berimplikasi pada kebutuhan akan analisis di bidang pertanian melalui pendekatan bionformatika. Prof Imas S Sitanggang, Guru Besar IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4090,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4090","url_meta":{"origin":4238,"position":1},"title":"Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB Gelar Workshop Pra Summer \u201cIlmu Komputer untuk Pertanian\u201d","author":"Support FMIPA","date":"15\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bekerja sama dengan IEEE Student Branch IPB University menyelenggarakan workshop Pra Summer Course \u201cComputer Science for Agriculture (CSAgri) 2022: IoT for Smart Urban Farming\u201d 2022 pada 28\/5 secara daring. Mengusung topik \u201cEmbedded System Fundamentals with Arduino: Microcontroller, Sensor\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4081,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4081","url_meta":{"origin":4238,"position":2},"title":"Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB Gelar Workshop Pra Summer \u201cIlmu Komputer untuk Pertanian\u201d","author":"Support FMIPA","date":"15\/06\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bekerja sama dengan IEEE Student Branch IPB University menyelenggarakan workshop Pra Summer Course \u201cComputer Science for Agriculture (CSAgri) 2022: IoT for Smart Urban Farming\u201d 2022 pada 28\/5 secara daring. Mengusung topik \u201cEmbedded System Fundamentals with Arduino: Microcontroller, Sensor\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":6329,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6329","url_meta":{"origin":4238,"position":3},"title":"IPB University Tuan Rumah Seminar Internasional Biokimia, Ratusan Ilmuwan Dorong Pendekatan Multidisipliner","author":"FMIPA","date":"28\/07\/2025","format":false,"excerpt":"IPB University melalui Departemen Biokimia menjadi tuan rumah pelaksanaan The 3rd International Seminar in conjunction with The 28th Annual National Conference yang diselenggarakan oleh The Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology (ISBMB) di IPB International Convention Center, Bogor (25-27\/6).\u00a0 Forum ilmiah ini mengusung tema \u201cSynergizing Agriculture, Marine Science, and\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/bik.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":3995,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3995","url_meta":{"origin":4238,"position":4},"title":"Dosen IPB University Paparkan Peran Multiomics Dalam Berbagai Bidang Penelitian","author":"Support FMIPA","date":"28\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Kemajuan teknologi informasi membawa peningkatan dalam segala aspek kehidupan termasuk sektor pertanian. IPB University sendiri membangun konsep pembangunan agro-maritim 4.0 yang memandang darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan yang melibatkan sistem sosial, ekonomi, dan ekologi kompleks sehingga membutuhkan pendekatan transdisiplin, terpadu, dan partisipatif. Dr Sri Wahjuni menyebutkan bahwa cabang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3998,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3998","url_meta":{"origin":4238,"position":5},"title":"Dr Sri Wahjuni Paparkan Manfaat High Performance Computing pada Pertanian","author":"Support FMIPA","date":"29\/12\/2021","format":false,"excerpt":"Dr Sri Wahjuni menyebutkan bahwa cabang dari konsep pembangunan agromaritim ialah konsep smart farming atau pertanian cerdas. Ia menyebut, inti dari konsep pertanian cerdas adalah memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam proses pertanian agar pertumbuhan dan kesehatan tanaman terpantau, kebutuhan pupuk terukur, waktu panen yang tepat, serta kerja yang efisien. Selain\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4238"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4240,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4238\/revisions\/4240"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}