{"id":4282,"date":"2023-09-21T10:58:00","date_gmt":"2023-09-21T03:58:00","guid":{"rendered":"http:\/\/satu.fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282"},"modified":"2024-08-30T16:09:41","modified_gmt":"2024-08-30T09:09:41","slug":"jawab-alam-semesta-lebih-tua-dari-yang-dikira-ipb-physics-talk-hadirkan-pakar-astronomi-john-hopkins-university-usa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","title":{"rendered":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA"},"content":{"rendered":"\n<p>Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 51 menghadirkan Pakar Astronomi dan Astrofisika Dr Abdurro\u2019uf, peneliti Post Doctoral di Department of Physics, John Hopkins University, Maryland USA. Pada kegiatan itu, ia membawakan materi \u2018The hunt for the first galaxies in the universe using James Webb Space Telescope (JWST)\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami berharap Dr Abdurro\u2019uf untuk dapat terus memberi update terkait penemuan-penemuan penting yang diperoleh teleskop JWST, serta menjalin komunikasi dan kolaborasi terkait riset terdepan (frontiers of science) di bidang astronomi, astrofisika dan kosmologi,\u201d ujar Prof Tony, Ketua Departemen Fisika IPB University.<\/p>\n\n\n\n<p>Di awal presentasinya, Dr Abdurro\u2019uf menjelaskan sejarah perkembangan astronomi dari masa Yunani kuno hingga astronomi modern yang membutuhkan fasilitas teleskop raksasa dan teleskop luar angkasa, seperti Hubble Telescope dan James Webb Space Telescope. Berbagai teori semesta serta perkembangan pemikiran dan temuan baru terkait asal-usul alam semesta dari masa ke masa dijelaskannya dengan lugas.<\/p>\n\n\n\n<p>Teleskop JWST merupakan teleskop observasi angkasa terbaru bernilai 150 triliun yang dikembangkan National Aeronautics and Space Administration (NASA), European Space Agency (ESA) dan Canadian Space Agency (CSA). Teknologi terbaru dari JWST memungkinkan menangkap citra dengan ketajaman gambar yang lebih detail dibandingkan teleskop Hubble sehingga mampu melihat lebih jauh sisa radiasi dari ledakan big bang untuk mempelajari evolusi alam semesta.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelalui JWST dapat dipelajari mekanisme pembentukan bintang dan galaksi pada masa setelah bigbang (early universe), juga karakteristik planet ekstrasolar pada berbagai macam sistem bintang di luar matahari,\u201d jelas Dr Abdurro\u2019uf saat pemaparan dalam webinar yang dimoderatori Prof Husin Alatas, Guru Besar Departemen Fisika IPB University.<\/p>\n\n\n\n<p>Dr Abdurro\u2019uf juga menjelaskan berbagai temuan terbaru dari JWST seperti pencarian galaksi tertua di jagat raya melalui high redshift observation. Dibahas pula isu terkini terkait usia jagat raya. Model standar kosmologi menyatakan usia jagat raya adalah 13,8 miliar tahun lalu. Namun penemuan kluster galaksi yang muncul pada 325 juta tahun setelah bigbang memunculkan berbagai spekulasi, dikarenakan model standar kosmologi selama ini mengasumsikan pembentukan galaksi terjadi pada miliaran tahun setelah big bang.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, sebut dia, Prof Gupta dari Ottawa University Canada menspekulasikan bahwa usia jagat raya hampir dua kali lipat usia saat ini, yaitu 26,7 miliar tahun dikarenakan adanya efek \u2018kelelahan cahaya\u2019 dan evolusi dari suatu konstanta fisis baru. Namun, Dr Abdurro\u2019uf menekankan kembali bahwa landasan teori dari Prof Gupta masih terlalu lemah dan spekulatif dan saat ini tidak didukung oleh data pengamatan astronomi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhir acara, Prof Tony Sumaryada, Ketua Departemen Fisika IPB University juga memberikan token of appreciation kepada Dr Abdurro\u2019uf selaku narasumber yang telah meluangkan waktu untuk membagikan ilmu dan menginformasikan perkembangan ilmu terkini di bidang astronomi dan astrofisika langsung dari pusat penelitian dan kontrol JWST di Maryland, USA. (*\/Rz)<\/p>\n\n\n\n<p>Source : Dr Abdurro\u2019uf, Prof Tony, Dr Abdurro\u2019uf, Prof Gupta, Prof Tony Sumaryada, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 51 menghadirkan Pakar Astronomi dan Astrofisika Dr Abdurro\u2019uf, peneliti Post Doctoral di Department of Physics, John Hopkins University, Maryland USA. Pada kegiatan itu, ia membawakan materi \u2018The hunt for the first galaxies in the universe using James Webb Space Telescope (JWST)\u2019. \u201cKami berharap Dr Abdurro\u2019uf untuk dapat terus memberi update terkait penemuan-penemuan penting yang diperoleh teleskop JWST, serta menjalin komunikasi dan kolaborasi terkait riset terdepan (frontiers of science) di bidang astronomi, astrofisika dan kosmologi,\u201d ujar Prof Tony, Ketua Departemen Fisika IPB University. Di awal presentasinya, Dr Abdurro\u2019uf menjelaskan sejarah perkembangan astronomi dari masa Yunani kuno hingga astronomi modern yang membutuhkan fasilitas teleskop raksasa dan teleskop luar angkasa, seperti Hubble Telescope dan James Webb Space Telescope. Berbagai teori semesta serta perkembangan pemikiran dan temuan baru terkait asal-usul alam semesta dari masa ke masa dijelaskannya dengan lugas. Teleskop JWST merupakan teleskop observasi angkasa terbaru bernilai 150 triliun yang dikembangkan National Aeronautics and Space Administration (NASA), European Space Agency (ESA) dan Canadian Space Agency (CSA). Teknologi terbaru dari JWST memungkinkan menangkap citra dengan ketajaman gambar yang lebih detail dibandingkan teleskop Hubble sehingga mampu melihat lebih jauh sisa radiasi dari ledakan big bang untuk mempelajari evolusi alam semesta. \u201cMelalui JWST dapat dipelajari mekanisme pembentukan bintang dan galaksi pada masa setelah bigbang (early universe), juga karakteristik planet ekstrasolar pada berbagai macam sistem bintang di luar matahari,\u201d jelas Dr Abdurro\u2019uf saat pemaparan dalam webinar yang dimoderatori Prof Husin Alatas, Guru Besar Departemen Fisika IPB University. Dr Abdurro\u2019uf juga menjelaskan berbagai temuan terbaru dari JWST seperti pencarian galaksi tertua di jagat raya melalui high redshift observation. Dibahas pula isu terkini terkait usia jagat raya. Model standar kosmologi menyatakan usia jagat raya adalah 13,8 miliar tahun lalu. Namun penemuan kluster galaksi yang muncul pada 325 juta tahun setelah bigbang memunculkan berbagai spekulasi, dikarenakan model standar kosmologi selama ini mengasumsikan pembentukan galaksi terjadi pada miliaran tahun setelah big bang. Bahkan, sebut dia, Prof Gupta dari Ottawa University Canada menspekulasikan bahwa usia jagat raya hampir dua kali lipat usia saat ini, yaitu 26,7 miliar tahun dikarenakan adanya efek \u2018kelelahan cahaya\u2019 dan evolusi dari suatu konstanta fisis baru. Namun, Dr Abdurro\u2019uf menekankan kembali bahwa landasan teori dari Prof Gupta masih terlalu lemah dan spekulatif dan saat ini tidak didukung oleh data pengamatan astronomi. Pada akhir acara, Prof Tony Sumaryada, Ketua Departemen Fisika IPB University juga memberikan token of appreciation kepada Dr Abdurro\u2019uf selaku narasumber yang telah meluangkan waktu untuk membagikan ilmu dan menginformasikan perkembangan ilmu terkini di bidang astronomi dan astrofisika langsung dari pusat penelitian dan kontrol JWST di Maryland, USA. (*\/Rz) Source : Dr Abdurro\u2019uf, Prof Tony, Dr Abdurro\u2019uf, Prof Gupta, Prof Tony Sumaryada, ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-4282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 51 menghadirkan Pakar Astronomi dan Astrofisika Dr Abdurro\u2019uf, peneliti Post Doctoral di Department of Physics, John Hopkins University, Maryland USA. Pada kegiatan itu, ia membawakan materi \u2018The hunt for the first galaxies in the universe using James Webb Space Telescope (JWST)\u2019. \u201cKami berharap Dr Abdurro\u2019uf untuk dapat terus memberi update terkait penemuan-penemuan penting yang diperoleh teleskop JWST, serta menjalin komunikasi dan kolaborasi terkait riset terdepan (frontiers of science) di bidang astronomi, astrofisika dan kosmologi,\u201d ujar Prof Tony, Ketua Departemen Fisika IPB University. Di awal presentasinya, Dr Abdurro\u2019uf menjelaskan sejarah perkembangan astronomi dari masa Yunani kuno hingga astronomi modern yang membutuhkan fasilitas teleskop raksasa dan teleskop luar angkasa, seperti Hubble Telescope dan James Webb Space Telescope. Berbagai teori semesta serta perkembangan pemikiran dan temuan baru terkait asal-usul alam semesta dari masa ke masa dijelaskannya dengan lugas. Teleskop JWST merupakan teleskop observasi angkasa terbaru bernilai 150 triliun yang dikembangkan National Aeronautics and Space Administration (NASA), European Space Agency (ESA) dan Canadian Space Agency (CSA). Teknologi terbaru dari JWST memungkinkan menangkap citra dengan ketajaman gambar yang lebih detail dibandingkan teleskop Hubble sehingga mampu melihat lebih jauh sisa radiasi dari ledakan big bang untuk mempelajari evolusi alam semesta. \u201cMelalui JWST dapat dipelajari mekanisme pembentukan bintang dan galaksi pada masa setelah bigbang (early universe), juga karakteristik planet ekstrasolar pada berbagai macam sistem bintang di luar matahari,\u201d jelas Dr Abdurro\u2019uf saat pemaparan dalam webinar yang dimoderatori Prof Husin Alatas, Guru Besar Departemen Fisika IPB University. Dr Abdurro\u2019uf juga menjelaskan berbagai temuan terbaru dari JWST seperti pencarian galaksi tertua di jagat raya melalui high redshift observation. Dibahas pula isu terkini terkait usia jagat raya. Model standar kosmologi menyatakan usia jagat raya adalah 13,8 miliar tahun lalu. Namun penemuan kluster galaksi yang muncul pada 325 juta tahun setelah bigbang memunculkan berbagai spekulasi, dikarenakan model standar kosmologi selama ini mengasumsikan pembentukan galaksi terjadi pada miliaran tahun setelah big bang. Bahkan, sebut dia, Prof Gupta dari Ottawa University Canada menspekulasikan bahwa usia jagat raya hampir dua kali lipat usia saat ini, yaitu 26,7 miliar tahun dikarenakan adanya efek \u2018kelelahan cahaya\u2019 dan evolusi dari suatu konstanta fisis baru. Namun, Dr Abdurro\u2019uf menekankan kembali bahwa landasan teori dari Prof Gupta masih terlalu lemah dan spekulatif dan saat ini tidak didukung oleh data pengamatan astronomi. Pada akhir acara, Prof Tony Sumaryada, Ketua Departemen Fisika IPB University juga memberikan token of appreciation kepada Dr Abdurro\u2019uf selaku narasumber yang telah meluangkan waktu untuk membagikan ilmu dan menginformasikan perkembangan ilmu terkini di bidang astronomi dan astrofisika langsung dari pusat penelitian dan kontrol JWST di Maryland, USA. (*\/Rz) Source : Dr Abdurro\u2019uf, Prof Tony, Dr Abdurro\u2019uf, Prof Gupta, Prof Tony Sumaryada, ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-21T03:58:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-30T09:09:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Support FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282\"},\"author\":{\"name\":\"Support FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\"},\"headline\":\"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA\",\"datePublished\":\"2023-09-21T03:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T09:09:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282\"},\"wordCount\":476,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282\",\"name\":\"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png\",\"datePublished\":\"2023-09-21T03:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-30T09:09:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png\",\"width\":180,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=4282#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef\",\"name\":\"Support FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Support FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 51 menghadirkan Pakar Astronomi dan Astrofisika Dr Abdurro\u2019uf, peneliti Post Doctoral di Department of Physics, John Hopkins University, Maryland USA. Pada kegiatan itu, ia membawakan materi \u2018The hunt for the first galaxies in the universe using James Webb Space Telescope (JWST)\u2019. \u201cKami berharap Dr Abdurro\u2019uf untuk dapat terus memberi update terkait penemuan-penemuan penting yang diperoleh teleskop JWST, serta menjalin komunikasi dan kolaborasi terkait riset terdepan (frontiers of science) di bidang astronomi, astrofisika dan kosmologi,\u201d ujar Prof Tony, Ketua Departemen Fisika IPB University. Di awal presentasinya, Dr Abdurro\u2019uf menjelaskan sejarah perkembangan astronomi dari masa Yunani kuno hingga astronomi modern yang membutuhkan fasilitas teleskop raksasa dan teleskop luar angkasa, seperti Hubble Telescope dan James Webb Space Telescope. Berbagai teori semesta serta perkembangan pemikiran dan temuan baru terkait asal-usul alam semesta dari masa ke masa dijelaskannya dengan lugas. Teleskop JWST merupakan teleskop observasi angkasa terbaru bernilai 150 triliun yang dikembangkan National Aeronautics and Space Administration (NASA), European Space Agency (ESA) dan Canadian Space Agency (CSA). Teknologi terbaru dari JWST memungkinkan menangkap citra dengan ketajaman gambar yang lebih detail dibandingkan teleskop Hubble sehingga mampu melihat lebih jauh sisa radiasi dari ledakan big bang untuk mempelajari evolusi alam semesta. \u201cMelalui JWST dapat dipelajari mekanisme pembentukan bintang dan galaksi pada masa setelah bigbang (early universe), juga karakteristik planet ekstrasolar pada berbagai macam sistem bintang di luar matahari,\u201d jelas Dr Abdurro\u2019uf saat pemaparan dalam webinar yang dimoderatori Prof Husin Alatas, Guru Besar Departemen Fisika IPB University. Dr Abdurro\u2019uf juga menjelaskan berbagai temuan terbaru dari JWST seperti pencarian galaksi tertua di jagat raya melalui high redshift observation. Dibahas pula isu terkini terkait usia jagat raya. Model standar kosmologi menyatakan usia jagat raya adalah 13,8 miliar tahun lalu. Namun penemuan kluster galaksi yang muncul pada 325 juta tahun setelah bigbang memunculkan berbagai spekulasi, dikarenakan model standar kosmologi selama ini mengasumsikan pembentukan galaksi terjadi pada miliaran tahun setelah big bang. Bahkan, sebut dia, Prof Gupta dari Ottawa University Canada menspekulasikan bahwa usia jagat raya hampir dua kali lipat usia saat ini, yaitu 26,7 miliar tahun dikarenakan adanya efek \u2018kelelahan cahaya\u2019 dan evolusi dari suatu konstanta fisis baru. Namun, Dr Abdurro\u2019uf menekankan kembali bahwa landasan teori dari Prof Gupta masih terlalu lemah dan spekulatif dan saat ini tidak didukung oleh data pengamatan astronomi. Pada akhir acara, Prof Tony Sumaryada, Ketua Departemen Fisika IPB University juga memberikan token of appreciation kepada Dr Abdurro\u2019uf selaku narasumber yang telah meluangkan waktu untuk membagikan ilmu dan menginformasikan perkembangan ilmu terkini di bidang astronomi dan astrofisika langsung dari pusat penelitian dan kontrol JWST di Maryland, USA. (*\/Rz) Source : Dr Abdurro\u2019uf, Prof Tony, Dr Abdurro\u2019uf, Prof Gupta, Prof Tony Sumaryada, ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2023-09-21T03:58:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-30T09:09:41+00:00","og_image":[{"width":180,"height":180,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png","type":"image\/png"}],"author":"Support FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Support FMIPA","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282"},"author":{"name":"Support FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef"},"headline":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA","datePublished":"2023-09-21T03:58:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T09:09:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282"},"wordCount":476,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","name":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png","datePublished":"2023-09-21T03:58:00+00:00","dateModified":"2024-08-30T09:09:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png","width":180,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/e472382f202bbe561cc403265fb3d3ef","name":"Support FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad535c49bd97d202dd61f20df4e287d2e4bc73cd937bf0c272136076f3f31d66?s=96&d=mm&r=g","caption":"Support FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=1"}]}},"views":21,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Jawab-Alam-Semesta-Lebih-Tua-Dari-yang-Dikira-IPB-Physics-Talk-Hadirkan-Pakar-Astronomi-John-Hopkins-University-USA-800x445-1-180x180-1.png","jetpack-related-posts":[{"id":4223,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4223","url_meta":{"origin":4282,"position":0},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB University Gelar Physics Talk, Hadirkan Pakar Metalurgi","author":"Support FMIPA","date":"23\/11\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menghadirkan pakar ilmu fisika dalam \u201cIPB Physics Talk\u201d edisi ke 39, beberapa waktu lalu. Physics Talk edisi ini menghadirkan salah satu narasumber yang berpengalaman dalam dunia material dan metalurgi, yaitu Dr Mochamad Chalid. Ia adalah dosen dan peneliti\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3932,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932","url_meta":{"origin":4282,"position":1},"title":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9","author":"Support FMIPA","date":"10\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika IPB University hadirkan Pakar Teori Fisika dalam IPB Physics Talk #9 bahas fenomena lubang hitam. Prof Husin Alatas selaku Ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menjelaskan bahwa Physics Talk diadakan untuk memotivasi mahasiswa agar terus belajar, membuka wawasan dan mempererat kolaborasi antar akademisi. Penelitian-penelitian terkait lubang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4345,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4345","url_meta":{"origin":4282,"position":2},"title":"Edisi Perdana Physics Talk 2024, Departemen Fisika FMIPA IPB Undang Pakar Optika dan Fotonika","author":"Support FMIPA","date":"25\/01\/2024","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menyelenggarakan kegiatan IPB Physics Talk perdana di tahun 2024. Kegiatan dwi-mingguan ini telah mencapai seri ke-57 dengan narasumber kali ini adalah Dr Agus Muhamad Hatta dari Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Topik yang dipaparkan adalah Optical\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4206,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4206","url_meta":{"origin":4282,"position":3},"title":"Departemen Fisika IPB University Undang Ahli Fisika Partikel Cambridge University UK, Bahas Riset Terkini di Large Hadron Collider, CERN","author":"Support FMIPA","date":"19\/10\/2022","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menyelenggarakan kegiatan IPB Physics Talk seri ke-38. Kali ini, mengundang Heribertus Bayu Hartanto, PhD yang merupakan peneliti fisika partikel dari Cavendish Laboratory, Cambridge University, United Kingdom (UK). Cambridge University dikenal sebagai salah satu universitas top dunia yang telah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4351,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4351","url_meta":{"origin":4282,"position":4},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB Hadirkan Pakar Roket BRIN, Uraikan Tantangan dan Peluang Riset Propelan Roket di Indonesia","author":"Support FMIPA","date":"05\/02\/2024","format":false,"excerpt":"Terdapat istilah, \u201cIt\u2019s not a rocket science to understand this problem\u201d ketika seseorang berupaya melukiskan betapa mudahnya menyelesaikan suatu permasalahan. Ungkapan tersebut jelas menegaskan bahwa ilmu pengembangan roket adalah ilmu yang sangat kompleks dan membutuhkan keahlian di berbagai bidang. Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4256,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4256","url_meta":{"origin":4282,"position":5},"title":"Departemen Fisika FMIPA IPB University Gelar Diskusi, Hadirkan Pakar Sel Surya","author":"Support FMIPA","date":"07\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 42 menghadirkan Pakar Sel Surya dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Prof Toto Winata, PhD. Judul materi yang dibawakan adalah \u201cAplikasi Lapisan Tipis Material Nano Semikonduktor Berbasis Karbon dalam Sel Surya Silikon\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4282"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4284,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4282\/revisions\/4284"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}