{"id":6405,"date":"2025-11-13T08:02:39","date_gmt":"2025-11-13T01:02:39","guid":{"rendered":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405"},"modified":"2026-01-09T10:18:00","modified_gmt":"2026-01-09T03:18:00","slug":"mitigasi-kebakaran-lahan-gambut-prof-muh-taufik-kembangkan-pendekatan-ekohidrologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405","title":{"rendered":"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi"},"content":{"rendered":"\n<p>IPB University kembali menghadirkan solusi dalam mitigasi kebakaran lahan gambut melalui pendekatan ekohidrologi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Muh Taufik, mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis Peat Fire Vulnerability Index (PFVI) yang mampu memprediksi kerentanan hingga 14 hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof Taufik menjelaskan bahwa sistem PFVI telah diimplementasikan di kawasan prioritas restorasi gambut sejak 2021 melalui kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni sudah diterapkan di BRG sejak 2021 dan BRGM hingga tahun 2024 pada enam provinsi utama, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat,\u201d jelasnya dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University (25\/10) di Kampus Dramaga.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ia menyoroti masih adanya kendala dalam pemanfaatan \u201cjendela waktu\u201d 14 hari untuk mitigasi dini. \u201cLokasi rawan kebakaran sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utama yang kita hadapi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Prof Taufik, luas lahan gambut Indonesia mencapai 14 juta hektare dengan cadangan karbon hingga 50 gigaton, hampir setengah dari total cadangan karbon gambut tropis dunia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Transformasi besar-besaran sejak 1990-an menjadi lahan pertanian dan perkebunan membuat fungsi hidrologi terganggu dan lahan mudah terbakar. \u201cPenurunan tinggi muka air tanah (TMAT) di bawah 60 cm meningkatkan potensi kebakaran secara signifikan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui pendekatan ekohidrologi, keseimbangan antara ekologi dan hidrologi dijaga agar lahan gambut tetap basah, emisi rendah, dan biodiversitas terpelihara. \u201cPendekatan ini menawarkan prinsip <em>dual-regulation<\/em> antara regulasi alami dan aktivitas manusia,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam risetnya, Prof Taufik mengembangkan model PFVI dengan tiga variabel utama: curah hujan, suhu udara, dan TMAT. Integrasinya dengan Weather Research and Forecasting (WRF) memungkinkan prediksi kondisi hingga dua minggu ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ia bersama tim menciptakan platform RAMIN (R-based Assessment for Modeling Indonesian Nature), sistem daring yang menggabungkan pemodelan hidrologi, emisi karbon, dan valuasi kredit karbon. \u201cRAMIN menggunakan data lokal secara <em>real-time<\/em>, transparan, dan berbasis riset ilmiah,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof Taufik menegaskan, pengelolaan gambut berbasis ekohidrologi tidak hanya menekan risiko kebakaran, tetapi juga mendukung agenda ekonomi hijau nasional. \u201cJika kondisi gambut terjaga, kita turut menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target NDC (Nationally Determined Contribution) pemerintah,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan ekohidrologi juga dinilai mampu mengintegrasikan sains dengan kebijakan publik. Menurut Prof Taufik, pengambilan keputusan berbasis data ilmiah dapat memperkuat tata kelola lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia berharap hasil penelitian dan inovasi ini menjadi kontribusi nyata IPB University dalam memperkuat ketahanan ekosistem gambut Indonesia serta menjaga keseimbangan alam dan ekonomi secara berkelanjutan. (Fj)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IPB University kembali menghadirkan solusi dalam mitigasi kebakaran lahan gambut melalui pendekatan ekohidrologi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Muh Taufik, mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis Peat Fire Vulnerability Index (PFVI) yang mampu memprediksi kerentanan hingga 14 hari ke depan. Prof Taufik menjelaskan bahwa sistem PFVI telah diimplementasikan di kawasan prioritas restorasi gambut sejak 2021 melalui kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).&nbsp; \u201cIni sudah diterapkan di BRG sejak 2021 dan BRGM hingga tahun 2024 pada enam provinsi utama, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat,\u201d jelasnya dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University (25\/10) di Kampus Dramaga. Namun, ia menyoroti masih adanya kendala dalam pemanfaatan \u201cjendela waktu\u201d 14 hari untuk mitigasi dini. \u201cLokasi rawan kebakaran sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utama yang kita hadapi,\u201d ungkapnya. Menurut Prof Taufik, luas lahan gambut Indonesia mencapai 14 juta hektare dengan cadangan karbon hingga 50 gigaton, hampir setengah dari total cadangan karbon gambut tropis dunia.&nbsp; Transformasi besar-besaran sejak 1990-an menjadi lahan pertanian dan perkebunan membuat fungsi hidrologi terganggu dan lahan mudah terbakar. \u201cPenurunan tinggi muka air tanah (TMAT) di bawah 60 cm meningkatkan potensi kebakaran secara signifikan,\u201d katanya. Melalui pendekatan ekohidrologi, keseimbangan antara ekologi dan hidrologi dijaga agar lahan gambut tetap basah, emisi rendah, dan biodiversitas terpelihara. \u201cPendekatan ini menawarkan prinsip dual-regulation antara regulasi alami dan aktivitas manusia,\u201d ujarnya. Dalam risetnya, Prof Taufik mengembangkan model PFVI dengan tiga variabel utama: curah hujan, suhu udara, dan TMAT. Integrasinya dengan Weather Research and Forecasting (WRF) memungkinkan prediksi kondisi hingga dua minggu ke depan. Selain itu, ia bersama tim menciptakan platform RAMIN (R-based Assessment for Modeling Indonesian Nature), sistem daring yang menggabungkan pemodelan hidrologi, emisi karbon, dan valuasi kredit karbon. \u201cRAMIN menggunakan data lokal secara real-time, transparan, dan berbasis riset ilmiah,\u201d terangnya. Prof Taufik menegaskan, pengelolaan gambut berbasis ekohidrologi tidak hanya menekan risiko kebakaran, tetapi juga mendukung agenda ekonomi hijau nasional. \u201cJika kondisi gambut terjaga, kita turut menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target NDC (Nationally Determined Contribution) pemerintah,\u201d kata dia. Pendekatan ekohidrologi juga dinilai mampu mengintegrasikan sains dengan kebijakan publik. Menurut Prof Taufik, pengambilan keputusan berbasis data ilmiah dapat memperkuat tata kelola lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ia berharap hasil penelitian dan inovasi ini menjadi kontribusi nyata IPB University dalam memperkuat ketahanan ekosistem gambut Indonesia serta menjaga keseimbangan alam dan ekonomi secara berkelanjutan. (Fj)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6422,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[26,48,34,97,67,68,70,72,46,95],"tags":[106,134,133,102],"class_list":["post-6405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-fakultas","category-geomet","category-kepakaran","category-sdgs-12","category-sdgs-13","category-sdgs-15","category-sdgs-17","category-sdgs-geomet","category-sustainability","tag-sdgs-12","tag-sdgs-13","tag-sdgs-15","tag-sdgs-17"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"IPB University kembali menghadirkan solusi dalam mitigasi kebakaran lahan gambut melalui pendekatan ekohidrologi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Muh Taufik, mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis Peat Fire Vulnerability Index (PFVI) yang mampu memprediksi kerentanan hingga 14 hari ke depan. Prof Taufik menjelaskan bahwa sistem PFVI telah diimplementasikan di kawasan prioritas restorasi gambut sejak 2021 melalui kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).&nbsp; \u201cIni sudah diterapkan di BRG sejak 2021 dan BRGM hingga tahun 2024 pada enam provinsi utama, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat,\u201d jelasnya dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University (25\/10) di Kampus Dramaga. Namun, ia menyoroti masih adanya kendala dalam pemanfaatan \u201cjendela waktu\u201d 14 hari untuk mitigasi dini. \u201cLokasi rawan kebakaran sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utama yang kita hadapi,\u201d ungkapnya. Menurut Prof Taufik, luas lahan gambut Indonesia mencapai 14 juta hektare dengan cadangan karbon hingga 50 gigaton, hampir setengah dari total cadangan karbon gambut tropis dunia.&nbsp; Transformasi besar-besaran sejak 1990-an menjadi lahan pertanian dan perkebunan membuat fungsi hidrologi terganggu dan lahan mudah terbakar. \u201cPenurunan tinggi muka air tanah (TMAT) di bawah 60 cm meningkatkan potensi kebakaran secara signifikan,\u201d katanya. Melalui pendekatan ekohidrologi, keseimbangan antara ekologi dan hidrologi dijaga agar lahan gambut tetap basah, emisi rendah, dan biodiversitas terpelihara. \u201cPendekatan ini menawarkan prinsip dual-regulation antara regulasi alami dan aktivitas manusia,\u201d ujarnya. Dalam risetnya, Prof Taufik mengembangkan model PFVI dengan tiga variabel utama: curah hujan, suhu udara, dan TMAT. Integrasinya dengan Weather Research and Forecasting (WRF) memungkinkan prediksi kondisi hingga dua minggu ke depan. Selain itu, ia bersama tim menciptakan platform RAMIN (R-based Assessment for Modeling Indonesian Nature), sistem daring yang menggabungkan pemodelan hidrologi, emisi karbon, dan valuasi kredit karbon. \u201cRAMIN menggunakan data lokal secara real-time, transparan, dan berbasis riset ilmiah,\u201d terangnya. Prof Taufik menegaskan, pengelolaan gambut berbasis ekohidrologi tidak hanya menekan risiko kebakaran, tetapi juga mendukung agenda ekonomi hijau nasional. \u201cJika kondisi gambut terjaga, kita turut menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target NDC (Nationally Determined Contribution) pemerintah,\u201d kata dia. Pendekatan ekohidrologi juga dinilai mampu mengintegrasikan sains dengan kebijakan publik. Menurut Prof Taufik, pengambilan keputusan berbasis data ilmiah dapat memperkuat tata kelola lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ia berharap hasil penelitian dan inovasi ini menjadi kontribusi nyata IPB University dalam memperkuat ketahanan ekosistem gambut Indonesia serta menjaga keseimbangan alam dan ekonomi secara berkelanjutan. (Fj)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-13T01:02:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-09T03:18:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1281\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405\"},\"author\":{\"name\":\"FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0\"},\"headline\":\"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi\",\"datePublished\":\"2025-11-13T01:02:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-09T03:18:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405\"},\"wordCount\":412,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Mitigasi.jpg\",\"keywords\":[\"SDGS 12\",\"SDGS 13\",\"SDGS 15\",\"SDGS 17\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\",\"Fakultas\",\"Geomet\",\"Kepakaran\",\"SDG'S 12\",\"SDG'S 13\",\"SDG'S 15\",\"SDG'S 17\",\"Sdgs Geomet\",\"Sustainability\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405\",\"name\":\"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Mitigasi.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-13T01:02:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-09T03:18:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Mitigasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Mitigasi.jpg\",\"width\":1281,\"height\":721},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6405#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0\",\"name\":\"FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"IPB University kembali menghadirkan solusi dalam mitigasi kebakaran lahan gambut melalui pendekatan ekohidrologi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Muh Taufik, mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis Peat Fire Vulnerability Index (PFVI) yang mampu memprediksi kerentanan hingga 14 hari ke depan. Prof Taufik menjelaskan bahwa sistem PFVI telah diimplementasikan di kawasan prioritas restorasi gambut sejak 2021 melalui kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).&nbsp; \u201cIni sudah diterapkan di BRG sejak 2021 dan BRGM hingga tahun 2024 pada enam provinsi utama, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat,\u201d jelasnya dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University (25\/10) di Kampus Dramaga. Namun, ia menyoroti masih adanya kendala dalam pemanfaatan \u201cjendela waktu\u201d 14 hari untuk mitigasi dini. \u201cLokasi rawan kebakaran sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utama yang kita hadapi,\u201d ungkapnya. Menurut Prof Taufik, luas lahan gambut Indonesia mencapai 14 juta hektare dengan cadangan karbon hingga 50 gigaton, hampir setengah dari total cadangan karbon gambut tropis dunia.&nbsp; Transformasi besar-besaran sejak 1990-an menjadi lahan pertanian dan perkebunan membuat fungsi hidrologi terganggu dan lahan mudah terbakar. \u201cPenurunan tinggi muka air tanah (TMAT) di bawah 60 cm meningkatkan potensi kebakaran secara signifikan,\u201d katanya. Melalui pendekatan ekohidrologi, keseimbangan antara ekologi dan hidrologi dijaga agar lahan gambut tetap basah, emisi rendah, dan biodiversitas terpelihara. \u201cPendekatan ini menawarkan prinsip dual-regulation antara regulasi alami dan aktivitas manusia,\u201d ujarnya. Dalam risetnya, Prof Taufik mengembangkan model PFVI dengan tiga variabel utama: curah hujan, suhu udara, dan TMAT. Integrasinya dengan Weather Research and Forecasting (WRF) memungkinkan prediksi kondisi hingga dua minggu ke depan. Selain itu, ia bersama tim menciptakan platform RAMIN (R-based Assessment for Modeling Indonesian Nature), sistem daring yang menggabungkan pemodelan hidrologi, emisi karbon, dan valuasi kredit karbon. \u201cRAMIN menggunakan data lokal secara real-time, transparan, dan berbasis riset ilmiah,\u201d terangnya. Prof Taufik menegaskan, pengelolaan gambut berbasis ekohidrologi tidak hanya menekan risiko kebakaran, tetapi juga mendukung agenda ekonomi hijau nasional. \u201cJika kondisi gambut terjaga, kita turut menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target NDC (Nationally Determined Contribution) pemerintah,\u201d kata dia. Pendekatan ekohidrologi juga dinilai mampu mengintegrasikan sains dengan kebijakan publik. Menurut Prof Taufik, pengambilan keputusan berbasis data ilmiah dapat memperkuat tata kelola lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ia berharap hasil penelitian dan inovasi ini menjadi kontribusi nyata IPB University dalam memperkuat ketahanan ekosistem gambut Indonesia serta menjaga keseimbangan alam dan ekonomi secara berkelanjutan. (Fj)","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2025-11-13T01:02:39+00:00","article_modified_time":"2026-01-09T03:18:00+00:00","og_image":[{"width":1281,"height":721,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405"},"author":{"name":"FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0"},"headline":"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi","datePublished":"2025-11-13T01:02:39+00:00","dateModified":"2026-01-09T03:18:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405"},"wordCount":412,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg","keywords":["SDGS 12","SDGS 13","SDGS 15","SDGS 17"],"articleSection":["Berita Utama","Fakultas","Geomet","Kepakaran","SDG'S 12","SDG'S 13","SDG'S 15","SDG'S 17","Sdgs Geomet","Sustainability"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405","name":"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg","datePublished":"2025-11-13T01:02:39+00:00","dateModified":"2026-01-09T03:18:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg","width":1281,"height":721},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0","name":"FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","caption":"FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=4"}]}},"views":19,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg","jetpack-related-posts":[{"id":4273,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4273","url_meta":{"origin":6405,"position":0},"title":"Dua Dosen FMIPA IPB University Bahas Ekohidrologi dalam Mendukung Ekonomi Hijau dari Sisi Sains dan Kajian Islam","author":"Support FMIPA","date":"21\/02\/2023","format":false,"excerpt":"Ekonomi hijau merupakan konsep ekonomi berkelanjutan yang berfokus kepada lingkungan. Ekonomi hijau terus didorong oleh Pemerintah Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak. Di dalamnya, aspek ekohidrologi juga tidak bisa diabaikan. Membahas hal ini dari sisi sains dan kajian Islam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar acara TerCerahkan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":5065,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=5065","url_meta":{"origin":6405,"position":1},"title":"Impacts of peatlands rewetting on greenhouse gas emissions in Riau Province","author":"FMIPA","date":"09\/06\/2020","format":false,"excerpt":"Latar Belakang dan Deskripsi Program Kegiatan penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan merupakan kontributor terbesar emisi gas rumah kaca (GRK) nasional. Di antara kegiatan ini, sebagian besar dilakukan di kawasan dengan cadangan karbon tinggi, seperti ekosistem lahan gambut. Untuk mengambil langkah-langkah mendesak dalam menghadapi perubahan iklim dan dampaknya, Departemen\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sdgs Geomet&quot;","block_context":{"text":"Sdgs Geomet","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=46"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/impact_peatlands.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/impact_peatlands.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/impact_peatlands.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x"},"classes":[]},{"id":5071,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=5071","url_meta":{"origin":6405,"position":2},"title":"Penentuan Reduksi Emisi lahan gambut setelah mengalami pembasahan-ulang","author":"FMIPA","date":"04\/06\/2020","format":false,"excerpt":"Latar Belakang dan Deskripsi Program Lahan gambut adalah ekosistem yang sangat khas karena selalu dalam kondisi basah atau tergenang dan menyimpan jumlah bahan organik yang sangat besar dari sisa vegetasi. Karena kondisi anaerobik yang menghambat dekomposisi bahan organik, lahan gambut berfungsi sebagai penyimpanan karbon dan air yang besar di permukaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sdgs Geomet&quot;","block_context":{"text":"Sdgs Geomet","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=46"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/reduksiemisi2.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":6485,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6485","url_meta":{"origin":6405,"position":3},"title":"Prof Antonius Ungkap Kekayaan Tak Kasat Mata Indonesia, 95% Masih Jadi Misteri","author":"FMIPA","date":"28\/01\/2026","format":false,"excerpt":"Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas dengan kekayaan alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut tidak hanya terbatas pada sumber daya yang kasat mata. Nusantara juga menyimpan keragaman mikroba yang luar biasa dan berpotensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, khususnya bioteknologi. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":6437,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6437","url_meta":{"origin":6405,"position":4},"title":"Dekan FMIPA Seluruh Indonesia Bertemu di IPB University, Siap Rombak Kurikulum Lebih Relevan","author":"FMIPA","date":"03\/12\/2025","format":false,"excerpt":"Kampus IPB Gunung Gede, Kota Bogor menjadi saksi pertemuan para dekan fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA), fakultas sains dan teknologi (FST), dan fakultas sains dan matematika (FSM) dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam MIPAnet. Melalui Workshop Kurikulum Industri-MIPAnet (23\u201326\/11), acara ini digelar sebagai forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":6416,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6416","url_meta":{"origin":6405,"position":5},"title":"Cuaca Kian Panas, Dosen Meteorologi FMIPA IPB Ungkap Pemicunya","author":"FMIPA","date":"19\/11\/2025","format":false,"excerpt":"Belakangan ini, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia mengeluhkan suhu udara yang terasa semakin panas. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab di balik peningkatan suhu tersebut dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari maupun kondisi lingkungan. Menurut dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SS, MSi, fenomena ini berkaitan dengan proses\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/cuaca-kian-panas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/cuaca-kian-panas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/cuaca-kian-panas.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/cuaca-kian-panas.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/cuaca-kian-panas.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6405"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6405\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6406,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6405\/revisions\/6406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}