{"id":6823,"date":"2026-09-17T09:10:20","date_gmt":"2026-09-17T02:10:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823"},"modified":"2026-09-17T09:10:22","modified_gmt":"2026-09-17T02:10:22","slug":"dari-regenerasi-tulang-hingga-penyerap-logam-berat-ini-potensi-besar-senyawa-apatit-menurut-prof-charlena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823","title":{"rendered":"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa apatit dinilai berpotensi besar sebagai material strategis yang mampu menjawab tantangan kesehatan dan lingkungan global abad ke-21.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain telah banyak dimanfaatkan dalam bidang biomedis untuk mendukung regenerasi jaringan keras, material ini juga menunjukkan kemampuan tinggi dalam mengatasi pencemaran logam berat di lingkungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Charlena dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar (23\/7) secara daring.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Prof Charlena, apatit, khususnya hidroksiapatit (HAp) dan fluorapatit (FAp), memiliki struktur kristal yang stabil dan fleksibel sehingga dapat dimodifikasi melalui substitusi ionik. Karakteristik tersebut menjadikannya material multifungsi yang dapat diaplikasikan pada berbagai bidang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDalam bidang kesehatan, apatit merupakan komponen utama penyusun jaringan keras manusia. Material ini memiliki sifat biokompatibel, bioaktif, dan osteokonduktif sehingga sangat potensial digunakan sebagai material implan, <em>scaffold<\/em> regenerasi tulang, maupun pelapis implan logam,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan pengembangan material komposit berbasis apatit yang dikombinasikan dengan logam oksida maupun polimer biodegradable mampu meningkatkan sifat mekanik, bioaktivitas, sekaligus aktivitas antibakteri. Dengan demikian, material ini berpotensi mendukung pengembangan teknologi medis yang lebih aman dan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya di bidang kesehatan, Prof Charlena menerangkan bahwa apatit juga memiliki peran penting dalam sektor lingkungan. Struktur kristalnya yang kaya gugus fosfat dan hidroksil memungkinkan material ini bekerja sebagai adsorben dan stabilisator untuk mengikat berbagai kontaminan berbahaya, terutama logam berat seperti timbal (Pb\u00b2\u207a) dan kromium heksavalen (Cr\u2076\u207a).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPengembangan komposit hidroksiapatit dengan Fe\u2083O\u2084 telah menunjukkan efisiensi tinggi dalam menyerap logam berat sekaligus memberikan sifat magnetik yang mempermudah proses pemisahan material setelah digunakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, inovasi tersebut membuka peluang penerapan teknologi remediasi lingkungan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kesamaan mekanisme interaksi ionik pada senyawa apatit menjadi jembatan antara aplikasi biomedis dan lingkungan. Material yang sama dapat berfungsi sebagai agen penyembuh pada sistem biologis sekaligus sebagai agen pemulih kualitas lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, ia mengakui pengembangan material apatit masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengendalian ukuran partikel nano, peningkatan stabilitas material, standardisasi proses produksi, hingga percepatan hilirisasi menuju aplikasi klinis dan industri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, kolaborasi riset lintas disiplin menjadi kunci agar potensi apatit dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Source : <a href=\"https:\/\/www.ipb.ac.id\/news\/index\/2026\/07\/dari-regenerasi-tulang-hingga-penyerap-logam-berat-ini-potensi-besar-senyawa-apatit-menurut-prof-charlena\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.ipb.ac.id\/news\/index\/2026\/07\/dari-regenerasi-tulang-hingga-penyerap-logam-berat-ini-potensi-besar-senyawa-apatit-menurut-prof-charlena\/\">ipb.ac.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senyawa apatit dinilai berpotensi besar sebagai material strategis yang mampu menjawab tantangan kesehatan dan lingkungan global abad ke-21.&nbsp; Selain telah banyak dimanfaatkan dalam bidang biomedis untuk mendukung regenerasi jaringan keras, material ini juga menunjukkan kemampuan tinggi dalam mengatasi pencemaran logam berat di lingkungan.&nbsp; Hal tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Charlena dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar (23\/7) secara daring. Menurut Prof Charlena, apatit, khususnya hidroksiapatit (HAp) dan fluorapatit (FAp), memiliki struktur kristal yang stabil dan fleksibel sehingga dapat dimodifikasi melalui substitusi ionik. Karakteristik tersebut menjadikannya material multifungsi yang dapat diaplikasikan pada berbagai bidang. \u201cDalam bidang kesehatan, apatit merupakan komponen utama penyusun jaringan keras manusia. Material ini memiliki sifat biokompatibel, bioaktif, dan osteokonduktif sehingga sangat potensial digunakan sebagai material implan, scaffold regenerasi tulang, maupun pelapis implan logam,\u201d ujarnya. Ia menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan pengembangan material komposit berbasis apatit yang dikombinasikan dengan logam oksida maupun polimer biodegradable mampu meningkatkan sifat mekanik, bioaktivitas, sekaligus aktivitas antibakteri. Dengan demikian, material ini berpotensi mendukung pengembangan teknologi medis yang lebih aman dan efektif. Tidak hanya di bidang kesehatan, Prof Charlena menerangkan bahwa apatit juga memiliki peran penting dalam sektor lingkungan. Struktur kristalnya yang kaya gugus fosfat dan hidroksil memungkinkan material ini bekerja sebagai adsorben dan stabilisator untuk mengikat berbagai kontaminan berbahaya, terutama logam berat seperti timbal (Pb\u00b2\u207a) dan kromium heksavalen (Cr\u2076\u207a). \u201cPengembangan komposit hidroksiapatit dengan Fe\u2083O\u2084 telah menunjukkan efisiensi tinggi dalam menyerap logam berat sekaligus memberikan sifat magnetik yang mempermudah proses pemisahan material setelah digunakan,\u201d ujarnya. Menurutnya, inovasi tersebut membuka peluang penerapan teknologi remediasi lingkungan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kesamaan mekanisme interaksi ionik pada senyawa apatit menjadi jembatan antara aplikasi biomedis dan lingkungan. Material yang sama dapat berfungsi sebagai agen penyembuh pada sistem biologis sekaligus sebagai agen pemulih kualitas lingkungan. Meski demikian, ia mengakui pengembangan material apatit masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengendalian ukuran partikel nano, peningkatan stabilitas material, standardisasi proses produksi, hingga percepatan hilirisasi menuju aplikasi klinis dan industri.&nbsp; Karena itu, kolaborasi riset lintas disiplin menjadi kunci agar potensi apatit dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Source : ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6824,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false,"_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[26,97,37,67,56,63,58,44,95],"tags":[106,135,104,99],"class_list":["post-6823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-kepakaran","category-kimia","category-sdgs-12","category-sdgs-3","category-sdgs-6","category-sdgs-9","category-sdgs-kimia","category-sustainability","tag-sdgs-12","tag-sdgs-3","tag-sdgs-6","tag-sdgs-9"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Senyawa apatit dinilai berpotensi besar sebagai material strategis yang mampu menjawab tantangan kesehatan dan lingkungan global abad ke-21.&nbsp; Selain telah banyak dimanfaatkan dalam bidang biomedis untuk mendukung regenerasi jaringan keras, material ini juga menunjukkan kemampuan tinggi dalam mengatasi pencemaran logam berat di lingkungan.&nbsp; Hal tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Charlena dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar (23\/7) secara daring. Menurut Prof Charlena, apatit, khususnya hidroksiapatit (HAp) dan fluorapatit (FAp), memiliki struktur kristal yang stabil dan fleksibel sehingga dapat dimodifikasi melalui substitusi ionik. Karakteristik tersebut menjadikannya material multifungsi yang dapat diaplikasikan pada berbagai bidang. \u201cDalam bidang kesehatan, apatit merupakan komponen utama penyusun jaringan keras manusia. Material ini memiliki sifat biokompatibel, bioaktif, dan osteokonduktif sehingga sangat potensial digunakan sebagai material implan, scaffold regenerasi tulang, maupun pelapis implan logam,\u201d ujarnya. Ia menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan pengembangan material komposit berbasis apatit yang dikombinasikan dengan logam oksida maupun polimer biodegradable mampu meningkatkan sifat mekanik, bioaktivitas, sekaligus aktivitas antibakteri. Dengan demikian, material ini berpotensi mendukung pengembangan teknologi medis yang lebih aman dan efektif. Tidak hanya di bidang kesehatan, Prof Charlena menerangkan bahwa apatit juga memiliki peran penting dalam sektor lingkungan. Struktur kristalnya yang kaya gugus fosfat dan hidroksil memungkinkan material ini bekerja sebagai adsorben dan stabilisator untuk mengikat berbagai kontaminan berbahaya, terutama logam berat seperti timbal (Pb\u00b2\u207a) dan kromium heksavalen (Cr\u2076\u207a). \u201cPengembangan komposit hidroksiapatit dengan Fe\u2083O\u2084 telah menunjukkan efisiensi tinggi dalam menyerap logam berat sekaligus memberikan sifat magnetik yang mempermudah proses pemisahan material setelah digunakan,\u201d ujarnya. Menurutnya, inovasi tersebut membuka peluang penerapan teknologi remediasi lingkungan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kesamaan mekanisme interaksi ionik pada senyawa apatit menjadi jembatan antara aplikasi biomedis dan lingkungan. Material yang sama dapat berfungsi sebagai agen penyembuh pada sistem biologis sekaligus sebagai agen pemulih kualitas lingkungan. Meski demikian, ia mengakui pengembangan material apatit masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengendalian ukuran partikel nano, peningkatan stabilitas material, standardisasi proses produksi, hingga percepatan hilirisasi menuju aplikasi klinis dan industri.&nbsp; Karena itu, kolaborasi riset lintas disiplin menjadi kunci agar potensi apatit dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Source : ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-17T02:10:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-17T02:10:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1281\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823\"},\"author\":{\"name\":\"FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0\"},\"headline\":\"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena\",\"datePublished\":\"2026-09-17T02:10:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-17T02:10:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823\"},\"wordCount\":373,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg\",\"keywords\":[\"SDGS 12\",\"SDGS 3\",\"SDGS 6\",\"SDGS 9\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\",\"Kepakaran\",\"Kimia\",\"SDG'S 12\",\"SDG's 3\",\"SDG'S 6\",\"SDG's 9\",\"Sdgs Kimia\",\"Sustainability\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823\",\"name\":\"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-17T02:10:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-17T02:10:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg\",\"width\":1281,\"height\":721},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6823#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0\",\"name\":\"FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Senyawa apatit dinilai berpotensi besar sebagai material strategis yang mampu menjawab tantangan kesehatan dan lingkungan global abad ke-21.&nbsp; Selain telah banyak dimanfaatkan dalam bidang biomedis untuk mendukung regenerasi jaringan keras, material ini juga menunjukkan kemampuan tinggi dalam mengatasi pencemaran logam berat di lingkungan.&nbsp; Hal tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Charlena dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar (23\/7) secara daring. Menurut Prof Charlena, apatit, khususnya hidroksiapatit (HAp) dan fluorapatit (FAp), memiliki struktur kristal yang stabil dan fleksibel sehingga dapat dimodifikasi melalui substitusi ionik. Karakteristik tersebut menjadikannya material multifungsi yang dapat diaplikasikan pada berbagai bidang. \u201cDalam bidang kesehatan, apatit merupakan komponen utama penyusun jaringan keras manusia. Material ini memiliki sifat biokompatibel, bioaktif, dan osteokonduktif sehingga sangat potensial digunakan sebagai material implan, scaffold regenerasi tulang, maupun pelapis implan logam,\u201d ujarnya. Ia menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan pengembangan material komposit berbasis apatit yang dikombinasikan dengan logam oksida maupun polimer biodegradable mampu meningkatkan sifat mekanik, bioaktivitas, sekaligus aktivitas antibakteri. Dengan demikian, material ini berpotensi mendukung pengembangan teknologi medis yang lebih aman dan efektif. Tidak hanya di bidang kesehatan, Prof Charlena menerangkan bahwa apatit juga memiliki peran penting dalam sektor lingkungan. Struktur kristalnya yang kaya gugus fosfat dan hidroksil memungkinkan material ini bekerja sebagai adsorben dan stabilisator untuk mengikat berbagai kontaminan berbahaya, terutama logam berat seperti timbal (Pb\u00b2\u207a) dan kromium heksavalen (Cr\u2076\u207a). \u201cPengembangan komposit hidroksiapatit dengan Fe\u2083O\u2084 telah menunjukkan efisiensi tinggi dalam menyerap logam berat sekaligus memberikan sifat magnetik yang mempermudah proses pemisahan material setelah digunakan,\u201d ujarnya. Menurutnya, inovasi tersebut membuka peluang penerapan teknologi remediasi lingkungan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kesamaan mekanisme interaksi ionik pada senyawa apatit menjadi jembatan antara aplikasi biomedis dan lingkungan. Material yang sama dapat berfungsi sebagai agen penyembuh pada sistem biologis sekaligus sebagai agen pemulih kualitas lingkungan. Meski demikian, ia mengakui pengembangan material apatit masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengendalian ukuran partikel nano, peningkatan stabilitas material, standardisasi proses produksi, hingga percepatan hilirisasi menuju aplikasi klinis dan industri.&nbsp; Karena itu, kolaborasi riset lintas disiplin menjadi kunci agar potensi apatit dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Source : ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2026-09-17T02:10:20+00:00","article_modified_time":"2026-09-17T02:10:22+00:00","og_image":[{"width":1281,"height":721,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823"},"author":{"name":"FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0"},"headline":"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena","datePublished":"2026-09-17T02:10:20+00:00","dateModified":"2026-09-17T02:10:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823"},"wordCount":373,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg","keywords":["SDGS 12","SDGS 3","SDGS 6","SDGS 9"],"articleSection":["Berita Utama","Kepakaran","Kimia","SDG'S 12","SDG's 3","SDG'S 6","SDG's 9","Sdgs Kimia","Sustainability"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823","name":"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg","datePublished":"2026-09-17T02:10:20+00:00","dateModified":"2026-09-17T02:10:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg","width":1281,"height":721},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6823#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Regenerasi Tulang hingga Penyerap Logam Berat, Ini Potensi Besar Senyawa Apatit Menurut Prof Charlena"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0","name":"FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","caption":"FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=4"}]}},"views":2,"jetpack-related-posts":[{"id":6485,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6485","url_meta":{"origin":6823,"position":0},"title":"Prof Antonius Ungkap Kekayaan Tak Kasat Mata Indonesia, 95% Masih Jadi Misteri","author":"FMIPA","date":"28\/01\/2026","format":false,"excerpt":"Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas dengan kekayaan alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut tidak hanya terbatas pada sumber daya yang kasat mata. Nusantara juga menyimpan keragaman mikroba yang luar biasa dan berpotensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, khususnya bioteknologi. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Prof-Antonius-Suwanto.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":6405,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6405","url_meta":{"origin":6823,"position":1},"title":"Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut, Prof. Muh Taufik Kembangkan Pendekatan Ekohidrologi","author":"FMIPA","date":"13\/11\/2025","format":false,"excerpt":"IPB University kembali menghadirkan solusi dalam mitigasi kebakaran lahan gambut melalui pendekatan ekohidrologi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Muh Taufik, mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis Peat Fire Vulnerability Index (PFVI) yang mampu memprediksi kerentanan hingga 14 hari ke depan. Prof Taufik menjelaskan bahwa sistem\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Mitigasi.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":6437,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6437","url_meta":{"origin":6823,"position":2},"title":"Dekan FMIPA Seluruh Indonesia Bertemu di IPB University, Siap Rombak Kurikulum Lebih Relevan","author":"FMIPA","date":"03\/12\/2025","format":false,"excerpt":"Kampus IPB Gunung Gede, Kota Bogor menjadi saksi pertemuan para dekan fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA), fakultas sains dan teknologi (FST), dan fakultas sains dan matematika (FSM) dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam MIPAnet. Melalui Workshop Kurikulum Industri-MIPAnet (23\u201326\/11), acara ini digelar sebagai forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/mipanet.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":6457,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6457","url_meta":{"origin":6823,"position":3},"title":"Peneliti IPB University Ciptakan Filter Zeolit Antimikroba untuk Peternakan Unggas","author":"FMIPA","date":"09\/01\/2026","format":false,"excerpt":"Air bersih menjadi faktor kunci dalam menjaga kesehatan ayam dan kualitas telur di peternakan unggas. Menjawab tantangan kontaminasi bakteri pada sumber air minum ternak, tim peneliti IPB University menghadirkan inovasi filter zeolit antimikroba yang terbukti mampu menyaring bakteri dan meningkatkan produktivitas ayam hingga lima persen. Inovasi ini dikembangkan oleh Dr\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/jnl.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/jnl.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/jnl.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/jnl.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/jnl.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":6444,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6444","url_meta":{"origin":6823,"position":4},"title":"Scientific Stand Up: Sains Penuh Cerita dan Inspirasi","author":"FMIPA","date":"09\/12\/2025","format":false,"excerpt":"Ilmu pengetahuan sering kali diasosiasikan dengan rumus rumit dan teori yang berat. Namun, sebuah acara bernama Scientific Stand Up hadir untuk mematahkan anggapan tersebut. Scientific Stand Up adalah sesi berbagi ilmu yang dikemas secara ringan, menarik, dan penuh storytelling, bertujuan untuk mendekatkan sains kepada masyarakat luas melalui narasi yang inspiratif.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/standup.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/standup.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/standup.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/standup.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/standup.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":6534,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6534","url_meta":{"origin":6823,"position":5},"title":"FMIPA IPB University Bertransformasi Menuju Fakultas Sains, Perkuat Bioinformatika dan Riset Biodiversitas","author":"FMIPA","date":"13\/04\/2026","format":false,"excerpt":"Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University terus melakukan pembaruan kelembagaan, akademik, dan riset sebagai bagian dari strategi penguatan sains dasar yang adaptif dan lintas disiplin. Hal ini disampaikan Dekan Dr Berry Juliandi, saat memaparkan perkembangan terbaru FMIPA IPB University. Ia menjelaskan, perubahan signifikan terjadi setelah tiga departemen\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FMIPA-IPB-University-Bertransformasi-Menuju-Fakultas-Sains-Perkuat-Bioinformatika-dan-Riset-Biodiversitas.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Potensi-Besar-Senyawa-Apatit.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6823"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6825,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6823\/revisions\/6825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}