{"id":6826,"date":"2026-09-21T07:59:48","date_gmt":"2026-09-21T00:59:48","guid":{"rendered":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826"},"modified":"2026-09-21T07:59:51","modified_gmt":"2026-09-21T00:59:51","slug":"benarkah-mimpi-menghubungkan-manusia-dengan-dunia-lain-pakar-fisika-ipb-university-beri-penjelasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826","title":{"rendered":"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mimpi kerap memunculkan pengalaman yang terasa begitu nyata hingga memunculkan anggapan bahwa manusia sedang mengakses realitas lain atau bahkan alam semesta paralel. Namun, apakah klaim tersebut benar adanya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, mimpi lebih dapat dijelaskan sebagai hasil aktivitas kompleks otak selama tidur dibandingkan sebagai akses menuju \u201cdunia lain\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDari sudut pandang fisika-kimia, otak merupakan sistem kompleks yang terdiri atas miliaran neuron yang saling terhubung melalui sinyal listrik dan komunikasi kimiawi menggunakan neurotransmiter,\u201d buka Prof Husin yang juga pengajar mata kuliah Biofisika dan Kompleksitas pada Program Studi Magister Biofisika IPB University.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat seseorang terjaga, lanjutnya, otak secara aktif menerima, mengintegrasikan, dan memproses informasi dari lingkungan hingga membentuk persepsi mengenai realitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKetika tidur, aktivitas otak tidak berhenti. Justru pada fase <em>rapid eye movement<\/em> (REM), aktivitas beberapa wilayah otak mendekati kondisi saat terjaga. Pada fase inilah mimpi paling sering dan paling jelas terjadi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama fase REM, otak memproses kembali pengalaman, emosi, serta ingatan yang diperoleh ketika terjaga. Hipokampus bersama jaringan korteks berperan dalam proses konsolidasi memori sehingga berbagai orang, tempat, maupun peristiwa yang pernah dialami dapat muncul kembali dalam mimpi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cOtak juga memiliki kemampuan mengombinasikan berbagai fragmen memori dengan imajinasi secara kreatif,\u201d kata Prof Husin menambahkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kenapa Mimpi Terasa Aneh?<br><\/strong>Prof Husin menerangkan, aktivasi spontan berbagai jaringan otak selama REM menyebabkan rangkaian peristiwa dalam mimpi sering kali tidak mengikuti logika kehidupan sehari-hari. Berdasarkan temuan neurosains, fenomena tersebut merupakan konstruksi internal otak. Kondisi ini yang membuat mimpi terasa seperti berasal dari realitas yang berbeda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, ia mengakui bahwa fisika modern memang mengenal sejumlah konsep mengenai kemungkinan adanya alam semesta lain. Salah satunya adalah interpretasi Many-Worlds dalam mekanika kuantum yang mengusulkan bahwa setiap kemungkinan hasil pengukuran kuantum terealisasi pada cabang alam semesta yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, terdapat pula hipotesis <em>multiverse<\/em> dalam kosmologi yang berkembang dari teori inflasi kosmik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMeski demikian, kedua gagasan tersebut masih bersifat teoretis dan belum memiliki bukti observasional langsung. Hingga kini juga belum ada teori fisika yang menghubungkan aktivitas otak saat bermimpi dengan akses menuju alam semesta paralel,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, Prof Husin menilai klaim bahwa mimpi merupakan bukti keberadaan alam semesta paralel lebih tepat dipandang sebagai spekulasi filosofis atau interpretasi metafisis daripada kesimpulan ilmiah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan bahwa mekanisme terbentuknya mimpi memang masih terus diteliti, tetapi berdasarkan pengetahuan ilmiah saat ini, mimpi dipahami sebagai hasil interaksi kompleks antara ingatan, emosi, persepsi, dan imajinasi selama tidur, bukan sebagai jendela menuju realitas lain. (dr)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Source : <a href=\"https:\/\/www.ipb.ac.id\/news\/index\/2026\/07\/benarkah-mimpi-menghubungkan-manusia-dengan-dunia-lain-pakar-fisika-ipb-university-beri-penjelasan\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.ipb.ac.id\/news\/index\/2026\/07\/benarkah-mimpi-menghubungkan-manusia-dengan-dunia-lain-pakar-fisika-ipb-university-beri-penjelasan\/\">ipb.ac.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mimpi kerap memunculkan pengalaman yang terasa begitu nyata hingga memunculkan anggapan bahwa manusia sedang mengakses realitas lain atau bahkan alam semesta paralel. Namun, apakah klaim tersebut benar adanya? Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, mimpi lebih dapat dijelaskan sebagai hasil aktivitas kompleks otak selama tidur dibandingkan sebagai akses menuju \u201cdunia lain\u201d. \u201cDari sudut pandang fisika-kimia, otak merupakan sistem kompleks yang terdiri atas miliaran neuron yang saling terhubung melalui sinyal listrik dan komunikasi kimiawi menggunakan neurotransmiter,\u201d buka Prof Husin yang juga pengajar mata kuliah Biofisika dan Kompleksitas pada Program Studi Magister Biofisika IPB University. Saat seseorang terjaga, lanjutnya, otak secara aktif menerima, mengintegrasikan, dan memproses informasi dari lingkungan hingga membentuk persepsi mengenai realitas. \u201cKetika tidur, aktivitas otak tidak berhenti. Justru pada fase rapid eye movement (REM), aktivitas beberapa wilayah otak mendekati kondisi saat terjaga. Pada fase inilah mimpi paling sering dan paling jelas terjadi,\u201d ujarnya. Selama fase REM, otak memproses kembali pengalaman, emosi, serta ingatan yang diperoleh ketika terjaga. Hipokampus bersama jaringan korteks berperan dalam proses konsolidasi memori sehingga berbagai orang, tempat, maupun peristiwa yang pernah dialami dapat muncul kembali dalam mimpi. \u201cOtak juga memiliki kemampuan mengombinasikan berbagai fragmen memori dengan imajinasi secara kreatif,\u201d kata Prof Husin menambahkan. Kenapa Mimpi Terasa Aneh?Prof Husin menerangkan, aktivasi spontan berbagai jaringan otak selama REM menyebabkan rangkaian peristiwa dalam mimpi sering kali tidak mengikuti logika kehidupan sehari-hari. Berdasarkan temuan neurosains, fenomena tersebut merupakan konstruksi internal otak. Kondisi ini yang membuat mimpi terasa seperti berasal dari realitas yang berbeda.&nbsp; Di sisi lain, ia mengakui bahwa fisika modern memang mengenal sejumlah konsep mengenai kemungkinan adanya alam semesta lain. Salah satunya adalah interpretasi Many-Worlds dalam mekanika kuantum yang mengusulkan bahwa setiap kemungkinan hasil pengukuran kuantum terealisasi pada cabang alam semesta yang berbeda. Selain itu, terdapat pula hipotesis multiverse dalam kosmologi yang berkembang dari teori inflasi kosmik. \u201cMeski demikian, kedua gagasan tersebut masih bersifat teoretis dan belum memiliki bukti observasional langsung. Hingga kini juga belum ada teori fisika yang menghubungkan aktivitas otak saat bermimpi dengan akses menuju alam semesta paralel,\u201d tegasnya. Karena itu, Prof Husin menilai klaim bahwa mimpi merupakan bukti keberadaan alam semesta paralel lebih tepat dipandang sebagai spekulasi filosofis atau interpretasi metafisis daripada kesimpulan ilmiah.&nbsp; Ia menambahkan bahwa mekanisme terbentuknya mimpi memang masih terus diteliti, tetapi berdasarkan pengetahuan ilmiah saat ini, mimpi dipahami sebagai hasil interaksi kompleks antara ingatan, emosi, persepsi, dan imajinasi selama tidur, bukan sebagai jendela menuju realitas lain. (dr) Source : ipb.ac.id<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6827,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false,"_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[26,36,97],"tags":[],"class_list":["post-6826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-fisika","category-kepakaran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan - fmipa.ipb.ac.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan - fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mimpi kerap memunculkan pengalaman yang terasa begitu nyata hingga memunculkan anggapan bahwa manusia sedang mengakses realitas lain atau bahkan alam semesta paralel. Namun, apakah klaim tersebut benar adanya? Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, mimpi lebih dapat dijelaskan sebagai hasil aktivitas kompleks otak selama tidur dibandingkan sebagai akses menuju \u201cdunia lain\u201d. \u201cDari sudut pandang fisika-kimia, otak merupakan sistem kompleks yang terdiri atas miliaran neuron yang saling terhubung melalui sinyal listrik dan komunikasi kimiawi menggunakan neurotransmiter,\u201d buka Prof Husin yang juga pengajar mata kuliah Biofisika dan Kompleksitas pada Program Studi Magister Biofisika IPB University. Saat seseorang terjaga, lanjutnya, otak secara aktif menerima, mengintegrasikan, dan memproses informasi dari lingkungan hingga membentuk persepsi mengenai realitas. \u201cKetika tidur, aktivitas otak tidak berhenti. Justru pada fase rapid eye movement (REM), aktivitas beberapa wilayah otak mendekati kondisi saat terjaga. Pada fase inilah mimpi paling sering dan paling jelas terjadi,\u201d ujarnya. Selama fase REM, otak memproses kembali pengalaman, emosi, serta ingatan yang diperoleh ketika terjaga. Hipokampus bersama jaringan korteks berperan dalam proses konsolidasi memori sehingga berbagai orang, tempat, maupun peristiwa yang pernah dialami dapat muncul kembali dalam mimpi. \u201cOtak juga memiliki kemampuan mengombinasikan berbagai fragmen memori dengan imajinasi secara kreatif,\u201d kata Prof Husin menambahkan. Kenapa Mimpi Terasa Aneh?Prof Husin menerangkan, aktivasi spontan berbagai jaringan otak selama REM menyebabkan rangkaian peristiwa dalam mimpi sering kali tidak mengikuti logika kehidupan sehari-hari. Berdasarkan temuan neurosains, fenomena tersebut merupakan konstruksi internal otak. Kondisi ini yang membuat mimpi terasa seperti berasal dari realitas yang berbeda.&nbsp; Di sisi lain, ia mengakui bahwa fisika modern memang mengenal sejumlah konsep mengenai kemungkinan adanya alam semesta lain. Salah satunya adalah interpretasi Many-Worlds dalam mekanika kuantum yang mengusulkan bahwa setiap kemungkinan hasil pengukuran kuantum terealisasi pada cabang alam semesta yang berbeda. Selain itu, terdapat pula hipotesis multiverse dalam kosmologi yang berkembang dari teori inflasi kosmik. \u201cMeski demikian, kedua gagasan tersebut masih bersifat teoretis dan belum memiliki bukti observasional langsung. Hingga kini juga belum ada teori fisika yang menghubungkan aktivitas otak saat bermimpi dengan akses menuju alam semesta paralel,\u201d tegasnya. Karena itu, Prof Husin menilai klaim bahwa mimpi merupakan bukti keberadaan alam semesta paralel lebih tepat dipandang sebagai spekulasi filosofis atau interpretasi metafisis daripada kesimpulan ilmiah.&nbsp; Ia menambahkan bahwa mekanisme terbentuknya mimpi memang masih terus diteliti, tetapi berdasarkan pengetahuan ilmiah saat ini, mimpi dipahami sebagai hasil interaksi kompleks antara ingatan, emosi, persepsi, dan imajinasi selama tidur, bukan sebagai jendela menuju realitas lain. (dr) Source : ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"fmipa.ipb.ac.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-21T00:59:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-21T00:59:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1281\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"FMIPA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"FMIPA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826\"},\"author\":{\"name\":\"FMIPA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0\"},\"headline\":\"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan\",\"datePublished\":\"2026-09-21T00:59:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T00:59:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826\"},\"wordCount\":432,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\",\"Fisika\",\"Kepakaran\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826\",\"name\":\"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan - fmipa.ipb.ac.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-21T00:59:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T00:59:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg\",\"width\":1281,\"height\":721},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?p=6826#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"name\":\"fmipa.ipb.ac.id\",\"description\":\"Fast Forward Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas MIPA IPB University\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png\",\"width\":8200,\"height\":1648,\"caption\":\"Fakultas MIPA IPB University\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fmipa_ipb\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0\",\"name\":\"FMIPA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"FMIPA\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/fmipa.ipb.ac.id\\\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan - fmipa.ipb.ac.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan - fmipa.ipb.ac.id","og_description":"Mimpi kerap memunculkan pengalaman yang terasa begitu nyata hingga memunculkan anggapan bahwa manusia sedang mengakses realitas lain atau bahkan alam semesta paralel. Namun, apakah klaim tersebut benar adanya? Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, mimpi lebih dapat dijelaskan sebagai hasil aktivitas kompleks otak selama tidur dibandingkan sebagai akses menuju \u201cdunia lain\u201d. \u201cDari sudut pandang fisika-kimia, otak merupakan sistem kompleks yang terdiri atas miliaran neuron yang saling terhubung melalui sinyal listrik dan komunikasi kimiawi menggunakan neurotransmiter,\u201d buka Prof Husin yang juga pengajar mata kuliah Biofisika dan Kompleksitas pada Program Studi Magister Biofisika IPB University. Saat seseorang terjaga, lanjutnya, otak secara aktif menerima, mengintegrasikan, dan memproses informasi dari lingkungan hingga membentuk persepsi mengenai realitas. \u201cKetika tidur, aktivitas otak tidak berhenti. Justru pada fase rapid eye movement (REM), aktivitas beberapa wilayah otak mendekati kondisi saat terjaga. Pada fase inilah mimpi paling sering dan paling jelas terjadi,\u201d ujarnya. Selama fase REM, otak memproses kembali pengalaman, emosi, serta ingatan yang diperoleh ketika terjaga. Hipokampus bersama jaringan korteks berperan dalam proses konsolidasi memori sehingga berbagai orang, tempat, maupun peristiwa yang pernah dialami dapat muncul kembali dalam mimpi. \u201cOtak juga memiliki kemampuan mengombinasikan berbagai fragmen memori dengan imajinasi secara kreatif,\u201d kata Prof Husin menambahkan. Kenapa Mimpi Terasa Aneh?Prof Husin menerangkan, aktivasi spontan berbagai jaringan otak selama REM menyebabkan rangkaian peristiwa dalam mimpi sering kali tidak mengikuti logika kehidupan sehari-hari. Berdasarkan temuan neurosains, fenomena tersebut merupakan konstruksi internal otak. Kondisi ini yang membuat mimpi terasa seperti berasal dari realitas yang berbeda.&nbsp; Di sisi lain, ia mengakui bahwa fisika modern memang mengenal sejumlah konsep mengenai kemungkinan adanya alam semesta lain. Salah satunya adalah interpretasi Many-Worlds dalam mekanika kuantum yang mengusulkan bahwa setiap kemungkinan hasil pengukuran kuantum terealisasi pada cabang alam semesta yang berbeda. Selain itu, terdapat pula hipotesis multiverse dalam kosmologi yang berkembang dari teori inflasi kosmik. \u201cMeski demikian, kedua gagasan tersebut masih bersifat teoretis dan belum memiliki bukti observasional langsung. Hingga kini juga belum ada teori fisika yang menghubungkan aktivitas otak saat bermimpi dengan akses menuju alam semesta paralel,\u201d tegasnya. Karena itu, Prof Husin menilai klaim bahwa mimpi merupakan bukti keberadaan alam semesta paralel lebih tepat dipandang sebagai spekulasi filosofis atau interpretasi metafisis daripada kesimpulan ilmiah.&nbsp; Ia menambahkan bahwa mekanisme terbentuknya mimpi memang masih terus diteliti, tetapi berdasarkan pengetahuan ilmiah saat ini, mimpi dipahami sebagai hasil interaksi kompleks antara ingatan, emosi, persepsi, dan imajinasi selama tidur, bukan sebagai jendela menuju realitas lain. (dr) Source : ipb.ac.id","og_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826","og_site_name":"fmipa.ipb.ac.id","article_published_time":"2026-09-21T00:59:48+00:00","article_modified_time":"2026-09-21T00:59:51+00:00","og_image":[{"width":1281,"height":721,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"FMIPA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"FMIPA","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826"},"author":{"name":"FMIPA","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0"},"headline":"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan","datePublished":"2026-09-21T00:59:48+00:00","dateModified":"2026-09-21T00:59:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826"},"wordCount":432,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg","articleSection":["Berita Utama","Fisika","Kepakaran"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826","name":"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan - fmipa.ipb.ac.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg","datePublished":"2026-09-21T00:59:48+00:00","dateModified":"2026-09-21T00:59:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826#primaryimage","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg","width":1281,"height":721},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6826#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Mimpi Menghubungkan Manusia dengan \u201cDunia Lain\u201d? Pakar Fisika IPB University Beri Penjelasan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","name":"fmipa.ipb.ac.id","description":"Fast Forward Future","publisher":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#organization","name":"Fakultas MIPA IPB University","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","contentUrl":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/G-Logo-IPB-University-Vertical-Warna-Hi-1.png","width":8200,"height":1648,"caption":"Fakultas MIPA IPB University"},"image":{"@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/fmipa_ipb\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/263bf412b978c4e0e0357d09b736e8d0","name":"FMIPA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc86fbcdfc132d52c99f722214aabaa74d935697fa5c88e390cfcfc3f33ec2d7?s=96&d=mm&r=g","caption":"FMIPA"},"sameAs":["https:\/\/fmipa.ipb.ac.id"],"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?author=4"}]}},"views":9,"jetpack-related-posts":[{"id":6352,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=6352","url_meta":{"origin":6826,"position":0},"title":"Nvidia Sebut Fisika Jadi Fondasi AI, Guru Besar IPB University: 80 Persen Teknologi Modern Lahir dari Teori Kuantum","author":"FMIPA","date":"27\/08\/2025","format":false,"excerpt":"Teori kuantum telah melahirkan hampir 80 persen teknologi modern yang manusia gunakan saat ini, termasuk smartphone dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Fakta ini diungkap Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, sebagai respons terhadap pernyataan CEO Nvidia Jensen Huang tentang pentingnya fisika di era kecerdasan buatan. \u201cDalam kurun\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/prof-Husein.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":3932,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3932","url_meta":{"origin":6826,"position":1},"title":"Departemen Fisika IPB University Bahas Fenomena Lubang Hitam dalam Physics Talk #9","author":"Support FMIPA","date":"10\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika IPB University hadirkan Pakar Teori Fisika dalam IPB Physics Talk #9 bahas fenomena lubang hitam. Prof Husin Alatas selaku Ketua Divisi Fisika Teori, Departemen Fisika IPB University menjelaskan bahwa Physics Talk diadakan untuk memotivasi mahasiswa agar terus belajar, membuka wawasan dan mempererat kolaborasi antar akademisi. Penelitian-penelitian terkait lubang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4017,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4017","url_meta":{"origin":6826,"position":2},"title":"Prof Husin Alatas Jelaskan Fenomena Aphelion dan Pengaruhnya terhadap Batuk Pilek","author":"Support FMIPA","date":"17\/03\/2022","format":false,"excerpt":"Aphelion merupakan istilah yang digunakan ketika posisi bumi berada pada titik terjauh dari matahari. Fenomena ini menjadi perhatian sejak beredarnya informasi terkait adanya hubungan fenomena aphelion sebagai penyebab batuk dan pilek. Prof Husin Alatas, Guru Besar IPB University Bidang Fisika Teori sekaligus pengajar mata kuliah Fisika Sistem Kompleks pada Program\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4282,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4282","url_meta":{"origin":6826,"position":3},"title":"Jawab Alam Semesta Lebih Tua Dari yang Dikira, IPB Physics Talk Hadirkan Pakar Astronomi John Hopkins University, USA","author":"Support FMIPA","date":"21\/09\/2023","format":false,"excerpt":"Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melalui kegiatan Webinar IPB Physics Talk edisi 51 menghadirkan Pakar Astronomi dan Astrofisika Dr Abdurro\u2019uf, peneliti Post Doctoral di Department of Physics, John Hopkins University, Maryland USA. Pada kegiatan itu, ia membawakan materi \u2018The hunt for the first galaxies\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3923,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=3923","url_meta":{"origin":6826,"position":4},"title":"Prof Husin Alatas: Materi di Alam Semesta yang Terlihat Hanya 4 Persen","author":"Support FMIPA","date":"21\/08\/2021","format":false,"excerpt":"Fenomena alam semesta banyak dijelaskan melalui Teori Relativitas Umum (TRU) yang dicetuskan oleh Albert Einstein di tahun 1915. Salah satunya adalah teori ini mampu menjelaskan kehadiran gelombang gravitasi yang berhasil dideteksi pertama kali pada bulan september tahun 2015 dan dipublikasikan pada tahun 2016. Prof Husin Alatas, Guru Besar Fakultas Matematika\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":4178,"url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?p=4178","url_meta":{"origin":6826,"position":5},"title":"Dosen FMIPA IPB University Bahas Peran Fisika dalam Dunia Metaverse","author":"Support FMIPA","date":"14\/09\/2022","format":false,"excerpt":"Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi), Departemen Fisika FMIPA IPB University mengadakan Physics Insight yang membahas isu dan fenomena ilmu Fisika terkini. Physics Insight kali ini mengusung tema \u201cFenomena Fisika Modern: Metaverse from The Point of View of Physics\u201d. Narasumber yang hadir adalah Prof Husein Alatas dan Dr Erus Rustami, keduanya adalah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Berita Utama&quot;","block_context":{"text":"Berita Utama","link":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/?cat=26"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Benarkah-Mimpi-Menghubungkan-Manusia-dengan-Dunia-Lain.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6826"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6828,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6826\/revisions\/6828"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fmipa.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}