FMIPA IPB University Bertransformasi Menuju Fakultas Sains, Perkuat Bioinformatika dan Riset Biodiversitas

FMIPA IPB University Bertransformasi Menuju Fakultas Sains, Perkuat Bioinformatika dan Riset Biodiversitas
Berita Utama / Fakultas / SDG'S 15 / SDG'S 17 / SDG's 3 / SDG'S 4 / SDG's 9 / Sustainability

FMIPA IPB University Bertransformasi Menuju Fakultas Sains, Perkuat Bioinformatika dan Riset Biodiversitas

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University terus melakukan pembaruan kelembagaan, akademik, dan riset sebagai bagian dari strategi penguatan sains dasar yang adaptif dan lintas disiplin. Hal ini disampaikan Dekan Dr Berry Juliandi, saat memaparkan perkembangan terbaru FMIPA IPB University.

Ia menjelaskan, perubahan signifikan terjadi setelah tiga departemen (Statistika, Matematika, dan Ilmu Komputer) bertransformasi menjadi Sekolah Sains, Data, Matematika, dan Informatika. 

“Makanya nama FMIPA tidak bisa lagi ada M-nya. Oleh sebab itu, sekarang kami dalam masa pengajuan untuk berubah nama dari FMIPA menjadi Fakultas Sains,” ujarnya. 

Dengan jumlah departemen yang menjadi lima (Meteorologi Terapan, Biologi, Kimia, Fisika, dan Biokimia) menurutnya, pengembangan keilmuan menjadi lebih fokus dan leluasa. Terbaru, sejak dua tahun lalu, FMIPA juga telah membuka Program Studi S1 Bioinformatika yang telah menerima mahasiswa selama dua angkatan. 

Ke depan, FMIPA akan merancang program baru seperti omics science (genomik, proteomik, metabolomik) untuk pascasarjana, serta sains halal dan bioteknologi untuk jenjang sarjana.

Dari sisi akademik, Dr Berry menegaskan bahwa seluruh program studi S1, S2, dan S3 telah menerapkan Kurikulum 2025. Sebabnya, pendekatan pembelajaran kini berbasis student centered learning. 

“Penilaian lebih dari 50 persen berdasarkan tugas dan proyek mahasiswa. Nilai ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) kalau digabung umumnya tidak sampai 50 persen,” jelasnya. 

Mahasiswa juga diberi keleluasaan meramu mata kuliah hingga 21 SKS, bahkan pada semester akhir dapat mengikuti program enrichment di luar IPB University, bahkan di luar negeri. 

Meski demikian, ia menegaskan, khusus di FMIPA, skripsi tetap wajib sebagai basis penelitian ilmu dasar.

Dalam bidang riset, biodiversitas menjadi fokus unggulan. Penelitian mencakup pengembangan obat herbal terstandar, material baru berbasis sumber daya hayati seperti inovasi pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk material helm, hingga pemanfaatan mikoriza untuk rehabilitasi lahan tambang. 

Selain itu, riset bioinformatika dan omics terus diperkuat untuk mengolah data biologis molekuler dan nonmolekuler.

Dr Berry melaporkan, FMIPA menjadi fakultas dengan perolehan dana dan skema penelitian terbesar di IPB University selama bertahun-tahun. Meski paten tidak sebanyak fakultas terapan, FMIPA unggul dalam publikasi ilmiah bereputasi.

Kerja sama strategis juga terus diperluas, antara lain dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pendidikan pascasarjana klimatologi. Bersama pemerintah daerah seperti Belitung dan Belitung Timur, kerja sama dilakukan untuk pendampingan program UNESCO Geopark. Selain itu, kerja sama dengan mitra industri dan pemerintah daerah terkait kualitas udara dan kajian pertambangan berkelanjutan.

Di tingkat nasional, FMIPA IPB University aktif dalam jejaring MIPAnet dan menjadi rujukan bagi dekan-dekan FMIPA se-Indonesia dalam pengelolaan inovasi dan kerja sama industri.

Ke depan, selain transformasi menjadi Fakultas Sains, FMIPA menargetkan pengembangan program studi lintas disiplin seperti nanoteknologi dan neuroscience, serta merintis program profesi berbasis sains untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. (dr)

Source: ipb.ac.id